VEGARDDIAN

VEGARDDIAN
Bab 1


__ADS_3

Pada suatu hari di tempat yang berada pada sebuah hutan, terdapat sebuah bangunan kastil kecil seperti istana yang hanya di tinggali oleh dua orang saja.


Dua orang tersebut tidak lain adalah seorang paman yang berumur 88 tahun tetapi masih berparas seperti umur 60 tahun.


Bersama keponakanya seorang anak laki-laki nya yang kini berusia 17 tahun.


Paman itu bernama Mijun marlin uno dan keponakan bernama Vegarddian.


Sudah bertahun-tahun lamanya dua orang itu bertempat bertinggal menghuni pada sebuah tempat di kastil istana di tengah hutan tersebut.


Namun beberapa lama saat memang waktu sudah berlalu begitu lama, di tempat itu mereka tinggali. Ada pendapat Vegardian dan paman nya untuk pergi meninggalkan sebuah tempat pada kastil itu yang telah mereka berdua huni


selama 35 tahun.


Di suatu hari saat meninggalkan tempat istana kecil itu, dalam setengah dari perjalanan mereka berdua pergi telah di halangi oleh kelompok kawanan bandit yang akan menangkap mereka berdua.


Setelah waktu sore hari, mereka berdua di bawa pada tempat pemukiman para orang bandit itu bertinggal.


Saat menjadi sandra dari kawanan bandit itu,


paman mijun itu tidak menyangka bahwa pemimpin bandit itu ternyata adalah sahabat nya sendiri yang bernama Hesar.


Setelah mengetahui bahwa mereka berdua adalah seorang sahabat, Hesar melepaskan Mijun dan Vegarddian dari seorang tawanan.


Telah beberapa lama berbincang-bincang pada saat pertemuan itu, ada sebuah hal penting yang di sampaikan oleh paman mijun pada sahabatnya Hesar itu.


Dan hal yang di sampaikanya itu adalah untuk berupaya pergi ke tempat yang lebih layak pada sebuah tempat yang ramai banyak orang atau penduduk. Sehingga keponakan Mijun bisa menjadi bagian dari hidup bermasyarakat.


Penjelasan yang di sampaikanya itu untuk kelangsungan kehidupan keponakanya Vegarddian agar dia bisa hidup tanpa ada rahasia. Yang dimana rahasia itu telah lampau sudah terputuskan oleh waktu dan masa dan tertimbun sangat lama. Dan seharus nya sudah tidak harus di ungkit lagi dari rahasia, mengenai jati diri keponakanya yang bernama Vegarddian.


Ke dua sahabat itu, Mijun dan Hesar sudah merasa bahwa untuk melindungi rahasia yang sudah lama di jalaninya itu sudah merasa tidak patut lagi untuk di teruskan.


Maka oleh karena itu pendapat mereka tentang sosok pangeran yang kini sudah beranjak dewasa, dan dia sudah berusia 17 tahun. Dan terungkap bahwa pangeran itu tidak lain adalah vegarddian.


Paman Mijun dan sahabatnya bernama Hesar itu sudah sepakat untuk segera membubarkan sebuah Aliansi. Yang mana aliansi tersebut di buat untuk perlindungan yang menutupi rahasia ini, yang kini sudah berjalan selama 30 tahun dan sampai saat ini Aliansi itu masih di tegakkan dan di urus hingga sampai sekarang.


Pada malamnya paman mijun dan Vegarddian itu bertinggal sementara untuk bermalam pada sebuah tempat pemukiman kecil yang di tinggali bandit beserta kelompoknya.


Yang dimana kelompok bandit itu di pimpin oleh Hesar sebagai pemimpinya.


Saat menikmati sebuah momen perjamuan, terdapat ada banyak sekali makanan dan minuman yang enak pada malam hari.


Begitu juga saat berlangsungnya momen tersebut ada sebuah acara tambahan yang acara itu merupakan sambutan yang meriah di adakan oleh orang-orang di tempat itu. Untuk menyambut Mijun dan Vegarddian.


