
Malam harinya,Dina ,Virgo dan Riana tengah berkumpul dikamar milik Riana.
Dina kini sedang melakukan siraman rohani untuk kedua sepupunya.
"Lu berdua tau nggak? ruginya temenan sama orang orang yang suka tawuran?." Dina melipat tangan nya di depan dada.
Dina menatap Virgo yang kini tengah terdiam,bukan Virgo takut atau bagaimana.
Namun Virgo menghormati sosok Dina,yang memang sedari dulu kerap kali membantunya dalam ilmu bela diri.
Fyi Dina juga ikut kelas taekwondo dan karate dari SD ya.
Bisa dibilang Guru Virgo adalah Dina.
Kalau di tanya hebat siapa? Ya jelas hebat Dina yang jam terbang nya sudah lebih dari sepuluh tahun.
Kalua Riana,ia hanya diam menunduk..
Ia lumayan takut kalau Virgo mengamuk dan bertengkar dengan Dina.
Alamat ia yang susah nanti.
"Gue temenan Sama siapa juga bukan urusan lu sebenernya din.
Lu di utus papa,cuma buat jagain gue sama Riri kan?,bukan buat nasihatin gue untuk pilih pilih temen." Virgo menjawab Dina dengan tatapan kosong.
__ADS_1
"Virgo,gue tau lu beneran sayang sama temen temen lu.
its okay kalo lu masih temenan sama mereka,
Gue juga ga bisa ngelarang tindakan kalian.
But gue minta sama kalian berdua,jangan sekali kali tawuran lagi." ujar Dina sembari menghela nafas dengan kasar.
"Udah lah Din,tenang dulu.
Virgo bisa jaga dirinya kok." Riana membantu Virgo yang di cecar oleh Dina.
"Kalo kalian bisa jaga diri sendiri, gue jamin sekarang gue ga akan ada disini.
Kalian boleh marah sama gue,tapi kasian Sama orang tua kalian dong!.
pasalnya tidak sekali dua kali orang tua Virgo curhat ke Davichi dan Rahman,Yang notabenya adalah orang tua Dina,kalau Virgo anak mereka sering tawuran dan membahayakan diri sendiri.
Tentunya hal tersebut membuat orang tua Virgo sedikit stres , sedih dan khawatir.
"Din,lebih baik lu tidur! Gue males debat sama lu!.
Makasih saran nya,tapi gue belum butuh saran dari lu sekarang ini." Virgo beranjak dari duduk nya,ia memutuskan untuk menghampiri kamar Aries,ia ingin tahu apakah Aries sudah pulang atau belum.
"Yes! Udah pulang belum?." Virgo mengetuk pintu kamar Aries,namun tidak ada jawaban dari dalam sana..
__ADS_1
"Masa dia belum pulang? Ini udah jam delapan padahal..apa dia nginep ya di rumah?." pikir Virgo dalan hati.
Lalu Virgo memutuskan untuk masuk ke kamar nya sendiri,nanti ia akan menghubungi Aries,siapa tahu Aries memang lupa mengabarinya.
Virgo masuk ke dalam kamar,lalu ia menutup pelan pintu kamar nya.
Virgo pun langsung bergegas menuju kasur miliknya,tidak lupa untuk melepas sandal nya terlebih dahulu.
"Apa gue telfon aja ya?.
Tapi kalo dia nya lagi sibuk terus gue ganggu gimana?.
Ah bingung gue..
Apa gue tunggu sampe jam 9 aja ya?.
Kalo dia ga ngabarin gue,baru nanti gue telfon..udah deh gitu aja." Virgo mengangguk mantap.
Lalu ia bangun dari duduk nya dan pergi mengambil tas yang tergantung di dekat lampu tidur..
Virgo berniat mengerjakan tugas yang di belikan oleh pak bambang,besok adalah hari terakhir untuk mengumpulkan tugas.
"Mending nugas dulu ye kan..
Dari pada bingung nungguin anak Dugong bales chat." Virgo terkekeh pelan dan mengeluarkan buku buku yang sekiranya di perlukan.
__ADS_1
Tidak lupa ia juga mengeluarkan laptop dan Ipad nya.