
Haaauuuuuukkk...!! hauuukk..!!
( suara serigala )
😨
" tidak!! tidak, tidak, tidaaaakk..!!! 😣 "
" apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku lakukan..?!!! ini gawat, ini gawaatt.. !! 😵 "
Rangga bicara sambil memegang kepalanya dan berjalan mondar- mandir.
" tenang rangga jangan panik.. "
" aaahh maya, aku harus bagaimana..?! 😦 "
Melihat rangga seperti itu justru membuat ku ingin tertawa.
" hahahaha 😄, kau malah tampak seperti anjing yang kehilangan ibunya.. "
" ☹ ini tidak lucu maya, aku benar- benar bingung sekarang ini.. "
Aku menghampirinya dan mengusap wajahnya lembut.
" tenanglah, jangan hawatir.. "
Rangga menatapku penuh keraguan 😟.
Aku memeluknya, " percayalah semua akan baik- baik saja.. "
Rangga menunduk, " aku takut maya, aku takut melukaimu.. "
Badan rangga bergetar hebat, sepertinya dia benar- benar takut.
Tidak pernah aku melihat rangga sampai seperti ini 😯.
" rangga..? "
Aku mencoba memanggilnya tapi dia tetap tertunduk.
Lalu aku angkat wajahnya, dan ku lihat matanya sudah berkaca- kaca.
" ooh rangga, jangan menangis.. "
Ku sekat air matanya dan tersenyum padanya, kita saling pandang lama.
Bisa ku rasakan rangga sudah mulai tenang, lalu perlahan aku mulai menciumnya.
Awalnya dia diam saja, tapi lama- kelamaan dia mulai merenspon.
Haaaauuukkk...!! ( suara serigala )
!!
Aku kaget..!! tiba- tiba kurasakan perih di bibirku.
Dengan spontan aku mendorongnya dan kulihat ternyata bibirku berdarah, jelas kalau rangga menggigitku.
Aku langsung menatapnya.
!!!
Dia bukan rangga..!!😨
Dia menjilat darahku, di bibirnya sendiri dan tersenyum menyeringai padaku.
" aku senang kedatanganku di sambut dengan baik.. " ucapnya.
Mataku melotot, sangat jelas dari raut wajahnya saja sudah kelihatan jika mereka ini dua tipe yang sangat berbeda.
Dia mendekat aku melangkah mundur, jantungku berdegub kencang.
" kenapa apa kau takut..? ratuku.. "
Jujur aku sangat bingung bagaimana harus menghadapinya.
Tatapannya dan senyumannya padaku sangat mengerikan, dia benar- benar berbeda dengan rangga yang ku kenal.
__ADS_1
Aku terus melangkah mundur, badanku bergetar hebat, lalu..
" aaahh.. "
Aku tersandung kasur di belakangku, karena aku berjalan mundur jadi tidak bisa melihatnya, dan aku langsung naik ke kasur dan menutupi diriku dengan selimut.
Dia berdiri di depanku dan menatapku penuh nafsu, lalu perlahan membuka pakaiannya.
" persiapkan mentalmu ratuku, karena ini di liringku.. "
Mataku melotot, aku sangat gugup.
" aku tidak akan segan- segan terhadapmu dan kau bisa menikmati setiap inci tubuhku.. "
Dia senyum menyeringai padaku, itu membuatku semakin ketakutan.
Menyadari ketakutanku dia langsung tampak senang, " hahaha.. bagus, bagus sekali..! aku sangat suka ekpresimu, kau seperti kelinci kecil yang tak berdaya menghadapiku.. "
Aku berkeringat, jantungku berdegub tidak karuan, aku bahkan tidak bisa bicara dan bergerak.
😣 Aku benar- benar takut padanya.. 😣.
Dia mulai merangkak ke kasur, aku dengan buru- buru mundur ke belakang.
Lalu..
" aahkk, berat.. 😣 "
Dia menindihku, tubuhnya yang kekar dan berotot itu terasa sangat berat jika aku harus menompangnya, di bandingkan tubuhku yang kecil ini.
Aku mulai sulit bernafas.
" rangga... ? "
Dia tidak mendengarku dan mulai mengendus leher dan pundakku.
Aku harus tenang, aku harus tenang.. aku harus melakukan sesuatu 😓.
" aku tau kau bukan rangga.. "
Aku yang tiba- tiba bicara, membuat dia langsung berhenti.
