
Pada bagian Barat terdapat beberapa rintangan dimana Marl Hantor dan kawan tim lain nya menemui Drenal dan Tristan terkapar pada teriknya matahari yang menyengat.
Marl Hantor dan lainya membantu mereka untuk bisa beristirahat pada sebuah bagian hutan yang memiliki pohon rindang untuk mereka semua dapat berteduh.
semua itu
Tim Ancentry di ketuai 1. Marl Hantor
2.Hidra
3.Gombel
4.Sonya
5.Faleris
Tim Zebaron di ketuai 1.Maretes
2.Jhonatan
3.Herman
4.Bairun
5.Liana
Tim yahibira di ketuai 1.Verus
2.Jasim
3.Nurela
4.Tiatana
5.Hernisa
Maestro di ketuai 1 Pashastri
2.Nera
3.Uleo
4.Zeyuri
5.Arenia
6.Jeyarah
dan 20 prajurit
Semua orang itu berteduh untuk beristirahat pada hutan terakhir di perbatasan Negeri Tanor.
dan beberapa langkah kebarat melewati seberang sungai lebar besar itu mereka akan berada pada Negeri Yamana.
Mereka semua telah menyelidiki semua bagian wilayah barat Negeri Tanor. tapi selama 14 hari tepatnya itu tak kunjung menemukan adanya tanda-tanda Vegarddian dan beberapa orang yang terlihat mencurigakan. beberapa tempat yang telah di kunjunginya tidak mendapat satupun petunjuk untuk bisa melacak keberadaan Vegarddian.
telah lama mereka menunggu kesadaran dari Tristan dan Drenal untuk segera pulih sembuh dan bisa mendapat penjelasan yang bisa di dapat dari mereka berdua. seharian itu mereka menunggu kesembuhan Tristan dan Drenal sangat di harapkan Guru Pashastri dan teman lain nya.
karena hampir menjelang sore tiba. Mereka semua memutuskan akan berkemah lagi pada tempat itu.
Tim Ancentry bertugas untuk pergi menangkap buruan bersama Maestro Zeyuri dan Arenia
__ADS_1
Tim Zebaron Bertugas membuat perkemahan dan api unggun. serta mencari titik sumber air. di bantu maestro Uleo dan jeyarah
sedangkan Maestro Pashastri membuat kubah pelindung untuk keamanan sekitar wilayah yang di tempati itu
Beralih pada Tim Ancentry dimana Marl Hantor sebagai ketua mengamati Hutan Tersebut. pada Hutan itu Cenderung tidak memiliki beberapa satwa hewan terkecuali burung dan ikan yang berada pada titik sungai tak jauh dari tempat perkemahan.
Dengan cekatan Hidra dengan kekuatan dan keterampilanya untuk memanah beberapa banyak ikan di sungai.
Gombel dengan kekuatan nya membuat bendungan dengan batu-batu yang di tumpuk pada sungai itu. untuk memastikan bahwa ikan di air terjun itu tidak akan lari pada hilir sungai dan begitu juga Sonya dan Faleris mencari beberapa kepiting dan kerang pada hiliran bendungan itu.
Maestro Arenia dan Zeyuri mencoba mengamati sekeliling sungai dan hutan itu dengan cermat yang dimana Zeyuri menemukan tumbuhan Umbi-umbian dan di bantu dengan Maestro Arenia. Tim Ancentry itu sangat bersemangat menikmati hal itu dengan senang. Namun tidak dengan Marl Hantor yang berambisi untuk menilik sejauh mana mungkin Vegarddian itu berada sekarang. dalam batin Marl Hantor terbayang-bayang Vegarddian yang dimana dia merasakan Kehadiran nya Vegarddian seperti adik nya sendiri. karena mengingat saat di sungai dia mengajak bermain. Marl Hantor yang teringat kejadian lampau seakan membayangkan Vegarddian ada di sungai itu. sehingga tanpa di sadari Marl Hantor yang melamun menceburkan diri di sungai itu.
tatkala Hidra yang hampir melepaskan pegasan busur anak panahnya yang telah membidik ikan di bawah sungai itu hampir mengenai Marl Hantor. namun untung saja Hidra masih bisa menahan bidikan panahnya.
