
"Tuan besar, ada beberapa ciri-ciri dari wanita yang dijuluki hal seperti itu. Pertama, dia selalu memandang pria dengan nakalnya. Kedua, dia selalu mengambil atau merampas hak orang lain. Ketiga, dia tidak memiliki rasa malu dan rasa harga diri yang tinggi sebagai seorang perempuan. "
"Nah, selama Alexa bekerja dengan saya, ataupun saat saya bertemu dengan Alexa pertama kali, dia tidak dan bisa dikatakan begitu, karena dia sama sekali tidak memiliki sifat itu.
"Nona Claude, kenapa anda bisa begitu menilai Alexa? " Alex bertanya pertanyaan yang sama seperti sebelumnya.
"Karena tidak akan ada buaya jika tidak rusa. "
"Apa maksud pribahasa itu? "
"Artinya tidak akan ada penggoda jika tidak ada penggoda lain terlebih dahulu. "
"Saya benar-benar tidak mengerti maksud anda? " Alex semakin mengerutkan keningnya.
"Intinya seorang pelakor tidak akan timbul jika sang buaya tidak tergoda. "
Lagi-lagi kata ambigu Claude membuat Alex mengerutkan keningnya dengan heran. Dan karena hari sudah malam, Claude pun menawarkan Alex untuk bermalam jika dia berkenan.
#FLASH BACK OFF#
"Tuan besar... "
Alex terkejut dan akhirnya kembali ke dunia nyata.
"Tuan besar, kita sudah sampai. "
Alex pun seketika merapikan kemeja dan dasinya agar terlihat sempurna.
"Andre, tugas yang waktu itu saya berikan apa sudah selesai? "
"Saya baru menyelesaikan setengahnya, tuan. Sedangkan setengahnya lagi, tentang identitas Alexa benar-benar tidak diketahui. "
"Baiklah, kalau begitu tunda dulu hal tersebut. Namun saya ingin kau menemukan siapa pelaku yang sudah menyebarkan berita buruk tentang Alexa di media dan surat kabar, saya mau sore ini harus selesai. " Perintah Alex dengan begitu tegas dan tanpa ekspresi di wajahnya.
"Baiklah, tuan besar, akan saya laksanakan! " Andre kembali menjawab dengan tegas.
Alex pun segera turun dari mobil tanpa diikuti oleh Andre, karena Andre harus menyelesaikan tugas yang baru saja diberikan dengan cepat.
Andre yang masih di dalam mobil terlihat heran sambil mengetuk-ngetuk jarinya di stir mobil.
"Tuan besar kenapa tertarik sekali ya dengan Alexa? Apa dia memiliki perasaan kepada wanita itu? "
"Ah... Sepertinya tidak mungkin, tuan besar kan tidak kekurangan wanita, lalu kenapa dia harus memiliki perasaan kepada wanita itu? "
Andre bergumam sendiri dengan penuh tanda tanya, lalu setelah dia berdecak dan menghela nafas, dia mengemudikan mobil kembali.
*****
Siang harinya Andre sedang ada di cafe langganannya untuk menikmati kopi kesukaannya. Tak lupa sambil mengutak-atik ponselnya untuk melacak alamat web yang telah menyebarkan berita tentang Alexa.
"Eh.. Coba lihat, ini bukankah gadis yang bekerja di restoran waktu itu? "
"Heh... Iya, dia adalah gadis yang ada di restoran waktu itu. Apa yang terjadi, kenapa dia ada di surat kabar dengan berita yang tidak baik? "
"Berita ini dirilis tiga hari yang lalu setelah kita mengunjungi restoran tersebut. Tetapi apakah benar dia gadis yang seperti itu? "
"Sepertinya berita ini hoax. Kau ingat kita pernah complain kepada sang pemilik restoran tentang gadis itu? "
"Hah iya, aku ingat... "
"Ternyata sebelumnya mereka juga mendapatkan complain yang sama seperti kita. "
"Benarkah? "
"Iya benar. Sekarang coba katakan wanita yang mendapat complain seperti itu dari para pria, apa pantas dengan julukan tersebut? "
"Iya, kau benar-benar. Tapi kira-kira siapa dan apa tujuan dari penyebar berita ini ya? "
"Mungkin saja sang penyebar ini memiliki masalah dengan gadis itu, sehingga membuat berita yang menjelekkan orang tersebut demi tujuan merendahkan dan balas dendam. "
"Iya, kau masuk akal juga. "
Andre yang secara tidak sengaja mencuri dengar pembicaraan dari kedua orang yang dibelakangnya menjadi penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, lalu dia menghampiri kedua orang itu.
__ADS_1
"Maaf, tadi saya mendengar kalau anda membaca sebuah berita, kira-kira berita seperti apa ya? " Andre bertanya dengan nada ramah dan dengan senyuman yang terpaksa.
