
Jantungku berdegup kencang dan itu bertambah parah di saat Lord mulai merangkak ke kasur.
Wajahnya sekarang tepat di depanku, dia menatapku tajam dengan mata merah yang tidak biasa aku lihat.
" jika takut, tak perlu kau paksa menatapku Maya.. "
Mendengarnya aku langsung memalingkan wajahku, jujur sebenarnya aku memang takut.
Lord tersenyum tipis.
Rasanya jantungku mau copot !
Tiba- tiba dia menurunkan wajahnya lebih dekat denganku.
" Maya cium aku.. " ucapnya lirih.
Aku kaget, aku merasa sangat gugup, ku lihat dia membuka mulutnya.
Perlahan aku memegang pipinya dan hendak menciumnya, perlahan dia juga memejamkan matanya.
Dan akhirnya aku menciumnya, ciuman yang cukup lama terjadi, tapi Lord diam saja seakan dia hanya ingin merasakan ciumanku tanpa mau membalasnya.
Setelahnya kami membuka mata kami dan sekarang dia sedang menduduki tubuhku, perlahan dia mulai membuka jubah dan baju hitamnya.
Aku mulai bisa melihat tubuh mulus putihnya Lord, kulitnya mengkilap terkena cahaya bulan dan rambutnya terbelai lembut terkena angin yang masuk.
Aku sangat terpukau melihat tubuh dan ketampanan Lord.
" kau siap.. ?? " tiba - tiba dia memandangku dan bertanya.
" eemm.. " aku mengangguk dengan sedikit ragu.
Mungkin karna ini adalah yang pertama kali untuk ku, aku jadi sangat gugup.. apalagi yang bersamaku saat ini bukanlah seorang manusia, pikiranku jadi tidak karuan.
!!!
Tiba- tiba lampunya mati sendiri dan aku tau itu pasti karna Lord, sekarang hanya cahaya bulan yang menyinari kami, di dalam kegelapan itu mata Lord justru bersinar terang.
Dia menarik selimut dan menutupi tubuhnya yang sekarang ada di atasku.
Dengan pelan Lord menjilat leherku.. aku langsung tersentak kaget, mataku melotot.
" Maya.. akan ku buat kau merasakan semua yang bisa kau rasakan " bisiknya di telingaku.
Dan itu berhasil membuat tubuhku bergetar hebat..!!
Bisa ku rasakan tangan Lord menjelajahi tubuhku, dia benar-benar menikmati setiap lekukan yang ada hingga akhirnya tangganya berhenti di dadaku.
" ahh..!! Lord sakit !! "
Melihat reaksiku Lord hanya tersenyum tipis,
dengan mudahnya dia merobek baju dress tidurku dengan kukunya, yang membuat aku kini hanya memakai baju dalam ku.
Jelas dia bisa melihatnya, setiap lekuk tubuhku dia merangkul pinggangku dan tersenyum ke arahku.
" Lord "
Pikiranku tidak karuan, jantungku semakin berdegup kencang tak beraturan.
••••••••
Dan akhirnya.
" Maya bertahanlah.. " ucapnya
!!!
..
" astaga.. "
__ADS_1
..
" astaga.. "
...
" Lord....!!!! " dengan spontan aku menjambak rambutnya dengan keras.
Dia menatapku.
" sakit.. ?? " tanyanya pelan
Aku malu menjawabnya, jadi aku hanya memalingkan wajahku, tapi ternyata air mataku yang tiba- tiba keluar menunjukannya.
Dengan lembut Lord menyekat air mataku dan mencium keningku.
" Maya...? " Lord memanggilku.
Aku meliriknya.
" aku mencium bau darah.. "
Aku tau betul darah yang dia maksud, dia mencoba melihatnya tapi aku langsung dengan cepat memegang wajahnya dengan kedua tanganku.
" jangan..!! jangan lihat, ak.. aku ingin kau melihat wajahku saja.. " ucapku gugup dan panik.
Dia tersenyum.
" baiklah.. aku tau kau malu sayang " ucap Lord dengan mengambil tangan kananku dan menciumnya penuh perasaan.
•••••••••••
Aku mencoba menahan, menahan agar tidak teriak.. aku meremas seprei, menutupi mulutku dengan tangan.
Tidak..!! jangan.. jangan teriak..!!
Lord yang seperti ini saja sudah membuatku takut, aku tidak mau membuatnya tambah parah.