Sekaligus Hesar pun mengumumkan isi dan maksud pada sebuah acara sambutanya, bahwa sebagai mana hari itu adalah menjadi hari terakhir bagi mereka semua. Agar bisa dapat terlepas dan bebas dari sebuah ikatan yang merupakan bentuk sebuah awal perjanjian dan sumpah suci mereka pada raja yang terdahulu.


Dan pada pengumuman yang di sampaikanya tersebut, Hesar mengatakan bahwa kini pangeran akan memilih jalan hidupnya sendiri, dan tidak meneruskan sebagai darah keturunan seorang raja sebagai seorang pangeran dari ayahnya raja Bani turson.


Semua orang di tempat perjamuan itu pun merasa kecewa atas keputusan yang di ambil dari pangeran Vegarddian. Di mana saat sambutan itu bermula untuk menjadikanya sebuah rapat secara mendadak, yang sebagaimana dalam maksud dan isi pada rapat itu bertujuan untuk membubaran aliansi dari tujuan misi mereka sendiri.


Di ketahui mereka di hadiri terdiri oleh 5 panglima beserta kaum setia dari raja Bani turson.


Ke esokan harinya di pagi hari itu tiba, paman Mijun, Vegarddian dan Hesar. Pergi untuk melanjutkan misi keinginan dari pendapat paman Mijun, untuk pergi membawa Vegarddian pada perjalanan menuju ke Negeri Tanor. Dengan sarana menuju Negeri tersebut mereka menaiki kapal besar pribadi milik tuan Hesar, bersama sebagian besar awak kapalnya.


Saat sebelum mereka berangkat pergi,


kembali pada Vegarddian yang baru saja kemarin telah mengenal seorang anak seusia dan sebayanya. Yang sejak itu mereka bertiga di pertemukan pada tempat pemukiman bandit dan mereka saling menjalin sebagai teman.


Dan pada saat malam perjamuan sebelumnya teman yang di kenal nya itu di berikan sebuah wasiat oleh Vegarddian pada sebuah kertas yang menggambarkan bentuk sebuah peta.


Dan juga di berikan mahluk kecil yang dimana mahluk kecil itu adalah peliharan satu-satunya yang di sayangi Vegarddian. Mahluk kecil itu di berikan pada teman baru yang di kenalnya itu.


Pemberian itu sebagai wujud bentuk rasa terimakasih Vegarddian karena bisa menjadi temanya dan merasa iba, saat merasakan kebersamaan dengannya. Dan Vegarddian berharap pada temanya itu bisa menerima pemberian darinya.


Yaitu sebuah mahluk kecil peliharaanya dan sebuah kertas petunjuk di sebut peta. Benda itu menjadi sebuah hadiah olehnya sekaligus kenang-kenangan pada awal mereka bertiga bertemu memulai menjalin sebuah pertemanan dan sekaligus sahabat. Di saat itu pemberian dari Vegarddian itu di kenang oleh kedua temanya untuknya harus berpisah.


dua teman itu yang juga hadir bertemu saat perjamuan malam kemarin. teman itu laki-laki bernama Jhinta dan Monica seorang perempuan.


dalam perjalanan ke Negeri Tanor memakan waktu 3 hari 3 malam, kapal yang berada pada


samudera yang luas membuat suasana mencekam. Sebuah badai angin dan petir di malam hari, sehingga mereka yang ada pada kapal mendapati dan menemukan sosok mahluk laut yang sangat begitu besar dan mengerikan. Mahluk itu memiliki nama Bozaurus.


Kapal mereka melesat begitu cepat akan karena gunungan ombak yang di buat oleh mahluk raksasa itu. Pada saat usaha mereka menghalau batu karang, kendali kemudi kapal pun menjadi rusak sehingga mereka semua terdampar pada Negeri Pasarus.


Jauh dari dugaan yang di rencanakan, kapal pun di jual untuk segera di tukar dengan nilai jual beli. Dan mendapat beberapa separuh emas dari nilai tukar jual kapal.

