
Hari ke 3 liburan Keysia dan teman-temannya sudah mempersiapkan diri untuk pulang. Sarah dan Frans akan mengantar mereka berempat ke rumah masing-masing sebelum mereka ke Airport.
Sarah memutuskan untuk mengantar Keysia terlebih dahulu. Sesampainya di depan rumah Keysia merekapun saling cupika cupiki dan berpelukan karena mereka sadar moment ini sangat sulit akan terulang karena mereka akan sibuk pada dunia masing-masing .
Saat Keysia masuk ke gerbang rumahnya dia melihat sosok Leo sedang duduk di ruang tamu. Keysia tidak tahu kalau Leo sudah menunggunya sejak satu jam yang lalu.
Keysia tidak terlalu bersemangat dengan itu karena dalam pikirannya hanya ingin secepatnya mandi dan tidur karena ia merasa sangatlah lelah.
“sudah lama di sini Leo” Tanya Keysia mengejutkan Leo
“sudah sejam yang lalu, Key ada yang ingin aku kasi padamu. Aku merasa bingung karena hampir 2 hari ini aku tidak bisa kumunikasi denganmu” jelas Leo sambil mengajak Keysia duduk
“key aku sudah belikan ini, aku ga mau sedetikpun ga mendengar kabar darimu” ucap Leo sambil menyodorkan hp keluaran baru yang baru dibelinya
“ini untukku Le?” tanya Keysia senang karena mendapat ponsel baru tanpa harus susah-susah ngumpulin uang untuk bisa beli sendiri.
“kamu pakai ini, aku beli khusus untukmu, karena aku ga mau semenitpun ga komunikasi denganmu” jelas Leo mengulang perkataannya
__ADS_1
“key semakin lama rasa cintaku semakin besar ke kamu dan dua hari ini meyakinkanku kalau aku ga bisa jauh darimu dan aku ingin memilikimu” kata Leo mengungkapkan perasaannya lagi
“maksudmu” Tanya Keysia pura-pura tak paham
“aku mau jadi pacarmu bahkan bila perlu lebih dari itu” tambah Leo
“sadar lah Leo aku tak pantas untukmu! aku 4 tahun lebih tua darimu. Bagaimana dengan keluargamu nanti?” jawab Keysia
“kamu jawab dulu bersedia jadi pacarku! nanti aku akan pikirkan bagaimana cara meyakinkan keluargaku” pinta Leo sedikit memaksa karena bosan dengan sikap Keysia yang suka mengulur ulur waktu
“maaf Leo aku ga bisa. Sebaiknya kamu pulang saja aku ingin istirahat!” jawab Keysia seraya membukakan pintu gerbang kepada Leo.
Setelah jauh dari pandangan Keysia Leo melampiaskan segala kekecewaannya dengan memukul pohon besar yang tepat berada di sampingnya. Dia memukul dan terus memukul batang pohon itu sampai akhirnya merasakan perih di punggung tanganya.
Dia duduk di bawah pohon yang telah dia sakiti ketika sadar apa yang dia lakukan tidak akan mampu merubah keadaan.
Keysia yang mengamati Leo dari kejauhan sangat merasa bersalah dan tak tega.
__ADS_1
Apa yang telah aku lakukan? Aku tak tega melihat Leo seperti itu. Prinsipku ini membuatku membohongi perasaan sebenarnya, yang sebenarnya juga mencintainya
Sambil menangis Keysia berlari mendekati Leo
Meskipun Leo bukanlah pria yang sesuai dengan prinsipku aku akan mencoba menerimanya karena dengannya aku merasa nyaman. Mungkin inilah bagian dari scenario Tuhan yang harus aku jalani. Pikir Keysia saat sudah berada di depan Leo
“maafkan atas sikapku tadi Leo, aku ga bisa membohongi perasaanku yang ternyata juga mencintaimu” ucap Keysia yang mengagetkan Leo ketika sedang terduduk sedih.
“mengapa kamu berubah pikiran?” Tanya Leo yang hanya mengangkat kepala tanpa memandangnya
“seperti yang aku bilang tadi, aku mencintaimu, aku ga peduli dengan perbedaan usia kita” kata Keysia meyakinkan
Betapa terkejutnya Keysia karena tiba-tiba Leo memeluknya dengan pelukan yang penuh ketulusan.
Leo kemudian membisikkan sesuatu di telinga Keysia “terima kasih sayang, aku janji akan membuatmu bahagia. Secepatnya pula aku akan mengenalkanmu pada orang tuaku”.
“kapan itu akan kamu lakukan” Tanya Keysia penasaran
__ADS_1
“secepatnya” jawab Leo