Padahal Lord hanya diam saja, tapi kenapa aku sangat ingin menjerit.. aku mebolak- balikan kepalaku ke kanan dan kiri dengan masih tanganku menutupi mulutku, hingga aku mulai berkeringat.
Tidak..!! tidak boleh..!! tap.. tapi....
Aku tidak bisa menahannya..!!
" hyaaaaaahhhh...!!!!!! " teriakan keras dari mulutku.
Astaga..! memalukan sekali..!!
" sakit..?? " tanya Lord.
Dan kali ini aku mengangguk keras, melihatnya Lord justru tersenyum senang dan mencium bibirku lagi.
••••••••••••
Astaga ini bahkan sudah larut malam, tap.. tapi kenapa Lord belum berhenti juga.
Sebenarnya aku sudah tidak kuat lagi, tubuhku sudah lemas dan aku sangat lelah berbeda dengan Lord yang terlihat benar-benar sangat kuat dan tak merasa lelah sama sekali.
Aneh, malam ini memang aneh, terasa jika malam ini waktu berputar sangat lambat dan terasa sangat panjang, apakah Lord yang melakukannya..??
Jika iya, dia kejam sekali menghabisi ku dalam satu malam.
" Lord, sudah ya... ini sudah larut malam " aku mencoba membuatnya berhenti.
Dia diam saja.
"Lord.. ? " aku mencoba memanggilnya.
Lord tetap diam lalu tiba-tiba dia bicara.
" Maya.. Bertahanlah "
Mataku melotot dan memegang erat tangan Lord.
__ADS_1
" aaahhh... Aaaahhh ...!!! Lord... !!! "
Lord semakin kencang menghantam ku tanpa memperdulikan teriakan ku.
" Lord... !! Sakit, pelan.. pelan.. Ahh Lord ..!! "
Lord mengigit pundakku, aku meremas rambutnya dengan keras.
" ha aaa... Lord sudah... !! " teriak ku sembari menangis.
Lalu tiba-tiba dia membalikkan tubuhku menjadi tengkurap, dia cekik leher di bagian belakangku dan menghantam ku dengan keras lagi dan lagi.
" ah.. Ah... Ahh...!! sakit... !! "
Aku menggeliat tak karuan menghadapi keberingasan Lord yang semakin malam semakin menjadi-jadi.
" Lord.. !! Ha.h... Haaaah... ! "
Aku menangis dengan kencang, tak ku sangka Lord benar-benar menghabisi ku.
Awalnya dia sangat lembut dan perhatian tapi mengapa tiba-tiba berubah begitu keras dan beringas di akhir.
" Lord... aku mohon " ucapku sembari menangis sesenggukan.
Aku merasa ini sudah mau pagi dan aku benar-benar sudah tidak kuat lagi.
Melihat aku yang merintih seketika dia langsung berhenti, " baiklah.. "
Dengan pelan Lord membalikan badanku dan membelai wajahku.
" badanmu sudah tidak kuat, aku tidak akan memaksa lebih jauh lagi "
Lord mencium keningku,aku lega ini semua telah selesai.. hah... nafasku ngos- ngosan, keringat ku bercucuran sedangkan Lord tak terlihat lelah, tak ada keringat masih terlihat seperti biasanya.
...****************...
Siang hari.
Aku membuka mataku.
" sudah bangun.. ?? " Lord yang berbaring di belakangku sambil memelukku.
" ee eeemm.. " aku mengangguk pelan
Aku ingin melihatnya jadi aku mencoba memutarkan badanku tapi...
Aakk..!! sakit..!
Tidak ku sangka ternyata sakitnya masih terasa, 1 titik yang sangat aku rasakan, membuat aku tidak bisa bergerak.
" masih terasa sakit.. ?? "
" eemm.. " aku menjawabnya dengan malu.
" maaf.. ? "
" ti.. tidak apa Lord.. "
Dia merasa tersentuh dan mencium keningku.
" Maya, aku makin sayang dan cinta kepadamu.."
Mendengarnya aku sangat bahagia, aku merasa tambah berarti untuknya.
Dia mengusap perutku dengan matanya menatap hangat ke arahku.
" jaga dia baik- baik.. "
Mendengar itu aku sontak kaget seakan tidak percaya.
Apa maksudnya?! Apakah aku sudah di pastikan mengandung ?! Sudah ada janin di perutku..?!!
" Lord apa.... ? Apa....? " aku bicara dengan bingung dan linglung.
__ADS_1
Lord hanya tersenyum dan terus mengelus perutku.