Wanita Berprinsip

Wanita Berprinsip
Part 7 Kecelakaan #2


__ADS_3

Keysia merasa sangat gelisah menunggu kabar dari mama Lina. Dia mondar mandir di kamarnya sambil sekali-kali melihat layar ponselnya.


“bagaimana keadaanmu Leo” Tanya Keysia pada dirinya sendiri


“mudah-mudahan kamu selamat Leo” dia begitu berharap.


Sementara di luar sana tepatnya di puncak gunung, tim SARS sedang bahu membahu menuruni lereng gunung yang terjal mengevakuasi korban yang terperosok saat pendakian. Proses evakuasi berjalan sangat lama karena kondisi hujan deras yang membuat tanah menjadi licin.


Banyak pula relawan yang ikut berpartisipasi dalam proses pencarian korban tersebut. Ketua tim evakuasi memutuskan akan menghentikan pendakian satu jam lagi sebelum awan tebal memenuhi zona pegunungan.


20 menit kemudian terdengar teriakan dari salah satu tim yang telah berada di dasar jurang bahwa korban telah ditemukan. Kemudian mereka mengevakuasi korban ke lokasi yang telah disiapkan selanjutnya akan dibawa ke rumah sakit.


**


“drettttt......dreèeett” ponsel Keysia berbunyi.


Dengan sangat cepat jarinya membuka kode sandi pada layar ponselnya dan membaca pesan masuk.


"Key Leo telah ditemukan dan sekarang sudah ditangani di rumah sakit xxx" ( Lina)


"Bagaimana keadaan Leo ma?" (Keysia)

__ADS_1


"Mama belum tahu Key doakan biar anak mama selamat" (Lina)


"Saya selalu berdoa yang terbaik untuk Leo ma" (Keysia).


Keysia kemudian bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Leo. Sepanjang perjalanan mulutnya terus berkomat kamit mengucapkan Doa memohon kepada Tuhan agar Leo diberi keselamatan.


Sesampainya di rumah sakit Keysia melihat orang tua dan beberapa sahabat Leo. Wajah mereka terlihat sangat lesu yang menandakan hal kurang baik sedang terjadi pada Leo.


“ma” ucap Keysia memanggil Lina


Lina langsung beranjak dan memeluk Keysia dengan tangis yang menjadi-jadi.


"bagaimana keadaan Leo ma?" tanya Keysia penasaran.


"Leo masih ditangani dokter di dalam Key" jawab pak Rudi yang sedang duduk di ruang tunggu.


Tiba-tiba matanya terfokus pada bunga yang berada di tempat duduk dekat pak Rudy berdiri.


“bunga itu?” Keysia melepaskan pelukan Lina dan menghampiri bunga tersebut. Bunga edelwais yang telah terikat begitu rapi.


“ini bunga Leo ma?” Tanya Keysia kepada Lina

__ADS_1


“ya Key, bunga ini ditemukan di ransel Leo” Lina menjawab sambil mendudukkan dirinya di bangku dekat suaminya.


Bunga ini sama persis dengan bunga yang diberikan Leo kepadanya di dalam mimpinya. Mungkin saja Leo sengaja mencarikan bunga edelwais itu special untuk dirinya. Keysia tahu bahwa bunga edelwais hanya bisa ditemukan di puncak gunung dan itupun dilokasi-lokasi yang sangat curam dan terjal. Bunga edelwais adalah bunga abadi yang tak pernah layu dimakan waktu.


Keysia menangis setelah mampu mencerna semuanya. Hatinya merasa tak karuan antara senang, sedih, dan menyesal. Senang karena dia menyadari jika cinta Leo begitu dalam dan tulus kepadanya, dia berupaya membuktikan ketulusannya sampai-sampai membuatnya seperti sekarang. Leo melakukan hal yang terlalu berlebihan yang tentunya membuat Keysia sangat sedih. Menyesal karena dirinya tak merespon pesan yang dikirimkan Leo kemarin sebelum dia berangkat mendaki.


"aku ga menyangka Leo sampai rela membahayakan dirinya untuk benda mati seperti ini hanya untuk meyakinkanku bahwa cintanya abadi " pikir Keysia benar-benar merasa kesal.


Keysia mengintip kondisi Leo dari celah jendela IGD, setitik celah telah mampu memperlihatkan kondisi Leo yang sedang dikerumuni para dokter dan perawat. Kulit Leo pucat dengan alat bantu pernapasan yang menempel dihidungnya.


Melihat kondisi Leo seperti itu membuat Keysia menangis sejadi-jadinya sehingga harus ditenangkan oleh sahabat Leo yang kebetulan di sana.


Beberapa saat kemudian


Dokter keluar dari ruangan


“keluarga pasien?” ucapnya


“saya ayahnya dok. Bagaimana keadaan anak saya?” Tanya pak Rudy dengan mata sembab.


“saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi sampai saat ini kondisi pasien tak mengalami perubahan. Saya sarankan keluarga selalu berdoa mudah-mudahan ada mukjizat” kata doker tersebut pesimis.

__ADS_1


__ADS_2