
"Diam disana... "
Beberapa pria berpakaian serba hitam itu pun akhirnya tiba di tempat, dan beberapa dari mereka menangkap wanita itu.
Alexa yang masih tersungkur di tanah sambil melindungi Alya tiba-tiba meringis kesakitan, karena sikut dan lututnya terluka.
"Alexa...?!! "
Suara yang begitu datar menyebut nama Alexa dengan terkejut dan bingung.
"Tuan Andre... "
"Apakah putri ku sudah ditemukan.. ?!! "
Tiba-tiba suara dingin yang belum pernah Alexa dengar sama sekali bertanya kepada Andre dengan begitu khawatir.
"Tuan besar...!! "
Alexa pun agak terkejut ketika mendengar Andre memanggil pria itu tuan besar.
"Nona kecil ada disini, tuan... " Sahut Andre dengan sopan.
Seketika pria yang berbalut jas putih tersebut melewati kerumunan dan menghampiri putrinya yang masih ada pada Alexa.
"Kau... Apa yang kau lakukan disini? " Tanya Alex dengan begitu dingin saat melihat Alexa.
Alexa yang belum pernah menemui majikan yang sesungguhnya secara langsung, sehingga dia menatap pria itu lama sekali.
'Jadi dia adalah tuan besar Alexander? '
Lalu seketika Alexa menundukkan pandangnya dan tidak berani berbicara apapun.
"Tuan besar, dia adalah orang yang ingin bekerja sama dengan ku, dia barusan mengatakan kepada ku kalau dia ingin balas dendam kepada mu karena kau sudah memecat dirinya begitu saja. "
Mata Andre dan Alex pun membulat sempurna, begitu juga dengan Alexa.
"Kurang ajar... " Geram Alex seraya mengepal tangan kirinya.
Lalu dia mendekati Alexa untuk mengambil Alya.
"Huuaa.... Ma... Mi...! "
Tangan Alex pun seketika terhenti ketika mendengar jelas apa yang dikatakan oleh putri kecilnya.
"Huuaa.... Huuaa... Ma... Mi... "
Alexa pun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat tanpa menatap Alex dan Andre.
"Tidak tuan... Yang dimaksud mami oleh nona kecil bukanlah saya...! "
Alex yang kesal tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Alexa, melainkan dia kembali melanjutkan aksinya untuk mengambil Alya, tetapi Alya tidak mau lepas dari Alexa, bahkan tangisannya semakin histeris saat Alex mencoba memisahkan mereka.
"Alexa....?!!! " Suara Claude terdengar di telinga Alexa.
"Hei... Hei... Apa yang kalian lakukan...? Apa kalian mencoba untuk melukai seorang wanita...?!! "
Claude berteriak sambil berjalan menghampiri Alexa.
__ADS_1
"Kalian ini pria yang tidak bermoral sama sekali ya, berani sekali menyakiti wa--"
"Tuan besar Alex....??!! "
Claude terhenti seketika dan menyebut nama Alex, saat dia melihat dengan jelas siapa yang sedang di dekat Alexa.
"Nona Claude....??!! " Alex mengerutkan keningnya karena terkejut dan bingung.
Claude pun membungkuk hormat kepada Alex, lalu seketika dia melihat Alexa yang sudah compang-camping.
"Alexa, apa yang terjadi kepada mu? Kenapa kau kotor seperti ini? "
"Lalu kenapa duduk di tanah? Ayo bangun... Saya akan membantu mu! "
Claude pun membantu Alexa dengan perlahan lalu dia bertanya tentang anak kecil yang masih dia gendong itu.
"Alexa anak siapa itu? "
"Dia adalah Alya. Alya Alexander, dia adalah putri ku, dan saya rasa anda tahu itu nona Claude?!! "
Alexa yang dari tadi agak ketakutan, tiba-tiba menatap Claude dan Alex secara bergantian karena bingung.
"Apa....?! "
Claude seakan terkejut bukan main saat Alex mengatakan hal tersebut.
"Tuan besar, kenapa anda banyak berbicara dengan wanita itu. Bukanlah sudah saya katakan, kalau dia ingin bekerja sama dengan saya untuk balas dendam kepada anda, oleh karena itu anak anda ada padanya sekarang. " Teriak wanita yang masih dikekang oleh para bawahan Andre dengan sangat marah.
"A-apa maksudnya? " Claude terlihat kebingungan.
"Tidak, tidak... Ini yang tidak seperti yang dia katakan... Saya mengatakan semua itu hanya bersandiwara! " Alexa membela dirinya.
