Virus Blood CVD ( Covid)

Virus Blood CVD ( Covid)
episode 8


__ADS_3

Setelah warga mendapatkan vaksinasi dan obat antibiotik juga informasi tentang virus dan bagaimana mengatasi nya , jika terjadi hal yang tidak diinginkan , maka pihak medis juga telah menyarankan kepada mereka agar dapat mengikuti anjuran dari pihak medis ,,, akhirnya semua warga kembali ke dalam rumah masing-masing ,,, sedang kan tubuh ibu Melani sudah sedikit demi sedikit mulai membaik ,, pihak medis telah membawa tubuh ibu Melani kerumah sakit pusat yang berada di ibukota LM ,,,


Dari arah selatan rumah ibu Melani terdengar suara jeritan dari seorang gadis yang sedang menunggui ibunya yang saat ini sedang berbaring dengan tubuh yang sangat kurus seperti tidak memiliki daging sama sekali ..


" Aaaaahkkkk. ..." Teriakan dari suara gadis tersebut yang terkejut dengan keadaan tubuh ibunya ... semua orang yang mendengar teriakannya segera menghampiri rumah dari gadis yang sudah berteriak , beruntung pihak medis yang belum berangkat dikarenakan kendala yang lain sempat mendengar suara teriakan dari seorang gadis ,,,, mereka pun berbondong-bondong mendekati teriakan dari suara tersebut ,,, begitu juga kepala desa segera mendekati lokasi yang terdengar suara teriakan nya ,,, ternyata darah dari tubuh ibunya telah keluar mengalir dan hampir mendekati nya ,,, pihak medis yang sangat terkejut dengan kejadian itu , langsung berteriak kepada salah satu tim nya ,,,


" Segera ambil obat desinfektan ..." Teriakan yang sangat lantang itu segera didengar oleh teman-temannya ,,, tidak buang waktu lama mereka sudah mendapatkan alat yang di butuhkan untuk memusnahkan virus blood CVD tersebut ,,, sekali serang saja tidak akan cukup membunuh nya ,,, ia segera berteriak kepada gadis tersebut untuk menghindari darah yang dapat bergerak dan merayap tersebut ,,, sang gadis yang sudah ketakutan tidak mampu untuk bergerak lagi ,,, namun salah satu sopir mobil itu segera mengambil alat untuk membuat virus blood CVD itu menjauhi nya ,, penanganan yang menegangkan tersebut membuat suasana sangat menegang ,,, histeris dari Gadis tersebut membuat orang yang masih berada di tempat itu sangat panik dan tegang menyaksikan apa yang sudah terjadi sampai orang yang menyaksikan pun menjadi ikutan histeris ,,,, pasalnya darah tersebut sedang mengejar sang gadis , seperti tidak ingin melepaskan nya kemana pun ia mencoba menghindari ,, hampir dua jam akhirnya virus blood CVD itu dapat dimusnahkan oleh pihak medis ,,, suasana yang menegangkan tersebut akhirnya mulai berangsur-angsur mencair ,,, pihak medis segera menyeret tubuh gadis kecil itu dan memeluk nya ,,


" Ahk ...hu..hu... " Tangis isaknya didalam pelukan salah satu pihak medis ,,


" Tenang ...kamu aman sekarang ... jangan menagis yah ..." Kata salah satu pihak medis yang sedang memeluk nya ,,


" Bagaimana keadaan ibu ku om... Apakah dia baik-baik saja ..." Suara Gadis itu begetar menanyakan keadaan ibunya ...


" Kita mencoba memeriksa kondisi nya " kata petugas itu sambil pandangan nya terus mengarah pada tubuh yang berbaring di atas tempat ranjang tidur nya ,, salah satu pihak medis mengendap-endap ia sangat takut andai virus blood CVD tersebut dapat bergerak dan hidup kembali ,,, orang-orang yang menyaksikan pun dibikin tegang kembali .. mereka pun dapat merasakan ketakutan dari pihak medis yang sedang mendekati tubuh pasien wanita tersebut ,,, tiba-tiba ..

__ADS_1


" Hallo ... Koordinator 6655 apa Anda masih disitu " tiba-tiba monitor dari suara recorder terdengar ... Cklek tett


" Iyah masih ... Disini masih ada pasien yang sama .. namun terlihat lebih parah dari pasien yang awal " suara salah satu pihak medis yang memegang kendali alat komunikasi tersebut ..