"Ini tuan, " salah satu dari mereka memberikan surat kabar kepada Andre, "gadis ini adalah seorang wanita yang bekerja di salah satu restoran yang pernah kita kunjungi tiga hari yang lalu. "
"Iya, tuan. Disitu tertulis bahwa gadis itu adalah pelakor yang telah merebut suami seseorang, dan gadis itu juga dijuluki pelakor kelas atas. "
"Maaf, tadi saya juga sempat mendengar bahwa anda pernah complain kepada pemilik restoran tentang gadis itu. Kalau boleh saya tau, anda complain tentang apa ya? " Andre bertanya lagi dengan nada yang masih sopan.
"Tunggu... Tuan ini sebenarnya siapa ya? Kok anda menanyakan tentang gadis tersebut? " Salah satu dari mereka merasa curiga.
"Em... Dia adalah teman saya. Saya sedang menyelidiki tentang dia. " Andre berbohong sambil mengulas senyum yang terpaksa.
"Oh.... Kalau begitu anda bisa melihat complain kami tentang gadis itu di web ini. "
Andre pun melihat alamat web yang ditunjukkan oleh orang tersebut.
"Ini adalah nama web restoran tersebut. Disini bukan hanya kami yang complain seperti itu, tapi masih banyak complain dari yang lainnya. "
"Baiklah, terima kasih atas pemberitahuannya. Dan maaf telah mengganggu anda, kalau begitu saya permisi. "
"Iya, sama-sama. "
Andre pun meninggalkan dua orang tersebut, dan kembali ke mejanya sebentar untuk meletakkan uang, lalu dia segera pergi dari cafe tersebut.
******
Di rumah Claude. Hari ini kebetulan adalah jadwal restoran tutup, jadi Claude ada di rumah bersama Alexa dan Alya, yang masih ada di sana.
"Nona Claude, apa saya boleh minta tolong? "
"Iya, boleh. Ada apa? " Claude yang baru saja selesai memasak makanan untuk makan siang pun segera mendekati Alexa begitu Alexa berjalan ke arahnya.
"Jika anda tidak keberatan bolehkah menjaga nona kecil sebentar? Saya ingin mandi terlebih dahulu. "
"Oh... " Claude tersenyum ringan, "tidak apa-apa berikan kepada ku! "
"Terima kasih, nona Claude. "
"Nona kecil ku tersayang, bibi Alexa mau mandi dulu ya, biar harum seperti nona kecil. "
"Hei... Sudah bibi bilang berkali-kali, panggil aku bibi...!! "
Alexa membuat ekspresi kesal yang dibuat-dibuat, tetapi nona kecil itu tertawa lebar melihat ekspresi Alexa yang seperti itu.
"Ya sudah, Alexa. Kau mandi dulu saja, setelah itu kita makan bersama! " Claude meminta Alexa untuk segera mandi.
"Iya, baiklah, nona Claude. "
"Nona kecil ku sayang, bibi mandi sebentar ya. Jangan sampai membuat nona Claude repot, ok. "
Alya memanggut-manggutkan kepalanya seakan mengerti apa yang dikatakan Alexa. Alexa pun tersenyum kecil sembari mencubit pipi Alya pelan karena gemas, lalu dia pun pergi ke kamarnya untuk mengambil towel.
****
Tak butuh waktu lama untuk Alexa membersihkan diri, kini dirinya sudah ada di meja makan bersama Claude, dan Alya ada di pangkuannya saat ini.
Mereka pun makan bersama, sedangkan Alya disuapkan bubur oleh Alexa yang dibuatkan Claude.
Alexa begitu sibuk menyuapi Alya yang begitu lahap, sehingga Claude menggelengkan kepalanya pelan karena tidak tega melihat Alexa yang baru makan tiga sendok. Setelah selesai makan, Claude segera meletakkan piring kotornya di wastafel.
"Alexa, berikan nona kecil kepada saya. Kau lanjutkan saja makan makanan mu! "
"Eeeee.... " Alya menggeliat dengan sungkan saat Claude ingin mengambil alih dirinya dari Alexa.
"Nona kecil... Biarkan bibi Alexa makan terlebih dahulu ya. "
"Eeeeee.... Ma... Mi.... "
Wajah Alya langsung berubah menjadi sendu dan mulai memasang jurus andalannya untuk menangis.
"Ooo... Cup... Cup... Cup... " Alexa langsung menenangkan Alya agar tidak menangis.
"Sudah tidak apa-apa, nona Claude. Saya bisa makan nanti saja! " Alexa tidak merasa keberatan dengan menyuapi Alya.