Hidra yang mengetahui apa yang terjadi pada Marl hantor itu melihat dengan jelas. namun beberapa saat Hidra berfikir sejenak tentang maksud Marl Hantor menceburkan diri ke dalam sungai itu. namun dalam batin Hidra mengatakan munkin Marl Hantor hanya ingin mandi di sungai.
beda pada gumam Hidra itu. bahwa sekian saat Marl hantor belum juga muncul pada permukaan Air sungai itu.
Hidra berteriak memanggil Sonya dan Faleris.
Gombel pun yang duduk di gundukan bendungan itu sebelumnya juga melihat Marl Hantor terjun dalam sungai namun Gombel tidak mencurigai dengan waspada. namun saat Hidra itu juga ikut melompat masuk ke dalam sungai Gombel pun juga ikut terkejut yang jelas-jelas menandakan ada hal yang penting ataupun yang berbahaya.
Sonya dan Faleris dengan serunya menjumputi kerang dan kepiting merasa kaget mendengar Hidra yang teriak memanggil mereka berdua nya.
Sonya dan Faleris yang berada pada bawah hilir sungai yang terbendung itu mencoba berlari ke atas.
Namun sangat di sayangkan di karenakan Gombel yang tidak melihat kalau dua temanya Sonya dan Faleris itu berada pada bawah hilir bendungan. sehingga di saat Gombel menghancurkan Bendungan batu yang di buatnya itu agar bisa mengurangi air yang terbendung dan dapat berupaya melihat dan bisa menyelamatkan Marl Hantor dan Hidra yang melolongnya.
bukan karena kelalaian Gombel dan hal itu memang tidak di sengaja. dimana bongkahan bendungan batu itu di hancurkan gombel dan bendungan itu terpecahkan. Air sungai itu meluap kebawah dengan bebatuan yang jatuh kebawah bersamanya. Sehingga Sonya dan Faleris karena terkaget kedatangan batu dan Air bah itu di balik semak-semak. begitu membuat Sonya tidak bisa fokus melihat ada apa yang terjadi di depan mereka berdua.
Bongkahan batu dari atas balik semak memukul kepala Sonya dengan Air bah dari bendungan. yang menyapu mereka berdua Sonya dan Faleris.
Kembali pada Gombel yang masih menatap sungai itu dimana melihat bahwa Marl Hantor sedang di lilit oleh mahluk hewan buas pada dalam sungai itu. Hidra yang terombang-ambing dikepala Ular besar itu untuk melawan nya.
tak tinggal diam Gombel menghempaskan air di sungai itu dengan kekuatanya dimana air sungai itu langsung terhempas kering dan dapat melihat bentuk ular itu yang sedang melilit kedua teman nya. sehingga itu Hidra mendapat beberapa udara agarnya bisa bernafas.
Gombel yang menolong untuk menghancurkan bagian ekornya. sehingga Hidra dapat terpental lepas dari lilitan leher ular besar itu.
tatkala Ular itu tahu siapa yang memotong dengan menghancurkan bagian ekor nya. ular itu Menatap Gombel dan ular itu bertarung denganya.
tak menunggu lama karena Gombel sudah terampil pada kekuatan menghancurkan batu. ular besar itu langsung tergeletak terkena pukulan exsekusi dari Gombel dimana ular itu mengguliat kesakitan dan terus mati dengan perlahan. namun Ular itu pada kematianya yang masih menyisakan kesadaran nya. dapat menyerang Gombel yang sedang membawa tubuh Marl Hantor keluar dari dalam sungai.
namun kepala ular itu terpenggal oleh panah Hidra yang kini Hidra masih bisa bangkit dari pingsanya saat terpental tadi.
Gombel dan Hidra yang selamat segera membawa Marl hantor pada Maestro Pashastri dan teman yang lain.
Masih pada tempat Yang sama Maestro Zeyuri dan Arenia kembali pada hilir sungai itu. dimana Maestro Zeyuri Dan Arenia sudah kembali dari mencari dan memunguti Buah dan umbi-umbian.
