
Saat ini dokter yang sedang menangani pasien tercengang heran , ia tidak menyangka kalau saat ini akan ada masalah besar dengan rumah sakit yang saat ini sedang ia tangani , dokter yang melihat nya segera mengambil nafas dalam-dalam dan mulai menenangkan kedua ibu dan anak tersebut ,
" tenang ..ibu..tenang ... Biar saya jelaskan ... begini ibu kondisi suami ibu ini sudah tidak lazim , ia telah terjangkiti semacam virus yang menular dan sangat berbahaya sekali , kemungkinan kondisi suami ibu tidak dapat terselamatkan , karena kami tidak mengetahui jenis virus apa yang sudah menyerang tubuh pasien tersebut " kata sang dokter menjelaskan panjang lebar kepada kedua ibu tersebut , sang ibu yang mendengar penjelasan dari sang dokter semakin histeris , mereka menangis tersedu-sedu , dokter yang saat ini bingung harus melakukan apa , ia di hampir oleh pihak keamanan setempat , mereka mengenakan seragam lengkap seperti baju pelindung berwarna putih dan helm penutup wajah dan kepala nya ,
" Dok kami mendapatkan laporan kalau ada semacam virus yang sangat berbahaya sekali ,, kira-kira virus apa itu dok ,,, " petugas itu bertanya kepada sang dokter yang saat ini telah menangani pasien tersebut ,
" Kami pihak rumah sakit belum mengetahui secara pasti virus apa yang menyebabkan tubuh pasien seperti itu " sang dokter berkata sambil menunjuk pasien yang berada didalam ruangan , saat ini tubuh pasien seperti tulang terbungkus kulit sangat kurus sekali ,
" Apa itu pasien yang sangat berbahaya ?..." Tanya petugas keamanan rumah sakit ,
__ADS_1
" Iyah .." jawab sang dokter tegas ,
Tak membutuhkan waktu lama petugas yang berjumlah 12 orang itu memasuki ruangan pasien , mereka mendekati tubuh Marco terlebih dahulu , melihat kondisi Marco yang sangat mengenaskan mereka pun bergidik ngeri , salah satu petugas yang berada disebelah Marco terkejut sekali , saat tangan Marco memegang lengan tangan nya ,
" Dok sakit sekali .." kata Marco yang nafas sudah tidak beraturan , orang yang melihat kondisi Marco yang menyedihkan merasa ibah , mereka semua tidak tega melihat kondisi Marco yang berjuang mempertahankan hidupnya dengan kondisi yang sangat memprihatinkan ,
" Sabar pak ...kami mencoba berusaha ... bapak yang sabar yah " kata pihak keamanan rumah sakit yang tidak tega melihat kondisi Marco saat ini , mereka mencoba membesar hati Marco agar tidak kecewa dengan hasil diagnosa para dokter , dalam hitungan detik ke menit , dari menit ke jam akhirnya Marco menghembuskan nafas terakhirnya , ia tidak dapat di selamat karena kondisi tubuh nya yang semakin menyusut dan semakin parah , tidak membutuhkan waktu berhari-hari , satu hari saja virus itu sudah dapat menguasai tubuh Marco dan sang empunya tubuh sudah tidak memiliki zat cair apa pun didalam tubuh nya , bahkan yang tersisa hanya tulang-belulang dibungkus kulit tipis , namun disaat para petugas keamanan rumah sakit memeriksa nya tiba-tiba , ada gumpalan darah keluar dari tubuh Marco , darah itu meleleh keluar memenuhi ruangan , darah tersebut bergerak-gerak sangat mengerikan , seperti monster darah , yang ingin mencari mangsa , namun salah satu petugas itu menyiramnya dengan antiseptik obat pembunuh Serangga , dan ternyata darah tersebut menghindari dan mengeliat-geliat seperti kecoak yang di semprot dengan Baygon pembunuh Serangga , akhirnya semua berinisiatif untuk membunuh darah tersebut dengan cara apapun , jika ia bisa di tumpas dengan obat pembunuh Serangga maka tindakan mereka harus lebih tepat , semua orang segera mencari sesuatu yang dapat membunuh darah yang bergerak tersebut dan tidak membutuhkan waktu lama darah itu berhenti dari gerakan nya , setelah mendapat semprotan bertubi-tubi dari berbagai arah , dan kondisi darah tersebut menghitam dan tidak bergerak lagi , dokter yang melihat hal itu dari luar koridor segera