
10 menit berlalu dengan keheningan..
Member Bradiz bahkan tidak berani berbicara apapun,mereka diam dan saling menatap satu sama lain.
"Ini rotinya,semoga suka ya." Tiba tiba ibu nya Rafa datang menghampiri mereka,member Bradiz pun lega..
Setidak nya Dina akan teralihkan fokus nya dengan makanan yang ada di depan nya.
"Makasih ya bu."
"Kenapa liat liat?." Dina menatap heran ke arah manusia manusia yang ada di depan nya..
"Eh? Engga papa kok ngga papa..udah lu makan aja itu." kata Riana tersenyum paksa.
"Oh? Yaudah,lu bayarin Vir." ujar Dina.
Setelah itu ia langsung memasukkan sepotong roti ke mulut nya.
Dina menikmati makanan nya dengan serius,bahkan terkadang matanya sampai terpejam.
"Anyway kalian besok sekolah kan? Gue yang ngawal,di suruh bokab nya Virgo.
Kalau kalian mau protes silahkan noh sama beliau,jangan sama gue." Dina kembali melanjutkan makan nya,ia tidak perduli dengan tatapan melotot tidak percaya milik teman teman baru nya tsb.
__ADS_1
Eh? Teman bukan ya? Soalnya member Bradiz pun juga sangat terpaksa menerima Dina..
Bukan benci loh ya!, Mereka cuma takut kebebasan mereka di ambil begitu saja.
Member Bradiz memilih untuk kembali memesan kue juga,tenang saja kalau soal bayar membayar.
Virgo pasti akan kmembayar pesanan mereka,tidak mungkin ia menerima makanan gratis dari ibu nya Rafa.
Bukan tidak mau,tapi Virgo pun sudah sangat tahu diri,kalau kue yang mereka pesan sudah lebih dari 10 potong.
Bukan kah ibu nya Rafa akan sangat rugi? Virgo sadar kok kawan..
"Vir,gue duluan ya? Gue di suruh pulang sama bokab gue." kata Aries tiba tiba.
"Ke kost an kok,gue cuma di suruh pulang bentaran doang." kata Aries,lalu ia mengusap kepala virgo dan berlalu pergi.
"Bye." kata Aries.
"Ati ati." balas mereka.
"Gue ga yakin tu bocah beneran pulang."Dina tertawa kecil sambil memandangi kepergian Aries.
Bahkan tatapan member Bradiz sangat bingung,maksud Dina apa?
__ADS_1
Mengapa ia mmberkata demikian?
"Lu semua bego." kata Dina lagi..
"Maksud lu apa sih? Kok tiba tiba begitu?." kata Virgo mewakili rasa penasaran dari member lain.
"Dari mana bocah tadi tau kalo dia disuruh pulang?." tanya Dina,sekarang ia masih saja memakan roti yang dari tadi belum habis.
"Ya mungkin di telfon atau di chat kali." kata Diki pada Dina,lalu yang lain nya mengangguk dan setuju.
"Kalian tau kapan dia di chat?, Kalian tau kapan dia di telfon?, Kalo gue sih cuma liat dia makan kue,handphone nya di taruh di atas meja." ujar Dina santai.
"Ya kan bisa aja kalau dia dichat nya pas tadi sebelum lu dateng." kata Arshad.
"Kalian ga bisa mikir kah? Kalo emang begitu adanya,udah pasti dia pulang dari tadi.
Ga pake nunggu nunggu segala,kalo kalian masih tetep ga percaya sama gue,gue mah gak perduli." kata Dina sembari meminum milkshake durian milik nya.
Sedangkan member Bradiz hanya bisa terdiam memikirkan perkataan Dina,mereka merasa aneh juga saat yang di katakan Dina ada benar nya.
Mereka juga baru sadar kalau sedari tadi Aries tidak memegang handphone milik nya,malah Aries memakan Kue nya dengan santai.
Tidak ada tanda tanda ia sedang di buru waktu atau apapun itu.
__ADS_1