
Bel yang menandakan Jam istirahat berdering di sepanjang koridor sekolah.
Terlihat siswa siswi dari Smapelda memasuki gedung kantin,mereka terlihat tenang dan biasa saja..
Tidak ada yang tahu jika nanti akan ada sebuah drama yang cukup epic.
"Aduh,gue laper nih njir.
Ke kantin yuk? Beli bakso gitu,atau beli soto." ujar Amel sambil memegangi perut nya.
"Iya,gue pengen minum es jeruk asli deh,gerah,laper,mending ke kantin nya sekarang aja." ujar Riana pada mereka.
"Lah,sama gue juga laper banget.
Mending sekarang ke kantin aja." ujar Diki menyetujui usulan Amel dan Riana.
"Yaudah ayo deh,soalnya kalo nunggu nanti,malah makin rame.
Ga epic banget tuh,kita masih ngantri eh tiba tiba udah bel masuk." kata Rafa dan di angguki teman teman nya yang lain.
"Yaudah deh,lets go." ujar Virgo sembari melenggang pergi ke arah kantin.
Member inti Bradiz langsung bergegas meninggalkan kelas mereka,niat awal hanya ingin pergi ke kantin karena sedang lapar.
namun sepertinya mereka harus Menghentikan niat tersebut,bukan tanpa alasan..
Namun masalah besar yang di tunggu sudah dimulai.
"Virgo,gue harap lu ke lapangan sekarang..
Kalo enggak,lu bakal nyesel karena gak tahu siapa yang menjadi seorang pembunuh di circle lu,anyway gue lagi baik sama Bradiz..
Makanya gue tunggu 5 menit kalo lu sama temen lu belum ke sini,gue ga jamin lu bisa tahu rahasianya." Suara Leo terdengar menggema di pengeras suara.
Virgo dan yang lain saling menatap,apa sekarang sudah waktunya mereka tahu siapa sebenarnya yang di maksud Leo sedari kemarin?.
"Fiks lu harus lari Vir,kita nyusul di belakang!,buruan!" Arshad dengan cepat menyadarkan Virgo dari lamunan nya.
"Iya,kalian harus cepet." ujar Virgo sembari berlari menuju lapangan,untung saja mereka sudah setengah jalan..
Kalau mereka dari kelas,5 menit Sangat amat tidak cukup Untuk pergi ke lapangan.
Setelah itu,member yang lain ikut berlari menyusul Virgo,Pasalnya mereka juga penasaran,siapa yang pembunuh? Mengapa pula Leo tidak langsung memberi tahukan nama pembunuh tersebut.
__ADS_1
Virgo sudah sampai di tengah lapangan,ia menatap Leo yang berdiri bersama 3 kawanan nya.
Galaksi,Arfan dan David.
"Wah wah,cepet juga nih ternyata lari nya..gak sampai tiga menit loh." Leo terkekeh dan mulai berjalan mendekati Virgo..
Para guru dan siswa/i hanya bisa berdiam diri melihat 2 sosok berpengaruh yang ada di sekolah ini.
Virgo si leader Bradiz dan ayah Leo si donatur disekolah.
"Apa mau lu? Kenapa lu gak bilang langsung? Kenapa harus pakai teka teki menjijikan gini?!." Virgo berteriak marah,cukup sudah rasa penasaran membunuh nya.
Kali ini ia harap Leo benar benar memberitahukan siapa pembunuh di dalam lingkar pertemanan mereka.
"Eits..bukan nya kalo gue bilang langsung ke elu,itu nama nya gak seru ya? Aduh padahal gue kan suka nya yang seru seru,lebih menantang." Leo terkekeh pelan kemudian merubah raut mya menjadi serius.
"Gak usah basa basi lagi deh,siapa yang lu maksud dari kemaren?.
Jangan sok misterius." Virgo cukup jengah dengan sosok Leo,bukan apa apa..
Tampang Leo sekarang seperti meminta di cakar oleh tangan mulus Virgo!.
