
Pagi hari Keysia sudah siap berangkat kerja, dia menunggu pangeran kecilnya datang menjemput.
Beberapa menit kemudian Leo datang menjemputnya namun bukan dengan mobil mewah seperti harapannya selama ini melainkan hanya dengan sebuah kuda besi kebanggan Leo.
Leo memang belum mampu membahagiakannya dari segi materi tapi sangat mampu membahagiakannya secara psikis.
Semenjak mereka jadian, Keysia merasakan rasa yang nyaman jika berada di dekat Leo, Leo sangat tahu bagaimana cara membahagiakan seorang wanita. Keysia pasrah jika kenyataan yang dialami tidak sesuai dengan prinsipnya.
“sayang kamu sangat cantik” canda Leo saat melihat sang kekasih menaiki kuda besinya.
“jelas, karena kecantikanku inikan kamu tergila-gila padaku” jawab Keysia sambil merangkul pinggang pangeran kecilnya
“besok aku mau mengajakmu kerumahku, aku ingin memperkenalkanmu dengan orang tuaku” kata Leo sambil melajukan motornya.
“apa tidak terlalu cepat Le?” jawab Keysia yang tiba-tiba merasa belum siap
“semakin cepat kan semakin baik, aku ingin buktikan kalau aku tidak main-main dengan perasaanku. Aku ingin memilikimu seutuhnya”
Keysia merasa sangat bangga dengan sosok Leo meskipun usianya lebih muda tapi pemikirannya cukuplah dewasa dan selalu konsisten terhadap janjinya.
Pada akhirnya mereka sampai di tempat kerja dan kembali focus pada tugas masing-masing.
**
Keesokan harinya Leo menjemput Keysia untuk diajak ke rumah orang tuanya.
Sepanjang perjalanan Keysia lebih banyak diam, membayangkan seperti apa perlakuan orang tua Leo nanti jika bertemu dirinya, mungkinkah akan terjadi seperti di sinetron-sinetron
kau tidak cocok untuk anakku
kau terlalu tua untuk anakku atau
dia telah di jodohkan dengan anak rekan bisnis papanya.
“tidaaaakkkkk” Keysia reflek. Untung saja dia masih berpegangan erat di pinggang Leo, jika tidak mungkin saja dia sudah terlontar dari kuda besi milik Leo.
“ada apa Key” Tanya Leo karena kaget dengan teriakan Keysia
“ada kecoa di jaketmu” kata Keysia berbohong namun tidak mendapatkan respon dari Leo mungkin saja karena Leo tidak mendengarnya.
Keysia merasa bingung karena Leo bukannya mengajak kerumah yang biasa dia tinggali melainkan mengajaknya ke sebuah rumah kecil yang tidak jauh dengan ukuran rumahnya. Tatanan kebun yang dirawat sedemikian indah sehingga terkesan rumah itu seperti sebuah Villa.
“astaga, kamu mau mengajakku menginap ke villa le?” Tanya Keysia penasaran
“memang kamu mau?” jawab Leo mengerjai sementara Keysia hanya diam saja.
“ini rumah orang tuaku Key” Leo menjelaskan
“trus kenapa kamu tidak tinggal dengan orang tuamu?” Tanya Keysia penasaran
“aku lebih suka mandiri” jawab Leo singkat
“ayahmu kerja di mana Leo?” Tanya Keysia ingin tahu lebih banyak kehidupan keluarga Leo
“ayahku pensiunan kepala sekolah Key sedangkan ibuku pengelola katring makanan yang tidak terlalu besar” jawab Leo berusaha terbuka dengan calon istrinya
__ADS_1
Pasti kehidupan Leo sama sepeřti dirinya, banting tulang agar mampu menyelesaikan kuliahnya pikir Keysia
"huh....." Keysia membuang nafas dengan kasar karena kehidupan Leo benar-benar tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Dia pasrah dan harus mengabaikan prinsipnya.
“ma, papa kenalkan ini Keysia pacarku” ucap Leo kepada orang tuanya yang sedang duduk di ruang tamu.
“wah cantik pacarmu Leo” puji ayahnya Leo
“ aku Lina dan ini Rudy papanya Leo” ucap ibu Lina memperkenalkan diri
“sa…saya Keysia bu” jawab Keysia agak malu-malu
“panggil aku mama Lina” ucapnya
Keysia merasa lega karena tidak kejadian hal-hal buruk yang sedari tadi memenuhi pikirannya.
sikap Orang tua Leo begitu ramah dan sangat welcome kepadanya.
Merekapun kemudian ngobrol panjang untuk saling mengenal satu sama lain.
“Key kamu ngobrol dulu dengan mama papaku di sini” kata Leo sambil memegang jari jemari Keysia
“kamu mau kemana Leo?” jawab Keysia
“aku mau mandi sebentar saja” ucap Leo sambil mengkipasi badannya dengan tangan yang menandakan kalau dia sangat merasa panas dan gerah.
Keysia menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.
“ma pa aku titip Key dulu” sambungnya lagi
Suasana hening terasa beberapa saat
Terdengar Lina memulai percakapan lagi
“sudah berapa lama menjalin hubungan dengan anakku” Tanya Lina dengan ekpresi berbeda dari sebelumnya
“kami kenal sudah hampir dua tahun ma dan aku jadian baru seminggu yang lalu” jawab Keysia meyakinkan
“mengapa ga berusaha mencari pasangan yang seumuran denganmu? mengapa harus Leo yang umurnya jauh lebih muda darimu yang lebih pantas kamu anggap sebagai adik” katanya sambil menatap dalam wajah Keysia
“hemm….” Keysia tak mampu menjawab karena merasa syok dengan perubahan sikap Lina
“apa kamu sudah memikirkan, dengan usiamu yang jauh di atas Leo di kedepannya akan timbul suatu masalah. Wanita itu lebih cepat tua dan mengalami menepause.
