VEGARDDIAN

VEGARDDIAN
Bab 3


__ADS_3

3 hari perjalanan kapal menuju Negeri Tanor.


Vegarddian datang dengan membawa banyak barang bawaan. beberapa langkah Vegarddian meninggalkan kapal. Vegarddian di hampiri oleh teman nya dia adalah Drenal, Tristan dan Lorion serta Ariel dan Teya ada bersama mereka.


dengan raut wajah hawatir dan marah karena sedih. teman-teman nya merangkul Vegarddian dan meminta maaf tanpa sebab. entah apa yang di pikirkan oleh teman nya kalau beberapa minggu lampau telah meninggal kan nya untuk tidak mengunjungi nya karena dalam beberapa hari ini kota Nesty town mendapat kabar kalau beberapa telah terkena musibah bahwa ada mahluk langit yang membuat onar di Negeri Tanor ini. dan salah satu desa dimana Vegarddian berada telah hancur di serang oleh mahluk langit.


sehingga teman nya mengira seperti merasa bahwa Vegarddian., dirinya telah mati menjadi korban bencana tersebut.


dengan gupuh Vegarddian mengatakan bagai mana dengan keselamatan semua orang penduduk nya.


jawab Teya semua orang yang terluka berkumpul pada pusat akademi.


dan sesungguh nya semua orang tidak di perbolehkan keluar dari batas kerajaan.


Ariel taman nya mengatakan bahwa mereka sangat peduli untuk mencari nya ialah Vegarddian tersebut.


dan Tristan yang menanyakan kabar tentang nya.


Vegarddian mengatakan kalau dirinya baik-baik saja dan sebelum nya dia lupa kalau Vegarddian pergi tanpa berpamitan dengan teman-teman nya. karena mendesak tidak memiliki waktu.


setelah beberapa lama berbicara sambil mereka berjalan. mereka saling membantu membawa bawaan Vegarddian untuk meringankan bebanya.


mereka berjalan tidak jauh dari pelabuhan itu. menuju rumah gurunya yang bernama Pashastri. untuk sementara mereka istirahat.


tat kala tuan hesar juga mendengar apa yang di katakan oleh anak remaja teman Vegarddian itu


tuan Hesar merasa was-was dengan keadaan yang mungkin akan terjadi.


malam itu tuan hesar tidak akan pergi berlabuh kembali setelah menukarkan dagangan yang menjadi pekerjaan nya.


secara pasti dalam batin tuan Hesar berkata kalau ada yang tidak sewajarnya bila mana mahluk langit yang di katakan itu sudah memporak-porandakan sebuah desa.


segera burung hitam milik tuan Hesar yang bernama Arthendose itu di perintahkan untuk melihat keadaan sekeliling wilayah yang di duga ada invasi dari mahluk itu di buru sebagai ancaman.


waktu tengah malam itu semua orang di kota-kota terdekat tidak bisa tidur. akan karena rumor dari kota Nesty town telah beredar pada seluruh masyarakat Negeri Tanor. bahwa sesuatu yang berdatangan itu lebih dari satu bahkan puluhan mahluk langit yang kala saat itu membumi hanguskan kota Nesty town.


Vegardian di dalam rumah tempat guru Pashastri beserta teman nya pun membahas tentang mahluk itu. pada kenyataan yang di hadapi guru Pashastri. mahluk itu adalah peri yang telah lama untuk mencari sebuah benda yang telah hilang. dan benda itu mungkin sangat berharga bagi kaum nya. karena dari mereka mengatakan kalau benda itu jatuh pada tempat kota Nesty town.


beberapa waktu dari teman Vegarddian yang bernama Ariel dan Teya itu berpamitan untuk segera pulang. akan karena hawatir jikalau keluarga nya mencari mereka begitu juga waktu sudah larut malam.


tersisa di ruang tamu itu ada Vegarddian, Drenal dan Tristan. yang masih membahas tentang kejadian itu. guru Pashastri mengatakan kalau benda yang membuat jadi masalah itu sangat berpengaruh besar. sehingga para peri itu akan mengancam bila mana tahu kalau benda itu berada pada tangan manusia dan berada pada tempat itu. maka para peri akan membakar seluruh Negeri dan mengutuk para manusia yang berada di wilayah tersebut.


