Wanita Ku Bukan Pelakor

Wanita Ku Bukan Pelakor
Ditunjuk menjadi baby sister


__ADS_3

"Hiks... Hiks... Hiks... Hiks... "


"Nangis, nangis... Bisanya kamu cuman nangis aja... "


"Kamu aja kerja gak becus... Bahkan banyak banget complaint dari para penyewa jasa ke kamu... "


"Kamu ini tau gak.. Udah berapa banyak kamu buat masalah... dan berapa banyak complaint sampah serampah dari para penyewa jasa ke yayasan kita, itu semua hanya karena masalah yang kamu buat... DASAR GAK BERGUNA... DASAR SAMPAH... DASAR GAK TAU DIRI...."


"Hiks... Hiks... "


Seorang gadis remaja berlutut dipojokkan sambil menangis tersedu-sedu dan menundukkan kepalanya. Dia hanya bisa menangis saat dimarahi habis-habisan oleh ketua yayasan yang begitu garang tersebut.


Ketua yayasan wanita yang berusia hampir setengah abad itu terlihat sangat geram sekali kepada gadis remaja yang ada dibawah kakinya itu.


"Hei.. Angkat kepala mu.. Aku sedang berbicara dengan mu..."


Teriak wanita tua itu sambil menendang gadis itu dengan keras sehingga gadis itu tersungkur ke lantai yang dingin.


"Kau pikir aku berbicara dengan tembok, sehingga dari tadi tidak ada respon sama sekali...!! "


Wanita itu membentak lagi dengan nada keras. Gadis itu pun menahan suara tangisannya dan mengangkat perlahan kepalanya dengan rasa takut yang teramat sangat.


PLAKZZZ...


Belum sempat gadis itu sampai diposisi menatap ketua yayasan, dirinya sudah ditampar keras lagi, sehingga meninggalkan bekas di wajahnya yang sudah pucat.


Gadis itu kembali menitikkan air matanya, serta menahan rasa sakit fisik dan mental yang dia rasakan saat ini.


TOK... TOK.. TOK...


Suara ketukan pintu dari luar membuat ketua yayasan yang sedang marah membabi buta itu terpaksa membuka kunci pintu.


"Ada apa? " Tanya ketua yayasan kepada orang yang mengetuk pintu dengan nada tinggi.


"I-i-tu... no-nona Britch, di-di ruang tamu ada orang suruhan dari tuan besar Alex... " Orang yang ada di depan pintu itu berbicara dengan perasaan gugup dan takut.


"Apa...? " Ekspresi dari wanita tua itu yang tadinya garang, kali ini menjadi terkejut serta gelisah.


"Baiklah... Kau layani dulu tuan tersebut dengan baik. Aku akan segera ke sana.. " Perintah ketua yayasan dengan tegas.


"Ba-baik... " Jawab orang itu lagi masih dengan rasa gugup, lalu dia pergi dengan kesan yang terpaksa.


Ketua yayasan menutup pintu dan kembali kepada gadis yang masih berlutut di lantai dengan ekspresi ketakutan itu.


"Hari ini kau akan aku lepaskan, Alexa. Tapi jangan harap besok aku tidak akan memberikan mu hukuman. "


Wanita tua itu berkata sambil menatap gadis remaja yang masih tertunduk itu dengan tatapan yang penuh mengintimidasi serta ancaman.


Ketua yayasan pun langsung meninggalkan gadis yang bernama Alexa tersebut, sedangkan Alexa semakin menangis menjadi-jadi di dalam ruangan itu.


Alexa Prawitha, seorang gadis berumur sembilan belas tahun, di usianya yang masih muda, dia sudah menjadi pekerja bayaran di suatu yayasan yang menyalurkan tenaga kerja seperti asisten rumah tangga, babby sister dan pengasuh lansia.


Sejak kecil Alexa sudah tinggal di yayasan tersebut dan sejak saat itu pula ketua yayasan memperlakukan dia seperti budaknya.


Hari ini ketua yayasan sangat marah kepada dirinya karena ini sudah ke-enam kalinya dia dikembalikan serta mendapat komentar buruk dari orang yang memperkerjakannya.


