
Dalam perjalanan pulang dari kota Delimaria
Kakek Tokapi mememberikan saran pada Vegarddian, Tristas dan Drenal untuk selalu memanfaatkan ilmu yang di berikan itu di gunakan dengan bijak dan baik.
mereka bertiga berpisah dengan kakek di perbatasan kota itu. perlahan langkah mereka pergi meninggalkan kakek Tokapi. Vegarddian Melirik ke arah kakek itu dan kakek itu tersenyum dan tatkala berubah menjadi sebuah kabut dan hilang dari pandangan Vegarddian yang melirik.
setelah nya mereka pergi ke kota Nesti Town. mereka bertiga di cari oleh Guru Pashastri yang Guru itu tanyakan dari mana saja mereka bertiga pergi selama tiga hari. Guru Pashastri mencari mereka bertiga tidak masuk pada Akademi selama 3 hari dan tidak mengunjungi nya untuk berpamitan meminta ijin.
tatkala Mereka bertiga Di hukum untuk membantu pertambangan altar selama tiga hari penuh setelah selesai pengajaran Akademi.
Di balik itu Guru Pashastri yang seorang guru fari mereka bertiga sekaligus pembina dalam anggota asrama kerajaan. juga enggan untuk menghukum berat mereka bertiga. dan Guru Pashastri hanya mengharap mereka bida fokus kembali pada rencana Pembangunan Altar.
Vegarddian,Tristan dan Drenal tentu menyanggupi hukuman yang di berikan tersebut.
tat kala di perjalanan pulang menuju Asrama Guru Pashastri menceritakan tentang sebuah bahan langka yang bisa menjadi perantara penting dalam sebuah Altar.
sesampai di dalam Asrama Guru pashastri menjelaskan Bahan yang di butuhkan itu.
satu bahan itu adalah perak untuk pembuatan sebuah gerbang yang dimana perak itu bisa membuat garis antar dimensi.
namun dalam pembuatan bahan perak sangatlah lama dan juga untuk mengolah membuatnya menjadi sebuah gerbang pada Altar.
Vegarddian Berfikir tentang hal tersebut. mengingat betul tentang kejadian pertama saat para peri itu muncul dalam dunia manusia hanya memerlukan cahaya dari sebuah bulan.
Namun pendapat dari tanggapan tersebut membuat Vegarddian curiga tentang memahami hal tersebut.
Vegarddian pun mengatakan kepada Guru Pashastri tentang guna dari Altar yang Mengaharuskas untuk Manusia bisa memasuki dunia para peri. dan sedangkan para peri sendiri mampu untuk menembus memasuki dunia pada manusia.
dalam hati Vegarddian merasa tidak setuju bila mana kegunaan Altar untuk bisa menjadi pintu manusia untuk memasuki dunia para peri.
tat kala Guru pashastri menanggapi usulan dari Vegarddian akan nya mengapa tidak sependapat tentang hal itu. bahwa saat hari lalu Vegardian sendiri pernah mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan para peri. dan berharap bisa mengunjungi di dunia Peri.
Vegarddian menunduk merenungkan sesuatu.
tak berapa lama Vegardfian itu mengatakan. kalau hal itu sepertinya memiliki hubungan yang tidak bisa di biarkan. yang di mana dunia yang sudah berbeda itu tidak harus di buat menjadi dalam satu dunia yang sama.
Vegarddian yang di ingin kan hanya sebuah perantara yang bisa membuat mereka dapat berhubungan dengan jauh namun bisa di dengar dan tersampaikan.
mengingat potongan-potongan ingatan kejadian peperangan antara peri dan manusia yang lampau. Vegarddian Merasa tidak setuju yang dimana Manusia ingin membuat Altar itu menjadi sebuah Portal untuk para manusia bisa memasuki dunia Peri.
dalam maksud Veggarddian seharusnya hal itu tidak di berlakukan untuk membuat antara dua dunia terhubung yang saling mengikat satu sama lain.
