
Selepas Leo berlalu tinggalah dua insan yang sedang pada pikiran masing-masing. Pikiran Keysia masih saja diliputi oleh rasa bersalah karena telah begitu tega menyuruh Leo pergi padahal dialah yang sedari tadi begitu ikhlas membantunya. Sementara Zacky sedang diliputi oleh rasa cemburu dengan apa yang disaksikannya tadi.
“Kau sangat mengharapkan laki-laki itu? Jadi untuk apa aku di sini?" tanya Zacky membuyarkan lamunan Keysia.
"Aku hanya lupa mengucapkan terima kasih kepadanya” kilah Keysia
“kau masih hutang jawaban padaku, kenapa kau baru pulang jam segini?” Tanya Zacky yang sebenarnya kesal
“aku lama menunggu ojek online. Leo tak tega melihatku berlama-lama di sana jadi dia berinisiatif mengantarkanku pulang” tutur Keysia
“besok-besok kalau perlu bantuan jangan segan-segan memberitahukanku, aku pasti akan selalu berusaha ada untukmu” kata Zacky
“aku hanya ga enak mengganggu kesibukannmu” jawab Keysia
“jangankan hanya menjemputmu, membawamu keliling duniapun aku siap” Zacky menggombal
“ok nanti jika ban motorku tiba-tiba kempes aku akan meminta bantuanmu” jawab Keysia seraya tersenyum
“apa kau perlu bantuanku hanya pada saat ban motormu kempes?” Zacky berbicara sambil memegang dagu Keysia begitu mesra.
Keysia merasa sangat deg-degan dengan apa yang dilakukan Zacky. Baru pertama kalinya ada wajah pria yang sangat dekat tepat di depan mukanya.
“apa yang kamu pikirkan ?” Zacky tertawa geli melihat ekpresi wajah Keysia
“tidak, aku hanya berpikir” jawab Keysia jujur
“apa kau pikir aku kan menciummu?” kata Zacky sambil tersenyum
“hmmmm…” Keysia merasa sangat malu
“aku ga mungkin melakukan itu sebelum kau sah jadi pacarku” jelas Zacky meyakinkan
**
__ADS_1
Malam harinya
Keysia merasa bingung dengan perasaannya. Baginya memilih Zacky adalah keputusan yang sangat tepat karena kehidupan Zacky yang sangat sesuai dengan apa yang menjadi prinsipnya. Namun hal itu sangatlah bertentangan dengan kata hatinya, hatinya justru mengatakan jika Leo adalah pilihan yang tepat karena Leo mampu membuatnya merasa nyaman.
“dreeeet…..dreeetttt….” suara ponsel Keysia
Leo Ananta Is Calling.......
Baru saja jari Keysia hendak menyentuh lambang telp berwarna hijau tiba-tiba panggilan itu terhenti yang menandakan panggilan telah dibatalkan.
“ting” bunyi pesan via WA
“Key, maaf telah mengganggu istirahatmu.
Apakah mulai sekarang aku harus menjauhimu” tulis Leo
“tidak, tetaplah menjadi Leo seperti sebelumnya” Keysia
“apakah aku masih berarti bagimu” Leo
“aku sahabat bagimu?” Leo
Namun tak ada jawaban dari Keysia karena dia sendiri tak tahu apa yang mesti ditulisnya.
Sementara di luar sana sosok Leo merasa sangat kecewa dengan apa yang telah dibacanya.
“kamu hanya menganggapku sahabat Key, andai kamu menginginkanku tentu saja aku akan berjuang untuk dapat memilikmu. aku tak sanggup berjuang sendiri.
Mungkin mulai sekarang aku harus belajar mengiklaskanmu. Mengiklaskan wanita yang sangat kucintai bahagia dengan pria yang dicintainya,. Aku pasrah dan mulai sekarang aku kan mencoba menjalani segala skenario Tuhan untukku” batin Leo
Sebelum dia memutuskan untuk memejamkan matanya dia menyempatkan diri untuk mengirimkan sebuah lagu kepada Keysia, lagu yang mewakili isi hatinya sekarang.
*senja kini berganti malam
__ADS_1
Menutup hari yang lelah
Di manakah engkau berada
Aku tak tahu dimana
Pernah kita lalui semua
Jerit tangis, canda tawa
Kini hanya untaian kata
Hanya itulah yang aku punya
Tidurlah selamat malam
Lupakan sajalah aku
Mimpilah dalam tidurmu
Bersama bintang
Sesungguhnya aku tak bisa
Jalani waktu tanpamu
Perpisahan bukanlah duka
Meski harus menyisakan duka
(Bersama Bintang, Drive)
Keysia berusaha menghayati tiap lirik lagu. Keysia yakin lagu ini adalah bentuk ungkapan perasaan Leo saat ini. Leo memang selalu menyanyikan lagu yang liriknya menyesuaikan dengan perasaannya
__ADS_1
"seharusnya kamu berjuang Leo dan yakinkan aku bahwa kamu benar-benar tulus mencintaiku dan pantas untukku bukannya menyuruh melupakanmu” batin Keysia