VEGARDDIAN

VEGARDDIAN
Bab 2


__ADS_3

di negeri Yehima tepat nya pada kota yehinone


terdapat seorang pandai besi yang menekuni pengolahan besi khususnya pembuatan senjata pedang dan alat military pada bagian kerajaan di Yehima tersebut. dan di ketuai oleh paman nya sendiri yang bernama Mijun Marlin Uno.


tak menyangka Vegarddian sekarang melihat hal baru yang di kerjakan ialah sebagai pengrajin persenjataan.


pertemuan Vegarddian dan paman nya Mijun sangat membuat mereka kembali mengingat masa-masa yang selalu bersama. rasa rindu paman Mijun pun tak terbendung dan sembari memeluk erat Vegarddian. air mata haru dan rindu pun terbayar sudah 3 tahun tak bertemu.


hari pertama saat sudah banyak hal yang di bicarakan. siang setelah nya paman Mijun, dan tuan Hesar beserta banya kelompok nya pergi ke hutan untuk mencari sebuah kayu yang paling bagus untuk pembuatan senjata yang telah di rencanakan.


di dalam hutan pencarian buah pohon dan jenis pohon yang di cari memang sangat sulit untuk di cari. juga membutuhkan banyak waktu untuk pencarian untuk menemukan pohon dari kayu yang bagus dan kuat.


di hutan setiap perjalanan dan percarian paman Mijun selalu membahas dan mengatakan kalau kayu yang kuat dan di antara nya juga baik untuk sebuah alat musik. dan kayu itu entah pohon seperti apa. namun paman Mijun juga memahami kalau ada jenis kayu yang bisa di gunakan untuk membuat benda senjata yang seperti Vegarddian maksud dan yang telah di gambarkan.


seharian penuh di tengah hutan. Paman mijun menemukan pohon yang sangat terlihat tua yang sudah kering hingga sampai akar nya.


tuan Hesar dan Vegarddian pun sangat takjub melihat serat dan ukiran dari uliran alami sebuah pohon yang di perkirakan berumur lebih dari 400 tahun. dan sudah terlihat kering dan bisa di masak untuk menjadi bahan yang di perlukan.


segera semua orang membantu untuk menebang pohon tua itu dan memotong beberapa banyak yang di perlukan.


paman Mijun pun sangat senang dengan kualitas kayu itu. yang sangat kuat dan hati sampai keseluruhan nya menghitam. dan berserat unik.


penebangan kayu itu memakan banyak waktu sampai 2 hari pun belum bisa tumbang. sehingga tuan Hesar heran dan tertegun sebisanya kayu itu bisa memercikan percikan api dan membuat alat kapak para awak nya tumpul dan berkali-kali mengasah nya begitu juga gergaji yang sudah terkikir berkali-kali.


hari ketiga setelah selesai membawa kayu itu pulang. dan di olah untuk membentuk sebuah garapan. namun paman mijun tidak mampu untuk mengolah kayu membuat bagian untuk menggarap kayu seperti gambaran yang di maksud Vegarddian.


Paman mijun teringat dengan teman nya yang juga ahli dalam pengrajin kayu. segera paman mijun bersama Vegarddian pergi ke rumah teman nya dengan membawa kayu tersebut di kota Manoria. bertemu Ephile seorang pengrajin boneka kayu.


tuan Hesar pun yang telah menemani membantu Vegarddian kini tuan Hesar harus pergi dulu untuk sementara waktu. akan karena paman mijun masih juga perlu waktu beberapa hari untuk membantu dalam menyelesaikan pekerjaan membuat senjata untuk Vegarddian. dan tuan Hesar akan segera kembali untuk mengangkut dagangan tembakau dari negeri Grimorine di antarkan ke negeri Hanoi


yang memiliki jarak waktu 1 bulan kedepan untuk kembali menjemput Vegarddian.


di kota Manoria paman mijun dan Vegarddian bertemu dengan Ephile seorang kakek yang tua yang memiliki banyak kerajinan terbuat dari sebuah kayu. pertama kali Vegarddian takjub di buat nya bisa melihat seni ukir dari kerajinan kayu.


beberapa lama saling berbicara mereka saling membahas dan mengutarakan maksud kedatangan paman mijun dan Vegarddian.