__ADS_1


Tuan Hesar pun membeli kereta kuda dan beberapa kebutuhan untuk perjalanan jauh ke Negeri Tanor. Menyeberang dengan kapal pedagang dan melewati beberapa wilayah hutan dan perkotaan pada batas wilayah, mereka harus menyeberangi pulau untuk tujuan terakhir.


Tak tinggal diam kereta kuda itu langsung di jual untuk biaya mereka untuk menyeberang ke Negeri Tanor. Namun Paman Mijun sudah tidak ingin lagi untuk menemani mereka berdua pada perjalanan terakhirnya, Paman Mijun pun masih ingin menjadi seorang Petani dan meneruskan sebagai seorang pandai besi sampai akhir usia nya.


Di saat itu juga Tuan Hesar bersama Vegarddian berpamitan dan mengindahkan rasa terimakasih atas semua jasa paman nya Mijun yang telah membantu sampai akhir ini.


Vegarddian yang merasa terpukul saat berpisahan dengan paman nya Mijun yang memilih meninggalkan nya. Begitu juga kenyataan yang di miliki Vegarddian dia adalah seorang diri, dan dengan memberikan saran dan semangat. Saat itu Tuan Hesar adalah saksi yang sama juga dengan paman Mijun yang melindungi dari kejauhan. Pada saat hidup di dalam hutan Socarimba.


Kapal pun berlabuh di waktu senja,


perjalanan itu memakan waktu 1 hari 1 malam


di dalam kapal. Suasana hati Vegarddian merasa sedih tak henti-henti nya Vegarddian mengingat kenangan bersama paman Mijun.


Kesedihan itu berlarut sampai waktu tiba ke Negeri Tanor. Sesampainya di Negeri Tanor Tuan hesar bertemu dengan sahabat lama, dia adalah Jinggo nibar. Yang dulunya adalah seorang kesatria tangguh, yang kini menekuni sebagai orang pengrajin pembuatan kertas dan buku.


Jinggo hidup sebatang kara di Negeri Tanor. Dia harus selalu bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan nya sendiri. Namun setelah Hesar dan Vegarddian mereka bertiga saling bertemu,


membuat hati Jinggo merasa senang dan merasa bahagia.


Kini Jinggo tidak kesepian lagi, dia di berikan seorang pemuda Vegarddian sebagai anak angkat nya. Untuk menemani dan membantu nya hidup bersama di negeri Tanor.


Dengan kedatangan Vegarddian, Jinggo sangat merasa terbantu pada keseharian dan kegiatan kerja nya. Pada negeri tersebut, Vegarddian mendapat tempat lingkungan yang ramai banyak orang dan mendapat ajaran, didikan, serta teman baru yang selalu membuat nya tidak pernah sendirian lagi.


Di negeri Tanor adalah negeri dengan penduduk yang sangat banyak dan ramai. Tempat kota gedung tinggi mengelilingi gunung. Dan istana tinggi menjulang ke langit. Kekayaan negeri Tanor sangat kaya akan sumber daya alam dan hijau nya hutan masih sangat luas.


Danau, air terjun, perbukitan, bahkan ladang pertanian. Sudah tidak di ragukan lagi kalau negeri Tanor adalah tempat yang sangat indah.


Beberapa bulan setelah Vegarddian di negeri Tanor tersebut, tepat nya di kota Nesti town. Vegarddian di ajarkan pada sebuah akademi tempat pembelajaran sekaligus tempat pelatihan.


Tempat itu adalah Algojo Lion di mana tempat orang siswa belajar dan berlatih beladiri.


Tiers of Amytis adalah tempat pembelajaran gudang ilmu kemahiran, sekaligus tempat perpustakaan.


Pada hari pertama masuk dalam akademi di mana itu di dalam gedung Halleo pase, gedung pertemuan murid dan guru untuk penggolongan siswa dan kelas untuk ajaran Materi.


Pada hari itu semua orang anak beserta wali nya, menghadiri pengajuan sebagai murid baru.


