Virus Blood CVD ( Covid)

Virus Blood CVD ( Covid)
episode 24


__ADS_3

Drs alesha Wilona memperhatikan catatan dan formulir tersebut , setelah itu ia menandai sesuatu , dan segera menuju ruangan Drs Alexander lims ,


" lims ini hasil diagnosa ku " kata Drs alesha Wilona ,


" hemm ,,, tidak ada virus ,, hanya dihedrasi , artinya cuma kelelahan , yah sudah kamu bisa istirahat dulu selama beberapa hari ,


" Hem ,,, baik lah aku istirahat disini saja bersama kamu oke , kalau ada sesuatu hal yang terjadi kamu akan segera datang merawatku " kata Drs alesha Wilona ,


" terserah kamu sayang " jawab Drs Alexander lims ,


mereka langsung berpelukan ,


💖❤️💝


tak terasa sudah dua hari Drs Alexander lims memeriksa kondisi pasien yang terkena semburan virus darah , kondisi fisik orang itu sudah jauh lebih baik , saat ini Drs Alexander lims berada di dalam ruangan nya , Drs Alexander lims memperhatikan luka yang terkena virus tersebut , lubang pun sudah mengering , tidak ada tanda-tanda hal yang berbahaya , bekas luka juga sama , tidak ada yang berbahaya , obat yang di berikan kepada pasien tersebut juga sangat manjur , semua lubang luka sudah menutup ,


" tuan Carlos ,,, luka Anda sudah mengering , dan tidak ada virus didalam tubuh anda , kemungkinan beberapa hari lagi anda sudah boleh pulang kerumah anda " kata Drs Alexander lims sambil tersenyum ramah kepada pasien yang terkena semburan virus darah tersebut ,


" terimakasih dok ,,, saya sungguh berterima kasih " kata pasien yang bernama Carlos itu ,


" yah sudah setelah ini anda akan ditangani oleh suster , jadi jika ada keluhan , silahkan hubungi kami yah " kata Drs Alexander lims ,


" Iyah dok ,,, " kata Carlos yang menjawab perkataan Drs Alexander lims ,

__ADS_1


Drs Alexander lims telah keluar dari dalam ruangan pasien Carlos tersebut , ia berniat menuju laboratorium penelitian , disana sudah ada Drs alesha Wilona dan Drs Jackson juga yang lainnya , mereka sedang mengumpulkan artikel-artikel anti virus dan bakteri , seluruh obat di jadikan sebagai uji coba , mereka masih ingin melanjutkan pembuatan obat untuk digunakan hujan buatan ,


Drs Alexander lims sudah duduk di atas kursinya , ia mencoba fokus dengan penelitiannya tersebut ,


" lims ,, ada apa ?.. " Drs alesha Wilona mencoba bertanya kepada Drs Alexander lims ,


" tidak apa-apa ,,, mungkin karena aku sangat lelah " Drs Alexander lims menjawabnya dengan tersenyum manis ,


'" kekasih tampan ku ini sangat tampan jika tersenyum terus " Drs alesha Wilona sejenak ingin mencairkan suasana ,


" Hem sepertinya kekasih ku ingin aku peluk yah " Drs Alexander lims mencoba menggoda Drs alesha Wilona ,


" haaaa ,,, kekasihku ini sangat lucu " suara tawa Drs Alesha Wilona sangat keras sekali , membuat semua orang berhenti dari kegiatannya , mereka serentak melihat ke arah Drs alesha Wilona yang tertawa keras tadi ,


➿⏭️🔀


di sebuah danau ,,


air semula yang berwarna agak biru jernih tiba -tiba menjadi merah darah , di sebagian tertentu Danau , warna merah tersebut bergerak mengikuti arus angin , bentuknya jadi seperti ganggang air laut , namun danau itu sudah tercemar oleh virus blood CVD , warna merah darah itu perlahan-lahan bergerak , mengambang di permukaan air danau tersebut , beruntung sekali seluruh penduduk mendapatkan himbau dari pihak negara , sehingga walau apapun yang terjadi , mereka tidak ada yang berani mendekati danau tersebut , siaran di televisi yang menyiarkan tentang orang yang terkena semburan darah ikan sudah merebak kemana-mana , sampai acara televisi menjadi sangat viral , seluruh penjuru dunia bergidik ngeri menyaksikan intruksi dari siaran tersebut , walau acaranya disaksikan dalam bentuk film kartun , tetap saja itu sungguh sangat menakutkan ,


saat ini seorang ibu yang baru menyaksikan siaran yang sudah berulang-ulang di putar tersebut , sampai ingin berteriak menyaksikan darah yang mengalir dan melekat ditubuh manusia atau pun makhluk hidup , darah tersebut sangat sulit dilepaskan dengan melakukan apapun , terkecuali dengan obat yang diberikan oleh petugas keamanan medis ,


