VEGARDDIAN

VEGARDDIAN
Bab 4


__ADS_3

Tuan Hesar yang berada pada kapal yang melihat dari kejauhan. dari peperangan sampai muncul nya mahluk kegelapan itu sudah menduga kalau itu adalah pangeran kegelapan yang muncul dari perubahan Vegarddian.


begitu sesaat tuan Hesar segera memberikan perintah pada awak kapal nya untuk pergi ke arah


tempat Negeri Grimorine di mana Negeri itu tempat pertama asal dari mereka untuk pergi ke gunung ular atau yang di sebut dengan


serpent mountain. perihal mengabarkan kejadian itu pada para peramal di sana.


beberapa hari setelah perjalanan tuan Hesar sampai pada tempat yang di tuju.


di Gunung ular atau di serpent mountain itu terdapat peramal itu. dan setelah tuan hesar menjelaskan nya bahwa apa yang terlihat dan sudah terjadi dia sudah menyaksikan keberadaan ramalan itu benar terjadi kalau pangerang kegelapan itu sudah menunjukkan dirinya pada muka bumi ini.


lalu peramal itu mengatakan sesuatu kalau dirinya melihat ada sebuah anak remaja yang menjadi sosok penting dalam ramalan yang akan terjadi nantinya. remaja itu memiliki mata hijau kebiruan dengan rambut kuning pirang. yang akan menjadi tangan kiri pangeran kegelapan. karena remaja itu memiliki kesetiaan yang besar terhadap pangeran kegelapan dan menjadi satu dari bagian tersebut untuk bisa mecahkan kekacauan yang akan terjadi di jagad raya ini.


sontak dengan tergesa-gesa tuan Hesar menanyakan siapa remaja tersebut. dan peramal itu mengatakan kalau Hesar tidak akan pernah bisa menemui di mana remaja itu sedang berada.


dan begitupun tuan Hesar memaksa peramal itu untuk mengatakan apa yang harus di lakukan nya.


tat kala peramal itu mengatakan kalau Hesar harus bertarung sampai mati. dan dari kematian tersebut dia akan segera di pertemukan pada anak remaja bermata hijau kebiruan itu.


dengan masa bodoh tuan Hesar meninggalkan tempat peramal itu dengan ketidak percayaan kalau dia harus mati dulu untuk bisa menemukan remaja yang di katakan peramal itu.


namun di balik setelah beberapa langkah tuan Hesar pergi dari pintu. peramal itu mengatakan dengan langtang pada Hesar bahwa teman nya mijun kini pergi ke Negeri Truba hirin untuk menyelamatkan putranya yang bernama Zhen yang kini masih hidup di bawah budak dari Raja iblis Zarthosa. dan Mijun pergi ke truba hanya untuk memberikan memberikan nyawa nya sebagai ganti atau tumbal untuk bisa menyempurnakan pusaka dari pangeran kegelapan yang telah di buat nya sendiri dan jasad nya untuk memenuhi janji nya dulu kala kala Mijun mengatakan sumpah dia akan mati menumpahkan darahnya di Negeri kelahiran nya Truba hirin.


kala tuan Hesar mendengar itu Hesar pun berteriak keras tentang ramalan yang terlihat mulai jelas.


hari berlalu di mana Negeri Tanor sudah mulai membaik. peperangan musuh dengan peri itu pun sudah terselesaikan Sang maestro mendapat kabar dari lentera surat peri di kejadian malam kedua dan isi surat itu menjelaskan tentang benda dan hal yang di cari nya sudah di dapat.


dari kalimat itu menerangkan juga bahwa sebuah salah satu manusia mahluk bumi yang bersangkutan langsung dengan benda dari barang yang di anggapnya pusaka itu. sudah di bawanya menjadi tawanan untuk di adili oleh para peri.


namun beberapa pendapat dari peri itu ingin membahas dan menjelaskan sesuatu tentang kejadian perang pertama kepada mahluk bumi di malam kejadian tersebut. di balik itu sebagai maksud dari para peri jika mahluk bumi itu ingin membuat perdamaian dengan para peri.


maka para peri itu untuk mengusulkan para mahluk bumi para manusia harus membuat bangunan Altar yang di maksud seperti bangunan kubah besar untuk para peri bisa turun kebumi. dari maksud untuk menjaga perdamaian bumi dan langit. dalam upaya membentuk kerja sama dengan manusia sebagai mahluk bumi. begitu juga para peri akan menjelaskan banyak hal tentang apa yang ingin di ketahui dari kami dan para manusia.


di awal minggu tepat nya hari itu menjadi pekerjaan keras oleh semua pendiduk dan para Negeri Tanor untuk membangun negerinya menjadi lebih baik lagi.