Dua maestro itu telah melihat betapa terkejutnya telah melihat bangkai hewan ular besar itu.
segera mungkin dua Maestro itu menyelidiki tempat itu. dan sesaat setelah menilik hal tersebut dua maestro itu sedikit menyusuri kebawah untuk melihat dan mencari anak-anak dari Tim Ancentry.
Maestro Zeyuri kembali untuk melihat keadaan orang-orang pada kemah sementara Maestro Arenia kembali menyusuri hilir sungai ke arah bawah.
Dengan terkejutnya Maestro Arenia melihat Faleris yang terkapar di hilir sungai di bagian bawah. dan Maestro Arenia pun beranjak Menolong nya. dan saat telah menolong Faleris.
Maestro Arenia itu memandangi sekitar tempat bawah sungai itu yang terdapat jurang yang begitu curam.
dengan keras Maestro Arenia menggunakan kekuatan Telepatinya untuk sejauhmana jangkauan seseorang yang bisa dapat menerima telepatinya.
dan seorang dari tempat kemah dan tempat lain yang menerima sugesti Maestro Arenia dimana sugesti itu Maestro Arenia memberitahukan pada semua orang untuk segera kembali berkumpul pada kemah.
__ADS_1
Kekuatan Telepati Maestro Arenia di terima Oleh semua teman dan orang di tempat mereka berada di wilayah hutan itu. dan mereka yang mendengar dengan terkejut saling terhubung dan dapat dirasakan melalui perasaan dan pikiran yang sama di alami oleh pengirim Telepati ialah Maestro Arenia. dan mereka segera bergegas kembali pada perkemahan.
Maestro Pashastri yang juga mendapat kiriman Telepati itu segera membantu Maestro Arenia dengan pengawal tiga prajurit masuk dalam hutan guna untuk menjemput Maestro Arenia. karena Maestro Pashastri dapat membaca situasi dan posisi dimana Maestro Arenia itu berada. yang dimana Maestro Pashastri juga ahli dalam kekuatan Telepati sama persis yang di miliki Maestro Arenia.
beberapa lama waktu Maestro Pashastri bertemu Maestro Arenia yang membopong Faleris yang lemas tak berdaya itu. tiga prajurit itu membantu berganti membopong Faleris dan mereka semua Maestro Pashastri,Arenia Faleris dan prajurit itu kembali berkumpul pada kemah tempat awal mereka semua berkumpul.
sesaat mereka semua telah Berkumpul dari mereka semua mengambsen berapa orang yang masih tertinggal dalam hutan itu dan yang belum datang pada tempat kemah tersebut.
tak lama kemudian. Gombel mengatakan kalau Sonya anggota timnya belum berkumpul.
tim dari Zebaron dan tim Yahibira lengkap dengan anggota dan para maestro dan Prajurit.
Drenal dan Tristan yang masih berhalusinasi dalam kelelahanya di tambah dengan
Marl Hantor dan Faleris yang ikut terkapar lemas juga.
dalam menanggapi kejadian tersebut Maestro pashastri dengan berfikir yang cukup untuk memberikan saran pada maestro lain untuk mencari Sonya yang belum kembali dari dalam hutan itu.
tim dalam pencarian Sonya itu adalah
Tim Zebaron
Maretes 2. Jhonatan 3. Bairun 4. Liyana 5.Herman dan di tambah 6. Gombel dari tim Ancentry.
Dengan di pandu Maestro Nera, Zeyuri Arenia dan Uleo.
sedangkan Maestro Pashastri,Jeyarah dan lain nya itu untuk menunggu pada tempat kemah tersebut sambil mengobati anak-anak yang terluka itu.
Maestro Nera dan Uleo memandu perjalanan pada pencarian Sonya itu. kembali pada tempat yang sama sebelumnya Maestro Arenia menemukan Faleris. di tempat itu bahwa Gombel mengatakan saat sebelum itu Sonya dan Faleris mencari kerang dan kepiting pada bagian bawah sungai itu.
