
Aku lemparkan diriku di atas kasur dan menangis sejadi- jadinya, bagaimana tidak, riri yang aku kira sahabat baikku ternyata dia selama ini justru membenciku.
Kenyataan bahwa persahabat kami hancur sungguh sangat berat aku terima.
Aku terus menangis dan menangis hingga tidak aku sadari aku ketiduran.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Di studio.
Rangga masuk ke ruang ganti, tidak ada siapa- siapa di ruangan itu, hanya ada dia seorang.
Dia membuka bajunya dan tiba- tiba..
Gleekk.. ( pintu terbuka )
Rangga kaget π², lalu menoleh..
" kau..?! "
Riri tersenyum dan masuk kedalam.
" heeii.., ini ruang ganti buat cowok, ngapain kamu kesini..?? "
" oouuhh benarkah..?! " ( akting terkejut )
" haaahh..π§ apa kau tidak baca di depan pintu..?? "
Riri tersenyum dan mendekati rangga.
" aku baca kok.. "
Tiba- tiba riri merangkul leher rangga.
" hanya saja, aku punya alasan sendiri masuk kesini.. "
Rangga hanya diam saja sambil menatap riri dengan tatapan bingung π.
Perlahan riri mendekatkan wajahnya dan membisiki rangga.
" rangga aku menyukaimu.. "
π Rangga tersenyum sinis.
" aku jauh lebih pantas ketimbang maya, aku juga lebih ungul dari segi manapun... "
__ADS_1
Rangga menatap riri lekat.
" apa kau serius... ?? "
" tentu saja.. " ucap riri yakin.
Lalu rangga memegang dagu riri, " kalau begitu biar kulihat, apa kau bisa memuaskanku.. π "
Perlahan riri mendorong rangga hingga mu mundur ke tembok.
" jangan remehkan aku rangga, aku bukanlah anak baru.. "
" oouuu.. " rangga hanya tersenyum sambil mengangkat sebelah alisnya.
" aku tidak akan segan- segan saat kau mencumbuku dan sekarang kau adalah milikku.. " ucap riri sambil melepas pakaiannya.
Dia hendak mencium rangga tapi rangga menahan dengan tangannya.
" tunggu dulu, sebelum kau menciumku aku ingin tunjukankan sesuatu.. "
" π apa itu.. ? "
Rangga mendorong riri yang menindihnya lalu berjalan berputar dan berdiri di hadapan riri.
" apa kau bisa menerimaku.. ?
" apa kau benar- benar menyukaiku..? "
" dengar rangga aku menyukaimu melebihi apapun, bahkan maya.. "
" kau yakin..? "
" yaah.."
π Rangga tersenyum sinis.
" lalu bagaimana jika wujudku seperti ini.. "
Rangga berubah ke wujud serigalanya.
π¨ Betapa kagetnya riri, melihat rangga yang begitu tampan tiba- tiba berubah, sangking kagetnya hingga dia terjatuh kebelakang, matanya melotot.
" mo.. moonsteer.. " ucap riri dengan ketakutan.
Rangga tersenyum menyeringai, itu membuat riri tambah takut
__ADS_1
" padahal tadi kau bilang bisa menerimaku kan...? dan kau juga bilang jika kau menyukaiku melebihi maya.. "
Rangga mendekat dan duduk tepat di depan riri.
Badan riri bergetar hebat.
" apa kau takut..?? "
Riri tidak bisa menjawab, badannya berkeringat, tampak jelas jika dia sangat takut .
" dengar, jangan sekali- kali kau mengusik maya, kau bilang kau lebih baik darinya tapi setelah tau aku yang seperti ini kau bilang jika aku monster.. "
" heeeh, apa kau tau.. maya tidak pernah bilang seperti itu padaku, yaa.. aku adalah monster dan maya bisa menerimaku, walaupun kami berdua saling berbagi tapi dialah yang bisa menerima wujud asli kami, dan aku rasa tidak ada manusia di dunia ini yang mau selain maya.. "
" jadi intinya kau sama sekali tidak ada apa- apanya di bandingkan maya.. "
Riri tidak mampu berbuat apa- apa, seakan tubuhnya terpaku.
Melihat riri yang seperti itu rangga tersenyum senang.
" ku beritahu 1 lagi, aku ini pemakan daging loo, terutama daging manusia.. "
" aku akan menunjukannya padamu.. "
Kraaak.. kraakk.. ( pipi rangga yang robek hingga ke telinga )
Taring besar rangga terlihat jelas keluar.
Rasa takut yang luar biasa di rasakan riri π±, lalu..
" aaaahhhhkkk...!!!! " riri berteriak kencang.
Dia berlari keluar.
" monsteeerrr...!! " riri berteriak di luar.
Sementara di dalam ruangan.
" haah, mangsaku kabur.. π©"
Tiba- tiba..
Lord bersandar di pintu dan melihat ranggaπ.
" hehe.. π" ranga tersenyum.
__ADS_1
" haahh.. π§ biar aku yang menanganinya.. "
Lord pergi.