Disaat kamu sudah mengalami kemunduran fungsi seksual monepause, sementara suami masih muda dan masih dipuncak gairah tentunya ini akan berakibat buruk bagi hubungan kalian?” mama Lina menjelaskan ilmu biologi secara lebar.
“jangan masalahkan itu ma, yang penting kan Leo suka, kita harus menerima setiap keputusan anak kita. Apa mama mau Leo menjauh lagi seperti dulu hanya gara-gara kita menentang cita-citanya?” jelas pak Rudy kepada mama Lina
“mama masih berharap Leo akan menikah dengan wanita yang seumuran dengannya padahal mama berencana menjodohkannya dengan anak gadis kerabat papanya” kata Lina yang tidak memperdulikan kata-kata suaminya.
" anak gadis itu bernama Elvira, kelurganya sangat berada. Mama ingin kehidupan keluarga kami semakin membaik dengan Leo menikah dengannya" kata Lina seperti orang menghayal tapi menyakiti hati Keysia.
“sudah ma! Ga perlu berbicara seperti itu!” pinta papa Rudy kepada istrinya
__ADS_1
“maafin mama Lina Key! Istriku memang selalu ingin yang terbaik untuk Leo. Tapi, Jika Leo sudah merasa nyaman denganmu papa dan mama tidak akan memaksakan kehendak. Kami yakin Leo tahu yang terbaik untuknya” kata Papa Rudy yang begitu bijaksana.
"glek....."Keysia menelan ludahnya sendiri, kemudain mencoba mencerna keadaan.
"bukankah itu berarti mama Lina punya prinsip yang sama denganku" batin Keysia
Jujur Keysia merasa kurang nyaman dengan apa yang dikatakan Lina. tapi di sisi lain dia merasa apa yang dilakukan oleh mama Lina bukanlah sesuatu yang salah karena sudah pasti seorang ibu ingin yang terbaik untuk anaknya.
Tanpa bisa ditahan lagi akhirnya air matanya menetes tapi dia berusaha menyembunyikannya agar tidak diketahui oleh Leo yang ternyata telah datang menghampirinya.
"Leo aku mau pulang sekarang, kepalaku tiba-tiba saja sakit tak tahu sebabnya" pinta Keysia kepada Leo
“mama Lina dan Papa Rudy, maaf saya tidak bisa ikut makan malam sekarang karena ini sudah semakin malam. Mungkin nanti saya akan luangkan waktu ke sini lagi” lanjut Keysia berpamitan tanpa membiarkan kesempatan orang disekitarnya berbicara.
Mama Lina dan pak Rudy hanya bisa menganggukkan kepala dengan permintaan Keysia. Mereka sadar jika apa yang mereka lakukan tadi telah membuat Keysia tersinggung.
**
Disepanjang perjalanan Keysia hanya diam kali ini memang full diam. Tak menyangka jika mamanya Leo punya keinginan yang mungkin hampir sama dengannya.
“apa yang dibicarakan mamaku tadi Key?” tanya Leo memulai pembicaraan
"lebih baik kamu tanyakan langsung pada mamamu Leo!" jawab Keysia yang sedang tidak ingin membahas masalah itu lagi
Tanpa disadari akhirnya mereka sudah sampai di depan rumahnya Keysia.
“Leo tolong jauhi aku mulai sekarang! Kamu carilah wanita yang sepadan dan seumuran denganmu! Aku bukanlah wanita yang pantas untukmu" ucap Keysia sambil turun dari motor Leo
“apakah orang tuaku mempermasalahkan itu tadi?” Tanya Leo
“kalau aku mengatakan jika kamu sangat pantas untukku apakah kamu tetap akan ragu?’” kata Leo melanjutkan.
Leo memang benar-benar tulus mencintaiku, tapi aku harus bagaimana? ga mungkin aku memaksakan kehendak. Mama Lina ga salah dia hanyalah orang yang ingin memperbaiki hidupnya sama sepertiku. lebih baik aku jauhi Leo setidaknya bisa membantu orang tua Leo dalam mewujudkan keinginannya. pikir Keysia
“sudahlah Le ini sudah malam aku mau istiahat dulu” Keysia meninggalkan Leo seraya menutup pintu rumahnya karena dia tidak mau lagi membahas masalah ini
**
Di kamarnya
Keysia tersedu.
cinta pertamanya harus kandas karena suatu prinsip.
Tiba-tiba ponselnya berdering yang ternyata panggilan dari Leo. Namun Keysia enggan untuk menanggapinya dan memutuskan untuk tidak berkomunikasi lagi dengannya.
Jauhi aku Le, lakukan apa yang diinginkan oleh mamamu. mudah-mudahan kehidupanmu akan semakin baik batin Keysia
Beberapa menitnya sebuah pesan datang dari Leo.
Key aku tidak tahu persis apa yang orang tuaku katakan padamu, harusnya kata-kata mereka bukanlah menjadi alasan kita seperti ini. Aku telah memilihmu dalam hidupku jd siapapun tidak ada yang bisa menentang pilihanku!
Satu menit kemudian
pesan dari Leo
__ADS_1
Jawab aku key!!! Kalau kamu seperti ini menandakan cintamu begitu dangkal padaku. Anggaplah ini tantangan dalam hubungan kita yang akan kita selesaikan sama-sama. Tunjukkan bahwa cinta kita begitu kuat!!
Entah pesan apa lagi yang dikirimkan Leo pada malam itu, Keysia tak sanggup lagi membacanya karena dia telah menyerah pada rasa kantuknya.