Vegarddia bersama Drenal dan Tristan saling tersenyum bersama dan mendapat tempat tinggal baru hadiah dari Raja dari Tanor yang di berikan atas sebagai ke pahlawanan mereka.


masih banyak teman-teman dari angkatan tingkat 2 pionery itu yang masih hidup dan selamat.


banyak dari mereka yang di berikan kesempatan untuk meneruskan jenjang nya tanpa harus membayar untuk mengikuti ajaran di aka demi sebagai gantinya telah membantu siswa yang berbakat itu di berikan biaya gratis selama 1 tahun ke depan.


dan di saat seperti itu mereka semua tidak mengetahui betul dari mana dan siapa yang menjadi sosok mahluk ke gelapan itu. dan sekarang pun mahluk itu menjadi rumor yang beredar di penjuru wilayah sampai ke negeri lain. begitu sahabat dan teman nya Vegarddian pun juga tidak mengetahui benar di balik muncul nya mahluk kegelapan itu berasal. di karenakan gelap nya suasana itu dan waktu itu sangat tidak memungkinkan dari mereka semua tahu kalau mahluk itu sejatinya dari bagian manusia itu sendiri ialah Vegarddian. pula Vegarddian sendiri juga tidak bisa menyadarinya dan merasakan apa yang terjadi pada waktu itu. hanya merasakan seperti tidur dalam sekejap berkedip saja.


Vegarddian,Drenal dan Tristan. berangkat ke akademi dengan senang karena suasana terang dan damai bersahaja telah kembali.


menjadi lembar baru di kota Nesty town itu semua dan segala aktifitas lain telah berjalan seperti biasanya.


dalam sebuah akademi Vegarddian tidak tau pasti banyak tentang mengenal apa yang harus di lakukan karena di hari masuk itu tidak ada pelajaran dan pengumuman atau himbauan atau suatuhal yang bisa di dapati. akan seperti hanya mengabsen siswa dan memberikan waktu bebas di hari itu. dalam gedung Halleo pase.


Vegarddian di saat itu dia sendiri berjalan mengarah pada tempat gedung Tears Of Amystis untuk mencari tahu beberapa buku untuk mencari ilmu. juga hal baru dari tujuan yang mungkin bisa membantu dan di ketahuinya.

__ADS_1


di tempat itu Vegarddian selalu mengingat betul dan memandang sebuah lukisan yang selalu dia liat dan dia pandang setiap kali berjalan di bagian ruangan itu.


entah mengapa pada saat itu Vegarddian memandangi sebuah lukisan begitu lama. lukisan itu menggambarkan sebuah lautan dan kapal beserta pelabuhan dan orang-orang kecil di lukisan itu. lama kelamaan Vegarddian sambil memikirkan seolah olah dia melihat maksud dari lukisan itu. namun tak seperti yang di duga dalam memahami atau menikmati sebuah seni dari lukisan itu saja. begitu maksud dari sebuah lukisan juga memberikan pesan untuk meminta di mengerti dan di hargai. pula usaha yang di kuaskan untuk menggambarkan sebuah intruksi perintah untuk membuat orang harus mengetahui atau mencari tahu jawaban apa yang ada dalam sebuah seni yang sudah tercorak pada kain putih itu.


dari lama dia memandangi lukisan. pikiran Vegarddian pun tertuju dalam renungan nya sendiri. dia memikirkan sebuah garis dari dimensi lukisan yang seolah-olah lukisan itu bisa mewujudkan bentuk imajinasi dalam pikiran nya.


Vegarddian pun berhasil mendapat sugesti yang terdapat pada lukisan itu yang mengakibatkan dia bisa berinteraksi dalam ruang imajinasinya.


dari interaksi tersebut Vegarddian seperti melihat beberapa potongan yang menggambarkan hal lain pada lukisan itu dalam pikiran dan gambaran imajinasi yang terlintas di kepalanya.


beberapa lama setelah mendapat interaksi tersebut dia mendapat pengetahuan dari sebuah ilmu dari seni. yang bisa dan dapat berguna untuk di pelajari.


tat kala seorang maestro yang ada di ruang tersebut menghampirinya. dan menyapa vegarddian. dan maestro itu mengajak Vegarddian berbicara. maestro itu mengatakan pada Vegarddian. bahwa dia sudah hampir beberapa lama waktu melihat Vegarddian berdiri dan menatap lukisan itu. dan Maestro mengatakan lagi pada nya apa yang kamu dapatkan dari melihat lukisan itu ujar dari maestro pada Vegarddian.


