Virgo (Sudah Terbit)

Virgo (Sudah Terbit)
bingung pilih judul


__ADS_3

Mereka menunggu makanan yang mereka pesan,tak jarang mereka saling memberikan jokes jokes ringan dan tidak berfaedah.


"Vir,lu jadi ke mall nanti?" tanya Amel pada Virgo.


"Jadi mel,gue mau beli buku,buku gue udah ga ada lagi yang belom di baca,jadi gabut gitu gue." kata Virgo sambil memainkan handphone nya sembari menyender di pundak Aries.


Anyway, by the way, busway, Kursi yang mereka duduki itu sofa ya,jadi bisa saling sender menyender.


"Wah,gue pengen ikut tapi gue mau ngerjain tugas minggu lalu,matilah kalo gue belum setor ke pak Lutfi." keluh Amel.


"Iya sih,gue juga belom. Tapi gue udah setengah,tinggal setengah lagi." kata Riana yang memang juga sedang menyandar ke bahu kekasih nya,Aldo.


"Kalo gue udah sih,tinggal beberapa kata kata lagi yang ketinggalan." balas Dinda.


"Hari ini kayanya ceper banget ya? Kaya ga kerasa gitu." kata Vero sambil memainkan sumpit.


"Iya,mungkin karena kita gak ada tawuran tawuran kali.


Makanya kaya cepet,biasanya kan kita nongkrong di basecamp lama banget sampe sore kadangan." balas Tyo dan di balas anggukan dari beberapa anggota.


"Eh anyway kalian ngerasa ada yang aneh gitu gak sih?." tanya Arshad pada yang lain.


"Aneh apa nya?." tanya Virgo mengerenyitkan dahi bingung.


"Iya? Aneh apa si?." kata Aries ikut bingung.


"Tau tuh,tiba tiba bilang aneh."Vero mengendikkan bahu nya.


"Engga,tapi tuh lu semua coba fikir sendiri ya..


Di sekolah kita ada 4 anak baru,dan itu ada di kelas kita semua.


Bukan nya aneh ya?." tanya Arshad sambil memegangi dagu nya.


"Iya si,gue takut nya mereka suruhan anak Smansa atau Smandu buat jadi mata mata."ujar Rafa lalu terdiam sebentar.

__ADS_1


Mereka semua ikut terdiam dan memikirkan hal yang berbeda beda.


"Tapi menurut gue gak mungkin deh Shad,secara melky sama Baim aja udah di rumah sakit sampe sekarat gitu,berani banget hidup nya kalo sampe Nyuruh buat mata matain kita." kata Vero memberikan pernyataan logis.


"Iya juga sih..tapi kan gak menutup kemungkinan Ver,soalnya Melky udah berapa kali aja sekarat karena kita?. Toh ujung nya tetep aja kan mereka gitu lagi gitu lagi?." kali ini Rafa benar.


Mereka kembali merenung,entah lah sampai berapa lama mereka berdiam diri,bahkan sekarang kue kue nya sudah datang di hadapan geng tersebut.


"Makasih tantee" kata Virgo mewakili.


"Sama sama". Ibu nya Rafa hanya tersenyum saja,lalu meninggalkan anak anak remaja ini untuk kembali mengobrol.


"Jangan ngomongin ini lagi deh,mendingan kita makan kue nya..


Dari pada nanti keburu ga fluffy lagi." ujar Riana yang disini terlihat paling netral.


"Iya,yaudah lupain sejenak deh masalah anak baru itu." kata Amel manggut manggut.


"Tapi ngomongin anak baru,Sepupu gue ada yang mau kesini loh.


Dia udah lulus,dia di utus papa buat jagain gue sama Riri." ujar Virgo sambil menyendokkan kue nya..


"Aldin mulyaningrum, Anak nya tante Davichi sama om Rahman.


Anyway dia memang tinggal di Indonesia kok,makanya nama nya autentik banget." ujar Virgo lagi.


"Hah? Dina kesini? Aishh auto gak bebas dong! Secara tu anak ikut sekolah militer,mana keras banget lagi." Riana memakan cake nya dengan tidak semangat.


"Aldin itu cewek? Dina? Maksudnya gimana?" tanya Dinda bingung.


"Iya,dia itu cewek,cuma kami panggil dia memang Dina,biar gak ribet sih...


Dia lebih tua 1 tahun dari kita,tapi dia Udah masuk kelas militer gitu...


Dia ikut kelas akselerasi,jadi sekarang masa belajar dia udah abis.

__ADS_1


Harusnya tahun ini dia resmi jadi tentara,tapi dia keburu di utus papa gue buat jagain Gue sama Riri..


Ya kalian tau kan? Papa gue makin protektif gara gara gue kecelakaan dulu itu,di tambah ada Riri sekarang." ujar Virgo menghela nafas kasar.


"Lah? Terus dia galak gitu?." tanya Vero pada Virgo.


"Banget,gue aja takut sama dia sebenernya..


Bukan apa apa,kalo dia marah muka nya nyeremin." ujar Virgo bergidik ketika membayangkan bagaimana sosok Aldin atau mungkin kita sebut Dina saja ya?.


Sepenggal cerita, Dina memiliki banyak prestasi dipelajaran bidang study mau pun non study.


Jadi sekolah nya dulu memutuskan untuk memasukkan Dina ke kelas akselerasi.


Di sekolah dasar,Dina hanya belajar sekitar 4 tahun.


Di Sekolah menengah pertama,ia belajar dua tahun,dan di sekolah menengah Atas ia sekolah satu tahun.


Jadi total ia belajar hanya sekitar tujuh tahun saja,dan akhirnya Dina memutuskan mengikuti kelas militer di usia nya yang ke 15 tahun.


"Kapan dia kesini?." tanya Rafa.


"Ga tau juga,mungkin besok atau hari ini?." Virgo kembali mengambil sendok dan memotong cake nya.


"Kalo dia di sini kita ga bisa tawuran nih?." tanya Aries yang juga masih memakan kue buatan ibu Rafa tadi.


"Ya masih sih,cuma gak sebebas dulu..


Yaudah lah mau gimana lagi? Memang gitu kodrat nya.


Dina kesini memang di suruh buat jagain kita biar tertib..


Masalah nya kalo Dina itu Gak Kesini,gue sana Riri di paksa pulang sama papa." ujar Virgo,kini ia meminum milkshake nya.


"Yaudah lah mendingan Dina yang kesini dari pada kalian yang pergi". Kata Aldo yang dari tadi berdiam diri...

__ADS_1


Dia sedang nge game.


"iya deh,lagian Dina baik sebenernya." ujar Riana mengangguk anggukkan kepalanya.


__ADS_2