
Pagi hari Keysia terbangun dari tidurnya karena mendengar suara bising di luar kamarnya.
Suara bising muncul dari tape yang dihidupkan oleh sang kakak dengan volume yang lumayan menyakitkan telinga.
Dengan mata yang masih melihat samar-samar Keysia mengambil ponselnya. Jam di ponselnya telah menunjukkan pukul 06.00 pagi. Keysia ingin tidur kembali menikmati hari liburnya tapi perutnya sama sekali tidak bisa diajak kerjasama, dia harus sarapan.
Sebelum beranjak dari ranjangnya dia kembali melihat layar ponselnya.
Terdapat 11 kali panggilan tak terjawab dari Leo.
“astaga aku lupa. Leo pasti menunggu kedatanganku tadi” Keysia teringat pesan Leo kemarin
“maafkan aku tidak bisa menemuimu Leo. Aku hanya ingin kamu membiasakan diri tanpa aku” ucapnya lirih
“sudahlah, ga penting memikirkan itu! Mumpung libur aku mau tidur kembali sampai puasssss” kata Keysia berusaha melupakan Leo
Setelah sarapan Keysia pun bersantai di ranjang. Hari ini dia merasa begitu bersemangat mungkin saja karena kemarin Zacky mengajaknya berkencan, kencan yang pertama dalam hidupnya.
Di pikirannya terus saja terbayang wajahnya Zacky, dia merasa benar-benar telah jatuh cinta padanya.
Mulailah dia menghayal membayangkan bagaimana kehidupannya akan berubah ketika nanti menjadi pasangan hidup Zacky.
Zacky sebagai penerus pak Gidion
Pemilik hotel terkenal
__ADS_1
Hidup mapan
Kaya
Tentu saja akan mengeluarkan dirinya dari zona kesederhanan seperti yang diharapkannya selama ini.
Tiba-tiba dia tersadar jika dia sudah berhayal tingkat tinggi. Zacky belum tentu memiliki rasa yang sama dengannya, namun hatinya tetap berharap agar Zacky benar-benar menyukainya.
Saking lamanya menghayal akhirnya Keysia mulai merasa lelah, tak terasa matanya sudah tidak sanggup lagi dibuka, dia merasakan pandangannya semakin gelap hingga tak terlihat segalanya. Diapun tertidur.
“Tok…Tok…Tokkk” Keysia mendengar pintu kamarnya diketok dari luar. diapun beranjak untuk membuka pintu, udara di luar terasa sangat dingin karena sedang terjadi hujan lebat. Tiba-tiba dia melihat sosok Leo sedang berdiri diantara hujan, mukanya terlihat sangat pucat.
Belum sempat dia bertanya, Leo telah menyodorkan seikat bunga Edelwais tepat di depan mukanya.
“aku mencintaimu”
“ I Love You”
Leo tersenyum ketika tangan Keysia meraih bunga edelwais di tangannya. Namun senyum yang keluar dari bibirnya tidak mampu menghapus warna pucat di wajahnya.
“jaga dirimu baik-baik” ucap Leo dengan tatapan sedih kemudian berlalu meninggalkan Keysia yang masih berusaha mencerna ucapannya.
“kau mau ke mana Leo? Tunggu!” pinta Keysia
“kamu terlihat seperti tak sehat” Keysia melanjutkan
__ADS_1
Namun pertanyaan itu tak berhasil menghentikan langkah Leo. Leo tetap berlalu seakan merasakan kesedihan yang dalam.
“ Leo……..Leo tunggu” panggil Keysia yang kemudian tersadar jika dirinya baru terbangun dari tidurnya. Dia berusaha menarik selimut karena tubuhnya merasa kedinginan, air hujan telah menerpa tubuhnya yang masuk lewat jendela yang lupa ditutup.
“aku bermimpi” ucapnya sendiri sambil menarik nafas dalam dan membuangnya dengan kasar.
Mimpi itu membuat dirinya cemas. Dia mulai mencemaskan Leo, Leo yang sedang melakukan pendakian yang mungkin saja siang ini sudah sampai di puncak.
Apakah Leo baik-baik saja di sana mengapa dirinya bermimpi seperti itu di siang bolong. Keysia berusaha mengalihkan pikirannya untuk selalu berpikir positif. Namun tetap saja dia merasa tak tenang.
Keysia kemudian mengambil ponselnya untuk menelpon Leo. Saat dihubungi ponsel Leo tersambung aktif hanya saja tak ada jawaban darinya.
“dimana kamu Leo” katanya semakin cemas dan diapun mengulang panggilan tanpa menyerah secara terus….terus… dan terus namun tetap tidak ada jawaban.
Saat Keysia mulai frustasi dengan keadaan, tiba-tiba terdengar panggilan di ponselnya dari nomor yang tidak dikenal. Dia hanya berharap jika yang menghubunginya adalah Leo.
Saat diterima dia mendengar suara wanita yang sedang terisak
“Keysia ini mama Lina”
“ada apa ma” Tanya Keysia penasaran
“Leo Key….Leo mengalami Kecelakaan” jawabnya sambil menangis
‘deg….”Keysia terkejut bukan main. “sekarang Leo di mana ma?”
__ADS_1
“Leo masih dievakuasi oleh petugas” jawab mama Lina terdengar semakin menangis