Vegarddian pun menjabab nya sepintas dia hanya mendapatkan kesan yang terkandung dari dalam lukisan itu. dan dia mengatakan kalau lukisan itu membuat dirinya mengerti akan sesuatu apa yang ada pada lukisan itu.


Maestro itu mengatakan pada Vegarddian bahwa dirinya adalah orang yang istimewa.


beberapa saat Maestro itu menjelaskan pada Vegarddian. tentang mempelajari dari sebuah seni.


maestro itu mengajak vegarddian duduk dan ia mulai menjelaskan nya bahwa ada sebuah hal yang harus di ketahui dulu. bawasanya dimanakah awal dari sebuah seni.


maestro mengatakan seni adalah sebagai cipta yang muncul bagian dari sebuah jiwa. jiwa yang terlahir dari sebuah rasa. untuk memahami dari sebuah seni tidak cukup hanya menilai kecil saja dan hal sepele dengan percumah untuk dapat di fahami dan di mengerti.


cipta adalah sebuah karya muncul dari dalam hati sebuah pikiran terlahir. yang bisa menemukan sebuah jiwa terselip pada angan nya yang sejati. dan dari bagian inti pada rasa tersembunyi. yang ingin bisa di terjemahkan dan dapat memahami dari sebuah keinginan.


dan menjelaskan sesuatu yang ada dalam jati dirinya. begitu juga buah hasil dari seni. itu adalah wujud dari rasa keinginkan jiwa. yang dapat di rasakan oleh jiwa cipta itu sendiri.


untuk di wujudkan.


dan pemahaman itu akan selalu berputar pada titik tiga kalimat itu.


dan Maestro itu menjelaskan garis terakhir bahwa dari cipta kembali ke cipta itu tidak perlu harus di cari tahu atau di ulas kembali. akan karena di situlah titik yang paling penting tentang seni. bahwa titik cipta yang terakhir itu adalah cerminan sebuah terciptanya keinginan. untuk bisa menerima buah atau hasil dari wujud.


dan Seni itu adalah Cermin jiwa dari pencipta.


dan seseorang harus bisa memecahkan masalah tersebut. dan harus bisa menyadari sebuah Cermin jiwa yang sudah di wujudkan. untuk di pertanyakan dan di jelaskan. dan dari semua itu bisa menghargai dan menilai sebuah arti seni dalam dirinya. dan menilai yang sesungguhnya adalah di saat pencipta itu bisa menerima buah dari cerminan jiwanya sendiri.


maka di situlah kutukan dimana sebuah wujud seni itu tidak akan berharga dan di hargai orang lain dan tidak akan ternilai ataupun di nilai orang lain sebelum dia dapat menghargai diri sendiri dan menerima nilai nya sendiri.


.


seseorang yang memiliki sebuah seni adalah orang yang ingin melihat kebenaran itu dalam dirinya sendiri. itulah jawaban dari dalam arti Seni yang sesungguh nya.


dan jawaban dari seni yang ingin di terjemahkan adalah di hal apapun yang dapat membuat dirinya percaya dari sebuah kebenaran yang sudah di lihatnya. maka dia sudah mampu melihat, mengetahui dan mengenal jati dirinya.


seni itu sangatlah luas, besar dan banyak. begitu sudah dapat di fahami. maka semua yang sudah tercipta itu adalah bagian dari seni.


. . .


beda hal nya jika kalau di pandang sebagaimana wujud seni itu tanpa perlu ingin mengetahui. maka di bagian itu hanya penikmat dari karya cipta itu saja. dan tidak lebih dari apa yang sudah di jabarkan atau ter rangkai kan.

__ADS_1


. . .


begitu Maestro itu selesai menjelaskan. maestro itu menanyakan pada Vegarddian. bahwa dia memandang lukisan itu sebagai penikmat atau dia merasakan kesan yang terkandung dalam lukisan itu. ujar Maestro itu bila mana Vegarddian merasakan ada sebuah emosi yang terdapat pada lukisan itu. maka ujar Maestro mengatakan kalau Vegarddian adalah orang yang istimewa. akan karena setelah itu Maestro mengatakan.


bahwa siapa saja orang yang bisa berinteraksi dengan bentuk apapun karya seni. maka dia memiliki sebuah anugrah rapalan. dan rapalan itu adalah pemahaman kuat. juga dapat di gunakan untuk bisa mengetahui karakter, keinginan ambisi hal yang di rasakan dari orang lain dan sangat peka dengan segala sudut kepribadian perilaku seseorang. karena dia mampu melihat sebuah Cermin jiwa.


