
Wajah kepala dusun itu selalu menatap sayu kepada orang tua paruh baya itu ,,,
Air mata nya pun meleleh di pipinya yang cekung dan kurus ,, ia begitu terharu akan pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua paruh baya yang mau berjuang demi desa tercintanya , ia terus melakukan hal yang baginya bukan urusan nya , terkadang semua orang tidak menganggap nya dan mengatakan bahwa dirinya aneh dan seperti orang gila , namun ia terus berusaha untuk membantu warga desanya , walau harus berangkat ke kota untuk melaporkan semua kejadian yang terjadi di desa nya , sungguh luar biasa pengorbanan orang tua paruh baya itu ,
Sudah hampir satu Minggu penduduk desa , sudah jauh lebih stabil ,, lima unit mobil masih bertugas untuk membantu para penduduk agar terhindar dari penyakit virus blood CVD ,,, mereka dengan telaten memberikan arahan dan informasi yang dibutuhkan oleh penduduk desa ,,, desa itu sudah tidak Seramai kemarin ,,, sudah banyak yang menjadi korban akan keganasan virus blood CVD ,,, orang dewasa saja tinggal beberapa belas orang ,,, sedangkan yang lainnya anak-anak dan balita ,,, mereka dijadikan satu tempat , agar mudah dapat penanganan jika terjadi hal yang tidak diinginkan ,,,
πΎπ₯
Kembali kerumah sakit pusat kota ,
Tubuh ibu Melani sudah berangsur membaik ,,, esok pagi pihak medis sudah memperbolehkan nya untuk pulang ke rumah nya , ia merasa senang sekali dengan kesembuhan nya , saat ini ia sedang memakan bubur putih dan rempah-rempah sayuran ,,, mungkin karena insiden yang sudah terjadi kepadanya , membuat dirinya mematuhi anjuran dari para dokter dan suster yang menanganinya , ,,
" Besok aku akan kembali ke kampung ku " kata ibu Melani sambil menyendok makanan yang berada di piring nya ,
πΊπΉπ΅οΈπΈ
Di kediaman rumah bapak wali kota LM ,
__ADS_1
Saat ini Sinta sendang meminum obat antibiotik yang setiap hari harus ia minum , setelah menegak obat nya , ia pun menuju ruang kamar tidur nya ,,,
Sesampainya di dalam ruang kamar , Sinta segera mengambil handphone nya , ia pun menekan tombol angka untuk menelpon kekasih hati nya yaitu Raymond ,
" Tuuuutttt ,,,,,tuuuuuttttt " suara nada dering dari ponsel Sinta berbunyi ,,, rupanya Sinta sedang menelpon kekasihnya Raymond sambil menunggu nada sambutan dari sebrang ,
" Ha ,,, hallo ,,, terrrttttt ,,, " suara yang terdengar terputus-putus , rupanya Raymond dan Abang nya sedang mengikuti petugas tim medis dalam menangani dusun yang terkena dampak virus blood CVD ,, Sinta Menganti telpon nya dengan via WhatsApp ,
" Sayang kamu Dimana sekarang , kok sambungannya putus-putus " kata Sinta dalam bentuk tulisan ,, ia pun menjawab melalui SMS ,
" aku sedang berada di dusun ,, sebuah desa ditengah hutan , jadi tidak ada jaringan yang masuk ,,, ini pun cuma keberuntungan mu bisa menelpon dan WhatsApp aku " balasan SMS dari Raymond untuk kekasih nya ,,
*** Cekling *** suara notifikasi yang sudah masuk ,,,
" Iyah aku baik-baik saja " SMS Raymond menjawab Sinta kalau dia dalam keadaan baik saja , setelah itu mereka menyudahi hubungan telpon nya , Sinta pun akhirnya merebahkan tubuhnya di atas tempat ranjang tidur nya ,,,
Tak terasa malam sudah sangat larut ,,, ,,,,, ,,,,,,,, ,,,,,,
__ADS_1
Tiba-tiba saja .....