dari apa yang di dengar dan fahami kakek itu setelah melihat gambaran bentuk sebuah benda yang seperti itu. kakek Ephile itu mengatakan kalau bisa membuat nya. akan tetapi masih memerlukan satu lagi seorang yang faham dan mengerti tentang alat musik. akan karena sebuah alat musik harus memiliki ukuran dan kebutuhan tersendiri untuk menyatukan sebuah komponen dan komposisi yang tepat agar jelas untuk bisa melihat seberapakah ukuran yang di perlukan untuk membantuk bagian yang mengandung unsur sebagai musik dan mata tajam senjata.


ujar oleh kakek itu mengatakan bahwa dia faham tentang garbar bentuk itu. akan nya sulit dan memerlukan banyak waktu untuk bisa membuatnya bisa di gunakan dan di mainkan.


pula kakek itu memuji Vegarddian yang mendapat karangan ide seperti itu. karena saat benda itu terwujud. barang itu adalah juga memiliki sebuah karya seni yang bagus.


dan kakek itu menjadi semangat untuk segera bisa memulai nya. waktu itu juga paman Mijun mengatakan pada Vegarddian dengan menghela nafas memandang serius wajah Vegarddian yang telah membuat banyak orang berkecamuk dalam pembuatan senjata yang seperti itu.


jelang hari yang sudah tiba. Viseus adalah seorang pengrajin alat musik yang bertempat tinggal tak jauh dari Manoria. telah datang untuk menjelaskan kalau setiap apapun model atau desain alat musik. yang faktanya bisa mengeluarkan bunyi dan nada. bisa di sebut sebagai alat musik apapun itu bentuknya dan jenis barang apa yang di buatnya.


di kota yehinone Mijun,Ephile dan Viseus membantu pembuatan sebuah karya dari Vegarddian yang maha karya tersebut di buat oleh 3 orang yang berbeda aliran keterampilan.


Mijun Marlin Uno sebagai penrajin besi.


Ephile De pasko sebagai pengrajin kayu.

__ADS_1


Viseus miveric sebagai pengrajin alat musik.


selama berhari hari mereka bertiga memikirkan dan saling berbagi tugas dari ukuran yang di minta Vegarddian dan Viseus menentukan perkiraan ukuran dan menggambarnya dalam bentuk balok. segera Ephile yang memotong bagian yang di perlukan. berbagi dengan Mijun untuk membuat beberapa banyak armor dan bagian mata senjata. Mijun dan Ephile berfokus pada ukuran yang di berikan Viseus dan mereka saling sibuk dan fokus untuk mengerjakan nya.


1 bulan penuh pengerjaan itu mereka buat dengan teliti dan rapih. terlihat saat pemulasan ukiran sampai dengan pemasangan mata senjata dan armor nya. begitu juga pemasangan string dan senarnya. di tambah asesoris sebagai mahkotanya.


kini karya itu sudah menjadi sebuah mahakarya mereka yang sudah dapat di lihat dan di pegang nya. sedikit proses untuk menetapkan oktaf nada dari karya itu. dan akhirnya berhasil untuk memberikan sentuhan akhir dalam Nada seperti Harpa.


tat kala lama Vegardian, Mijun, Ephile dan Viseus duduk dan beristirahat sambil melihat karya dari mereka dengan senyum penuh bahagia.


sesaat mereka saling memandangi karya itu mereka semua saling mengatakan pendapat mereka masing-masing tentang karya itu.


Ephile mengatakan dari pandang berguman berkata kalau karya itu seperti akan penuh dengan ambisi yang sangat tinggi dan tidak wajar seorang bisa memiliki pengaruh besar terhadap imajinasi dan pribadi nya. seperti ada sesuatu yang penuh kengerian di dalam nya.


Mijun mengatakan dari pendapat pandang nya berkata semakin lama aku pandang sesuatu yang muncul seperti ada keserakahan dan keras atas


ke angkuhan. dan kerumitan yang tak jelas tampak dari sebuah riwayat yang bisa di mengerti.


Viseus mengatakan dalam gumam nya


sebuah kesulitan akan juga di mengerti dan di fahami. sesuatu yang ku lihat banyak sekali aura yang tidak bisa di rasakan dan terlihat hampa. tetapi hal itu masih bisa di fahami dengan melodi yang memberikan kesan dan pesan dalam arti dia hanyalah sebuah rasa.


dari mereka bertiga mendapati keanehan dari karya itu mereka bertiga menoleh memandang pada Vegarddian dengan bersamaan. gumam mereka bertiga menanyakan pada Vegarddian yang memiliki cipta karya tersebut.


