
Virgo dan yang lain nya kembali fokus ke kue mereka,tidak lama setelah kue mereka habis,Telepon Virgo berdering keras,itu mengalihkan perhatian member Bradiz yang lain.
"Siapa Vir?." tanya Amel pada Virgo.
"Siapa siapa? Kok lu muka nya asem gitu?." tanya Dinda di angguki Riana dan yang lain.
"Jangan jangan?." belum selesai Tyo menyelesaikan ucapan nya,Virgo langsung menyela.
"Aldin." mereka langsung membelalakkan mata nya.
Bagaimana bisa Dina menelfon saat selesai di gibahi? Wah sepertinya Dina ini Cenayang ya!.
"Hah? Terus? Angkat beb!." kata Aries ikutan panik dan nge bug.
"Iya" Virgo hanya bisa menjawab sekena nya,lalu ia memencet tombol loudspeaker.
Call
...
"Hallo? Kenapa Din?" tanya Virgo deg deg an.
"Lu dimana? Gue di depan Kost kost an lu! Malah ngilang! Ini udah lebih dari jam pulang sekolah!pulang! Atau gue yang samperin?"
"Hah? Eh lu ke sini aja,gue masih nongkrong,masih lama.
Nanti gua share lokasi nya lewat whatsapp." ujar Virgo pada sepupunya itu.
__ADS_1
"Yaudah!."
tutt..
Telefon nya di tutup sepihak oleh Dina.
....
"Hah? Gila anjir gila! Masa begitu? Galak bener?." Tyo melongo,Arshad bengong dan yang lain pun berdecak tidak percaya.
"Wah alamat gak bebas lagi nih kita besok." ujar Aries mengusak kepalanya.
"Iya,bener..maaf gue juga takut masalah nya sama Dina..hehe" Virgo hanya bisa tertawa kecut saja...
Mari kita tunggu kedatangan Dina yang 'di tunggu tunggu' haha!! Selamat bersenang senang kawan!
.....
Mereka sedang memperhatikan satu objek yang tengah memakan kue dengan menggunakan tangan nya..
Lahab sekali? pikir member Bradiz.
"Eh..anu Din,Elu gak mau pakai sendok gitu?." tanya Riana hati hati,soalnya Dina sedikit sensitif orang nya.
"Nggak,males." kata Dina,
Ya! Orang tersebut ialah Dina.
__ADS_1
Jadi,Dina datang ke toko kue Ibu nya rafa dengan kurun waktu 20 menit,ia kebetulan membawa motor besar milik nya yang berwarna hitam pekat.
"mau nambah lu?." tanya Virgo pada Dina.
"Boleh,beliin gue roti yang ngenyangin.
Gue laper,roti buaya kalo ada ya." ujar Dina santai,tangan nya ia Lap ke baju milik Arshad dan tangan kanan nya ia lap ke celana Vero.
Yang di begitu kan pun hanya bisa melotot dan pasrah.
Ya mau bagai mana lagi? Kalau melawan nanti Bisa di sleding dadakan mereka.
Bagaimana pun juga Dina ini adalah calon tentara yang masa kerjanya tertunda! Pasti masih sangat segar bugar..
Bisa meleyot lah mereka kalah melawan Dina.
"Ibuu! Bu bikinin roti bu yang bikin kenyang! Ambilin 2 ya bu! Buruan bu!, Itu orang ngeri soalnya." Rafa berlari mencari ibu nya,lalu ia membisikkan kalimat terakhir dengan pelan sekali.
"Hah? Oh yaudah iya! Yaudah tunggu 10 menit lagi ya". Ibu nya Rafa langsung mencari roti yang menurut beliau bikin kenyang.
"Udah,tungguin aja.
Masih disiapin sama ibu gue,katanya di suruh tunggu 10 menit lagi." ujar Rafa ter engah engah.
"Oh? Oke tenang gue siap nungguin." kata Dina santai,lalu kakinya ia naikkan di atas sofa..
Entah lah kemana perginya mental anak Bradiz ini,masa di depan Dina langsung Ciut? Astaga haha!
__ADS_1
........
jangan lupa like ya