Saat ini Sinta sedang berlari , sekencang-kencangnya , ia terus berlari tanpa menghiraukan apapun yang berada di depan ataupun belakang nya ,,, di saat ia menoleh kebelakang ,,, segerombolan darah yang menyerupai monster sedang mengejar nya ,,, darah itu terus merayap mencari sesuatu yang dapat mengenyangkan dirinya ,,, monster darah itu juga sebesar bukit yang cukup tinggi ,,, Sinta yang sudah merasa cukup jauh berlari , tidak ingin melihat darah kental yang merayap sambil mengejar Sinta ,,, sampai akhir Raymond dan pasukan tim medis datang membawa sebuah pipa besar ,,, pipa tersebut ternyata cairan desinfektan pembunuh virus atau bakteri ,,, sekali mereka menyemprotkan cairan tersebut ,,, monster darah itu menggeliat ,,, seperti Cacing kepanasan ,,, Sinta bersembunyi dibalik para pihak medis yang bertarung melawan monster darah yang sangat mengerikan itu ,,, sampai akhirnya Sinta terbangun ,,, rupanya matahari sudah mau timbul dari persembunyiannya ,,
" Ahuffffhhh ,,, itu rupanya hanya mimpi ,,, seram sekali ,,, sangat menakutkan " suara Sinta yang masih tegang dengan mimpi yang baru saja ia alami ,, Sinta pun bergegas menuju ruang kamar mandi ,,, ia segera mandi dan berganti pakaian ,, setelah itu ia segera berlari menuju ruang meja makan ,,, disana sudah ada ayahnya ,,, saat ini Ayah Sinta sudah berpakaian rapi stael jas dan dasi ,,
" Papa ,,, mau kemana ? ,,, " Tanya Sinta kepada ayahnya ,
" Kekantor ada urusan penting " kata ayah Sinta ,,,
" Urusan penting ? .... "
" Ada insiden virus blood CVD yang sudah banyak memakan korban di dusun dekat hutan ,,, kebanyakan warga nya sudah meninggal ,,, sebagian kecil penduduk mendapatkan perawatan ,,, jadi papa harus menghadiri rapat koordinasi " kata ayah Sinta ,,,
" Sepertinya darurat sekali yah pah " kata Sinta yang mengoles rotinya dengan keju oles ,,
" Hemm ,,, seperti itulah " akhirnya setelah ayahnya Sinta meminum obat antibiotik dan berpakaian baju pengamanan ,, ia segera menaiki mobil yang sudah di sediakan oleh pihak penelitian bagi orang berkedudukan tinggi ,
__ADS_1
Mobil pun Terus bergerak,,, jalanan yang beraspal semakin banyak debu , jarang sekali ada hujan dalam beberapa bulan ini ,,, entah kenapa tapi yang pasti , mungkin Tuhan sedang menguji umatnya , hampir satu jam mobil berjalan , sampai mobil tiba di depan sebuah gedung kantor yang berdinding beton yang sangat tinggi ,, papa sinta keluar dari dalam mobil ,, ia segera bergegas menuju ruang rapat yang sudah di persiapkan oleh pihak -pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan para pemimpin negara ,, termasuk papa Sinta ,, didalam ruang rapat sudah ada Drs Alexander lims dan alesha Wilona , beserta pemimpin negara dari berbagai negara ,, Juga para wali kota yang bertugas dalam penanganan obat dan bantuan sosial , mereka membahas tentang insiden yang sudah menimpa orang suku asli di belantara hutan yang terkena dampak virus blood CVD ,,, sebanyak seratus orang lebih yang meninggal dalam insiden yang terjadi di setiap keluarga ,, tak terbilang yang masih kecil atau pun orang yang sudah dewasa ,,, rapat dan musyawarah untuk mencapai tujuan atau kemufakatan , rapat terus berlangsung ,, sampai pada titik temu yang dapat menangani semua masalah yang sudah terjadi kepada setiap keluarga suku asli di hutan belantara semua ,
setelah kesepakatan dan penyesuaian terjadi mereka pun segera meninggalkan ruang rapat koordinasi ,,, papa Sinta masih berbincang-bincang dengan pihak atasan negara ,,, semua masih berdiskusi membahas masalah yang terjadi ,,, mengenai obat-obatan yang dibutuhkan dan projects dokter Alexander lims yang masih dalam tahap seleksi ,, belum ada titik temu ,,, itu semua dikarenakan oleh kejadian yang sudah menimpa suku asli ,, kondisi mereka lebih harus mendapatkan penanganan khusus dari pihak pemerintah pusat ,,, terlebih lagi mereka tidak memiliki hasil ekonomi yang cukup ,,, satu kendala juga di karena suku asli Lebih suka berburu dan mencari makan hewani ,,, para orang tua di dalam suku asli hampir kesemuanya telah menjadi korban keganasan virus blood CVD