Mijun mulai bertanya pada Vegarddian untuk mengetahui seperti apa dan bagaimana awal menemukan karya tersebut.


jawab Vegarddian bahwa dia hanya tahu bahwa dalam hatinya merasa tentram dan damai saat hidup bersama paman mijun di sokarimba dulu. dan sabit adalah alat berjasa untuk menyabit rumput berkebun dalam kehidupan bertani nya. begitu juga banyak kegunaan sabit dalam sebuah pertanian dan berkebun.


begitu juga alat musik Harpa yang menjadi saksi semasa hidup nya yang selalu mendengar musik ataupun instrumen lagu di setiap momen itu sangat berharga bagi nya.


ukiran patung malaikat di atas, di tengah dan yang ada di bawah. mewakili sebuah teman yang berarti bebersamaan.benda yang berarti dalam kehidupan nya.


terlihat senjata itu berukuran lunas atas bawah


Tinggi 2 meter lebih 60 cm. berat hampir kurang lebih15 KG.


tat kala paman mijun mengangkat nya dan mengatakan senjata ini lumayan berat. namun entah seperti apa caranya menggunakan benda ini. dan seperti nya belum memiliki nama sekali.


serana Ephile menjawab akan kah bila senjata ini di buat bertempur. mungkin tidak akan banyak membantu dalam banyak hal gerakan. karena dari keseimbangan akan sedikit kualahan jika di ayunkan dan tarikan balik yang cepat. mungkin cara pemakaian nya tidak jauh seperti kapak dan palu. yang harus di ayunkan satu arah tanpa harus menarik arah balik.


Mijun pun membalas yang di katakan Ephile memang benar. bahwa cara menggunakan senjata tangan yang seperti kapak, palu, gada dan juga duri bola rantai penghancur. adalah cara kerja senjata yang memiliki satu arah dalam ayunan. dan tidak memerlukan tarikan arah balik maupun dua, tiga arah. dan memiliki banyak hal dalam gerakan.


Viseus juga memberikan pendapat tentang fungsi dari senjata itu. namun Viseus seperti ragu apa bila senjata itu harus beradu tajam dengan senjata lawan. akan karena senjata itu memiliki desain Harpa yang tentunya itu tidak di buat untuk dalam pertarungan. dan menyatakan alat musik tidak berguna jika beradu tajam dengan senjata lain. dan kegunaan alat musik semasa abad dan kodratnya hanya untuk mengghibur. senandung suasana.


dan juga mengatakan maka tidak akan berguna akanlah di buat beradu dengan senjata pedang atau hal lain nya.


dari mendengar kata dari Viseus, Ephile pun demikian juga mengatakan dengan Serius. Ephile mengatakan juga kalau Seni ukir kayu dalam senjata yang mereka buat itu akan di sayangkan juga bila mana bagian kayu yang tidak memiliki lapisan armor besi. yang sudah di ukir itu harus menerima pukulan besi tajam dari musuh.


akan karena Ephile memberikan pendapat kalau ukiran yang sudah di buat begitu bagus harus lecet, tergores, terpotong. dan hancur. bahkan hampir keseluruhan senjata itu memiliki banyak ukiran yang di sayangkan jika saat bertarung.


Veseus pula mengatakan kalau senar Harpa itu juga rentan terhadap benda kasar yang membuat nya putus. dan mengatakan tidak sepertinya masuk akal jika di buat senjata bertarung.

__ADS_1


paman mijun pun sepertinya juga ikut demikian.


namun sepertinya dia tidak banyak menghawatirkan tentang mata senjata dan lapisan armor dari senjata itu. Mijun sekiranya melihat kalau bagian mahkota senjata itu tempat lilin. maka jika mahkota lilin yang terbuat dari besi itu juga pastinya akan patah dan hancur berkeping-keping bila bertabrakan dengan senjata atau hamparan kosong.


dalam gumam Mijun, Ephile dan Viseus bingung.


dalam benak nya mereka berfikir sebenarnya senjata atau karya seni yang telah mereka buat nya.


tak lama kemudian Vegarddian meletakkan beberapa banyak lilin di atas tempat mahkota senjata itu. Vegarddian pun sembari mengatakan


pada waktu itu. bahwa ini adalah senjata pusaka.


tak banyak berfikir ketiga orang yang melamun. Mijun, Ephile dan Viseus pun sudah terpecahkan dalam gumam dalam benak nya yang telah beberapa lama mencari tahu jawaban di fikir dan angan nya.