"Haha..kaya nya lu udah tahu ya sepenggal kisah dari salah satu temen lu..
Gue tau kemarin dia nguping soalnya,bukan begitu ya Vero?." Leo langsung terkekeh kala melihat muka terkejut member Bradiz,kecuali Vero dsn virgo tentunya.
"Jujur gue cuma tau percakapan temen kita sama satu orang..
Gue ga bisa mastiin kalo yang di dalem kamar mandi itu Leo atau bukan.
Yang pasti mereka bicarain tentang cewek yang bunuh diri karena patah hati." ujar Vero sembari menatap ke arah Leo.
Vero menatap tajam Leo,ia benci ada di situasi seperti ini.
Ia ingin tenang dan bebas,bukan terjebak dalam situasi panas dan buntu.
"Wah wah,bener sih bukan gue yang ada di dalem bilik kamar mandi itu,god job Vero,pendengaran lu cukup bagus..hahahha." Leo kembali terkekeh.
Kini semua makin Rumit,lalu kalau bukan Leo yang ada didalam kamar mandi,Terus siapa?.
Vero mengerenyitkan dahinya,jadi bukan Leo? Kembaran nya 'dia?'.
Lalu siapa?.
__ADS_1
Kenapa Leo yang repot repot memberi tahu Satu demi satu petunjuk kepada Virgo?.
"Duh udah deh cukup ya,gue juga udah males ngasi tau hal hal kaya gini..
Jadi lebih baik sama yang bersangkutan aja.
ayo Galaksi,kasih tau semua nya,gue mundur dulu." Leo terkekeh pelan,ia puas bisa membantu Galaksi,sahabat nya sedari kecil.
Galaksi tersenyum remeh,ia menatap Virgo dengan tatapan yang sulit terbaca.
Entah lah tapi yang pasti Galaksi sudah ada di depan Virgo sekarang.
"Halo Virgo,Kenalin gue Galaksi
Kembaran nya,Aries." Galaksi tersenyum kembali,ia sangat puas melihat raut wajah member Bradiz yang sudah membelalakkan matanya.
"Kaget? Hahaha oke oke gue kasih tau sama kalian ya..
Gue sama Aries itu kembar yang gak seiras,Kami hidup di keluarga yang cukup bahagia..
Gue sayang sama adik kembar gue itu,tapi suatu kejadian bikin gue benci sama dia." kilatan amarah terlihat jelas di mata milik Galaksi,ia kembali mengingat masa masa kelam yang membuat psikis nya terguncang.
Flashback.
Di suatu sore yang indah,terlihat tiga remaja sekolah menengah pertama yang sedang melukis di dekat pantai..
Mereka sedang berjalan jalan di sana,karena memang kebetulan rumah mereka tidak begitu jauh dari pantai.
"Gambaran kamu bagus,Al." ujar Seorang bocah laki laki yang sedikit berisi,bocah tersebut bernama Aries.
"Wah iya nih,gambaran nya Lana bagus." ujar bocah laki laki yang lampak lebih sedikit kurus,ia Galaksi.
"Hehe,kalian bisa aja nih..
Gambaran aku gak sebagus itu kok,lagi pula aku gak bakat menggambar." Bocah perempuan bernama Alana itu tersenyum cerah,wajah nya tersinari oleh matahari,dan itu membuat Nya terlihat cantik berkali kali lipat.
"Eh,aku mau beli es kelapa dulu ya..
Ari sama Lana di sini dulu,sebentar ya." Galaksi tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan adik kembar nya serta satu sahabat nya di bibir pantai.
"Emm,Aries.." Alana memanggil Aries yang tengah sibuk membersikan sisa cat air di tangan nya.
"Kenapa Lana?." Aries menatap Alana yang terlihat ingin mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Em,Aries udah punya pacar belum?." pertanyaan Random yang di tanyakan Alana membuat Aries bingung.
"Belum Lan,kenapa emangnya?." Aries menjawab pertanyaan Lana dengan jawaban yang seadanya.