
Virgo menatap jam dinding di kamarnya yang sekarang sudah menunjukkan pukul 21.50 WIB.
Sudah lewat dari perjanjian Virgo pada dirinya sendiri.
Kalau ia akan menghubungi Aries jika ia tidak mendapatkan kabar dari sang kekasih pada pukul sembilan malam.
Dan sekarang bahkan sudah jam sembilan lewat lima puluh,dan Aries belum juga mengabari Virgo.
"Dia kemana sih? Bikin orang khawatir aja!.
Awas kalo sampe pulang,besok gue kasih siraman rohani!." Virgo mendengus kesal..
Ia juga tidak jadi menelfon Aries,ia sudah terlanjur sebal pada ,sikap Aries yanng semena mena begitu.
akhirnya ia kembali mengerjakan semua tugas tugas nya yang sudah tertunda beberapa minggu lalu.
Tetapi fokus Virgo teralihkan pada bunyi notifikasi Whatsapp,ah akhirnya pesan yang di tunggu tunggu datang..
Aries memberinya pesan singkat..
Isinya begini.
Aries: Vir,maaf gue ga pulang ke Kost an.
Gue lagi di rumah utama di bandung,mungkin 1 minggu kedepan gue jarang ngabarin lu dan yang lain..
__ADS_1
Maaf baru bilang sekarang,anyway izinin gue sama guru ya.
Love you.
...
Begitulah isinya,Virgo yang melihat pelas tersebut hanya bisa terdiam dan tidak membalas pesan dari Aries.
Ia bergegas membuatkan surat izin yang diminta sang kekasih.
"Tau gitu kenapa gak bilang dari siang sih? Males banget." Virgo menggerutu dengan mimik wajah yang super masam.
Virgo melempit kertas berisi keterangan izin tadi,lalu memasukkan nya kedalam amplop berwarna putih.
"Huh udah jam dua belas ternyata.
Pantesan ni mata berasa berat banget,apa gue tidur aja ya? Iya deh tidur aja,besok sekolah gue." Virgo mengangguk,ia langsung mematikan lampu kamarnya,ia hanya menyisakan lampu tidur saja.
....
Di sisi lain,Dina dan Riana masih terus mengobrol hingga pukul 12 dini hari..
Mereka saling beradu Argumen tentang Virgo dan Geng Bradiz.
"Sampe hari ini pokoknya gue masih gak setuju kalian tawuran gitu." ujar Dina kekeh terhadap pendirian nya.
__ADS_1
"Kok gitu? Ya udah kali Din biarin aja,kan Virgo Tawuran karena punya Urusan sama musuh nya.
Bukan main main,lagi pula Virgo ga mati kan?." Riana kini sudah tampak jengkel dengan pendapat Dina yang terkesan menghina Bradiz.
"Tunggu salah satu dari kalian mati dulu kah? Baru berhenti tawuran?.
Lucu banget prinsip nya,terserah deh gue mau tidur..ngomong sama lu atau sama Virgo sama aja,pusing sendiri." Dina menatap Riana sinis..
Sebenar nya Riana sedikit tersentak karena omongan Dina, ia memikirkan kalimat awal ucapan dina.
'Tunggu salah satu dari kalian mati dulu kah? Baru berhenti tawuran?.'
Sebenarnya kalau di pikir pikir benar juga ucapan dina,apakah harus menunggu salah satu dari mereka meninggal dahulu?.
Baru lah mereka akan berhenti untuk tawuran?
Oh tapi setelah Riana mengingat kalau dulu ada member bernama Zyandra, yang meninggal karena Smandu.
Riana menyimpulkan,kalau kehilangan satu orang tidak membuat Bradiz gentar dan berhenti melakukan 'sarapan' mereka.
Ah sudah lah,biarkan waktu yang menyelesaikan nya,Riana juga sudah lelah berjam jam beradu argumen tidak berfaedah dengan Dina.
Karena ujung nya pun ia yang akan kalah,Dina itu keras kepala..
Tapi sebenarnya demi kebaikan mereka sih,itu kata Dina.
__ADS_1