
" e Lord.. "
Maya sedikit panik sementara Lord hanya tersenyum manis.
" apa aku tidak berat.. ?? " tanya Maya dengan canggung.
" kau becanda, kau pikir aku ini selemah apa sayang.. ? tubuh mungil mu ini seperti bayi kelinci bagiku.. "
Maya tersenyum lepas mendengar kata- kata Lord.
Lord mendudukkan Maya di meja, sementara tangan Maya masih menggantung di pundaknya, lama- kelamaan Lord dengan pelan menundukkan badannya membuat tubuh Maya juga ikut terdorong terjatuh ke meja.
Tangan Lord menahan kepala Maya agar tidak terbentur meja, sekarang posisi Maya sudah tergeletak di atas meja dan di atasnya Lord yang memandang mesra padanya, mereka saling bertatapan penuh makna.
Lord mendekatkan wajahnya dan ingin mencium Maya, tapi Maya dengan cepat menghalangi bibir Lord dengan jarinya.
" kenapa.. ? " tanya Lord sedikit berbisik.
" eemm Lord aku malu.. " jawab Maya dengan wajah merona dan memalingkannya ke samping.
" kau ini sudah aku cium beberapa kali tapi masih merasa malu " jawab Lord dengan senyuman nakal.
Kata- kata Lord tambah membuat wajah Maya memerah sementara Lord yang melihatnya justru tertawa riang.
" hahaha.. kau imut sekali sayang.. "
Melihat Lord yang tertawa lepas justru membuat Maya salah tingkah, tak berhenti disitu Lord mulai membelai lembut wajah Maya dengan tatapan lekat.
" Maya apa kau mengakui kekuatanku... ?? "
__ADS_1
" aak.. iya.. " ucap Maya merasa bingung dengan pertanyaan Lord.
" tapi kenapa kau justru lebih kuat dariku " ucap Lord dengan tersenyum manis.
Maya yang mendengarnya langsung membalas senyuman Lord, dia tidak menyangka jika Lord bisa mengucapkan kata-kata rayuan seperti itu.
" bagaimana bisa Lord yang hebat ini kalah dengan seorang manusia cantik sepertimu..? "
Maya tidak bisa menjawab kata- kata Lord yang dia rasakan hanyalah jantungnya yang berdebar - debar dengan kencang.
" haaaah.. aku rasa justru akulah yang paling lemah disini.. " ucap Lord dengan pura- pura mengeluh.
Sangking senangnya Maya langsung memeluk leher Lord.
" ooh Lord aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu " ucap Maya kegirangan.
Lord membalas pelukannya, " aku juga Maya, akan aku jadikan kau wanita paling bahagia di dunia ini, aku janji padamu.. "
Dan akhirnya Maya membiarkan Lord menciumnya lagi dan lagi, Lord selalu lembut dan berhati- hati saat mencium Maya karna dia tidak mau taringnya melukainya.
Setelahnya mereka saling menatap dalam, Lord tiba- tiba mengusap- usap hidung Maya dengan hidungnya dengan mata yang terpejam, bagi Maya itu sangat romantis, Maya menanggapinya dan juga memejamkan matanya akhirnya mereka saling merasakan cinta mereka yang menyebar, rasa sayang yang tak terhingga dan perasaan yang semakin mendalam, seakan dunia hanyalah milik mereka berdua.
...****************...
Malam hari.
Lord membaringkan badannya di halaman depan rumah, dia memejamkan matanya membiarkan rambut hitamnya terbelai lembut oleh angin.
Maya yang berbaring di sampingnya melihat lekat setiap detail wajah Lord, bulu mata yang lentik, bibir yang merah dan kulitnya yang halus bahkan sangat indah saat di terpa sinar bulan benar- benar membuat Maya mengakui jika Lord benar- benar tampan.
__ADS_1
Maya tersenyum- senyum sendiri lalu dengan sengaja membaringkan kepalanya di dada Lord, Lord yang merasakannya langsung membelai kepala dan rambut Maya.
" Lord.. "
" eemm... ?? "
" aku ingin seperti ini terus.. "
" iya sayang, aku juga.. "
Maya terdiam sejenak.
" Lord terimakasih.. "
" untuk apa.. ?? "
" kau sudah memilihku.. "
Lord tersenyum.
" Maya aku pikir kau itu benar- benar bodoh.. "
" bodoh.. ?? " Maya merasa bingung.
" karna kau bisa mencintai monster seperti ku.."
" kau benar, aku ini memang sangat bodoh. "
" tak apa aku menyukai kau yang bodoh seperti ini.. " ucap Lord dengan tersenyum.
__ADS_1
Maya tersenyum dan memejamkan matanya dan akhirnya mereka tertidur bersama, dengan angin yang lembut menerpa mereka dan sinar rembulan yang indah.
Lalu di tengah malam Lord terbangun, karena tidak ingin Maya sakit dia menggendong Maya masuk ke dalam rumah.