Dan tidak sengaja pada hari itu, bertepatan hari akhir tahun bagi siswa pada jenjang tingkat tahun berikut nya. atau juga tahun perekrutan siswa baru.


Namun upaya Vegarddian begitu tidak di tanggapi dengan baik oleh banyak teman lain nya. Walaupun begitu, Vegarddian masih beruntung karena masih ada teman dan sahabat nya meskipun hanya 7 teman yang selalu setia dengan nya. Dia adalah.


Drenal teman laki pertama saat pertemuan awal di akademi yang menyukai warna merah seperti rambut aslinya juga berwarna merah.


Ariel sebagai kakak laki-laki bersama adik nya perempuan bernama Teya. adalah teman kedua dan ketiga yang selalu ada pada kelompok saat tugas materi di Gedung Halleo pase. sehingga sering bertemu di dekat nya dan selalu ada dalam pembicaraan pertemanan biasa sehingga menjalin persahabatan.


Lorion adalah teman ke empat laki-laki nya yang berkulit coklat kehitaman namun warna rambutnya berwarna kuning. dia adalah teman yang selalu ada dalam ujian algojo lion. tempat para pelatihan siswa yang mendalami kekuatan fisik. sehingga saat setiap 6 hari setelah nya Vegarddian selalu bertemu Lorion di arena uji pertandingan.


Tristan teman ke lima yang selalu memberikan sebuah solusi atau cara terbaik saat mempelajari sebuah ke ahlian untuk mencapai kemahiran.


begitu banyak waktu Vegarddian menghabiskan ajaran dan saran oleh Tristan pada Vegarddian di manapun mereka berdua berada selalu bersama di dalam maupun di luar sudut tempat akademi.


 


Hari demi hari Vegarddian bersama teman dan sahabat nya salalu mendapati perjuangan untuk meretas nilai baik dalam prestasi di akademi. sangat tidak mudah dalam mencapai nilai akhir yang bagus di setiap hari ke 6 nya. dan ada kala nya mereka juga unggul dalam upaya yang di sebut keberuntungan. namun tetap saja dalam hati mereka semua belum bisa menjamin jika nilai hanya sebuah keberuntungan. selalu semangat dan saling meyakinkan atas jerih payah usaha mereka untuk mendapat gelar terbaik.


di saat itu hari yang membuat Vegarddian jenuh untuk mendapati sebuah jati diri yang di mana Vegarddian belum menemukan dan menentukan oleh dirinya sendiri. di bidang ke ahlian, materi, uji dan pelatihan yang selalu dia tekuni tak bisa kunjung dapat di mengerti oleh kemampuan dan takaran kekuatan yang di miliki.


sehingga Vegarddian di benak nya akan nya mengatakan kalau dirinya sendiri tidak berbakat ataupun tidak memiliki kemampuan dalam upaya yang di hasilkan selama beberapa tahun ini.


beberapa bulan dan sampai akhir tahun. di hari itu menjadi hari ujian tahun pertama Vegarddian harus naik pada jenjang tingkat siswa berpengalaman tingkatan tersebut di bagi sampai tingkat 4.


Tingkat 1 new bie


Tingkat 2 pionery


Tingkat 3 Legasi


Tingkat 4 Artisty


tahun ini Vegarddian harus naik pada Tingkat 2 Pionery. tingkat tahun di mana Vegarddian harus sudah memiliki kekuatan dan keterampilan untuk menghadapi ujian sebagai kesatria dari sebuah akademi.


hari berlalu Vergarddian pun masih belum memiliki keterampilan bahkan kekuatan apapun.


bahkan para maestro sebagai gurunya dia tidak menemukan bakat dari seorang anak Vegarddian.