Maestro Arenia mengatakan pada Gombel saat adanya Mahluk ular besar yang telah di kalahkan nya. dan kemudian Gombel menjawab bahwa sebenarnya pada saat hal itu belum terjadi dia telah melihat dengan kepalanya sendiri kalau air terjun pada sungai itu sangat terlihat dangkal dan tidak memungkinkan ada mahluk buas seperti ular besar itu sebelum gombel dia itu membuat sebuah bendungan yang awalnya kecil dan dia membuat bendungan itu menjadi besar karena derasnya pada air terjun itu.
Maestro Zeyuri yang menyimak penjelasan dari Gombel itu memungkinkan bahwa ular besar itu berasal pada dalam tanah atau dari goa terdekat dari air terjun itu. sehingga gombel tidak menyadari kedatangan ular itu masuk pada bagian dalam air bendungan nya.
Gombel pun turut prihatin juga dari hal lengah tidak memperhatikanya kejadian itu yang mungkin bisa saja benar terjadi. namun gombel mengatakan juga kalau Hidra sebelumnya sangat antusias memperhatikan benar air dan sekeliling dalam sungai itu. karena saat itu Hidra telah banyak membidik tangkapan ikan dari panahnya.
sehingga Gombel meragukan bilamana Ular sebesar itu dapat masuk dengan tidak di ketahui saat kemunculan masuk kedalam sungai dan sementara Hidra perhatikanya dengan baik-baik. namun pada saat awal mula kejadian aneh itu terjadi saat Gombel menceritakan bahwa
Marl Hantor sepertinya entah sengaja atau tidak bahwa dia menjatuhkan dirinya sendiri melompat dari atas ke dalam air terjun yang aliran air sudah terbendung dan bagian sungai itu telah terlihat menggenang tinggi.
sekiranya Gombel mengakui bahwa kemungkinan Marl Hantor menjatuhkan diri hanya ingin untuk bermain dengan air. dan hal itu berlanjut pada Hidra yang seakan munkin curiga pada dalam air genangan tersebut dan ikut masuk dalam genangan air itu.
Dan sebelum Hidra menceburkan dirinya mengikuti Marl Hantor. Hidra itu memanggil Gombel,Sonya dan Faleris dengan nada keras dan menyeru seakan menjadi tanda tanya besar bagi Gombel itu.
dan setelahnya, sepertimana Gombel dengan sigapnya dengan spontan menghancurkan bendungan batu itu. agar bisa melihat Apa yang terjadi pada Hidra dan Marl Hantor.
Dengan mendengar dan menyimak penjelasan dari Gombel. Maestro Zeyuri memberi tanggapan akan kemungkinan Faaleris dan Sonya tidak ada dalam pembahasan yang di bicarakan Gombel.
dan Maestro Zeyuri menanyakan tentang Faleris dan Sonya. dan saat itu Gombel mengatakan sebagai jawaban Maestro Zeyuri kalau mereka berdua sempat bergumam sedang Mencari Kerang dan Kepiting pada surut air sungai yang berada di bawah aliran bendungan air terjun.
dengan menduga Maestro Zeyuri mungkin Faleris dan Sonya mendapat kejutan dari hempasan air yang di hasilkan dari Gombel yang saat itu menghancurkan bendungan arus sungai itu.
Gombel yang merasa hal yang di buatnya itu mungkin benar dan Gombel sependapat dengan terkaan dari Maestro pashastri dan di saat itu Gombel merasa kecewa dengan tindakan apa yang telah di lakukannya.
ditambah Maestro Arenia yang telah mendapati bahwa sebelumnya Faleris yang telah di temukanya tergeletak lemas dengan luka batu di tubuhnya juga mempercayai pendapat dari Maestro Zeyuri. Gombel yang mendengar ucapan dari Maestro Arenia yang dimana kebenaran saat ditemukanya Faleris. di saat itu Gombel merasa sangat bersalah yang mengakibatkan Gombel sedih dan tidak merasa tidak bisa melindungi tim dan temanya.
Namun saat itu Maestro dan lainya segera beranjak mencari Sonya dengan menyusuri hilir sungai ke arah bawah. di saat itu Gombel sempat berdiam karena terenyuh batin nya. dia di beri masukan Oleh Maestro Nera kalau Gombel tidak salah dan dirinya memang tidak sengaja melakukan hal yang di lakukanya itu.
__ADS_1