
Keysia berupaya mengejar Leo yang telah berlalu pergi, dia hanya ingin mengklarifikasi ucapan Zacky barusan. Namun Leo seakan tidak mau perduli lagi, hatinya sudah terlanjur kecewa.
“kembalilah!! dia lebih pantas denganmu” Leo berusaha menutupi kekesalannya.
meskipun kesal dia tetap mengantarkan Keysia masuk ke halaman rumahnya, dia hanya ingin memastikan Keysia dalam kondisi aman sebelum ditinggalkannya.
“segeralah istirahat ini sudah malam, sampai jumpa besok" kata Leo saat dia berada di depan rumahnya.
Leo merasa jengkel harus melihat kembali Zacky, pria yang baginya telah merebut wanita yang paling berharga dalam hidupnya.
"lepaskan tanganmu dari tubuh wanitaku" bentak Zacky sambil mengepalkan tangannya.
Tak ada balasan dari Leo, Leo meninggalkan mereka berdua.
Keysia hanya diam
Hanya itulah yang bisa dilakukan. Sebenarnya hatinya sangat menginginkan Leo, perlakuan Leo terhadapnya selalu membuatnya merasa nyaman. Namun lagi lagi Prinsip itu menguasai ingatannya.
Keysia merasa tak sanggup lagi menahan air matanya.
“hiiiikkkk hiiiikkkk” tangis Keysia.
Sepasang tangan hangat menyentuh pundaknya yang kemudian memeluknya.
“lupakanlah pria itu!” kata si empunya tangan yang tiada lain adalah Zacky
Keysia masih saja terdiam.
Pelukan hangat itu mampu menenangkan jiwanya meskipun tak senyaman perlakuan Leo.
“kau pasti akan bisa mencintaiku” jawab Zacky meyakinkan Keysia
**
Malam harinya
Keysia terus saja memandangi layar ponselnya berharap ada panggilan dari Leo di sana. Tanpa dia sadari jika Leo yang berada di seberang sana sedang melakukan hal yang sama juga dengannya.
__ADS_1
Sosok Leo sangat memenuhi pikirannya saat ini.
Keysia menulis pesan chat
“Leo aku senang bsok kamu sudah bisa beraktivitas kembali” Keysia
“terima kasih Key” balas Leo cepat
“Leo aku dengan Zacky hanya berteman” Keysia
"jika memang kalian berteman mengapa kamu hanya diam saja saat pria itu mengaku kekasihmu? Bahkan kamu tidak menolak saat Zacky memelukmu" pikir Leo yang ternyata melihat Keysia dipeluk Zacky saat dirinya pergi meninggalkan rumah Keysia.
beberapa menit kemudian
Leo mengirim sebuah lagu
isi liriknya kurang lebih seperti ini
*Tak pernah kusangka ini terjadi
Kau tinggalkan begitu saja sekian lamanya kita berdua
Tak kusangka begitu cepat berlalu
Tuk mencari kesombongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
__ADS_1
Semoga tercapai segala keinginanmu*
(Lagu Crisye)
Keysia terdiam setelah mendengarkan dan menghayati lirik lagu tersebut.
Keysia meratapi dirinya
“apakah selama ini aku terlalu mengejar kesombongan diri” kata Keysia pada dirinya sendiri
Keysia menyadari jika memang prinsipnya terlalu berlebihan, mungkin saja orang termasuk Leo akan berpikir bahwa dirinya materialistis dan sebagainya.
Dia melamun berusaha memahami dirinya
“ hah…..sudahlah biarkan orang berpikir negatif terhadapku, kebanyakan wanita di dunia ini menginginkan pria yang mapan dan kaya sebagai suaminya. Tidak ada wanita yang mau diajak susah setelah menikah, hanya saja kebanyakan kaum hawa terlalu munafik untuk mengakuinya” Keysia membatin
Keesokan harinya
Keysia kembali bergelut dengan kesibukannya di sekolah, kini kesibukannya seakan berkurang karena hadirnya Leo. Kepala Sekolah telah menunjuk Leo untuk membantu tugasnya.
Leo lebih banyak diam dan selalu berusaha menghindari Keysia.
Keysia merasa sedih dengan perlakuan Leo.
Dia merindukan sosok yang selalu membuatnya nyaman.
Air mata Keysia tumpah tak tertahan ketika dengan terang-terang Leo menghindari Keysia yang sengaja menemuinya di kantin saat jam istirahat.
“kejam kamu Leo
Sebegitu bencinya dirimu sehingga memperlakukanku seperti ini
Harusnya kamu dengarkan dulu penjelasanku" sesal Keysia
Mungkin ini lebih baik
semakin Leo membenciku maka semakin mudah mama Lina mewujudkan keinginannya untuk menjodohkan Leo dengan Elvira.
__ADS_1