Padahal sebenarnya dalam hal pekerjaan dia sangat cakap, gigih, rapih, serta rajin dan tekun. Tapi hanya satu yang membuat semua keahlian pekerjaan Alexa yang bagus menjadi buruk, yaitu dia dicap sebagai pelakor.


Ya... Dia dicap sebagai pelakor oleh para majikan yang telah memperkerjakannya. Dari segi penampilan, kecantikan wajah dan bentuk tubuh yang mempesona, Alexa tidak salah lagi jika harus dicap seperti itu.


Tapi apakah benar dia seperti itu? Apakah dia pantas dicap dengan sebutan yang sangat memalukan itu?


"Hiks... Hiks... Hiks... "


"Hiks... Hiks... Hiks... "


"Huhu... Huhu... Huhu... "


"Huhu.... Huhu... Huhu... "


Tangis Fitri semakin tersedu-sedu sembari memeluk kedua lututnya, wajah cantiknya terlihat buruk dengan air mata yang terus mengalir dari matanya.


*****

__ADS_1


Sedangkan diruang tamu, ketua yayasan yang bernama nona Britch sedang melayani orang suruhan dari pria yang bernama Alex dengan begitu ramah dan sopan.


"Tuan Andre, selamat datang di yayasan kami. Kalau boleh saya tau, anda ada tujuan apa ya kemari? " Tanya ketua yayasan dengan nada serta senyuman ramah.


"Nona Britch, tuan besar Alex meminta saya untuk mencari seorang pengasuh disini. " Pria bernama Andre itu berkata dengan raut wajah datar, namun entah kenapa damagenya begitu tinggi.


"Heeeh... " ketua yayasan tersenyum, dia merasa agak senang dengan permintaan pria itu, "baiklah, tuan Andre. Kira-kira tuan besar Alex menginginkan pengasuh seperti apa? " Ketua yayasan semakin antusias dan semakin mengulas senyuman ramah di wajahnya.


"Tuan besar hanya menginginkan wanita yang sederhana untuk mengasuh putrinya yang baru berumur satu tahun. "


Perkataan Andre membuat ketua yayasan melongo karena terkejut dengan apa yang barusan dia dengar. Andre yang mendapati ekspresi ketua yayasan pun langsung menatapnya dengan tajam, sehingga ketua yayasan pun merasa takut dan menundukkan kepalanya.


"Tuan Andre, maaf, atas keterkejutan saya barusan. Kalau begitu saya akan merekomendasikan beberapa babby sister yayasan kami yang kompeten. " Ketua yayasan berkata dengan begitu ramah, sehingga Andre merasa muak dengan perkataan dari ketua yayasan yang sok ramah seperti itu.


Ketua yayasan membawa beberapa orang yang dia rekomendasikan kehadapan Andre. Ketua yayasan memberitahu kelebihan mereka, sedangkan Andre hanya mendengarkan dengan rasa bosan, karena dia merasa tidak ada yang memenuhi kriteria dari bos besarnya untuk mereka semua.


"Apa tidak ada yang lain? " Tanya Andre dengan datar.


"Ini sudah yang terbaik dari babby sister kami, tuan Andre. "


Andre tidak menyahuti perkataan ketua yayasan, melainkan dia menatap tajam wanita paruh baya tersebut, sehingga semua orang yang ada di ruangan itu menundukkan kepalanya karena takut.


Alexa yang baru selesai dengan tangisannya, dia segera keluar dari ruangan ketua yayasan dengan wajah yang begitu berantakan, dia pun berjalan menuju asramanya dengan wajah yang tertunduk, karena dia tidak berani menatap apapun, terkecuali lantai yang dia pijak.


Andre yang masih merasa tidak puas dengan para babby sister yang direkomendasikan ketua yayasan, dia secara tidak sengaja melihat Alexa yang berjalan dengan wajah tertunduk di luar ruangan.


"Bagaimana dengan yang itu? "


Ketua yayasan termasuk semua orang langsung menengok kearah yang Andre tunjuk. Mata ketua yayasan pun langsung membulat sempurna dan ekspresi wajahnya kembali terlihat murka ketika melihat sosok Alexa.