Dia langsung mengangkat tubuhnya dengan tangannya, membuatku bisa bernafas lagi lalu dia menatapku dalam.
" tidak, kau bukanlah rangga yang aku tau rangga adalah orang yang manis dan pemalu.. "
" aku tau, kau adalah sisi rangga yang lain, aku tau dia punya 2 kepribadian.. "
Dia terdiam sejenak dan melihatku penuh arti.
" yaah kau benar, aku memang sisi kepribadiannya yang lain, aku memang jarang terbangun bahkan mungkin hanya 2 kali dalam beberapa tahun, itu karen dia tidak mau membangunkanku.. "
Dia mendekatkan wajahnya padaku dan menatapku tajam.
" apa kau tidak suka aku yang seperti ini..?? "
" bukan begitu.. "
Aku memegang wajahnya lembut.
" bagaimanapun sikapmu, aku tetap suka padamu.. "
Dia mengerutkan alisnya.
" lalu kenapa..?! sebenarnya kau ini ingin melayaniku atau hanya mau mengobrol denganku.. ?? "
Aahh..😓 dia tempramental sekali ☹, mudah terpancing amarah**nya, sebaiknya aku harus lebih hati- hati bicara padanya.
" eemm, aku ingin berterimakasih padamu..? "
" untuk apa..?? "
" bagaimanapun juga, kau sudah melindungi rangga, aku tau kau selalu datang disaat dia dalam keadaan yang sulit.. "
" haaahh, itu karena aku dalam tubuhnya, jika dia mati akupun juga ikut mati.. "
" itu memang benar, tapi bagiku kau adalah penyelamat baginya.. "
Dia langsung bangkit dan duduk.
__ADS_1
" kau ini, sebenarnya mau bilang jika kau lebih suka dengan diriku yang satunya lagi kan..?! "
Heemm.. dia langsung to the point 😓.
" tidak, tidak, aku juga menyukaimu kok, hanya saja rasanya kau bukan seperti rangga yang aku kenal, kau justru sangat berbeda, itu membuatku merasa seperti bersama orang lain.. "
Dia mengerutkan alisnya dan tampak tidak senang.
Ini gawat..! sepertinya dia marah..!! 😦.
" aahkk..!! sudahlah, aku malas denganmu! nampaknya kau lebih suka padanya, kalau begitu lebih baik aku tidur saja.. ".
" apa kau marah..?? "
" tidak! "
Padahal jelas- jelas dia sangat marah ☹.
Aku langsung mencium pipinya, dia tersentak kaget.
" aku menyukaimu.. "
Dia perlahan tersenyum.
" aku juga.. " ucapnya pelan, tampaknya dia terpesona dengan ucapanku.
Kami saling pandang.
" kalau kau lebih nyaman dengannya tak apa, aku akan membangunkannya dan aku juga tidak mau mengganggu kalian berdua... "
Aku mengangguk.
Dia memejamkan matanya, lalu tiba- tiba terjatuh kedepan, aku langsung menangkapnya.
" rangga.. ? "
Rangga mulai sadar kembali dan membuka matanya.
" maya.. "
" ooh rangga, kau kembali normal.. "
Aku merangkul lehernya.
" iya, aku tidak menyangka kau berhasil maya..! 😀 "
Aku mengangguk senang.
" apa yang kau bicarakan padanya..? dia tidak melukaimu kan..? "
" tidak, walaupun bicara dan tingkahnya sangat kasar tapi dia penurut kok... 😊"
Rangga tersenyum senang dan kami saling berpelukan.
Lalu...
" eem jadi bagaimana.. ?? "
" aahh, entahlah aku merasa sangat malu dan gugup.. "
Muka rangga merona tapi terdapat senyum kecil di bibirnya.
Aku mencoba menggigit telinganya.
" aah, maya apa yang kau lakukan..?! "
Dia tetap merona tapi masih ragu untuk melakukannya, yaa.. dia justru seperti anak yang masih polos.
Aku tersenyum dan mengabil syalku yang ada di laci lalu menutupi mataku dengan itu.
" bagaiman jika begini, mungkin kau tidak gugup lagi.. "
" maya.." rangga terpana lalu tersenyum senang.
😄 😊 Ciuman mesra mengawali malam untuk kami.
********************************
Salam sayang dari author 😙, boleh saya tau TOKOH FAVORID kakak..??
__ADS_1
Tulis di kolom KOMENTAR 👇
Terimakasih 😙