Vegarddian menanyakan seperti apakah wujud mahluk langit yang di sebut peri itu.


guru Pashastri mengatakan mahluk itu memiliki bentuk tubuh seperti manusia berukuran lebih tinggi. dan memiliki sayap seperti burung yang sangat lebar.


dia memiliki lingkaran cahaya di belakang kepalanya. memiliki kuku tajam dan tanduk jalu di kedua lengan nya. tulang dada yang keras seperti perisai.

__ADS_1


mahluk itu di yakini mahluk suci karena dia lebih tua dan sudah ada sebelum zaman ini.


rasa penasaran Vegarddian tidak bisa membuat nya tidur. malam itu Vegarddian memikirkan seperti apa mahluk itu dan benda seperti apa yang di cari nya.


di tengah perjalanan pulang teman Vegarddian Yang bernama Ariel dan teya seperti memperebutkan sesuatu ada pada tangan mereka. benda itu terlihat seperti membisikan sesuatu yang dapat merubah mereka untuk saling memiliki satu sama lain. dan benda itu adalah milik Vegarddian yang di mana Ariel dan Teya memang sengaja mencuri untuk mengambilnya. mereka berdua melihat saat membantu membawa barang bawaan nya Vegarddian saat turun dari kapal.


di saat Ariel dan Teya saling merebutkan benda itu membuat mereka saling bertengkar hingga sampai salah satu dari mereka harus saling membunuh. Ariel begitu berambisi setelah melihat gulungan benda itu dan benda itu bersinar putih terang seperti akan memberikan kekuatan besar yang bisa membuatnya lebih kuat.


Ariel seperti juga merasa senang dan kecewa harus membunuh adik perempuan nya sendiri.


namun tidak besar menyesal demi sebuah kekuatan Ariel telah memiliki nya. tanpa rasa bersalah Ariel membuang jasad adik nya di lempar pada jurang yang sangat dalam. agar tidak di ketahui oleh siapapun.


pagi hari saat Vegarddian bangun guru pashastri , Drenal dan Tristan sudah bersiap siap untuk pergi ke akademi untuk mulai mempersiapan gladi berlatih dalam ajang ujian akademi.


di hari itu Drenal dan Tristan masih seperti tidak semangat. karena hari itu masih hari ke 14. Drenal dan Tristan kehilangan orang tuanya. di sebabkan korban kejadian itu.


namun pada saat Vegarddian datang mengatakan kalau mereka berdua tidak akan merasa sedih lagi. beberapa kata dari Vegarddian dia juga ikut bagian dalam kesedihan. setelah mendengarkan Vegarddian bahwa sebenarnya paman nya jinggo juga sudah tiada pada 2 bulan lalu sebelum mereka mencari Vegarddian dan ternyata dia telah banyak menenangkan diri saat terakhir berpapasan.


kini Drenal dan Tristan pun merasa lebih tenang untuk tetap tegar menjalani nya. di saat itu mereka bertiga senasib dalam kesedihan yang sama.


pada saat setelah mereka masuk dalam sebuah akademi. di kegiatan itu para Maestro mendapat tugas untuk menyeleksi siswa yang berbakat dan berprestasi saja untuk segera di rekrut menjadi pelindung kerajaan di Negeri tanor dan akan mendapatkan tugas.


menilik dari tidak ada tanya jawab yang jelas dari kepemimpinan Maestro dan para guru. beberapa anak dan siswa langsung di golongkan untuk menjadi prajurit dan petugas kerajaan. tanpa harus menyeleksi dalam kelulusan mereka harus segera di persiapkan.


dan tak butuh berlama-lama pagi itu semua siswa di bubarkan untuk di perintahkan memasuki gerbang pengungsian untuk berlindung.