Alexa seketika terdiam, dan hatinya kembali seperti tertusuk ketika mendengar julukan dengan nada sinis dari wanita itu yang sudah beberapa waktu ini tidak dia dengar.
"Hei, nama mu Alexa bukan...? Anggota dari yayasan penyaluran jasa? Wajah dan nama mu sudah terkenal di majalah dan surat kabar yang tercetak beberapa minggu yang lalu, dan kau dikenal sebagai pelakor...!! "
Jiwa dan mental Alexa terasa terguncang ketika mendengar perkataan wanita itu. Claude yang sudah tahu kisah Alexa pun merasa kesal dengan wanita penculik itu, sedangkan Alex dan Andre merasa heran dan penuh tanda tanya dengan apa yang dikatakan wanita tersebut.
"Ma... Mi....!! "
Lagi-lagi Alya menyebutkan kata tersebut dan sambil memukul pelan wajah Alexa.
'Apa...? Apa yang dikatakan wanita itu...? Apa benar wajah dan nama ku ada di surat kabar serta majalah, dan... Dan... Julukan itu...?! '
Lutut Alexa yang perih akan luka, seketika lemas lunglai, sehingga tubuhnya terkulai.
"Tuan besar...!! "
Alexa menyerahkan Alya kepada Alex, dan herannya Alya tidak menangis seperti saat Alex ingin mengambil Alya dari dirinya secara paksa.
"Nona Claude, bolehkah saya kembali terlebih dahulu? " Tanya Alex dengan nada rendah.
"B-ba-baiklah...!! "
Alexa pun membungkukkan tubuhnya dan pergi meninggalkan mereka dengan perasaan yang kacau.
"Hei... Tuan Alex.... "
__ADS_1
PLAKZZZ....
Tamparan keras Andre mendarat di pipi wanita penculik itu.
"Berani sekali kau memanggilnya tuan Alex...? " Kata Andre dengan tatapan tajam.
"Kenapa kalian membiarkan wanita itu pergi...? " Kata wanita itu dengan nada tinggi karena tidak terima Alexa dibiarkan pergi begitu saja, sedangkan dirinya masih dikekang seperti itu.
"Andre... Tangani wanita itu! "
"Baik, tuan besar...! "
"Nona Claude, saya sudah lama mencari anda, bisakah kita berbicara sebentar?! "
"Baiklah, tuan besar. Jika anda tidak keberatan anda bisa mengunjunginya restoran saya! " Kata Claude dengan begitu sopan.
Alex pun hanya menganggukkan kepalanya, lalu dengan senang hati Claude membawakan Alex dan Alya ke tempatnya.
"Jose... Dimana Alexa? "
Sesampainya di restoran Claude langsung bertanya kepada salah satu karyawannya tentang keberadaan Alexa.
"Em... Kak Alexa mungkin ada dibelakang nona Claude. Tapi.... Saat kak Alexa kembali tadi, tatapannya terlihat kosong. "
"Oh... Ya sudah, kau tolong kembali bekerja sebentar ya! "
"Baik, nona...! "
"Em... Silahkan duduk tuan besar, jika anda tidak keberatan. "
Claude mempersilahkan Alex untuk duduk dengan sopan.
"Restoran ini milik anda, nona Claude? " Tanya Alex dengan nada yang agak sopan, tidak seperti biasanya yang begitu dingin.
"Benar, tuan besar. Restoran ini baru buka dua minggu yang lalu. "
"Ma-mi....!! "
Alya tiba-tiba mengatakan sesuatu ditengah-tengah pembicaraan mereka.
"Alya... Dari tadi kau menyebutkan kata mami, siapa yang sebenarnya kau sebut? " Alex berkata dengan nada lembut kepada Alya.
"Ma-mi... "
"Huuaa.... Ma-mi.... "
Alya tiba-tiba menangis karena Alex tidak mengerti maksudnya.
"Huuaa.... Huuaaaa.... Ma-mi.... "
"Alya sayang... Berhenti menangis ya...! " Alex berkata lembut untuk meminta putrinya berhenti menangis.
Namun bukannya berhenti menangis, Alya justru menangis semakin keras, untung saja restoran Claude tidak terlalu ramai pengunjung.
"Boleh berikan kepada ku, tuan besar? Barangkali nona kecil berhenti menangis. "
Alex pun menyetujui perkataan Claude, tetapi sepertinya Alya tidak mau digendong oleh Claude.
__ADS_1
"Tuan besar, jika anda tidak keberatan, boleh saya menggendong nona kecil Alya. "
Alexa tiba-tiba menghampiri mereka dengan mata yang sembab dan memerah, terlihat sekali bahwa dia baru saja menangis.