Paman Mijun pun mulai mengatakan bahwa dia lupa dengan sebuah unsur kekuatan. dan mengatakan pada vegarddian tentang kekuatan.


benarkah Vegarddian akan memberikan unsur atau komposisi magis dalam senjata itu.


jawaban Vegarddian bahwa senjata itu sudah memiliki unsur magis di dalam nya. kini tinggal dirinya saja yang harus sebagai mana menggunakan nya.


dan Mereka bertiga bertanya tentang sebuah nama untuk senjata tersebut. jawab Vegarddian kalau senjata pusaka. dan di beri nama saat itu juga bernama Simfoni Sabit Arwah.


Mijun, Ephile dan Viseus merinding saat mendengar nama itu. keanehan dan kecurigaan sangat besar pada tiga orang itu ingin mengetahui lebih dalam.


Namun segera paman mijun mengakhiri malam itu dengan makan malam yang membuatnya kenyang karena kerja keras.


di pagi hari Ephile dan Viseus berpamitan untuk pergi pulang. Vegarddian dan paman mijun berterimakasi pada mereka berdua yang telah banyak membantu. berkenan Vegarddian dan paman Mijun juga berharap bisa mengunjungi kembali ke rumah tinggal nya Ephile dan Viseus.


hari itu membuat Vegarddian senang dan bangga telah memiliki paman mijun yang bisa memberikan keinginan Vegarddian. jawab mijun dengan percaya sepenuh hati pada Vegarddian untuk selalu mengingatnya tentang semua upaya nya adalah rasa rindu pada nya.


Vegarddian dan paman Mijun pun berpelukan menaruh rasa sayang nya. karena di hati Vegarddian merasa siapa lagi seseorang yang bisa di peluk pada saat itu kalau bukan paman Mijun.


tanpa ada waktu kesempatan berlama lama. tuan Hesar yang sudah kembali dari Negeri Hanoi melambaikan tangan pada arah Vegarddian dan paman mijun.


sambil berteriak memanggil untuk segera berangkat saat itu juga. Vegarddian yang merasa waktu itu berlalu begitu cepat mengatakan pada paman mijun. namun paman mijun yang sudah faham dengan Hesar tak perlu ada hal yang di jelaskan.


segera paman mijun mengambil beberapa bekal yang sudah di siapkan untuk Vegarddian dan tuan Hesar. begitu juga awak kapal sudah di siapkan untuk membawa senjata pusaka Vegarddian.


membuat Vegarddian harus berjalan menoleh kebelakang memandang paman mijun seorang.


sampai dia sadar bahkan mungkin dia teringat oleh paman jinggo seolah berdiri jajar dengan paman mijun. di hati Vegarddian sadar entah ada hal apa yang akan terjadi pada paman mijun setelah dia tinggal pergi.


Vegarddian pun berlari lagi kepada paman Mijun untuk memeluk erat sekali lagi sambil menangis.


paman mijun tak tega rasa nya jika Vegarddian tahu kalau saat ini paman nya mijun umurnya hanya tinggal sedikit lagi. karena paman mijun sudah menyelesaikan tugas wasiat dari ibu nya Vegarddian. yang bertemu dalam mimpi untuk membuatkan vegarddian sebuah senjata sebagai tanda kelahiran pangeran kegelapan.


namun pada saat itu. apa yang paman mijun pikirkan dan Vegarddian rasakan saling terhubung satu sama lain merasakan kalau mereka berdua tidak akan bertemu lagi.


dari Negeri Yehima berangkat dari Negeri Tanor.


di perjalanan kapal itu Vegarddian sangat merasa sedih dan jenuh. dia bertanya dengan tuan Hesar kalau sepertinya di kata itu Vegarddian seperti sudah tidak memiliki siapa siapa lagi. begitu dia harus entah kemana pergi menjalani hidup.

__ADS_1


tuan Hesar sambil membakar cerutu besarnya. mengatakan dengan santai. di kata itu menyarankan untuk melakukan sesuatu hal lain. agar dia bisa untuk menikmati hidup. bila saja hanya diam tak bisa melakukan sesuatu kehidupan seperti tidak ada guna nya. semasa itu baik di lakukan pada kehidupan sekitar maka dia akan memberikan timbal balik hal yang baru yang belum di ketahui. dan di situ maksud sesuatu yang baru akan menemukan tujuan hidup. adalah sebuah Makna di sebut Simfoni.


kini Vegarddian merasa bersemangat lagi untuk bisa berfikir jernih. mengucap terimakasih pada tuan Hesar. mereka berdua memandang senja di mana matahari saat tenggelam yang memancarkan rona warna merah menyala. membuat hati mereka masing-masing merasa nyaman dan tentram.


__ADS_2