__ADS_1
"Tapi, Alexa.... "
"Tidak apa-apa, nona Claude. Biasanya setelah makan siang, nona kecil langsung mengantuk dan tertidur, lalu setelah nona kecil saya bisa melanjutkan makan siang. "
'Alexa sampai hafal dengan jadwal keseharian nona kecil. '
"Ya sudah, baiklah..! "
Claude pun menyetujui perkataan Alexa, dia pun kembali ke wastafel untuk mencuci peralatan makan yang belum dia bersihkan. Sedangkan Alexa kembali menyuapi Alya dengan senang hati, sedangkan Alya juga terlihat begitu senang serta ceria ada di dekat Alexa.
******
Sore hari kemudian, tiba-tiba saat bekerja Alex merindukan putri kecilnya. Dia pun menatap potret Alya yang sengaja dia pajang di meja kantornya.
Alex pun meraih ponselnya dan segera menelpon Claude untuk menanyakan keadaan putrinya, karena dia baru saja ingat kalau dia belum mengirim mobil untuk menjemput putrinya beserta Alexa.
"Halo, nona Claude. "
"Iya, selamat sore, tuan besar. "
"Maaf, nona Claude. Saya lupa mengirim mobil untuk menjemput Alya dan Alexa. "
"Tidak masalah, tuan besar. Lagi pula, nona kecil terlihat begitu senang ada disini, dia juga baik-baik saja. "
"Syukurlah, kalau begitu. Lalu dimana dia sekarang? "
"Setelah makan siang nona kecil langsung tertidur dan dia sedang tidur bersama Alexa di kamar Alexa. Tapi sepertinya.... "
"Tapi sepertinya...? " Alex mengerutkan keningnya karena merasa penasaran dengan perkataan Claude yang terputus.
"Sepertinya Alexa terlalu sibuk dengan nona kecil, jadi dia belum makan dari pagi tadi, tuan besar. Tadi saat makan siang dia juga hanya makan tiga sendok, dan bilang akan melanjutkannya saat nona kecil tertidur, tetapi dia malah ikut tertidur juga dengan nona kecil. "
Alex yang mendengar penuturan tentang Alexa dari Claude tiba-tiba menghela nafas panjang. Dan entah kenapa di dalam hatinya ada rasa kasihan dengan Alexa.
"Ya sudah baiklah, nona Claude. Kalau mereka sudah bangun segera hubungi saya, lalu katakan kepada Alexa untuk bersiap karena saya akan membawa mereka ke suatu tempat, begitu pula dengan anda, nona Claude. "
"Ha-ah...? Oh... Baiklah... Tuan besar, kalau begitu akan saya sampaikan. "
"Terima kasih, nona Claude. "
Setelah itu Alex mengakhiri panggilan dengan sopan, dan lagi-lagi dia menghela nafas panjang setelah meletakkan ponselnya.
Andre masuk ke ruangan Alex tanpa mengetuk pintu, karena yang bisa masuk ke ruangan Alex hanya Andre seorang, jadi dia bisa bebas masuk ke ruangan Alex walaupun tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Oh Andre, kebetulan kau masuk. Aku ingin kau booking restoran untuk empat orang. "
"Baiklah, tuan besar. Saya akan melakukannya. Untuk jam berapa, tuan? "
"Untuk satu jam lagi. "
"Baiklah, tuan akan segera saya laksanakan, " Andre menganggukkan kepalanya, "oh... Tuan besar, saya menyelesaikan tugas yang anda berikan pagi ini! "
Andre meletakkan beberapa kertas dihadapan Alex, sedangkan Alex hanya melirik nya.
"Ini hanya setengahnya, tuan besar. Sedangkan untuk lengkapnya saya telah mengirimkan ke email anda. "
"Ya sudah, baiklah. Aku akan melihatnya nanti! " Kata Alex dengan nada dingin.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi. "
Andre membungkukkan tubuhnya, lalu dia keluar dari ruangan untuk mengerjakan tugas selanjutnya.
Alex pun ingin melihat email yang dikirim oleh Andre, tetapi tiba-tiba terhalang karena ada panggilan dari klien.
*****
Satu jam kemudian, Alexa di dalam mobil terlihat kebingungan, karena sebelumnya setengah jam yang lalu Claude menyuruhnya untuk berpakaian rapi, dan saat ini mereka ada di dalam mobil yang entah tujuannya kemana, dirinya tidak tahu.
"Nona Claude, sebenarnya kita ingin kemana? " Tanya Alexa dengan rasa ingin tahunya yang tinggi.
"Jika saya tau, saya sudah memberi tahu kamu Alexa... "
"Nona, kita sudah sampai ditempat tujuan. " Sang Driver berkata dengan nada ramah kepada Alexa dan Claude.
__ADS_1
Claude dan Alexa pun segera turun dari mobil. Ternyata Andre sudah ada di tempat mereka turun dari mobil.
"Tuan Andre, ada disini? "