
"Sepertinya aku mendengar suara tangisan anak kecil? "
"Huuuaaaaaa..... Huuuaaaaa... "
"Iya, sepertinya memang ada anak kecil yang menangis! "
Alexa yang baru berjalan sejauh 0.2 km mendengar suara tangisan anak kecil, dan karena dia penasaran, dia pun mencari sumber suara tersebut.
Setelah mencari dan melaju beberapa langkah, akhirnya matanya menemukan seorang anak kecil berumur satu tahun, yang menangis di atas kereta dorong.
Dengan sigap Alexa menuju kereta dorong tersebut dan melihat anak kecil yang mungil dan juga cantik.
Tangisan dari bayi tersebut semakin keras, nalurinya ingin dia menggendong anak kecil tersebut. Tetapi Alexa melihat sekeliling dan tidak menemukan satu orang pun disekitar sana. Tangisan bayi itu semakin keras, Alexa merasa sangat tidak tega, dan tanpa berpikir panjang lagi dia langsung menggendong anak kecil tersebut.
"Cup... Cup... Anak cantik.. Kenapa kamu menangis? " Alexa menimang-nimang anak tersebut di dalam gendongnya, tetapi tangisan bayi tersebut tidak langsung mereda.
"Cup... Cup... Sayang... Diam ya anak manis... " Ujar Alexa lagi.
"Siapa yang meninggalkan anak kecil disini? " Kata Alexa merasa heran.
"Cup... Cup... Sayang... Anak cantik... Anak manis, jangan menangis... "
Alexa berkata sambil terus menimang-nimang bayi tersebut, dan seketika tangisannya agak mereda. Lalu mata Alexa tertuju pada mainan diatas kereta dorong tersebut, dan dia langsung mengambilnya.
Krincing... Krincing...
Alexa menggoyangkan mainan bayi tersebut sehingga timbul suara yang nyaring. Anak kecil yang ada di gendongannya pun berhenti menangis, dan mulai meraih benda yang ada di tangan Alexa.
"Nah.. Kamu terlihat imut kalau tersenyum anak manis... " Ujar Alexa ketika melihat anak kecil itu tersenyum menggemaskan.
Alexa pun bermain dengan anak yang ada di gendongannya itu tanpa dia tahu anak siapa itu.
"Ta ta ta... " Anak kecil itu mulai mengajak Alexa berbicara.
"Ta ta ta ta... " Alexa mengikuti bayi tersebut sambil tersenyum ceria.
"Bu bu bu bu... " Anak kecil itu kembali bersuara sambil memainkan jari-jarinya.
Lagi-lagi Alexa kembali mengembangkan senyum diwajahnya yang cantik ketika mendengar suara yang lucu dan wajah yang menggemaskan dari anak kecil yang ada di gendongannya tersebut.
Karena anak kecil itu sudah berhenti menangis, dia ingin menaruh anak itu kembali di atas kereta dorong.
__ADS_1
"Huuaa.... Huaaa... "
Belum ada satu detik, atau lebih tepatnya anak itu belum benar-benar ada di atas kereta dorong, dia kembali menangis lagi. Akhirnya Alexa kembali menggendongnya, dan dia langsung berhenti menangis.
"Ta ta ta ta... " Anak kecil itu kembali mengeluarkan suara yang lucu ketika ada di gendongan Alexa.
"He-em... Ternyata kamu inginnya di gendong?!! " Alexa mulai merasa gemas dan tanpa sengaja dia mencium pipi anak mungil itu, sehingga dia tertawa dan menggeliat kegelian.
Alexa tidak sadar kalau sedari tadi di kejauhan dirinya sedang dipantau oleh tiga pasang mata.
"Tuan besar, saya merasa nona kecil cocok dengan gadis itu. Bagaimana dengan pendapat tuan besar? " Tanya Andre kepada seorang berbadan tinggi dan tegap yang ada dihadapannya.
