VEGARDDIAN

VEGARDDIAN
Bab 11


__ADS_3

20 Hari Perang Antara Gelap dan Terang


Dimana bagian bumi menjadi hangus dan awan gelap membuat kilatan petir bergemuruh dimana-mana. lautan membentuk seperti pusaran dan angin tornado di lautan menciptakan ombak raksasa yang entah apa penyebabnya hal itu terjadi. di lautan samudera itu membuat mahluk-mahluk raksasa bumi bermunculan. terdapatnya Bozaurus, Hamargoth ,Centropush, Mahadrog, dan Girayatham. yang menjadi tujuh tetua Mahluk Samudra dan daratan itu nampak memperlihatkan wujudnya yang seakan merasakan betapa seramnya antara perang besar antara Gelap dan Terang itu terjadi.


seberapa besar dan buas mahluk samudera itu memperlihatkan kuasanya.


Bozaurus adalah Mahluk yang memiliki sebuah tubuhnya sebesar pulau. tubuh yang di penuhi sisik yang besar,keras dan tebal sembilan sirip itu sepanjang sepuluh kapal yang melintang.


Hamargoth adalah salah satu Mahluk samudera yang sangat mengerikan. Mahluk itu memiliki Kepala Besar dengan moncong mulut yang lebar selebar 20 kapal laut yang paling besar. mahluk itu mampu membuat daratan menjadi sebuah lautan dengan ekor yang panjangnya mampu mengitari sebuah pulau kecil. mahluk itu berkulit seperti batu dan berkaki delapan dengan tangan dan cakar yang besar.


Centoropush adalah Mahluk besar dengan tubuh yang memanjang memiliki banyak tangan dan kaki sirip yang bersurai memanjang. dan dengan siripnya mahluk itu juga dapat melompat dari laut dan terbang dengan siripnya. tubuhnya bersisik juga bagian sisik ekornya sangat tajam.


Mahadrog adalah hewan yang sangat besar dan mengerikan. mahluk itu memiliki kepala yang besar setara sepuluh kapal dan memiliki delapan duabelas mata dengan tanduk yang bercabang.


duabelas tangan dan kaki besar dengan tubuh yang panjang dan memiliki sebuah sirip bersayap pada tangan dan kakinya.


Giriyatham adalah Mahluk raksasa dari yang terbesar pada luas dan dalamnya daratan dan samudera. yang dimana tubuhnya saat mau bergerak mampu membuat gempa dalam lautan dan daratan.


separuh mulut dari mahluk itu mampu membuat air laut disemburkan menjadi hujan pada samudra hingga sampai daratan sekalipun.


bagian tubuhnya seperti gunung yang berlalu-lalang saat bergerak. dan panjangnya duabelas kali dengan ekornya sama persis dari gunung perbukitan tersebut.


Namun semua itu di saksikan oleh lima orang yang telah mengarungi samudra demi untuk menjauh dari peperangan antara Gelap dan terang. kelima Orang itu adalah



Viseus


Noko


Ruby


Nansiline


Ephile



Viseus dan Ephile adalah sahabat erat sejak usia mudanya. Noko memiliki adik perempuan yang bernama Ruby. sedangkan Nansiline adalah anak dari Viseus.

__ADS_1


Bisa di katakan mereka menjadi saudara akan karena sama sejarah dan sependerita sejak kekacauan perang besar di Negeri Yehima.


sebagian besar kota dari negerinya hancur dan menjadi sebuah musibah dari geramnya perang itu terjadi. namun dengan keberuntungan telah membawa mereka saat itu karena mereka berlima telah memilih pergi pada Negeri Yehima untuk keselamatan hidupnya.


walaupun begitu, sebelumnya mereka berlima tidak mudah untuk bisa lolos untuk beranjak pergi meninggalkan dari rintangan Negerinya sendiri ke tempat jauh ke negeri seberang lainya yang telah di kunjungi. mereka berlima sempat tertawan oleh orang prajurit dari Negeri Yehima ialah Negerinya sendiri tepatnya kejadian itu pada Negeri Pulau Pasarus. dari situ ada kawanan barisan pasukan dari Negeri Truba yang dimana mereka berlima banyak mengetahui tentang sebuah berapa banyak Negeri yang bersekutu dari perang Antara Gelap dan Terang.


Mereka berlima Viseus, Ephile, Nansiline ,Noko, dan Ruby, segera Beranjak untuk Merencanakan untuk melihat pemetaan dari perjalanan pasukan antara Pasukan Negeri Yehima dan Negeri Truba. sehingga mereka dapat mengetahui gambaran banyak dari sebuah tempat titik wilayah untuk mencari keamanan untuk menghindari peperangan besar itu.