Tanpa sadar Guru Pashastri memberikan masukan pada Vegarddian bahwa para manusia sudah bersepakat dengan para peri. yang di mana isi dalam surat itu di buat oleh raja dan orang petinggi di kerajaan Tanor ini.
dan Saat itu Guru Pashastri meminta Vegarddian.Tristan dan Drenal untuk di minta ikut membantu dalam upaya tersebut.
Vegarddian berdiri dari duduk nya dan berpamitan untuk pulang dan pergi dari Asrama tersebut.
membuat Tristan dan Drenal pada duduk nya juga ikut pergi di karenakan ada perilaku aneh yang mungkin Vegarddian belum bisa di mengerti.
Guru pashastri itu mengejar Vegarddian yang berpaling saat pembicaraan itu belum selesai.
Guru Pashastri mengatakan pada Vegarddian di saat itu bahwa Guru Pashastri akan terus membangun sampai Altar itu selesai dan jadi untuk bisa di aktifkan. dan memaksa Vegarddian untuk ikut dalam mencari bahan material besi perak sebagai gerbang terakhirnya.
Vegardian yang mendengar dengan berjalan lirih merasa bimbang dan ragu Vegarddian pun tidak menjawab sepatah kata pun dari Guru Pashastri.
__ADS_1
begitu Tristan dan Drenal yang Terdiam karena tidak mengetahui apa yang telah pikirkan Vegarddian saat ini dan maksud Guru pashastri yang seolah membuat antara Vegarddian dan Guru Pashastri bertentangan.
Tristan dan Drenal pun canggung pada ke adaan itu. Tristan dan Drenal hanya menyampaikan salam pada Guru pashastri untuk pulang dan pergi pada saat itu.
dimana saat Guru pashastri melihat mereka bertiga pergi seperti tertundung. dengan raut wajah kecewa Guru Pashastri yang merasa pendapatnya tidak bisa di terima baik dengan baik oleh Vegarddian. Guru Pashastri pun membunyikan Lonceng pada Asrama dengan murung sehingga terdengar keras.
Setelah beberapa langkah jauh Vegarddian berjalan. Tristan dan Drenal pun mengejar Vegarddian untuk bisa di ajak nya bicara dan meminta penjelasan dari apa yang membuat dia memperhitungkan sesuatu yang munkin menjadi masalah untuk nya.
namun saat Tristan dan Drenal itu belum sampai menghampiri Vegarddian.
Tristan dan Drenal melihat Vegarddian di culik oleh beberapa orang. dan menyekap nya di bawa dengan kuda.
Tristan yang melihat itu dengan gegabah berteriak dan mengejar para penculik itu.
sedangkan Drenal mengatakan pada Tristan untuk kembali menemui Guru Pashastri di asrama.
beberapa saat setelah Drenal berhasil kembali pada tempat Guru Pashastri di asrama. Drenal mencari sambil menyebut nama nya. Namun Aneh sekali sejak Drenal dan mereka bertiga pergi Guru Pashastri tidak ada pada tempat tersebut. dan Drenal pun Bergegas kembali mengejar menemui Tristan.
saat ini Tristan merasa kekurangan tenaga untuk mengejar penculik itu. dan membuat Tristan terhenti langkah nya. tat kala Drenal pun dari kejauhan berhasil bertemu Tristan dan menghampirinya. Tristan yang memegang lutut dan nafasnya tersengal dan dimana saat Tristan itu menunjuk arah dimana kuda penculik itu berlari kearah tersebut. dan Tristan Mengatakan pada Drenal tentang penculik tersebut berlari kearah sana.
sebaliknya saat Drenal mengatakan bahwa Guru Pashastri tidak ada di tempat tersebut dan orang lain di asrama seperti sudah tidak ada di sana. mungkin semua memiliki waktu lain dan tidak ada penjaga di sana.
menanggapi tersebut Tristan tercengang. dan bingung untuk memikirkan apa yang harus dia lakukan saat ini.
dengan pasti Drenal mengatakan kalau Guru Pashastri pasti sedang menuju ke tempat Akademi untuk mengajar para murid anak-anak asrama.
dan Drenal menyarankan untuk kembali ke rumah dan mempersiapkan untuk mempersiapkan menyelamatkan Vegarddian saat ini.
beberapa lama saat Drenal dan Tristan sampai di rumah. terlihat di rumah nya terdapat tamu yang sedang menunggu dia adalah teman dalam angkatan Pionery, sekaligus penjadi saingan tim nya. terlihat di situ ada Marl Hantor, Gombel, Hydra,Sonya, dan Faleris.
