
Disebuah rumah yang cukup besar , seorang walikota yang saat ini sudah siap dengan sarapan nya , mungkin ia akan langsung menuju ruang kerjanya , sebelum itu ia akan meminum obat antibiotik yang sudah dianjurkan oleh para dokter , karena proses vaksin masih dalam tahap pengembangan , jadi semua masih dianjurkan untuk meminum obat antibiotik pembunuh
segala macam virus dan bakteri , seluruh petugas keamanan negara atau petugas negara dianjurkan mengikuti darring online , karena proses karantina yang di tetapkan oleh pemerintah , seluruh pihak dianjurkan Bekerja dan beraktivitas di dalam rumah , begitu juga para siswa dan siswi semua bersekolah di dalam rumah , saat ini Sinta sudah meminum obat antibiotik tersebut , ia segera berlalu dari ruang meja makan sebelum nya ,,,
" Sinta ... apakah kamu baik-baik saja " ayah Sinta sering bertanya kepada Sinta mengenai kondisi fisik nya , namun Sinta selalu berkata ..
" Papa Sinta sehat dan baik-baik saja , jadi papa jangan kawatir yah " jawab Sinta lembut kepada papanya , ia tahu kalau saat ini orang tuanya sedang mengawatirkan keadaan nya ,
" Yah sudah ... jangan terlalu lelah ,, setelah belajar nanti langsung istirahat , dan satu lagi ,,, nanti malam kamu harus minum obat lagi ,,, papa tidak ingin kamu kenapa-napa Sinta " kata papa sinta yang menjabat sebagai wakil kota negara LM , akhirnya perbincangan antara ayah dan anak itu berakhir , saat ini diruang kamar tidur Sinta ,,
"Hai Ray ... Kamu gimana saat ini ... Gak rindu aku yah " kata Sinta dengan wajah manja nya ,
" Tentu rindu ... Abis gimana lagi ..kita dilarang ketemuan " kata Ray yang nama aslinya Raymond ,
__ADS_1
" Kenapa tak minta izin " Tanya Sinta ,
" Sayang kalau orang tua ku , mungkin aku tidak lah takut sangat , tapi ini dua hal " kata Raymond yang menggantung perkataan nya ,
" Apa dua hal itu hemm... takut ketangkep selingkuhanmu " tanya Sinta ketus ,
" Ha ..ha..yah enggak lah aku tipe orang yang setia dong .." kata Raymond yang membela diri nya ,
" Oh ...setia ...bagus ..tapi buktikan " kata Sinta lagi kepada Raymond ,
" Dasar gombal ... Bilang aja gak sayang lagi " suara Sinta yang dibuat-buat oleh nya ,
" Yah .. enggak lah aku kan sayang kamu my Dier , love you " kata Raymond yang mengeluarkan jurus rayuan monyet nya ,
__ADS_1
" Ha...ha.. bercanda juga kok ... Aku juga love you sayang " kata Sinta. Terdengar suara Lembutnya , sepasang sejoli itu adalah sebutir kehidupan yang menghiasi jalannya cerita ini ,
Pagi ini dokter Alexander lims duduk di atas balkon ruang kamar tidur nya sambil menikmati teh hijau herbal , setelah menegak obat antibiotik yang sudah dianjurkan oleh pihak negara , ia pun duduk santai sambil menikmati pagi dengan kicau burung yang berdendang merdu , mata nya yang tajam tertuju pada seekor burung , ia perhatikan burung tersebut dengan seksama , burung tersebut tidak berpengaruh terhadap perkembangan dunia saat ini , semua manusia bahkan binatang pun harus minum obat antibiotik tersebut , jika beruntung maka ia akan selamat juga , namun kenapa dengan burung tersebut tidak terlalu berpengaruh oleh kondisi tersebut , dokter Alexander lims memasuki ruang kamar tidur nya , ia mengambil sesuatu dari dalam seketika ..
