VEGARDDIAN

VEGARDDIAN
Bab 12


__ADS_3

Negeri Grimorine Negeri yang masih utuh akan keindahan alam nya.


Negeri itu penuh dengan kehidupan. begitu masih belum ada tanda-anda keterbentuk nya sebuah kerajaan yang merupakaan bagian dari kekuasaan di sana.


Negeri itu penuh dengan keragaman isi dari banyak mahluk hidup dan jenis banyak tumbuhan bermanfaat dan lebih dari sekedar macam kehidupan di sana. Seakan Negeri itu penuh dengan keajaiban dari beberapa banyak air jernih yang sangat luas dan banyak di jumpai. Air terjun, danau, sungai, bukitkecil,gunung dan hutan yang luas dengan hijau nya sebuh Negeri itu dengan di isi berbagai macam mahluk dari yang sering di jumpai hingga yanv belum di jumpai telah ada pada tempat Negeri tersebut. sehingga seperti Negeri surga. bagaimana tidak jikalau setiap mahluk hidup bahkan manusiapun selalu memggambarkan tempat negeri surga seperti yang telah di impikan yang mampu membuat tentram dan damai pada keinginan sebenarnya.


pada saat terbangun nya pada rakit. Mereka, Viseus, Nansiline, Ephile, Noko dan Ruby di bangunkan oleh seorang remaja yang bernama Jhinta.


mereka berlima yang tertidur dari rakitnya itu terbangun dan menyadari bahwa dirinya telah terdampar pada pulau atau Negeri entah-berantah. Dalam menanggapi kejadian itu Jhinta remaja yang ingin menolong mereka orang berlima itu untuk bisa di bawa pada kediaman nya dan menolong menanyakan musibah apa yang telah terjadi pada mereka semua.


dari orang berlima itu yang telah bangun langsung mengatakan pada Jhinta anak laki remaja itu. bahwa pada tanya yang di katakan itu apakah dirinya telah selamat.


Jhinta yang menanggapi dari mereka yang bertanya itu menjawabnya bahwa semuanya telah baik-baik saja.


Mereka berlima bangun dari rebahan dan duduk nya yang sempat melihat pemandangan sekitar di tempat pesisir lautan yang telah membuatnya dampar. Namun mereka semua berlima sangat kagum dalam benak nya saat menoleh menatap belakang, yang dimana pemandangan pada tempat itu sangat indah seperti yang sudah di gambarkan.


Tatkala Jhinta itu mengajak mereka pada tempat yang baik dan aman sekaligus menolong mengobati dari luka-luka hasil dari tergerus air laut yang menimbulkan bercak dan memar karena air asin dan terpapar lama pada air laut yang dimana bursa air laut membuat lengket dan sinar terik dari matahari menimbulkan kulit sedikit demi-sedikit bisa terkupas hingga akhirnya kulit terlihat memar, pecah dan me merah.


Mereka semua mulai berjalan Mengikuti Jhinta masuh ke hutan tepat dimana ada sumber air tawar hingga mereka dapat menemui sumber air tawar itu pada hilir sungai yang terlihat bening.


sehingga dari mereka berlima ingin sekali segera mandi untuk menghilangkan bursa lengket dari air laut yang asin. Yang dimana kehausan juga telah membuat mereka tidak bisa menahan karena mabuk nya air laut.


namun Jhinta mengingatkan mereka semua untuk menahan sedikit dulu. Karena ada jalan yang baik dan aman untuk turun ke bawah menghampiri aliran sungai tersebut.

__ADS_1


Setelah mereka semua dapat menemukan tempat yang di makssud Jhinta. Di mana tempat itu terdengar keras suara gempuran air pada air terjun yang sangat tinggi. dengan jernih nya air yang berkaca-kaca.


Tatkala pada perjalanan mereka kebawah, mereka menemui sedikit-demi sedikit menyadari setiap embun itu mulai terlihat bermunculan.


Semakin ke bawah dingin nya semakin terasa sejuk. hingga tanpa di sadari mereka menginjak sebuah batu yang berwarna sangat hitam pekat. batu yang biru terlihat biru, yang terlihat hijau pekat. sehingga tapak kaki mereka merasakan dingin.


jauh dari dugaan mengharap air itu segar. bahkan dari mereka seperti sudah cukup dari embun kabut yang kini sudah mampu melepaskan dahaga dan rasa tegang dari mereka terhadap suasana gelisah.


Dari mereka berlima Viseus yang ingin mencoba untuk segera meminum airnya. di ingatkan Jhinta utuk semua tidak melakukan hal apapun dari yang akakan dia lakukan.


Sementara itu saat jinta berbicara pada sesuatu mahluk yang di mana mahluk itu adalah penjaga dari tempat dan mata air tersebut. Sosok dari mahluk penjaga itu mulai bangun dari tidur nya dan dia memperlihatkan wujud nya. seperti batu yang membentuk menyerupai Badan besar memiliki kaki, tangan juga kepala.


namun mahluk itu tidak dapat berbicara. melainkan dari sosok lain yang tubuh nya kecil. Bahkan lebih kecil dari daripada manusia. karena hanya mahluk tersebut yang bisa dapat di ajak nya berbicara dengan manusia. Sosok mahluk kecil itu sebagai ratu pemilik kawasan tempat tersebut.


