VEGARDDIAN

VEGARDDIAN
Bab 16


__ADS_3

Di atas bukit tinggi seorang peramal membacakan mantra, suara itu terdengar sampai lembah tebing yang sangat curam dan dalam. Zhen menjalankan Ritual untuk mendapat kekuatan yang di berikan peramal itu. Sebuah burung Arthendose itu di sembelih dan darah nya di minum oleh Zhen.


Zhen yang telah meminum darah burung Arthendose milik ayah nya itu, secara langsung dapat melihat semua cerita yang di dapati oleh burung itu semasa hidup dengan ayah nya. dan secara langsung mengetahui alur cerita yang di bawa oleh burung Arthendose itu.


Zhen juga dapat melihat sosok saudara nya yang bernama Vegarddian itu lewat dengan meminum darah burung itu. dan langsung dapat mengenali semua nya juga ingatan burung Arthendose itu.


Peramal itu mengalungkan bangkai burung hitam itu pada pundak Zhen. Yang di mana bangkai burung itu menyatu dengan tubuh milik Zhen.


Tubuh Zhen yang buruk itu kini berubah sempurna setelah menyatu dengan bangkai dari burung Arthendose. Yang dimana bangkai burung Arthendose itu merambat seperti memiliki akar yang hidup pada tubuh Zhen.


Sehingga raga Zhen berubah memiliki Tempurung tulang kuat pada dada nya. dan memiliki 8 sayap di punggung, 2 sayap bersurai di pundak, 2 sayap di lengan. dan keseluruhan nya ada 12 sayap yang ada dalam tubuh nya.


Kulit tubuh nya terlihat hitam pekat karena terselimuti darah dari burung itu.


Namun sebuah perubahan wujud itu tidak seutuh nya sempurna. Di mana Zhen yang tidak bisa merasakan kasih sayang sejak dulu. dan hanya mendapatkan siksaan rasa sakit yang berujung berbuah sebuah dendam. Tat kala itu mulut Zhen robek melebar dan tumbuh taring pada semua gigi dan geraham nya.


Zhen yang merasakan amarah dalam dirinya berteriak untuk meluapkan amarah nya. Peramal itu sedih dan sempat terharu menangis melihat Zhen akan karena tubuh nya yang sudah sempurna, tetapi malah bagian lain dari wajah nya harus berubah mengerikan. Pada saat itu peramal memberikan kain hitam untuk menutupi bagian wajah nya sekaligus peramal itu mengatakan. Bahwa dia tidak salah dan dia sudah merasakan dendam itu, dan Wajah itu sudah di lukis oleh hatinya Zhen sendiri. Maka dia harus menerima nya dan di gunakan sebagai kekuatan yang ada dalam dirinya untuk hal yang lebih baik.

__ADS_1


Setelah Ritual itu selesai Zhen pergi melesat terbang ke atas menuju kebarat. Demikian peramal itu juga pergi turun pada bukit tinggi itu.


Jhinta, Viseus Dan Ephile yang berjalan menuju sebuah Hutan Carimba telah melihat Mahluk bersayap itu saat mereka pada perjalanan. Tanpa mereka sadari sosok peramal itu muncul dan berada pada hadapan mereka bertiga saat mau memasuki Hutan carimba.


Jhinta mengatakan pada peramal itu bila mana Jhinta dan peramal itu sudah saling menyelesaikan tugas nya. Viseus dan Ephile sedikit curiga dan mengatakan pada Jhinta juga dengan peramal yang di temui nya. Ephile mengatakan siapa sebenarnya dari kalian berdua. Viseus hanya terdiam mematung. Jhinta menoleh pada Ephile dan mengatakan kalau orang tua yang bergaun hitam ini adalah saudara perempuan ku. Peramal itu memperkenal kan diri nya, dia bernama Reni.


Viseus mengatakan pada Jhinta, kenapa dari mereka berdua memiliki perbedaan usia dan raut wajah yang terlihat sangat jauh.


Jhinta menjawab, bahwa Reni ini masih dalam raga manusia nya. Yang di mana dia masih hidup berada dalam penuaan umur. berbeda dengan Jhinta yang sudah memeluk kematianya pada saat mengenal dekat dengan pangeran kegelapan.


Kala suatu hari saat itu, Reni tidak datang dan tidak hadir pada waktu perpisahan dengan pangeran kegelapan. dari persahabatan dengan pangeran Vanora.