__ADS_1


Vegarddian menjadi anak yang tidak memiliki kelebihan apapun anggap para Guru dan para Maestro. sehingga jika Vegarddian tidak di nyatakan lulus dalam ujian Tingkat 2 Pionery


maka akan tidak lulus tahun itu dan harus menunggu ujian tahun berikutnya.


bersama teman setianya Tristan mengatakan kepada Vegarddian bahwa Vegarddian harus bersabar dan selalu semangat untuk mencari jati diri nya dan selalu menggali sedikit demi sedikit tentang apa yang harus di ketahui dan di lakukan.


tidak berhantinya juga teman-teman nya menyemangati Vegarddian.


tak berapa lama setelah akademi untuk menyatakan Liburan untuk awal musim.


beberapa waktu itu Vegarddian untuk bisa berkesempatan belajar dan mencari tahu agar dirinya bisa mendapat dan memperoleh akan nya dia bisa mengetahui hal apa yang dia miliki dalam sebuah keterampilan.


di awal hari Vegarddian selalu mencari tahu dan memikirkan nya. Namun tetap saya yang dirasakan dan yang di cari tidak ada. juga suatu saat dan waktu itu Vegarddian memahami sesuatu. dan sesuatu itu adalah kegiatan keseharian nya. yaitu adalah Vegarddian Hanya berkebun di ladang.


sebuah pertanian dan perburuan hutan adalah hal yang di lakukan dan dia selalu senang dengan hal itu. dan apa boleh buat memang hanya hal itu yang dia suka dan di fahami. begitu keterampilan yang dia sudah dapati dan di peroleh selama ini.


beberapa saat Vegarddian sudah mulai senang dengan hal yang sudah di ketahuinya. waktu itu Vegarddian teringat dengan istana kecil nya dulu di Hutan Sokarimba. begitu juga dengan wajah paman Mijun. sedih dan terharu sejenak saat ingatan itu mulai datang. istirahat meletak kan cangkul nya.


di rumah kecil tatkala paman jinggo yang sudah tidak mampu lagi untuk bangun dari tempat tidurnya. memanggil Vegarddian yang sedang merapikan buku sebagai pekerjaan nya untuk mencari rejeki menyambung hidup.


paman jinggo itu memberikan suatu hadiah pada Vegarddian. sebuah Gulungan kertas yang terbaik yang tidak bisa di bakar dan basah terkena air. begitu juga tidak akan mudah terkena kotoran, tinta sekalipun.


ujar paman jinggo gulungan kertas itu adalah sebagai hadiah kelulusan nya pada akademi nanti dan sekaligus menjadi benda wasiat yang di berikan pada Vegarddian agar bisa menggambar dan menuliskan sesuatu pada gulungan kertas itu.


saat itu Vegarddian merasa kesepian karena dini hari dia adalah anak yang sendiri untuk hidup dan bertinggal di Negeri Tanor dari kota Nesty town.


bulan dan keseharian libur itu menjadi hari yang sunyi dan suntuk di rasakan Vegarddian. hari-hari hanya di habiskan untuk mendengarkan alunan harpa dari seorang yang berada pada tempat pemusik. karena hanya harpa itulah yang menjadi saksi saat dia merasakan sendiri karena telah banyak kesedihan yang dirasakan oleh vegarddian. begitu juga saat bingung, senang dan saat sendiri dia selalu mengunjungi dan mendengarkan menikmati alunan musik harpa.


7 hari berlalu 3 seorang teman Vegarddian dari akedemi datang berkunjung ke tempat rumah tinggal vegarddian. sampai di tempat itu mereka bertiga Drenal, Tristan dan Lorion tidak menemukan siapapun di rumah itu. dan rumah itu tampak terbengkalai seperti tidak di huni pemilik nya. dan mereka seharian mencari dan tak kunjung bertemu dengan Vegarddian yang sekaranh ada di mana.


di dalam sebuah ruangan entah dimana Vegarddian kini belajar memainkan alat musik harpa. dia lupa akan apa yang seharusnya saat ini dia lakukan.


seorang kakek tua mengingatkan Vegarddian sudah 5 hari tidak pulang. segera Vegarddian teringat dan memulai minta maaf dan berpamitan untuk pergi. tentu saja kakek itu memaklumi nya dan selalu akan memberikan pintu saat Vegarddian datang kembali.