Wujud nya kecil seperti tergambarkan antara singa namun juga bertubuh seperti kera dan dia kecil se ukuran tikus. memiliki empat telinga keduanya bulan dan lancip. Serta ekor yanng panjang nya tujuh kali dari ukuran tubuh nya.


Tatkala Jhinta itu mengatakan untuk meminta bantuan untuk menolong mereka berlima pada ratu di tempat itu yang di mana Jhinta memanggil nama ratu itu dengan nama Lupin.


Selesai dari apa yang sudah di sampaikan Jhinta. jauh dari harapan mereka berlima yang ingin bersenang-senang dan bahagia bermain di tempat itu.


saat Jhinta mengajak mereka semua berlima kembali menuju ke atas keluar dari tempat itu. Salah satu dari mereka, Noko merasa kesal dan kecewa dengan kata Jhinta yang telah membawa mereka semua masuk dalam tempat itu tanpa harus menikmati sejenak bermain-main pada tempat se indah itu.


namun kala Jhinta sudah mengatakan pada saat di mana Noko itu mengungkapkan atas ke kesalan nya. Jhinta mengingatkan nya lagi. bahwa ini adalah tempat ratu. bila mana hal itu menjadi tidak sopan atas ke inginan yang di harapkan nya.

__ADS_1


begitu semua dari mereka yang mendengar penjelasan dari Jhinta. Mereka berlima sadar dan merasa malu dengan diri mereka sendiri yang telah menanamkan ke inginan yang berlebihan.


Pada jalan menuju ke atas untuk keluar dari tempat itu, mereka menyadari dengan baik akan nya dengan keselamatan atas saat ini sudah mampu membuat mereka sadar sepenuh nya. yang dimana saat itu keselamatan dan ke utuhan mereka masih tetap bersama dari melalui petualangan yang demkian kita mereka semua lewati.


Kini pada batas sejuk dari bawah menuju tempat atas yang sudah tidak sejuk lagi. Mereka tetap mengikuti Jhinta sampai Jhinta membawa mereka pada tempat di balik samping air terjun.


Begitu saat Jhinta menyuruh mereka untuk berdiri pada sebuah batu yang sangan Basar dan luas. pada hilir sungai yang sangat kecil.


Dari mereka berlima Ruby dan Nansiline mengira apa yang di maksud jhinta untuk menyuruh mereka semua berdiripada batu yang sangar besar itu dengan aliran hilir sungai kecil itu .


Namun saat setelah mereka terlalu banyak bertanya pada Jhinta, Jihinta dengan tegas memberi tahu pada mereka semua bahwa Jhinta mengatakan pelangi akan segera muncul berada di atas batu yang kalian pijak saat ini. Dan apa bila pelangi itu sudah muncul kalian baru bisa untuk menghampiri Jhinta lagi.


yang di mana jinta akan pergi menunggu di atas bukit. Setelah Jhinta berada di atas bukit. Mereka Viseus, Ephile ,Nansiline, Noko dan Ruby. menunggu tanda-tanda kemunculan pelangi yang telah di katakan Jhinta. Dari mereka semua tersadar sebelum nya kalau Pelangi itu Muncul setelah datang dan lerai nya hujan pada pagi atau siang hari.


tanpa harus banyak gumam yang harus mereka katakan, saat itu juga terdengar seperti terompet yang ber gaung sangat besar pada bagian lembah yang kini mereka berlima berada. Mereka semua merasa ketakutan mendengar suara itu. Sehingga dari mereka semua saling berpegangan tangan da melihat-lihat sekitaran mereka berada.


Tatkala saat mereka sadar menoleh kanan kiri yang terlihat mulai gelap. maka saat itu mereka mulai serentak memandang arah yang di atas nya. begitu sangat besar dari apa yang terjadi dan mereka lihat atas mereka itu.


Adalah sebuah kabut menyerupai Gumpalan awan penuh dengan air yang kini menghujani mereka semua.


karena hal itu membuat hati mereka menciut seketika memaksa mereka harus menutup mata untuk tidak melihat awan yang kini ada di atas kepalanya. Kejadian itu membuat mereka ketakutan di antaranya Ruby berteriak histeris di ikuti Nansiline,Noko, dan lain nya.


Namun saat selesai mereka saling berteriak ternyata tidak merubah kejadian lain atau suasana lain dalam hati mereka masing-masing. dan mereka hanya mendapat guyuran air hujan saja pada gumpalan kabut seperti awan itu. sehingga dari teriakan mereka sendiri yang membuat mereka itu tertawa di karenakan hal yang bodoh mereka buat saat menanggapi awan itu akan memunculkan sebuah bencana bagi mereka. Dan ternyata yang datang dari awan itu adalah hujan kecil di ikuti hujan kabut yang sangat dingin dan sejuk.

__ADS_1


mendapati kejadian itu mereka sangat merasa senang kegirangan setelah merasakan hujan air itu di ikuti bersamaan dengan kabut berwarna putih yang sangat dingin menyejuk kan kulit mereka.


Dan selesai nya kabut putih itu menyelimuti mereka semua, pelangi besar dan lebar luas membentang pada atas pandangan mereka berada.


__ADS_2