
Bel yang menandakan jam istirahat telah berbunyi,member Bradiz memutuskan untuk makan di dalam basecamp mereka.
Sudah cukup lama rasanya mereka tidak ke basecamp, ini cukup membuat mereka
Merindukan tempat yang dulunya,
Sering menjadi rumah kedua bagi member Bradiz.
"Aduhh kangen nya gua sama ni tempat,
Udah berdebu aja,tapi untung aja makanan frozen nya masih banyak." Ucap Aldo ketika melihat persediaan Makanan di kulkas mereka.
"Wah,goreng aja tuh nugget nya dari pada sisa banyak disitu nanti malah busuk." ujar Virgo pada member yang lain.
"Yaudah bentar,kita goreng,yok mel,Ri." kata Dinda sambil mengajak Amel dan Riri.
"Ayo ayo." kata Riri mengangguk,sedangkan Amel hanya mengikuti dua teman nya ke dapur kecil mereka.
Tidak memakan begitu banyak waktu,nugget yang mereka inginkan sudah ada di depan mata.
"Nih makan makan,sekalian Virgo lu mau ngomong apa tadi." kata Amel sambil membawa beberapa saus sambal,sedangkan Dinda dan Riana membawa 3 piring nugget dan nugget paha ayam.
"Ekhem,kalian ambil posisi dah" ujar Virgo bersiap siap.
Ia sebenarnya agak deg deg an juga.
Takut takut kalau ia salah malah timbul nya Fitnah nanti.
"Memang apa sih? Kok serius banget?." tanya Rafa.
Virgo mulai menarik nafas nya,ia berusaha meyakinkan dirinya untuk memberi tahu member Bradiz.
"Salah satu dari kalian ada yang pembunuh? Atau pernah bunuh orang?.
Atau kalian pernah bunuh orang,dan gue ga tau?." tanya Virgo dengan sekali tarikan nafas.
San yang lain? Mereka tampak bingung, ada yang melongo,ada yang saling tatap bahkan ada yang mengerenyitkan dahi nya hingga berkerut.
Tapi sebenarnya jika Virgo teliti,harus nya ia menemukan satu orang,
yang terlihat sekali gugup dan panik..
Ayolah,itu sangat ketara sekali,ayo temukan
Dia.
Dia ada bahkan ada di depan Virgo,orang itu berkeringat dingin..
Namun dapat dilihat kalau ia juga pandai berkelit lidah.
__ADS_1
Bahkan dari sekian banyak member,tidak seorang pun tahu siapa dia.
"Hah? Maksud nya apa?, kenapa tiba tiba lu tanya begini?." Aldo menatap Virgo dengan wajah bingung nya.
"Iya nih,siapa yang bunuh orang?.
Kalo bikin orang sekarat ya pernah." kata Vero sambil mengerenyitkan dahinya.
"Ada yang bilang ke gue soalnya,
Kalau salah satu dari kita adalah pembunuhh.
dan masih jadi misteri,siapa yang dibunuh.
Kenapa dia membunuh, dan dimana serta kapan." ujar Virgo menatap satu persatu wajah member Bradiz.
Ah sayang sekali,orang tadi sudah menetralkan wajah panik nya..
Kau telat,Virgo.
"Siapa?." tanya Rafa bingung..
Pasalnya, kapan Virgo mempunyaI seseorang yang bisa memberikan info info seperti itu?.
perasaan punya teman lain juga tidak."Yang kalian gosipin kemaren." ujar Virgo sembari memakan nugget nya.
"Siapa? Leo?." tanya Arshad pelan..
Mungkin menyembunyikan hal yang besar terhadap teman teman nya bukan hal yang baik,
Virgo tidak mau mengemban masalah ini sendirian,bukan kah ia akan stres kalau ia tidak menceritakan kepada siapapun?.
"Hah? Dia ngada ngada kali Vir,emang dia tau dari mana kalo salah satu dari kita ada yang pembunuh?." pertanyaan logis yang di utarakan oleh Rafa membuat Virgo kembali berfikir..
"Tapi buat apa juga dia bilang begitu ke kita? Pasti dia punya motif kan?." ujar Tyo memberi satu pernyataan.
"Iya sih,tapi siapa yang pembunuh? Beneran di antara kita kah?." kini Dinda mulai cemas,bukan takut atau benci.
Namun ia cemas,kalau kalau salah satu dari mereka sampai viral karena kasus ini.
"Tenang tenang,jangan panik.
Ini masih asumsi semata kan? Udah jangan ribut.
Nanti gue yang selidikan,kalian jangan bilang ke siapa pun.
Nanti soal Aries,gue yang tanya ke dia,minta pendapat." ujar Virgo pada teman teman nya..
Memberi tahu mereka ternyata adalah hal buruk,lihat..sekarang teman teman nya menjadi gelisah sendiri.
__ADS_1
"Jangan!." Vero dengan tiba tiba menyela ucapan Virgo.
"Hah? Kenapa?." Virgo mengerenyitkan dahi nya.
"Biar kita yang tahu,soalnya nanti Aries panik..
Kan yang di samperin elu Vir,nanti Aries malah khawatir terus ngajak Leo buat War.
Sedangkan ada Dina disini..." ada benarnya ucapan Vero..
Virgo mengangguk dan setuju,iya juga..
Kalau nanti Aries panik dan mengajak Leo war,bukan nya itu hal buruk? Mana lagi ada Dina yang mengawasi mereka.
"Yaudah deh ga jadi,gue ga kasih tau dia..
Yaudah,kalo kalian tahu petunjuk atau apapun itu,jangan di tutupin..kasih tahu ke gue,nanti gue selidikin apa motif Leo ngomong ini ke gue..
Dan kalo pembunuh nya ada disini,bareng kita..
Gue harap lu jujur,dari pada nanti ketangkep polisi."Virgo mengendikkan bahunya..
Ia berharap salah satu dari mereka ada yang mengaku,lalu ia bisa dengan mudah menginterogasi dan yah..tidak perlu polisi untuk hal ini.
Cara kotor adalah cara paling mudah yang sudah biasa Virgo lakukan.
Dari kecil ia di ajarkan licik oleh kakek nya,bukan licik mungkin? Tapi cerdas.
"Gue mau bolos dulu,nanti gue kabarin kalo gue udah sampe koat an..
Riri jangan ikut,lu kecoh Dina biar dia ga ngikutin gue..gua bakal lewat pintu belakang." ujar Virgo sembari memakai sepatu milik nya.
"Oke,by the way lu mau kemana emang? Tumben bolos sampe keluar sekolah?." Riana menatap Virgo yang tengah sibuk memakai sepatunya.
"Nyari bukti." ujar Virgo singkat,lalu ia mengambil kontak motor nya di atas meja..
"Gue duluan,gue harus cepet keburu telat." ujar Virgo pada teman teman nya.
"Okay,be careful Vir." ujar mereka semua.
Lalu Virgo pergi dari sana,ia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat..
tidak ada yang tahu Virgo akan pergi kemana.
"Mau nurut lu Semua siapa?." Tanya Aldo was was.
"Ga tau sih,kayanya bukan kita deh..
Tapi ga tau juga sih,tapi ngeri juga ya." ujar Rafa bergidik ngeri.
__ADS_1
"Iya lah,lagian kalo emang ini salah satu dari kita ada yang pernah bunuh orang,gue harap lu jujur dah sama Virgo,supaya dia tau dan bisa bantu lu." ujar Riana.
"Masalah nya,maling mana ada yang mau ngaku Ri." ujar Tyo menggelengkan kepala nya pelan.