memerintahkan para petugas keamanan mengambil Sempel darah tersebut , tak membuang waktu , para petugas keamanan tersebut mengambil Sempel dengan cara tidak menyentuhnya dengan tangan , Melainkan dengan sebuah alat , agar tidak mengenai tubuh mereka , mana lah tahu kalau darah tersebut akan dapat bergerak lagi dan hidup kembali , maka hal itu sangat berbahaya bagi mereka , setelah menyimpan darah tersebut pihak keamanan setempat telah mengantisipasi keadaan , mereka telah mengamankan sedikit masalah yang akan terjadi , selanjutnya mereka semua mulai menjalankan instruksi dari sang dokter , mereka telah meletakkan darah tersebut didalam koper khusus untuk penyimpanan hasil tes dan yang akan dilakukan tes ,
" Jangan kamu masuk kan kedalam peti dulu , kita periksa lebih lanjut , dan segera membuat perincian tentang reaksi virus tersebut " kata sang dokter , segera lah tubuh dan tempat ranjang tidur Marco mereka kemas dan segera pula mendorong tubuh Marco memasuki laboratorium penelitian ,
__ADS_1
dan menjalankan pemeriksaan , begitu juga kedua korban dari virus tersebut , mereka segera memasukkan kedalam laboratorium , ketiga pihak keluarga sang korban , merasa semua yang terjadi adalah mimpi yang sangat mengerikan , mungkin saat ini ingin saja mereka terbangun dari mimpi tersebut , namun semua itu adalah kenyataan hidup yang mereka sudah alami , sungguh mimpi yang sangat mengerikan ,
" Hik...hik...Marco ..apa yang sudah terjadi kepada mu ,, aku tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi pada keluarga kita ,, kamu begitu cepat pergi meninggalkan ku dan anak-anak Marco " suara tangis istri Marco sangat menyayat hati , hatinya sangat hancur , karena telah ditinggal pergi oleh suami tercinta , ketiga anak Marco pun ikut menagis melihat sang ayah telah pergi lebih dulu meninggalkan mereka semua , sedangkan kondisi kedua teman Marco yang terinfeksi pun mengalami hal yang sama juga , sebelum mereka dibawah kedalam ruang laboratorium ,
Saat ini kondisi nya .....
Hampir sama dengan kejadian yang Marco alami , tubuh nya hanya tertinggal kulit dan tulang saja ,
setelah mengalami sesak pada pernafasan nya , akhirnya mereka juga meninggal , namun petugas keamanan itu begitu cerdik , mereka telah sigap mengambil Sempel darah yang sudah merayap turun dari atas tempat tidur teman Marco tersebut , setelah mendapat darah yang bergerak-gerak itu mereka segera menyimpan nya , bahkan bayangan dari salah satu anak buah petugas keamanan itu lebih mengerikan lagi , ia membayangkan seolah-olah ( + Sempel darah yang telah diambil oleh mereka tiba-tiba pecah dan darah tersebut menerobos masuk kedalam kulit dan daging salah satu anak buah petugas keamanan , dan dalam hitungan detik , darah yang masuk tersebut telah membuat petugas yang sudah terjangkit virus mengalami hal serupa dengan Marco , bedanya ia mengalami hal yang lebih ekstrim lagi , +) tiba-tiba lamunannya buyar disaat ada sebuah tangan yang menepuk bahunya , petugas keamanan itu baru sadar kalau dia sedang melamun dan membayangkan hal yang lebih mengerikan dari kejadian yang dialami Marco dan kedua temannya , setelah semua urusan sudah selesai di beres kan , para petugas keamanan tersebut segera memberikan penyemprotan pada seluruh ruangan , mereka menyemprotkan cairan mirip desinfektan ,
__ADS_1
" Clear ,, semua aman ,," kata petugas tersebut , setelah membersihkan seluruh ruangan bahkan ketiga ruangan , mereka pun meninggalkan tempat tersebut , istri Marco ingin sekali mengambil jasad Marco untuk di kebumikan , namun pihak rumah sakit melarang nya karena mereka belum bisa menemukan penyebab nya , namun para pihak medis , mereka telah sedikit mengetahui jenis virus yang dialami oleh sang pasien , dan virus itu sangat mematikan , juga sangat berbahaya , para ahli rumah sakit terus mengembangkan semua penelitian nya ,