. .


begitu Maestro mengakhiri kalimat itu dengan mengatakan. jika siapa seorang tersebut sudah medengar dan mengetahui nya. maka seorang itu sudah melihat dan memiliki ilmunya tersebut. dan dapat bisa menggunakan nya. namun itu masih pada bagian materi dan contoh kecil. belum semuanya. dan Maestro pergi dengan meninggalkan seepatah kata. bahwa dia akan membantunya untuk bisa mendalami materi itu.


karena buku anugerah seni tidak pernah tertulis dalam bentuk tulisan untuk dapat di pelajari dan di gunakan karena anugerah seni itu berwujud wahyu atau di kenal Zat cipta. sebelum munculnya rasa cipta.


. . .


di saat itu waktu sore keadaan ruangan utama Tears Of Amystis terlihat gelap. para murid siswa yang mendapat piket untuk menyalakan lilin dan menggelar karpet di ruang itu. menyuruh Vegarddian untuk pergi dulu.


karena para siswa akan bertugas untuk membersihkan beberapa sudut ruang di tempat itu untuk di jadikan ruang untuk praktek ujian oleh para siswa yang mendalami ujian ajaran jurusan Tears Of Amystis tersebut.


Vegarddian berjalan keluar meninggalkan tempat akademi tersebut. di halaman taman depan Vegarddian Bertemu Drenal dan Tristan.


mereka berjalan untuk pulang dari akademi.


waktu itu menunjuk kan malam hari.


di dalam kamar Vegarddian tidak bisa tidur dan segera untuk beristirahat.


namun pada saat malam tiba dia mengingat barang-barang milik nya yang lama belum dia tata rapi. pada tempat kamar barunya yang sangat luas.


malam itu membuat bising kedua teman nya yaitu Drenal yang sedang belajar dan Tristan yang sudah tidur.


Vegardian di kamar nya sibuk menata beberapa barang dan tempat di lemari nya.


mendengar suara meja yang di dorong itu begitu keras. membuat Drenal menghampiri Vegarddian dan mengatakan. kalu kenapa dia tidak barang-barang nya saat pagi saja.


jawab Vegarddian dengan menggaruk kepala karena dia seperti ingin membutuhkan bantuan.


kalau tempat meja dan lemari itu sepertinya mengganggu cara dia untuk melakukan aktifitas.


begitu Vegarddian ingin Drenal membantu memindahkan sebuah meja.


meja itu begitu berat besar dan panjang mereka berdua yang memindahkan nya cukup untuk membuat suara keras yang membuat Tristan harus bangun dan merasa terganggu dengan suara itu. Tristan pun menghampiri suara itu berasal dengan menanyakan pada mereka berdua apa yang telah di lakukan.


tak banyak harus mengatakan Drenal pun menjawab berkata nya sepertinya Vegarddian ingin mengerjai teman nya untuk membuat kesibukan. Tristan itu sedikit kesal dari mengganggu waktu tidur nya. kala itu pun mereka bertiga menggeser sebuah lemari yang besar untuk di pindahkan posisi tempat nya.


setelah mereka sudah membereskan hal itu.


Vegarddian berterimakasih pada Drenal dan Tristan.


Drenal dan Tristan kembali ke tempat kamar mereka masing-masing.


Vegarddian yang sudah menata beberapa barang nya pada lemari itu. Vegarddian melihat tas besar yang lama belum dia buka dan telah lupa isi dalam barang tas besar tersebut.

__ADS_1


ternyata itu adalah peti tempat senjata pusaka miliknya waktu dia menitipkan barang pada tempat rumah guru Pashastri. dan peti itu masih aman beserta ada tambahan surat dari guru Pashastri di surat itu mengatakan. bila mana dia telah mengirimkan barang nya dan dari maksud guru Pashastri mengantarkan barang itu sambil sekalian dia juga memberikan tambahan hadiah dari guru Pashastri sebuah kotak yang berisi buku yang besar. buku itu berukiran lambang kepala derigala dan bertuliskan Pionery dan jilid sangat tebal untuk banyak hal yang bisa di pelajari .


Di situ Vegarddian merasa senang karena dia sudah lulus ke tingkat 2 dalam akademi tahun ini.


__ADS_2