Virgo (Sudah Terbit)

Virgo (Sudah Terbit)
ga tau sih


__ADS_3

"Emm..bagus deh kalo kamu belum punya pacar hehe." Alana melanjutkan lukisan nya dengan riang gembira.


"Loh kenapa?." Aries bingung,mengapa Lana senang ketika tau dirinya belum mempunyai kekasih?.


"Emm..sebenernya aku suka sama kamu,kamu baik banget sama aku.


Aku udah suka dari kita kelas satu SMP yes." Lana menunduk malu malu,entah lah ia lega saat sudah mengungkapkan perasaan nya.


"Kamu suka aku Lan?." Aries membelalakkan matanya dengan lebar,ia kaget sekali dengan penuturan Alana..


Bukan masalah apa apa tapi kakak kembarnya,Galaksi,pun menyukai Alana.


Dan tanpa di ketahui Aries dan Alana,Galaksi sudah mendengar semua pernyataan Alana tadi..


Hati Galaksi hancur sehancur hancurnya,saat tahu sang pujaan hati malah menyukai kembaran nya sendiri.


Namun belum sempat Aries menjawab pernyataan dari Alana,Galaksi sudah duduk di samping mereka dengan membawa tiga gelas air kelapa,ia tersenyum seolah tidak terjadi apa apa.


Galaksi ikhlas kalau Aries memang di takdir kan untuk Alana-nya.


Galaksi rela kalau Alana memang menjadi kekasih adik nya.


tidak apa apa,Galaksi tidak membenci Aries atau siapapun itu,Takdir memang terkadang cukup lucu untuk membalikkan hati seseorang.


"Ini air kelapa nya,di minum ya..tadi soalnya kalian abis lari larian juga." Galaksi tersenyum menampakkan gummy smile andalan nya.


"Iya,makasih ya Gala." ujar Alana sembari minum air kelapa yang di berikan oleh Galaksi tadi.


....


Sekarang sudah pukul empat sore,mereka bertiga langsung pulang kerumah masing masing...


seperti biasanya,Alana berboncengan dengan Aries..


Mereka menaiki sepeda dengan cukup santai..


"Jadi gimana yes? Kamu mau pacaran sama aku?." Alana tersenyum kembali,Aries terdiam..


Ia tidak menyukai Alana,bahkan ia tau kalau Galaksi lah yang mencintai Alana.

__ADS_1


"Maaf Al,jangan kecewa ya..aku gak bisa nerima kamu." Aries terdiam sesaat laku melanjutkan kata katanya.


"Aku gak suka sama kamu,sayang aku ke kamu gak lebih dari adik ke kakak.


Maaf sekali lagi." Aries langsung diam.


Sedangkan Alana sudah tidak mampu berkata kata lagi,ia malu,sedih bahkan kecewa.


Tapi ia tidak bisa marah,Aries terlalu baik untuk di musuhi.


"Eh? Hehe ga papa kok,yang penting aku udah jujur." Alana tersenyum lagi.


Lalu tidak lama kemudian mereka sampai di rumah masing masing,memang rumah mereka bersebelahan..


Omong omong,Galaksi sudah pulang duluan karena katanya segera ingin mandi.


Dari sini masalah bermula,Alana kerap kali melamun, bahkan terlihat sekali kalau ia sedang depresi,rasa suka Alana terhadap Aries itu sudah termasuk Dalam kategori terobsesi..


Dari sini pula Galaksi mulai membenci Aries,


Ia tidak suka melihat Alana menjadi depresi seperti itu..


Bibit bibit kebencian kian besar memenuhi hati Galaksi.


Disana ada Galaksi dan Aries yang menyaksikan langsung kejadian memilukan tersebut.


Flashback off


Galaksi terlihat berkaca kaca,ia kembali membuka luka lama yang Masih menganga lebar.


Sedangkan yang lain masih shock,mereka tidak menyangka bahwa Aries dan galaksi adalah Saudara kembar yang terlibat dalam satu masalah lama.


"Aries yang bikin Alana meninggal! Dia ada di sana pas kejadian!." galaksi berteriak dan menangis,ia masih saja terngiang ngiang bagaimana ekspresi Alana ketika terjun dari Rooftop lantai dua.


David,Arfan dan Leo berusaha menenangkan Galaksi,tidak sekali dua kali Galaksi berteriak seperti itu.


Entah trauma separah apa yang galaksi terima, hingga mengakibatkan gangguan psikis yang cukup ketara.


"Jadi? Aries yang dorong Alana Alana itu?."Tyo bergumam pelan..

__ADS_1


Virgo masih terdiam,masih ada hal janggal yang sangat tidak logis,bukan kah ada Galaksi juga di sana? Mengapa hanya Aries yang di tuduh?


"Gue gak percaya! Lu bohong Gal!." Virgo berteriak,ia tidak akan pernah percaya dengan omongan busuk Galaksi..


Ia tau galaksi berbohong..


iya kan?..


"Terserah kalo lu gak percaya! Tap-" belum selesai Galaksi bicara,suara lain sudah menginterupsi nya.


"GUE GAK PERNAH BUNUH SIAPA PUN!." Teriakan Aries menggema di penjuru Lapangan yang hening.


"Aries?." member Bradiz agak kaget,pasalnya memang Aries berkata akan pergi selama seminggu..nyatanya ia malah datang di saat sedang bersitegang seperti ini.


"Hahaha! Lu dateng juga ternyata ya..


Aduh gue makin eneg liat muka lu." Galaksi melepaskan pegangan teman teman nya...


Ia berdiri sembari menatap Aries.


"Kenapa? Kenapa lu nuduh gue Gal?! Salah Gue apa?! Gue sama sekali gak nyentuh Alana pas dia mau lompat! Gue cuma liat Lu sama dia di Rooftop Dari pintu!." Aries berteriak lagi,ia sudah jengah di tuduh tuduh.


Padahal Ia tidak melakukan apapun.


"Lu yang dorong Alana! Haha! Gue tau!!." Galaksi berteriak sembari menghampiri Galaksi,namun langkah nya terhenti,Aries di jaga oleh banyak bodyguard berbadan besar.


Lalu Aries maju perlahan Lahan mendekati tengah lapangan..


"Gue tau semua nya,Gal..


Gue gak bego,gue pergi untuk ngumpulin bukti bukti yang sengaja lu hilangin,gue ga sebego itu pas tau lu sama geng lu masuk ke sini..


Gue udah persiapan semua nya jauh jauh hari.." Aries menatap Galaksi Dengan penuh dendam.


Galaksi terdiam membisu,bukan tanpa alasan,memang semua kunci ada pada,Aries dan satu orang lagi..


"MASUK!." Aries kembali berteriak,lalu tidak lama kemudian ada seorang perempuan berambut panjang,ia tampak cantik Dengan balutan seragam putih abu abu nya.


"Dia saksi dan kunci yang tau semua kejadian nya dengan persis! Dia yang ada disana selain gue,galaksi dan Alana." Aries tersenyum jahat,ia yakin Galaksi sudah ketar ketir disana..

__ADS_1


Benar saja,Galaksi ingin mencoba kabur,namun sayang sekali..


Anak buah Aries terlalu pintar untuk di bodoh bodohi Galaksi..


__ADS_2