" pah darah itu pun juga tidak kalah mengerikan , seperti monster saja yah ,,, kulit dan organ tubuh manusia pun tak luput dari jangkauan nya , aku jadi takut pah " kata ibu itu mengatakan sambil bergidik ngeri ,

__ADS_1


" Iyah ,,, kasihan para pihak medis yang selalu berusaha untuk mengatasi semua masalah yang sudah terjadi , bahkan masyarakat juga mejadi tanggung jawab terbesar juga bagi mereka yang berjuang menemukan obat yang berguna untuk masyarakat " kata suami dari ibu tersebut , sang ibu hanya menganggukkan kepalanya saja membenarkan perkataan sang suami ,


akhirnya malam terus merambat , merayap menutupi awan putih , menjadikan hari semakin gelapnya ,


saat ini Drs Alexander lims dan Drs alesha Wilona , sudah berada di sebuah tempat khusus bagi para pihak medis beristirahat , sebab esok harinya mereka akan bangun dan bekerja lagi , Drs Alexander lims tidur berdampingan dengan tempat ranjang tidur Drs alesha Wilona , malam ini mereka tidur saling berhadapan , seperti sepasang sejoli yang lagi di mabuk cinta , pasalnya keduanya sudah cukup berumur untuk berumah tangga , namun karena situasi negara yang mengharuskan untuk memeras tenaga dan otak mereka untuk bekerja , terpaksa ia relakan waktu masa muda nya dengan meneliti obat-obatan sebagai ilmuwan ,


saat ini Drs Alexander lims dan Drs alesha Wilona sama-sama tersenyum , saling pandang , lalu tersenyum lagi ,


" sha ,,, aku sayang kamu " kata Drs Alexander lims ,


" aku juga sangat sayang kamu lims " kata Drs alesha Wilona ,


" rasanya aku ingin semua cepat berlalu dan akhirnya kita menjadi sepasang suami istri " kata Drs Alexander lims ,


" iya lims ,,, aku juga tidak sabar menjadi istri keluar Alexander lims " kata Drs alesha Wilona , mereka saling berpegangan erat merasakan getaran yang memenuhi ruangan hati mereka berdua , sampai tanpa disadari mereka berdua telah tertidur sambil saling berpegangan tangan erat ,


Drs Jakson dan Drs Frank juga Drs Markus sedang duduk santai sambil meminum kopi manis , mereka bertukar pengalaman masing-masing , Drs Jackson menceritakan kejadian yang menimpa negara mtrik , sedangkan Drs Markus menceritakan pengalamannya menagani pasien yang kecipratan darah virus , mereka bercerita tentang ketegangan disaat menagani pasien yang terkena dampak virus blood CVD ,


" sungguh mengerikan " itulah kata-kata yang terucap dari ketiga dokter itu dalam menangani virus blood CVD , pengalaman yang sangat menegangkan sekalipun menakutkan , namun ketabahan dan kekuatan untuk menyelamatkan seorang pasien yang terkena dampak virus blood CVD , membuat mereka terus berjuang sebisa mungkin menolong seluruh pasien yang terkena dampak virus blood CVD ,


" adakah diantara kita yang tidak mengalami hal-hal yang tidak menakutkan " kata Drs Markus ,


" tentu tidak ,,, semua pengalaman yang sudah menorehkan tragedi hidup kita itu adalah pelajaran yang paling berharga bagi kita , agar kita terus waspada akan kekejaman virus blood CVD " Drs Jackson mengatakan nya sambil muka yang sangat serius ,

__ADS_1


" kamu benar Jack ,, itu ada sejarah hidup kita yang tidak mungkin kita lupakan " Drs Frank menambahkan


__ADS_2