Tristan pun yang saat itu mengacuhkan kedatangan tim Marl Hantor itu. dan menuju membuka rumah dan mengambil air untuk nya di minum.
Drenal yang sebenar nya juga tidak memiliki perlu dengan kedatangan Marl Hantor dan yang lain juga merasa enggan untuk menanyakan panjang lebar di saat itu.
namun saat terdengar suara keras dari dalam rumah yang dimana Tristan mempersiapkan sesuatu yang membuat suara terdengar keras tak beraturan membuat tim Marl Hantor itu bingung dengan apa yang membuat mereka berdua merasa sibuk dan tidak menghargai kedatangan nya.
semenjak beberapa lama Marl Hantor sadar tentang Vegarddian yang tidak ada bersama mereka berdua. membuat Marl Hantor merasa curiga dan menghampiri Drenal masuk dalam rumah.
begitu Drenal seperti tidak ingin berbicara saat dia menyiapkan beberapa barang, Marl Hantor mencoba menanyakan pada Drenal tentang dinama Vegarddian saat ini.
suara itu terdengar oleh Tristan pada kamar sebelah yang di mana membuat Tristan merasa marah karena emosi saat itu yang dia bawa. dimana Tristan berteriak mengatakan dengan lantang pada Marl Hantor dan lain nya bahwa teriakan itu mengatakan jika kedatangan mereka untuk mencari Vegarddian maka menyuruh mereka untuk pulang saja. dengan mengancam Marl Hantor untuk segera menyingkir dari kediaman nya.
mendengar bentakan tersebut Marl Hantor dan kawan tim nya di luar juga menyimak kejadian tersebut. Namun timbal balik pada Marl Hantor yang bertambah curiga dengan tingkah Tristan dan Drenal tersebut.
di ruang itu Drenal mengatakan kalau kedatangan nya dengan mereka baik-baik dan tidak ada hal yang harus di pertangkan.
sesesat setelah Tristan dan Drenal keluar dari ruang kamarnya.
Marl Hantor tak menyangka melihat Tristan dan Drenal memakai perlengkapan perang dengan seragam piranti Pioner lengkap dengan senjata nya.
saat Tristan dan Drenal berjalan menuju keluar rumah. yang di hadang pintu itu dengan Marl Hantor. Tristan menatap tajam terhenti langkah nya. begitu juga Drenal yang mengatakan biarkan kami pergi tidak ada waktu untuk bermain dengan kalian. Tristan pun dengan marah nya membentak nya untuk menyingkir.
Marl hantor pun bersikeras menanyakan nya. Dimana Vegarddian saat ini.
Tristan pun yang marahnya memuncak menendang bagian dada Marl Hantor sampai terpental keluar.
__ADS_1
dimana Marl Hantor terjatuh kawan tim nya menolong Marl hantot yang jatuh serana mencoba untuk menjelaskan pada mereka berdua .
namun Tristan sudah tidak terkendali dan tidak peduli. dan hanya Drenal yang sedikit mengatakan pada Marl Hantor serta kawan tim nya. Drenal pun berpesan pada mereka untuk mengabarkan Guru Pashastri dan Maestro lain nya kalau saat ini Vegarddian telah di culik.
dan dia ingin menyusul ke arah barat Asrama untuk berjalan lebih dulu.
saat setelah mereka memahami Marl Hantor pun bisa memahami dan akan menyampaikan nya pada yang lain.