Ketua yayasan pun dengan cepat memutar kepalanya dan berkata, "maaf tuan Andre, tapi dia sedang menjalani hukuman. "


"Hukuman apa? " Kening Andre berkerut menatap ketua yayasan dengan datar.


"Maaf tuan Andre, tapi saya tidak bisa memberitahu hal tersebut. "


Andre bangkit dari duduknya, dan mendekati ketua yayasan dengan tegas sambil merapikan kemejanya. Ketua yayasan pun kembali menundukkan kepalanya dan mundur beberapa langkah.


"Sejak kapan anda berani memberontak tuan besar Alex, nona Britch? " Tatapan dan nada bicara Andre yang dingin seperti sedang mengintimidasi ketua yayasan.


"Ssttt... "


Andre meletakkan jari telunjuk di mulutnya, sehingga ketua yayasan terpaksa berhenti berkata.


Andre membalikkan tubuhnya dan menaruh kedua tangan di saku celananya, lalu dia berkata, "Aku tidak ingin tahu apapun alasannya, aku ingin membawa gadis itu ke hadapan tuan besar Alex, jika anda tidak memberikannya, maka... "


Andre menggantungkan perkataannya sejenak lalu memutar kepalanya dan menatap tajam ketua yayasan, "maka jangan salahkan saya ataupun tuan besar, jika yayasan anda ini hilang. "


Ketua yayasan pun langsung mendongakkan kepalanya, dan langsung gemetar ketakutan dengan perkataan Andre yang tidak lain adalah suatu ancaman untuk dirinya dan bisnisnya.


"Ja-jangan tuan Andre. Ba-baiklah... Saya akan membawakan gadis itu kemari. "


"Sinta, cepat panggil Alexa kemari! "


Ketua yayasan segera memerintah wanita yang ada disebelahnya dengan nada panik, dan wanita yang diperintahnya hanya mengangguk dengan tenang, lalu segera pergi untuk memanggil Alexa.


"Tuan Andre, saya sudah meminta Sinta untuk membawa gadis itu kemari. Saya harap tuan tidak marah lagi?! " Ketua yayasan yang panik berusaha meredakan emosi Andre, yang mana sebenarnya itu sudah menjadi senjata Andre untuk mengancam.


Setelah beberapa menit kemudian, Sinta kembali keruangan itu bersama Alexa. Wajah Alexa yang tadinya agak kacau kali ini sudah terlihat lebih baik.


"Lihat, tuan Andre, ini gadis yang anda mau! " Ketua yayasan kembali bersikap ramah kepada Andre.


Andre pun kembali membalikan badannya, lalu dia menilai penampilan Alexa dari atas sampai bawah. Sedangkan Alexa merasa gemetar, kepalanya tertunduk serta tangannya tidak berhenti meremas tangan satu sama lainnya.


"Apa kalian semua bisa keluar? " Perintah Andre dengan menatap ketua yayasan.


"Oh..., baiklah... " Ketua yayasan mengerti perintah dari Andre dan dia langsung membawa semuanya keluar.


"Biarkan dia disini. " Andre menghentikan ketua yayasan yang ingin menyeret Alexa.


Ketua yayasan pun hanya mengangguk dan dia keluar dari ruangan. Setelah semuanya keluar, Andre kembali duduk dan menyilangkan kakinya, sedangkan Alexa masih tertunduk dengan gemetaran, bahkan keringat mulai bercucuran.


"Hari ini anda akan mulai bekerja dengan tuan besar saya untuk mengurus anaknya yang berusia satu tahun. "

__ADS_1


Alexa tidak menggubris perkataan Andre, melainkan dia masih saja tertunduk dengan *******-***** kedua tangannya.


"Apakah anda mendengar perkataan saya? " Andre berkata dengan nada agak tinggi, karena perkataannya tidak seperti tidak digubris.


"M-ma-maaf, tuan... " Sahut Alexa dengan gugup.


"Ka-- "


Suara deringan ponsel miliknya membuat Andre tidak jadi berbicara, lalu dia mengangkat panggilan di telponnya.


"Hola, qué pasa? " (Halo, ada apa?)


".... "


"Bien, vuelvo enseguida " (Baiklah, saya akan segera kembali)


Setelah berbicara menggunakan bahasa yang tidak Alexa mengerti, Andre mengakhiri panggilan, lalu sesaat dia menghela nafas panjang.