" Cbretttttt " suara kamera digital terdengar , setelah itu ia mengambil handphone mengabadikan suara kicau burung tersebut , ia pikir caranya dapat berguna mengabadikan suara dari burung tersebut , namun tanpa ia sadari tiba-tiba ... Tubuh burung itu pecah berhamburan , beruntung jarak burung tersebut dengan balkon tempat dokter Alexander lims agak jauh jadi dirinya tidak terkena dampak dari muncratan darah yang penuh bakteri , beruntung juga bakteri tersebut belum berkembang jadi dia hanya berjumlah sedikit , setelah ia sudah sampai di tanah ia pun sudah mengering karena inang nya tidak bisa memberinya nutrisi penting pada tubuh nya , berbeda sekali cara virus itu mati dengan cara virus tersebut dimusnahkan dengan cairan desinfektan atau pembunuh bakteri serangga , tubuh virus itu akan menghitam jika terkena pembunuh serangga , sedang kan jika terkena tanah maka tubuh nya mirip butiran pasir halus yang bergumul , dokter Alexander lims menghela nafas panjang , ia pun terus mengabadikan penemuan barunya itu , setelah ia yakin virus itu tidak bergerak lagi ia pun segera mengambil baju pengamanan beserta helm nya , ia pun keluar dari dalam rumah nya , sebelum nya ia mengambil botol kaca yang biasanya digunakan untuk mengambil Sempel , agar dapat di teliti atau di diagnosanya , ia pun mendekati virus tersebut , ia mengambil sedikit virus itu mengunakan alat khusus untuk mengambil Sempel virus tersebut , setelah ia mendapat kan apa yang diinginkan nya , ia pun segera masuk ke dalam rumah nya , dokter Alexander lims segera meletakkan Sempel virus tersebut diatas koper khusus penyimpanan , setelah itu ia mengambil gagang telepon dan menelpon pusat penelitian agar datang menjemput nya , ada hal baru yang ingin ia periksa agar dapat informasi baru tentang sehubungan dengan virus tersebut , tidak butuh waktu lama mobil ambulance yang dirancang khusus pun telah datang menjemputnya , dokter Alexander lims yang sudah memakai baju khusus dan berbagai antipasi keadaan ia pun segera memasuki mobil tersebut , dengan menenteng koper yang berisi virus yang baru diambil nya , mobil pun segera keluar dari jalur rumah nya , mobil tersebut akan menuju lokasi keberadaan laboratorium penelitian virus blood CVD , setelah mobil terparkir didepan pintu gedung penelitian , dokter Alexander lims segera keluar dari dalam mobil langsung menuju kantor lab penelitian nya , kantor tersebut biasanya ia gunakan untuk meneliti berbagai macam virus , setelah ia memencet tombol angka segera lah pintu terbuka dan ia pun langsung masuk kedalam ruangan dan meletakkan virus tersebut pada tempat nya agar dapat ia teliti , ia pun akhirnya berkonsentrasi dengan tujuan penelitian nya ,
Terdengar suara langkah high heels dari seorang dokter wanita yang sangat cantik , ia adalah dokter alesha Wilona dia lah satu-satunya dokter yang sangat perduli dengan perkembangan tentang keberadaan virus tersebut , ia pun sudah berada di depan pintu masuk lab dokter Alexander lims , tanpa menunggu waktu lama ia pun segera masuk kedalam ruangan dokter tersebut ,
" Lims gimana ... Ada hal baru " suara dari dokter alesha terdengar oleh dokter Alexander lims ,
" Hem ... Aku merasa heran dengan perubahan virus tersebut , ini bukti baru yang aku dapatkan " kata dokter Alexander lims kepada rekan kerja nya tersebut ,
" Emm apa itu ,,, kenapa bentuk nya seperti pasir " tanya dokter alesha Wilona kepada dokter Alexander lims ,,
__ADS_1
" Ini lah hal baru yang aku lihat tadi pagi " katanya , ia pun langsung terdiam dan berkonsentrasi dengan penemuan nya , sedang kan Dokter alesha Wilona duduk di depan meja yang ia gunakan sebagai tempat meneliti virus blood CVD tersebut ,