dan pada waktu malam hari tiba banyak pasukan prajurit sudah bersiap untuk menyambut peperangan dengan para mahluk langit yang di sebut peri.


bulan purnama yang sangat terang di malam itu


membuat wilayah negeri Tanor sangat terlihat terang. namun tat kala itu menjadi sebuah tanda kalau para peri sudah menyiapkan pasukan dan segera membuka pintu gerbang dari sebuah cahaya bulan yang menjadikan nya sebuah portal dimensi.


peperangan itu terjadi antara kaum manusia dan mahluk langit di sebut Peri.


dan begitu besar bagian wilayah Tanor itu di jadikan medan pertempuran. kebakaran kota dan kerusakan yang seperti hujan api dan badai angin. pula kilat petir yang menyambar di mana-mana dan membuat wilayah bumi berguncang atas peperangan Kaum manusia dan peri.


di waktu peperangan tersebut Vegarddian hanya terdiam dari melihat dan mendengarkan sebuah suara peperangan tersebut.


guru pashastri dan para maestro lain nya saling melindungi dan mewaspadai wilayah pengungsian tersebut.


tidak ada yang bisa di lakukan banyak oleh Vegarddian yang saat ini merasa ketakutan. dan tidak bisa berkonsentrasi dengan baik.


namun beberapa saat setelah Vegarddian menatap atap dan melirik mengintip di luar dinding pintu. Vegarddian melihat bahwa teman nya yang bernama Tristan dan Drenal memakai baju Zirah dan perlengkapan perang. yang membantu menjaga di luar pintu gerbang itu.


dalam hati dan Vegarddian berfikir kalau teman nya akan menjadi pelindung dirinya dan semua orang di dalam.


bahkan Vegarddian melihat teman nya Marlhantor yang kala itu lawan saing nya di akademi. kini Marlhantor saat itu berperang melawan para peri dengan kesungguhan bertarung.

__ADS_1


saat kala itu Marlhantor berhasil membunuh 3 peri dan Marl hantor juga mendapat pukulan telak dari mahluk itu dan membuat Marlhantor terlempar dan tersungkur terlihat begitu menyakitkan.


Vegarddian yang melihat itu merasakan gemetar di tangan nya dan membuatnya berkeringat dingin.


dan tidak sampai di situ Tristan yang sempat menoleh kebelakang untuk melihat pintu gerbang pelindung begitu juga Vegarddian yang juga melihat Tristan sedang menoleh ke arah pintu itu. di wajah Tristan yang terlihat sedih dan serius seperti memberikan pesan untuk kalanya dia akan bertarung untuk maju melawan para peri.


Vegarddian yang merasakan dan seharus nya dia tidak disini untuk berlindung di balik pintu perlindungan. Vegarddian meminta dirinya untuk keluar dan membantu para temanya yang sedang berjuang melawan para peri.


namun apa keadaan Vegarddian saat itu adalah sebuah emosi. dan dia hanya berteriak marah untuk mereka para penjaga pintu gerbang pelindung untuk segera mengeluarkan nya.


mendobrak dinding pintu itu dan membuat gaduh dalam tempat perlindungan itu. semua orang dalam ruang itu memberikan peringatan pada Vegarddian untuk tidak membuat orang lain di sekitarnya bising dan tenang melihat nya sambil memohon dan ber Do'a. memberikan keselamatan.


dengan bijak Vegarddian meminta maaf dan meminta semua orang untuk membantu mengijinkan dia pergi untuk ikut bertarung.


Guru pashastri yang sedang bertapa dalam tempat perlindungan itu telah membuka kedua matanya untuk bisa mendengarkan permohonan Vegarddian. dengan memberikan ijin dan semangat pada Vegarddian Guru pashastri membiarkan nya untuk keluar dengan ijin nya yang seperti meyakinkan pada nya.


pesan guru pashastri itu kepada Vegarddian untuk selalu percaya dengan dirinya sendiri.


dan saat itu juga Vegarddian menganggug dan berjalan keluar dan fokus penuh dengan konsentrasi tinggi yang di bawanya menuju medan pertempuran.


