
Mereka menikmati waktu yang berlalu dengan indah.
Tidak ada hal lain yang paling membahagiakan selain melihat diri kita sendiri sukses.
Hal ini yang di rasakan Oleh anggota inti Bradiz.
Hari kebahagiaan yang mereka tunggu tidak lebih dari beberapa bulan lagi.
Yup! Mereka sedang menunggu hari kelulusan,mungkin sekitar beberapa bulan lagi.
Lupakan tentang kelulusan, mari beralih ke tempat anak anak Bradiz Yang kini sedang membicarakan hal hal random dan tidak berfaedah.
"Eh,lu udah tau belom? Kalo bakal ada anak baru". Rafa yang memang selalu up to date membeberkan info yang cukup tidak penting sebenarnya untuk anak Bradiz.
"Oh? Cewe apa cowo?." tanya Virgo,ya kan basa basi saja sih ia bertanya.
"Cowok,katanya ramean,3 atau 4 orang-an gitu kok.
Terus dia mau masuk kelas kita,gue sih katanya aja". Rafa memakan cake yang di buat ibu nya,memang tadi Rafa membawa beberapa potong cake untuk di bagi ke teman teman nya.
"Wah? Kok gitu? Lumayan nih gue cuci mata,gak setiap hari liat yang sepet". kata Amel terkekeh puas.
"Yee,lagu lu mel."
Mereka membicarakan hal hal random lagi,bahkan mungkin sangking random nya,mereka membicarakan mengapa mr crab sangat melindungi Pearl?
Di mana istri mr crab? Dimana pasangan Squidward? Entah lah itu terlalu random.
__ADS_1
Bahkan kalau di lihat lihat,mereka lebih banyak tertawa dari pada membuat jokes jokes lucu.
Teng teng teng....
Bel berbunyi menandakan jam pertama akan segera di mulai,biasanya 15 menit setelah bel berbunyi,barulah guru yang mengajar datang.
"Cepet banget kayanya." sungut Aldo,dia kan masih ingin sekali bermanja manja oleh kekasih nya,Riri.
"Lu aja kebanyakan bucin sih." ejek Tyo
" bukan bucin sebenernya tuh,cuma gue kan lagi menjalin asmara." elak Aldo.
"Sama aja ***"
.....
Tidak beberapa lama kemudian,Rafa dan lain nya bungkam.
"Selamat pagi anak anak."
"Pagi ibuu." jawab mereka.
"Hari ini kalian kedatangan teman baru,mereka pindahan dari Bogor.
Coba silahkan kalian memperkenalkan diri.
"Halo? Gue Leo Aresta,pindahan dari Bogor.
__ADS_1
Alasan nya,ga ada,pengen aja."kata pemuda itu hingga tak sadar matanya bersitatap dengan 1 manusia yang memang sudah lama tidak bertemu dengan nya.
"Gue David purnama,gue sahabat Leo." dari salah satu anak murid baru tadi,seperti nya orang ini paling dingin.
"Gue Galaksi Sabiano,gue sahabat nya Leo juga.
"Gue Arfan Gionando,gue kebetulan dapat beasiswa disini,kebetulan juga si Leo mau kesini." Arfan tersenyum manis.
Bisa di tebak sekali kalau Arfan ini pintar pintar menghanyutkan loh.
"Baik anak anak,Kalian berempat silahkan duduk di bangku yang sudah di siapkan sekolah,ada tepat di belakang situ.
Dan kebetulan sekali berhubung kali ini ibu ada keperluan mendadak,kalian boleh ambil jam kosong sampai istirahat,saya permisi" bu guru membenahi kaca matanya dan langsung bergegas pergi keluar ruangan.
"Baik ibuu"
Leo memandang seseorang dengan tatapan yang rumit dan sulit di baca ketika melewati meja dari Bradiz dkk.
"Dih songong amat". gumam Diki Heran.
Kok ada manusia menjengkelkan Seperti mereka? Ia tidak habis pikir.
"Mungkin mereka pengen keliatan keren,jadi biarin aja gitu,nanti sadar sendiri". Lontar Vero sambil berbisik.
"Dia mirip sama lo tau!." ujar Dinda menunjuk satu orang di sini.
"Hah?". 'Dia' langsung kaget,ia baru tersadar.
__ADS_1
"Hah hoh terus aja lu" ejek Amel.
"Udah udah,yuk ke kantin gitu,atau ke basecamp? Gue rindu". Virgo membayangkan betapa seru nya orang tawuran,ah dia selalu begini..