" Kalau begitu kami akan segera meluncur ke TKP " suara sautan dari sebrang alat komunikasi ,,


" Ditunggu ... silahkan ... Secepat nya " kata Suara tersebut .. akhirnya suara itu menghilang dan hening ... Langkah kaki dari pihak medis itu mulai mendekati ranjang , ia melihat tubuh itu tidak bergerak lagi dan kondisi fisik nya yang sangat mengenaskan itu terlihat sangat mengerikan ,,, pihak medis itu memberi kode pada teman ... Sang teman yang mengerti maksud nya hanya menghela nafas panjang ,,,


" Dimana ayah dan keluarga mu yang lainnya ?.." tanya sang pihak medis yang masih memeluk tubuh gadis kecil yang saat ini masih menangis ...


" Kalau begitu kamu mau ikut program pemerintahan ... Kami akan membawa mu dan merawat mu sampai seluruh virus di dunia ini musnah " kata salah satu pihak medis yang menangani segala yang dibutuhkan masyarakat setempat ,,,


" Bagaimana dengan ibuku .." kata gadis kecil itu ...


" Ibumu akan kami bawah dan saat ini ibumu sudah tidak bernyawa lagi ..jadi kamu yang sabar yah ..." Kata pihak medis tersebut sambil mengelus Surai gadis kecil itu , memberikan kekuatan dan ketabahan untuk nya ...

__ADS_1


" Jadi Dina tidak punya siapa-siapa lagi saat ini .. " kata gadis kecil itu sambil menangis ...


" Tidak apa-apa ... Masih ada kami yang akan merawat mu ... Kamu yang sabar yah ... Mau yah ikut kami " kata pihak medis tersebut ...


Gadis itu cuma menganggukan kepalanya , akhirnya semua dapat bernafas lega melihat anggukkan dari sang gadis ,,, selanjutnya pihak medis segera menangani jasad dari ibu gadis yang bernama Dina itu ,,, mobil yang tadi sudah menginformasikan itu sudah tiba dan mereka sudah membawakan perlengkapan yang dibutuhkan ,,, bahkan mereka sempat melihat jasad dari ibunya Dina gadis kecil yatim-piatu itu ,, setelah membereskan semua peralatan dan perlengkapan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ibukota LM ,,, saat ini Dina masih dalam pelukan salah satu pihak medis , air matanya terus berlinang ,,


" kamu jangan kawatir ,,, semua akan baik-baik saja ,, disana kamu akan mendapatkan teman yang sangat banyak ,,, jadi kamu tidak sendirian " kata pihak medis yang saat ini sedang memeluk Dina ,, gadis kecil yang sudah tidak memiliki kedua orang tuanya itu ,,,


sesampainya mobil didepan sebuah gedung kantor yang tinggi dan kokoh itu , mobil berhenti di tempat parkiran ,, semua pihak medis turun dari mobil yang mereka kendarai ,,


" ayoh Dina kita akan pergi melihat teman barumu " kata pihak medis yang sudah menggandeng tangan gadis kecil yang bernama Dina itu ,, dina dan pihak medis itu berjalan melalui koridor ruangan yang cukup bersih ,,, dinding cat tembok yang berwarna putih bersih ,, menambah suasana ruangan semakin serasi dengan bentuk dinding juga kaca sebagai penyekat ,,, disebuah ruangan terdapat banyak anak kecil mereka saat ini sedang berbaring diatas tempat ranjang tidur ,,, namun Suara langkah kaki pihak medis yang mengunakan sepatu membuat sebagian anak terbangun dari tempat tidurnya ,,


" selamat malam ,,, anak-anak ,,, saat ini kalian telah mendapatkan teman baru ,,, namanya Dina , kalian boleh berkenalan dengannya besok pagi , saat ini kalian lanjut tidurnya yah ,,,,, " suara pihak medis itu sebagian didengar oleh anak-anak yang sudah bangun dari tidurnya , akhirnya pihak medis memerintahkan Dina untuk langsung beristirahat ,,, besok paginya ia boleh membersihkan diri dan beraktivitas seperti biasanya ,,, karena pemerintah membuat peraturan agar semua anak yang berada di penampungan di berikan fasilitas belajar sesuai dengan usianya dan kemapuan yang mereka miliki ,


malam pun semakin larut ,,, suasana penampungan Sangat sepi dan sunyi ,,, semua penghuni sudah terlelap tidur dalam mimpi yang indah ,,, hanya para pihak medis yang bertugas menjaga keamanan saja yang saat ini berada didalam ruangan resepsionis .

__ADS_1


__ADS_2