"Jika putri ku merasa cocok dengannya, aku tidak keberatan! " Jawab suara bariton yang begitu dingin.
"Bagaimana dengan latar belakangnya? "
"Saya akan segera menyelidiki dengan cepat tuan besar, mulai dari akar muasalnya. " Andre menjawab dengan begitu tegas dan bertanggung jawab.
"Segera lakukan. "
"Baik, tuan besar! "
"Misión completada, de vuelta al grano. " (Misi selesai, kembali ke titik.)
Setelah berbicara kepada seseorang melalui earphone bluetooth yang dikenakannya, Andre langsung menuju ke tempat Alexa.
"Ta ta ta ta... " Alexa meniru cara bicara anak kecil yang ada di gendongannya.
"Ba ba ba ba... "
"Bla bla bla bla... " Alexa kembali meniru anak kecil tersebut.
"Alexa.... "
Suara Andre, begitu mengejutkan Alexa, untung saja dia sadar kalau dia sedang mengendong anak kecil sungguhan, jadi dia tidak melepaskan gendongannya.
"Tuan Andre...! "
"Bagaimana nona kecil bisa bersama anda? " Andre pura-pura bertanya dengan bingung.
"Ha-ah...? "
__ADS_1
Alexa justru terlihat heran dan terkejut, lalu dia menatap anak kecil yang ada di gendongannya.
"He he he he " Anak kecil itu tertawa menggemaskan sambil menunjukkan giginya yang baru tumbuh satu.
"Jadi dia adalah nona kecil kalian? " Alexa masih melanjutkan keterkejutannya.
"Sepertinya nona kecil sangat menyukai anda Alexa. Berarti mulai sekarang kau resmi menjadi pengasuh nona kecil! "
"Apa...? " Alexa semakin terkejut, entah dia berpikir lambat atau berpura-pura bodoh saat mendengar perkataan Andre.
"Baiklah, mari kita bawa nona kecil masuk. "
"Oh... "
Alexa hanya menyahut dengan kebingungan, lalu dia meraih kereta dorong dengan satu tangan.
"Biar saya yang membawa itu. Anda fokus saja kepada nona kecil. "
Andre mencegah Alexa untuk membawa kereta dorong. Alexa pun hanya mengangguk dengan perkataan Andre kali ini, lalu mereka berjalan menuju rumah keluarga itu, sedangkan nona kecil yang ada di gendongan Alexa saat ini, sedang asyik memainkan kalung yang terpasang di leher Alexa.
Alexa menapaki kaki di rumah yang serba mewah tersebut. Dia begitu terkagum-kagum dengan keindahan serta arsitektur dari rumah tersebut, walaupun dulu dia bekerja di rumah mewah, tetapi rumah-rumah yang sebelumnya tidak semewah rumah ini.
"Alexa, ini sudah sore, apa anda bisa memandikan nona kecil? Karena setelah tuan besar pulang, dia mungkin akan mengajak nona kecil pergi. "
"Baiklah, tuan Andre. "
Alexa pun langsung pergi untuk mengerjakan tugasnya, walaupun sebenarnya dia masih bingung dengan pekerjaan tersebut.
Beberapa menit kemudian Alexa kembali lagi kepada Andre dengan wajah yang lugu.
"Maaf, tuan Andre, kalau boleh saya tau, kamar mandi ada di bagian mana ya? "
"Anggi... " Andre berteriak memanggil nama seseorang, dan dengan sekali panggilan, orang yang disebutkan namanya pun langsung menghampiri Andre.
"Iya, tuan Andre. Ada yang bisa Anggi bantu? " Kata wanita itu agak sopan.
"Beritahu pekerja baru ini letak kamar nona kecil. " Andre memerintah wanita itu dengan datar.
"Baik, tuan Andre. " Jawab wanita itu mengangukkan kepala sembari merendahkan tubuhnya untuk menghormati Andre.
"Mari, biar saya tunjukan. "
__ADS_1