Marl hantor yang dulu bukan seperti yang sekarang ini. dimana tujuan Marl Hantor pada Vegarddian ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang telah di buat nya selama satu tahun itu.
dan Marl Hantor yang telah sadar akan yang di sampaikan oleh Drenal saat tadi.
kini niat Marl Hantor ingin menebus kesalahan yang telah di lakukan nya dulu pada nya.
rasa penyesalan dan kecewa itu yang membuat Marl Hantor menjadi semakin kuat dan bertaruh besar kepercayaan nya pada Vegarddian akan bisa memaafkan nya dan ingin menjadi teman sekaligus berharap menjadi bagian dari saudara nya.
pada misi itu Marl Hantor berusaha dengan keras akan upaya yang harus dia lakukan.
dia bersama ke empat kawan tim kelompok nya menyebarkan kabar pada setiap maestro yang berada pada akademi atas penculikan Vegarddian.
sementara Marl Hantor yang berkunjung pada kerajaan Opaluse itu meminta ijin dan bantuan pada menteri dan pihak pelindung prajurit military di kerajaan Opaluse di Negeri Tanor tersebut.
siapa yang tidak kenal Marl Hantor. dia anak yang kuat berbakat bertempur dan di eluhkan di akademi dan telah di rekrut oleh kerajaan tersebut. karena itulah berkat usaha nya Vegarddian yang kini telah di nikmati Marl Hantor menjadi kenyataan.
dalam benak Marl Hantor dia akan memperjuangan seorang yang telah memberikan pelajaran yang berharga tentang seorang teman yang telah memberikan ketulusan dalam kebersamaan nya.
dari atas istana kerajaan Marl Hantor turun di berikan kuda beserta beberapa prajurit cavalery mengawal nya untuk mencari Vegarddian.
beberapa orang berkerumun pada Asrama akademi termasuk Guru pashastri.
tim kelompok Ancentry di pimpin Marl Hantor tim kelompok Zebaron di pimpin Maretes
tim kelompok Yahibira di pimpin Verus
beberapa maestro Nera, Uleo, Zeyuri, Arenia dan Jeyarah.
tak harus menunggu lama saat Marl Hantor datang berkuda dengan prajurit yang membantu mengawal nya semua orang di tempat asrama itu yang menunggu nya dan sudah berserujuk untuk pergi menyelamatkan Vegarddian tersebut berangkat mengikuti Marl Hantor ke arah barat yang dimana telah di berikan arahan oleh Drenal sebelum nya.
beberapa lama saat mereka semua telah berangkat menuju pencarian beralih pada Vegarddian yang saat itu tersekap terkunci dalam ruang batu dinding sebuah tempat bawah tanah.
di tempat itu jelas orang asing yang belum pernah Vegarddian mengetahui siapa yang telah membawanya. dimana kala Vegarddian tersadar dari tidurnya karena kelelahan karena telah perjalanan yang lumayan jauh dari kerajaan Tanor. Vegarddian tersadar mendapati dirinya tidak tahu sekarang dia ada di mana sekarang.
Vegarddian berteriak mengatakan meminta tolong dan meminta untuk di lepaskan nya. saat setelah beberapa waktu para penculik itu mendengar Vegarddian sudah bangun dari sadarnya. terlihat dua pengawal itu membawa Vegarddian pada seorang pemimpin penculik itu untuk di ajak nya bicara.
di hadapan pemimpin penculik itu Vegarddian mengatakan pada mereka untuk apa mau mereka telah dengan paksa membawanya di tempat ini.
pemimpin penculik itu menjawab nya dengan pasti serta menyarankan Vegarddian untuk duduk pada kursi.
namun saat kursi itu di duduki Vegarddian Terjatuh di akibatkan kursi itu sudah rentan rapuh. membuat para orang di sekitar ruangan itu tertawa melihat nya.
begitu juga Vegarddian yang merasa di permainkan berteriak untuk diam dan Vegarddian mulai Berani mengancam dengan cara mengambil belati yanga ada di meja itu.
namun pemimpin para penculik itu segera melerainya. dengan mengatakan kalau dari mereka tidak membahayakan. dengan lirih pemimpin itu mengatakan kalau tertawa untuk suatu hal yang lumrah dan tidak di sengaja.
dengan berat hati Vegarddian menurunkan belati itu dan meletakkan pada tempat nya.
__ADS_1