"Anda sekarang harus ikut saya. "


Alexa yang tadinya gugup dan gemetar, kali ini jadi merasa bingung dengan perintah Andre, sedangkan orang yang memerintah dirinya sudah berjalan untuk meninggalkan ruangan itu.


"Apakah anda tidak bisa bertindak cepat dengan apa yang saya perintah barusan? Jangan membuat tuan besar menunggu dan merepotkannya. "


Andre berkata dengan nada dingin kepada Alexa. Alexa yang masih dirundung kebingungan akhirnya pun berjalan mengekor Andre dengan linglung.


Ketua yayasan dan asistennya secara kebetulan melihat Alexa yang pergi dengan Andre. Dia ingin mencegat Andre untuk bertanya, tetapi nyalinya sedikit ciut saat melihat ekspresi Andre yang terlihat serius sekali, apalagi dengan langkah yang terburu-buru.


‘Kenapa tuan Andre harus memilih gadis tak berguna itu? ’ ketua yayasan bergumam dalam hatinya dengan nada geram dan tidak terima.


******


Di dalam mobil, Alexa yang duduk di kursi belakang hanya terdiam sambil melihat keluar jendela dengan perasaan yang gugup karena ketakutan, dalam pikirannya mulai timbul pemikiran yang aneh-aneh. Andre yang duduk di bangku depan sebelah sopir memperhatikan Alexa dari spion tengah.


"Anda tidak usah khawatir, saya tidak tertarik dengan anda, nona. "


Kesepian di dalam mobil seketika menjadi tegang saat Andre membuka suaranya.


"Ha-ah.. ? " Alexa justru bingung dengan maksud perkataan Andre, karena dia tahu betul Andre pasti berbicara dengannya, dan memang hanya dia yang perempuan di dalam mobil itu.


"Saya akan membawa anda langsung bertemu dengan tuan besar. "


"Apa...? "


"Kenapa anda terkejut? " Andre menatap tajam Alexa dari spion tengah, "bukankah tadi sudah saya bilang, bahwa anda akan langsung bekerja dengan tuan besar saya hari ini? " Sambung Andre lagi dengan menaikkannya sebelah alisnya menatap Alexa dari kaca spion.


"Tapi... Saya kan belum menyiapkan barang-barang saya! "


"Tuan Andre, kita sudah sampai. " Sopir berpakaian serba hitam menengahi pembicaraan mereka.


Andre melepaskan sabuk pengamannya. "Anda tidak usah mengkhawatirkan hal tersebut, jika tuan besar dan nona kecil merasa cocok dengan anda, mulai detik itu juga anda bisa bekerja dan barang yang ada perlukan akan saya sediakan. "


Setelah mengatakan hal itu kepada Alexa dengan wajah yang tanpa ekspresi, pria itu pun langsung turun dari mobil. Sedangkan Alexa yang masih memasang ekspresi bingung, langsung mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya, lalu dia langsung turun dari mobil.


"Silahkan ikuti saya! " Perintah Andre setelah Alexa turun dari mobil.


"Haz lo planeado. " (Lakukan sesuai rencana. ")


Andre seperti sedang berbicara dengan seseorang melalui earphone bluetooth yang terpasang di telinga kirinya.


"Siapa nama anda tadi? " Tanya Andre kepada Alexa.


"Alexa, tuan.. "


"Baiklah, Alexa. Saya harus menghubungi seseorang terlebih dulu. Anda silahkan saja berjalan dahulu, setelah 0.9 km, anda akan menemukan paviliun halaman belakang, anda bisa menunggu saya di sana. "


"Oh, baiklah. "


Alexa hanya menuruti perkataan Andre, lalu setelah itu Andre mengambil ponselnya dan berjalan meninggalkan Alexa. Alexa pun berjalan menuju tempat yang diarahkan oleh Andre barusan.


"Owaaaaaa.... Huaaaaa... Huaaaaa... "


"Huuuaaa.... Huuaaa..... "

__ADS_1


"Sepertinya aku mendengar suara tangisan anak kecil? "


__ADS_2