
pagi hari telah tiba, burung burung sudah berkicau dengan merdu..
Namun sepertinya Langit terlihat mendung,mentari pun tidak tampak untuk bersinar.
Namun sebagian besar manusia harus tetap melakukan aktivitas mereka,termasuk Virgo yang sedari tadi sudah bersiap siap untuk pergi ke Sekolah.
"Pagi." ujar Riana,terlihat di belakang nya sudah ada Dina yang menunggu.
"Pagi." jawab Virgo,setelah memakai Helm,Virgo langsung menaiki motor besar nya dan melajukan kendaraan nya dengan cepat.
"Gara gara lu tuh,Virgo jadi ngambek." kata Riana melirik ke arah Dina.
Lalu Riana pun ikut memakai Helm dan menaiki motornya.
Lalu ikut menyusul Virgo yang sudah ada di depan sana.
"Gue kan ngomong bener,kenapa malah mereka marah? Gila aja." Dina berdecak kesal,ia menyusul Virgo dan Riana menggunakan motor nya juga.
Mungkin nanti ia akan berdiam diri di cafe Didepan Smapelda,tidak mungkin juga ia ikut masuk kedalam sekolah Virgo.
....
Virgo memarkirkan motor nya di area parkiran sekolah,tanpa berbasa basi lagi,Virgo langsung berjalan ke arah kelas nya.
Tapi belum sampai di koridor,Virgo bertemu dengan seseorang yang membuat nya Ingin memutar jalan nya.
"Wah wah,rajin banget ya Leader Bradiz." Virgo memutar bola mata nya malas,untuk apa orang ini ada di depan nya? Dan parah nya ia Mengatakan hal tidak penting..
"Mau apa sih? Ga ada kerjaan banget." Virgo hendak meninggalkan orang ini,namun sepertinya tidak mudah..
Tangan Virgo langsung dicekal kencang,Virgo tersentak kala tangan orang itu mencengkram tangan nya.
"Wah wah,sombong banget nih..
Leader nya sombong,anak buah nya pembunuh,ckckck hebat hebat.
Hahahaha,lucu lucu,gue terhibur." orang tadi langsung meninggalkan Virgo begitu saja..
Meninggalkan Virgo yang masih mengerenyitkan dahinya pelan..
Apa maksudnya pembunuh? Siapa yang membunuh? Anak buah nya? Member Bradiz?.
Tetapi Siapa yang di bunuh disini? Mereka bahkan tidak pernah membunuh siapa pun.
__ADS_1
Kalau membuat orang sekarat ya pernah beberapa kali..
Tapi kalau membunuh? Sepertinya Virgo tidak pernah mendengar kasus anak Bradiz membunuh seseorang.
"Maksudnya? Apa sih?kok ga jelas banget? Apa gue tanya Sama anak Bradiz ya?, Ah tapi kalo tu orang cuma Ngadi Ngadi aja gimana? Bukan nya percuma?." Virgo bergumam pelan,ia pusing memikirkan apa maksud dari orang tadi.
Pertanyaan nya kembali pada sesi awal,Siapa yang pembunuh?.
Kalau Memang member Bradiz menjadi pembunuh,Virgo akan benar benar bertanya dahulu,mengapa ia membunuh seseorang.
Namun ini seakan menjadi teka teki silang bagi Virgo.
Mungkin ia harus bertanya pada 'orang itu' agar nantinya jelas dan ia tidak memfitnah siapa pun.
Ah belum selesai masalah perginya Aries,kini sudah muncul masalah yang baru lagi..Virgo kini sudah memasuki kelas nya,terlihat beberapa siswa/i sudah menduduki tempat masing masing.
Bahkan member Bradiz sudah datang ke kelas,biasanya mereka itu datang nya telat sekali..
Tapi entah ada gerangan apa,tiba tiba mereka sudah berangkat di jam 7 pagi.
Bukan nya aneh ya? Haha!.
"Tumben kalian udah berangkat,ada apa gerangan?" Virgo langsung duduk di kursinya dengan santai,sedikit berusaha melupakan masalah tadi.
"Ya engga,Kan cuma nanya aja." Virgo menaruh tas nya kedalam laci.
"Anyway Aries mana? Kok lu sendirian? Tumben nih." Rafa membuka suaranya,dia tidak melihat Aries, biasanya Aries akan selalu menempel pada Virgo.
"Oh iya,kemaren dia bilang ke gue kalo dia ke rumah utama yang ada di bandung.
Dia minta izin 1 minggu an lah." kata Virgo menjelaskan poin penting nya saja.
"Wah dia kok dadakan banget?." Dinda berucap sembari membenarkan Rambut panjang nya.
"Iya tuh,ga pake persiapan dulu apa ya? Baju nya kan banyak di kost an." Aldo berbicara sambil memainkan game yang ada di handphone milik nya.
"Eh eh cewe gue mana?." Aldo kembali bersuara.
"Ada,nanti bentar lagi dia masuk..
Tadi gue berangkat duluan soalnya." kata Virgo menjelaskan.
"Eh si Dina Dina itu kemana?." tanya Arshad pada Virgo.
__ADS_1
"Kayanya dia bakalan ngadem deh di cafe depan,gak mungkin dia masuk area sekolah." jawab Virgo.
"Wah,beneran ga bebas sih." Tukas Tyo dan di angguki oleh teman teman yang lain nya.
"Eh nanti pas istirahat ada yang mau gue omongin,kalian siap siapa ya." ujar Virgo menatap teman teman nya yang kini tengah mengerenyitkan dahi masing masing.
"Ha? Mau ngomong apa?." tanya Vero
"Iya tu,mau tanya apa sih Vir?." Rafa ikut menimpali.
"Bau bau nya penting nih." kata Tyo.
"Lumayan,bisa dibilang penting bisa juga enggak." kata Virgo sambil mengendikkan bahu.
Sedang asik pada pikiran masing masing,tiba tiba Riana datang memberikan senyum Pepsodent nya.
"Pagi semua." Riana menyapa.
"Pagi." ujar anak Bradiz.
"Eh diluar ujan ya??" tanya Amel para Riana.
"Iya nih,makanya gue buru buru.
Soalnya ujan nya hampir deres,tau
Begini tadi males berangkat,
Hehehe." Riana tertawa kecil sambil duduk di samping Aldo.
"Ya,itu mah kesenangan lu nya." kata Tyo yang juga ikut tertawa.
"Iya dong,ah agak nyesel berangkat nih."Riana semakin tertawa membuat yang lain itu menyesal,tau begini mereka masih tertidur di kamar masing masing.
"Ah udah udah,bentar lagi masuk nih kalo ada gurunya." kata Virgo pada anak Bradiz yang masih asik tertawa.
"Eh iya juga nih,perasaan jamkos mulu ya kalo kita masuk kelas." kata Arshad dan di setujui oleh member yang lain.
"Iya ih bener,kalo kita masuk kelas pasti ada aja jamkos nya." kata Amel menyetujui ucapan Arshad.
"Giliran kita lagi bolos full mata pelajaran,emang agak aneh sih." kata Amel terkekeh pelan..
Jadilah mereka kini tengah menunggu guru yang akan mengajar dikelas.
__ADS_1