
Aku masih menangis, aku merasa sangat kasihan pada Craig, dia masih kecil dan hanya punya ibunya tapi sebentar lagi dia akan kehilangannya.
" kakak bagaimana dengan ibuku.. ?? apa dia akan selamat.. ?? "
Tiba- tiba Craig keluar dan memegang pundakku, dia meremas bajuku dan menatapku sambil menangis.
Aku tak kuasa melihatnya, aku tidak bisa menjawab pertanyaannya.
Aku mohon Rangga lakukan sesuatu, bagaimana cara aku menyampaikannya..? aku benar- benar tidak bisa.
Aku tertunduk, berharap Rangga mengatakan sesuatu tapi ternyata dia juga tertunduk, kami terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Craig, kami sangat takut menyakitinya.
Dan dengan tiba- tiba Lord melangkah mendekat ke Craig, dia duduk jongkok di depannya dan menatapnya tajam.
" dengar anak kecil sebentar lagi ibumu akan mati, berhentilah menangis dan terimalah takdirmu.. " ucap Lord.
Aku langsung memeluk Craig.
" Lord kenapa kau sangat kejam...!! " teriakku.
Seakan sangat terpukul mata Craig melotot, aku tau dia pasti sangat syok, mau bagaimanapun Craig pasti belum siap menghadapi ini.
" Craig dengar sayang ibu mu pasti baik- baik saja.. " aku terus menangis dan memeluknya erat.
" jangan membohonginya, dia harus tau kenyataannya.. " ucap Lord.
Dengan tegas Lord berkata seperti itu, aku bahkan tidak habis pikir bagaimana bisa Lord benar- benar tidak memperdulikan perasaan anak kecil yang ada di depannya.
" bohong.. pasti kakak bohong kan.. ?? " Craig bicara pada Lord suaranya lirih, dia menatap Lord dengan penuh kesedihan.
" tidak..! ini adalah kenyataannya.. " dengan tegas Lord mengatakan itu.
Seketika Craig langsung jatuh tersungkur dan menangis kencang, mukanya hingga memerah.
Aku tidak tega, aku benar- benar tidak tega.
Duuukkk
Tiba - tiba Rangga memukul Lord sangat keras.
__ADS_1
" kau..! berani sekali kau berkata begitu pada anak kecil hah...!!! " bentak Rangga.
Lord menjadi marah.
" lalu apa kau akan membohonginya..?! cepat atau lambat dia juga akan tau.. "
Itu memang benar, mau bagaimanapun kita menutupinya takdir tetaplah takdir.
Rangga tertunduk dia sedih tapi tidak bisa berbuat apa- apa, itu adalah kenyataan yang sangat pahit.
Aku memeluk Craig yang menangis kencang, dia meremas rambutnya tangisan seorang anak kecil yang benar- benar menyayat perasaanku.
" dengar sayang mulai sekarang aku lah ibumu, aku akan mengantikan posisinya menjadi ibumu "
Craig tidak menjawab ku, dia terus dan terus menangis.
" sabar sayang aku tau ini sangat berat untukmu.. aku janji aku akan menyayangimu Craig, aku akan menjadi ibumu.. kau jangan sedih lagi.. "
Dia tidak menjawab ku dan tetap menangis, semua yang di dalam keluar karena mendengar tangisan Craig yang kencang, semua sangat sedih dengan kenyataan ini dan malam ini semuanya berduka semua menangis di malam yang panjang ini.
Craig duduk di samping ibunya.
" maaf ya Craig.. sepertinya ibu tidak bisa menemanimu lagi.. " ucap ibu Craig sembari terdengar lemas.
" ibu...!!! " teriak Craig.
" jaga dirimu baik- baik jadilah anak yang kuat.. "
" jangan tinggalin Craig bu.. "
" maafkan ibu sayang.. "
Kami semua benar- benar tidak tega melihatnya Craig memegang erat tangan ibunya.
" ratu.. " ibu Craig memanggilku.
" iya..? "
" ku mohon jaga anakku.. "
__ADS_1
" aku janji aku pasti akan menjaganya.. "
Dia tersenyum " terimakasih.. ".
Dan akhirnya ibu Craig pergi untuk selamanya, Craig berteriak sangat kencang.
" ibu... !!!!! "
Aku memeluknya dan pada akhirnya Craig kehilangan seseorang yang dia sangat sayangi, kehidupan memang begitu pahit, kehilangan adalah hal tidak bisa kita hindari.
...****************...
Pagi hari aku, Rangga dan Lord berkumpul.
" bagaimana keadaan Craig.. ?? " tanya ku.
" dia sudah lebih baik, dia tertidur lelap karena semalaman tidak berhenti menangis " jawab Rangga.
Aku menunduk.
" ini pasti sangat berat untuknya.. " ucapku.
" yah.. " Rangga ikut tertunduk.
Seketika kami bertiga terdiam dan merenung.
" eemm kalian.. " aku memanggil mereka berdua.
Mereka langsung melihatku.
" seandainya jika waktuku habis apa yang akan kalian lakukan.. ?? "
Mereka tersentak kaget.
" kau memberi pertanyaan yang sulit maya... " ucap Lord.
" jawab aku.. " aku tetap mendesak.
Ku tatap mereka berdua.
__ADS_1