Vegarddian berlari dan melompat jauh sehingga sampai dia percaya diri kalau dia bisa terbang. maka saat itulah Vegarddian bisa terbang dan saat dia berteriak penuh keyakinan dia sampai melesat ke atas dan sambil melemparkan sesuatu ke arah para peri dan senjata yang muncul itu berwujud rantai dengang mata tajam seperti mata panah. begitu banyak rantai itu yang saling berjatuhan dan mengajar target musuh nya.


sehinga membuat Vegarddian mengamuk di tempat pertempuran itu menjadi tidak bisa terkendali. dan saat itu juga Vegarddian yang awal nya berkonsentrasi sekejap hilang dan beralih menjadi ambisi amarah setelah melihat prajurit dan teman-teman lain nya tewas dan luka di tempat itu.


berada dalam jiwa Vegarddian dalam hatinya meronta-ronta membuat gelapnya rasa yang dirasakan sudah sampai ujung kesabaran. membuat dirinya kuat dengan amarah yang dia miliki sehingga kala itu bayangan dari Vegarddian memeluk dan merangkul nya dan tatkala bayangan nya sendiri itu memeluk dirinya dan menutup mata hati vegarddian dan mengambil tubuh seutuhnya di semua jiwa dalam emosi yang di milikinya sekarang.


kini jubah Vegarddian yang awalnya hijau berubah pekat menjadi hitam berumbai dan berasap hitam tebal menyelimutinya.


rantai hitam yang tercipta dalam tubuhnya keluar begitu banyak dan mengelilingi melindunginya.


kini Vegarddian sudah memiliki bayangan saat terkena cahaya karena bayangannya kini sudah bersatu dengan nya. menjadikan dirinya seperti mahluk berwujud gegelapan yang mengerikan.


tak butuh waktu lama untuk membuat barisan para peri itu kocar-kacir di buat nya. dengan ketakutan saat suara mahluk kegelapan adalah Vegarddian itu terdengar sampai setiap penjuru medan pertempuran. barisan kaum manusia itu ketakutan berteriak dan berlari mundur.


begitu barisan para peri yang saat itu mundur juga dan menjatuhkah mental nya untuk menghadapi mahluk kegelapan itu.


sesampainya barisan peri itu mundur dengan ketakutan membuat pemimpin panglima peri itu terdiam dan tertegun melihat apa yang muncul dan terjadi itu.


panglima peri yang saat itu menyadari memerintahkan untuk meniup terompet untuk mundur dari peperangan.


dan ternyata panglima peri itu takut dengan kegelapan yang dimana dapat memudarkan sebuah cahaya yang bisa membuat portal peri tertutup dan membuatnya tidak bisa kembali ke tempat asal nya dan akan lemah karena tidak memiliki cahaya sebagai sumber kekuatan nya.


Begitu Vegarddian yang masih berwujud mahluk kegelapan membuat sebuah awan kabut Hitam yang berasal dari dalam tubuh dan sekitar dalam tanah untuk menyelimuti sebagian luas area sekitar. dan menjadi gumpalan Awan hitam yang berasal dari dasar tanah.


awan hitam itu membentuk seperti Tornado lubang besar untuk menyelimuti cahaya ke dalam awan itu. terlihat seperti akan menelan cahaya ke dalam kegelapan. sedikit demi sedikit cahaya peri itu mulai pudar dan menghilang.


begitu juga Vegarddian berubah perlahan yang tersadar saat terakhir kali melihat Gulungan kertas pemberian paman jinggo itu di bawa oleh Ariel teman nya sendiri. dan pada saat momen itu Ariel di culik di bawa ratu peri beserta gulungan kertas itu di tangan Ariel.

__ADS_1


dengan rasa memahami kalau kini teman nya yang bernama Ariel itu telah mencuri benda gulungan itu darinya. dan dari benda gulungan itu Vegarddian mengerti kalau semua ini terjadi sebuah peperangan yang mengakibatkan hal yang sampai seperti ini.


__ADS_2