Pada Hari ke tigapuluh apa yang telah mereka rencanakan telah berhasil. Ephile yang telah banyak menggambar rute dari sebuah arus tujuan tentara Yehima dan Yehinone dan di kumpulkan di catat dan di gambarnya membentuk menjadi sebuah peta.


namun saat berat tugas untum terakhirnya. dimana mereka harus mendapat sebuah kapal untuk bisa menjadi sarana membawa diri mereka pada titik kehidupan baru dimana mereka tinggal.


di katakan juga di benak mereka di hadapi sebuah pilihan untuk memilih mencuri kapal atau membuat sebuat rakit sendiri.


hal itu membuat mereka berlima berfikir dengan keras akanya hal buruk yang akan menjadi kenyataan sulit untuk di jalaninya.


walaupun pilihan tetaplah pilihan dimana pilihan itu adalah jalan dimana mereka bisa melihat pada kelak hasil yang telah mereka pilih. baik atau buruk berhasil atau tidak. ataupun tidak memilih samasekali.


Mereka berlima Merenungkan untuk mencari sebuah cara lain untuk bisa membuat peluang kegagalan dan keberhasilan. Viseus dan Ephile meminta bantuan dari upaya agar bisa membuat orang penduduk pulau Negeri Pasarus itu bisa mendengar dan mau mengerti tentang pendapat Viseus dan Ephile.


Hanya tersisa sedikit dari bagian besar orang pada pulau Negeri Pasarus itu yang masih hidup dan telah bertemu dab bisa memahami juga mendengar maksud dari Viseus dan Ephile.


jawaban salah seorang penduduk pulau Negeri pasarus mengatakan kalau Negeri Pasarus ini adalah Pulau Negeri kecil yang berada pada tengah lautan Samudera. seorang yang sudah datang pada tempat ini tidak mungkin bisa pergi kemana lagi selain harus menaiki kapal besar. di karenakan Luasnya samudera sangat berbahaya sekali dengan ombak besar dan ancaman mahluk samudera yang sangat buas. dan sangat membahayakan bila hanya membuat rakit kecil untuk kelima orang.


Dengan rasa tidak percaya apa yang telah di dengar Viseus dan Ephile kalau hal yang di katakan orang itu membuat mereka berdua harus menelan pahitnya kesialan yang mereka jalani saat ini.


Di malam hari api unggun itu menghangatkan mereka berlima. Ephile yang meruncingkan kayu untuk membakar ikan. Ephile yang sedang memetik gitarnya. begitu juga Noko yang melamun hanya memandangi bintang-bintang di langit. Ruby yang memandangi lautan dan mendengarkan setiap Ombak.


tatkala Nansiline yang memandangi mereka berempat yang sekiranya terlihat melamun sedih.


dalam pandanganya Nansiline juga terharu dan ikut melamun.


Dengan mengamati petikan senar gitar ayahnya Viseus. Nansiline tanpa sadar merenung dan bergumam seirama dengan mainan gitar ayah nya. sehingga saat itu Nansiline dengan tanggap melantunkan lamunan nya dalam wujud sebuah rangkaian kata dan membuatnya sebagai lagu untuk nyanyian. saat itu Nansiline bernyanyi.


BM G


Dari rakit kita berharap untuk pergi jauh.


BM G

__ADS_1


Dari rakit kita berlabuh berharap untuk hidup.


CM DM G


Jauh rumah ku tinggalkan demi kebahagiaan.


CM DM G


Kupercaya dengan dayungku untuk sampai kesana.


BM EM


Kupercaya rakitku seperti anganku yang


G


membawaku.


Kupertaruhkan hidupku pada lautan.


Kupertaruhkan jiwaku dari yang ku impikan.


Di seberang sana ada kematian.


Di seberang sana ada kehidupan.


batu karang, pasir lautan di sana tapak kakiku


datang nya ombak kencangnya angin membawa laju rakit ku.


Mereka semua mendengar dan merasakan dengan jelas, lagu nyanyian yang di buat Nansiline. Membuat mereka semua lebih semangat dan percaya diri untuk melakukan nya sekali lagi. Mengingat pada saat awal mereka berada pada tempat itu juga hasil dari rakit yang mereka buat saat perang itu memperlihatkan kengerian yang membuat mereka terpaksa harus bertekad dan yakin memilih.


Dan benar saja. dari apa yang telah mereka ingat, membuat keadaan itu mereka harus masih bergerak.


Kini mereka sepakat untuk memperbaiki rakitnya dan segera meneruskan perjalanan nya. Karena Negeri pulau Pasarus ini tidak cocok untuk mereka tinggali untuk kehidupan yang lebih baik.


dan saat malam pada waktu itu juga mereka semua memperbaiki rakit yang lebih kuat. Dengan perlengkapan yang cukup. mereka semua Memulai untuk melanjutkan petualangan baru yang belum selesai.


mereka semua Viseus,Noko,Ruby,Nansiline dan Ephile. berhasil kabur pada Negeri pulau Pasarus itu. Karena keadaan tengah malam itu, bertepatan dengan waktu keberuntungan. Di mana para prajurit militer yang berjaga pelabuhan itu telah tidur. dan tidak membuat mereka lolos tanpa ada ancaman bagi mereka berlima.

__ADS_1


Mereka kembali mengarungi samudra dengan ber doa memohon keselamatan, karrna seperti mana yang mereka hanya bisa lakukan yaitu menaruh kepercayaan pada diri mereka sendiri semasa masih mampu mendayung rakit untuk berjaga saat kala kematian menghampiri mereka semua.


__ADS_2