pada waktu petang perjalanan pulang. Vegarddian bertemu tiga teman nya yang telah lama mencarinya. pertemuan itu menanyakan kabar Vegarddian dalam mencapai hal baru yang Vegarddian temukan. ujar Vegarddian yang saat itu lesu dan terlihat kelelahan. mengatakan kalau dia sudah menemukan dan akan membuat tiga teman nya itu percaya bahwa dia sudah mempelajari sesuatu untuk menjawab semua ujian kelulusan bulan depan.


pertemuan itu sangat singkat. namun apalah yang di dapati oleh tiga teman nya hanya bersukur dan tenang saat Vegarddian telah mengatakan nya. hanya sebuah kepedulian saja jikalau Vegarddian masih kesulitan untuk mencari


bakat, kekuatan serta keterampilan dalam ujian di akademi nanti nya.


minggu ke 2


ada seorang yang kaya raya membawa banyak lawanan seperti gerombolan perompak berkunjung pada Negeri tanor dia adalah Hesar di kenal sebagai orang yang sangat berpengaruh dalam wilayah samudra dia dan kelompok nya hanya ingin menjemput Vegarddian untuk menyelesaiakan sebuah urusan penting yang belum bisa di ketahui.


pada saat tuan Hesar bertemu Vegarddian, Vegarddian pun di aja ke bibir pantai untuk di ajak nya bicara.


suasana di dalam kapal itu membuat Vegarddian bertemu kembali dengan orang lama di kapal itu.


wajah Vegarddian yang lama murung itu kembali tersensum dapat bertemu banyak orang yang di kenal nya. sesaat di ruang kapal tuan Hesar pun mulai mengatakan nya. bahwa saat ini dia ingin mengantarkan nya ke Negeri Yehima untuk bertemu paman nya Mijun. dari maksud paman mijun ingin sekali Vegarddian datang mengunjungi nya.


kedatangan tuan Hesar bukan atas dari perintah paman mijun untuk membawa Vegarddian pergi sekarang bersama nya.


jawab Vegarddian saat itu kalau dalam waktu dekat ini dia harus mengikuti ujian akhir untuk tingkat ke 2 sebagai pionery di tahun pertama kelulusan nya. dan jawaban tuan hesar tidak perlu hawatir tentang hal itu. tuan hesar meyakinkan Vegarddian kalau kelulusan bukan berarti hal itu di nyatakan akan di akui.


dalam akademi hanya orang yang terkuatlah dan yang bisa dalam sebuah upaya untuk menempatkan dirinya.


sesuatu hal apapun di temukan menentukan kelulusan nya sendiri.


dan menjadi takaran dalam setiap orang. dan juga mengatakan lagi bahwa tingkatan itu bukanlah alasan untuk mencapai golongan orang yang tinggi.


tetapi mengakui kekuatan diri sendirilah yang harus di fahami dan di mengerti.


dan jangan pernah orang mengatakan kalau harus mengikuti sebuah golongan dari tingkat rendah ke tingkat yang lebih tinggi.


begitu saat Tuan hesar meyakinkan Vegarddian


saat itu merekan membahas sesuatu dan Vegarddian mulai mengutarakan pembicaraan sehingga Vegarddian menginginkan sebuah senjata untuk menjadi pusaka pada keterampilan nya. sehinga dia sangat membutuhkan untuk dirinya bisa menggunakan pada ujian akademi nanti nya.


beberapa waktu lama berbincang hari itu mulai petang Vegarddian merasa ingin untuk pulang dan turun dari kapal untuk mengerjakan hal lainnya.


tanpa Vegarddian sadari dia sudah berlabuh dan sudah berada di tengah samudra.


tertegun semua awak kapal dan tuan Hesar tanpa berlalu tidak menjelaskan begitu saja.


bahkan Vegarddian hanya mengatakan kalau dia belum berkemas atau berpamitan kepada seseorang. tuan Hesar dan semua awak kapal pun tertawa. melihat gumam Vegarddian yang tanpa sadar mereka semua memang ingin bermaksud membawanya tanpa harus banyak yang di pikirkan.

__ADS_1


__ADS_2