Jhinta mengatakan. Pangeran kegelapan adalah penguasa antara kehidupan dan kematian. Dia akan merajai bumi ini dan dia yang pertama dan yang terakhir. Bumi adalah bagian semesta dari kehidupan Rayavana. yang berarti tidak akan kekal. Dan juga merajai atas ke kekalan nya pada kehidupan abadi nya di Vayahona. Dengan begitu mengakibatkan pertentangan yang dapat menimbulkan mahluk abadi lain nya merasa iri dan tersaingi dengan tercipta nya pangeran kegelapan. Yang di mana semua mahluk abadi merasa akan di adili oleh nya. dia lah pangeran gelap dan terang.


Sehingga kekacauan di bumi ini adalah dampak dari perbuatan mahluk abadi yang sejak dari dulu telah merasa tidak akan terima jika pangeran kegelapan tersebut berada pada ras manusia. Mahluk abadi itu yang mengincar pangeran kegelapan untuk tidak lahir ataupun meng inginkan kematian nya agar tidak ada dalam keberadan nya .


Tak lama kemudian dari perjalanan mereka Viseus dan Ephile melihat bangunan kastil kecil menjulang tinggi.

__ADS_1


Jhinta, Viseus, Ephile dan Reni, masuk pada sebuah kastil kecil yang berada pada tengah Hutan Carimba tersebut.


Ke empat orang tersebut bertinggal mendiami pada tempat kastil itu.


Beberapa hari kemudian mereka berada pada kastil di hutan Carimba tersebut. Viseus dan Ephile kini mengabdi pada sosok yang di yakini pangeran kegelapan. Viseus seperti telah di berikan petunjuk untuk menjadi ahli nada untuk mengiringi perjalanan kehidupan menuju kematian. Yang di mana Veseus selalu membuat banyak karya alat musik, sehingga dari anugerah memeluk kematian Viseus menjadi lebih dari sekedar ahli dalam mengenal suara nada. Sampai Viseus kini telah mendapat pengetahuan antara dunia kehidupan dan dunia kematian. Viseus mampu menciptakan nada kematian dan nada kehidupan.


Sehingga mahluk roh abadi dan mahluk yang masih hidup bisa mendengar nada tersebut. Nada musik yang di sampaikan memberikan kekuatan, kelemahan, ke sedihan, ke senangan, ke sakitan, dan lain-lain.


Begitu juga dengan Ephile yang juga mengabdi pada pangeran kegelapan. Ephile dapat membuat apapun karya seninya sampai di luar batas kemampuan nya. Ephile dari kehidupan sebelum memeluk kematian sangat rentan sekali dan terlihat tua dan tidak berguna. Namun saat ini. Ephile telah memiliki petunjuk untuk membuat tujuan nya menjadi nyata. Ephile dalam beberapa hari itu bisa membuat kurang lebih 100.000 patung manekin yang terbuat dari kayu. dan kini Ephile juga membangun sebuah bahtera kapal pada dunia ke abadian nya, besar bahtera kapal laut itu yang tak mungkin ada dalam dunia kehidupan di bumi.


Ephile yang saat beberapa hari itu telah membuatkan sebuah boneka Manekin yang akan di buat ritual oleh Reni yang di mana Reni akan memasuki boneka itu dengan roh dan jiwa nya.


karena hal tersebut bertentangan dengan hari kematian nya sendiri untuk tidak memilih ramalan nya diri sendiri. Dan Reni berpesan kepada Jhinta kalau dia tidak akan mau bangkit sebelum pangeran kegelapan sendiri yang membangkit kan nya.


pada ruangan peti mati milik Reni serta boneka manekin nya yang di sandingkan pada peti itu, Jhinta mengatakan pada Reni, apakah dia masih menyimpan dendam dan iri bila dia tidak mau menerima raga dari tubuh nya yang rentan ini.


Reni hanya menjawab ini memang salahku karena aku memang di takdirkan tidak melihat pergi nya pangeran kegelapan. maka dari itu biar diri nya bertemu saat di bangkitkan kembali, dan bisa melihat nya dengan jelas.

__ADS_1


Hari itu Reni tidur untuk yang pertama dan terakhir kalinya setelah membuka mata dan tidak bisa tidur selama 20 tahun. karena mendapat kutukan dari Jhinta yang dimana Reni itu sejak dahulu kala dia tidak mempercayai akan nya pangeran kegelapan itu ada. bila mana ada mahluk menguasai dua kehidupan antara siang dan malam pangeran itu tidak akan pernah tertidur dan harus menguasai dua dunia nya itu. dan Jhinta telah di berikan Anugerah yang bisa membuat nya mengetahui tentang ke ajaiban. di situlah akan kutukan Jhinta di berikan pada Reni saudara perempuan nya yang telah tidak mempercayai nya.


__ADS_2