Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
ANCAMAN


__ADS_3

Dhaaak...!!!


Xey mencekik Rangga dan membantingnya ke tembok dengan keras.


" apa apaan kau ini.. ?!!! " Rangga berusaha melawan.


" dengar anak kecil, aku peringatkan kau jangan sekali- kali membuat tuan kami melewati batasannya.. ! " dengan suara berat Xey mengancam Rangga.


" apa maksudmu.. ?! "


" apa kau tidak sadar, kau selalu memaksa tuan..! seharusnya dia tidak perlu sampai seperti ini, semenjak ada kalian tuan selalu menempatkan dirinya pada keadaan yang sulit..! "


Xey menatap tajam ke arah Rangga dan mencekiknya semakin kuat.


" kaum kami seharusnya tidak pantas ikut campur dengan kasta lemah, dari dulu tuan tidak pernah peduli dengan apapun, tapi sekarang berkali- kali tuan terluka hanya demi kalian..!! apa kau tidak sadar hah.. !!! " Xey membentak Rangga.


" kau salah aku sama sekali tidak pernah memaksanya, itu semua karna keinginannya sendiri.. ! "


Di saat mereka berdua berdebat Maya mulai sadar dengan pingsannya, seketika itu dia mendengar suara Xey dan Rangga yang sedang ribut, itu membuatnya bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi, akhirnya maya menghampiri mereka.


" tutup mulut mu..!! " Xey membentak Rangga semakin keras.


" hei..! aku rasa kau ini salah faham, aku tau kau sangat peduli dengan tuanmu itu, aku tau apa yang kau rasakan tapi kau tidak bisa menyalahkan kami begitu saja..!! " Rangga mencoba membela diri.


" kau memang mahluk rendahan " dengan suara berat Xey terlihat sangat marah, matanya yang merah menyala menatap tajam ke arah Rangga.


" apa..!! " Rangga tidak terima.


" berabad- abad aku melayani keluarganya tapi tidak pernah sekalipun aku melihat dia sampai seperti itu, dia merasa sangat kesakitan dan itu hanya demi kalian..!! mahluk rendahan.. !! lemah !! tidak berguna.. !! " Xey membentak.

__ADS_1


" apa yang terjadi di sini.. ?? " Maya tiba-tiba muncul.


" Maya.. " Rangga kaget.


" ratu.. "


Mereka mengucap berbarengan.


Maya melihat Xey yang mencekik Rangga membuatnya kebingungan.


" Xey ada apa.. ?? kenapa kau menyakiti Rangga.. ?? " Maya bingung.


Xey langsung melepaskan cekikannya dan menghampiri Maya, dia berdiri tegap di hadapan Maya, bahkan yang biasanya Xey memberi hormat tapi sekarang tidak.


" ratu maafkan saya telah lancang, walaupun tindakan saya ini hukumannya mati, saya siap ..! "


" apa maksudmu.. ? "


Maya kaget mendengar ucapan Xey.


" kenapa Xey.. ?? memangnya ada apa dengan Lord.. ?? " Maya bingung.


" saya tidak tau apa yang terjadi, tapi yang jelas kali ini tuan benar- benar merasa tersiksa, kami semua sebagai pengabdi setianya tidak akan pernah menerima jika terjadi sesuatu pada pemimpin kami, jadi dengan tegas saya katakan ( tatapan tajam ) jangan lagi mendesaknya.. "


Maya kaget, Maya benar- benar tidak tau apa yang sudah terjadi hingga Xey bisa benar- benar marah begini.


" ini sebagai peringatan.." ucap Xey dengan tegas.


Lalu Xey berjalan ke jendela.

__ADS_1


" saya permisi.. " Xey terbang dan pergi.


Maya tidak menyangka Xey bisa berbuat seperti itu, padahal Maya tidak tau apa- apa, seketika Maya langsung melihat Rangga.


" Rangga katakan padaku sebenarnya ada apa ini.. ?? kenapa Xey sampai mengancam kita..?? apa yang terjadi pada Lord ?? "


Maya menghujani pertanyaan bertubi- tubi karena sangat kaget dan bingung.


" tenang.. tenanglah Maya.. "


" kau harus ceritakan semuanya.. " ucap Maya.


" yaa.. baik- baik.. "


Akhirnya Rangga menceritakan semuanya pada Maya tanpa ada yang tersisa.


" astaga.. jadi seperti itu, pantas saja Xey jadi sangat marah.. "


Maya menjadi hawatir pada Lord.


" lalu bagaimana dengan keadaan Lord sekarang.. ?


" kau tenang saja, dia itu kuat hal seperti itu tidak akan bisa membunuhnya.. " Rangga mencoba menenangkan Maya.


" ta.. tapi Rangga aku sangat hawatir.. "


" tenang.. dia hanya sedikit pusing kok.. " tersenyum manis.


" aku rasa itu tidak mungkin Rangga, jika cuman pusing biasa Xey tidak akan seperti itu "

__ADS_1


Maya benar- benar hawatir dan panik.


__ADS_2