Wanita Ku Bukan Pelakor

Wanita Ku Bukan Pelakor
Di pecat


__ADS_3

"Terima kasih... " Alexa mengulas senyuman manis di wajah cantiknya lalu mengikuti wanita tersebut.


KREEEKKK...


Wanita yang bersama Alexa pun membuka pintu kayu berukuran besar tersebut.


"Ini kamar nona kecil kami. "


Alexa segera masuk ke kamar berwarna biru serta bertema gambar disney frozen tersebut.


"Ehe.. ehe..ehe.... "


Anak kecil yang masih ada di dalam gendongan Alexa pun tersenyum gembira sambil menepuk-nepuk telapak tangan kecilnya.


"Oh iya, maaf. Saya belum tahu tentang nama nona kecil ini, bisakah anda memberitahu saya? " Alexa baru ingat kalau dia belum mengenal ataupun nama nona kecil yang akan diasuh tersebut.


"Nama nona kecil kami adalah Alya Alexander. Dia anak adalah anak kesayangan dari tuan besar kami, anda harus menjaganya dengan baik. "


"Dan karena anda sudah mulai bekerja disini, jadi... Welcome to the Alexander family home. "


Wanita berpakaian pelayan biru navy dan putih tersebut menyambut Alexa dengan ramah.


"Thank you for your hospitality and welcome, Anggi. "


Alexa pun membalas Anggi dengan ramah dan sopan, lalu dia mengulas senyuman diwajahnya.


"Baiklah, aku masih ada pekerjaan. Jika kau perlu apa-apa tentang nona kecil, panggil saja aku! "


"Terima kasih, Anggi. "


"Sama-sama, eng-- "


"Alexa, my name is Alexa Prawitha. "


Alexa memperkenalkan namanya kepada Anggi.


"Oh.., ok Alexa. Enjoy your work! "


"Thank you. "


Anggi dan Alexa saling melemparkan senyuman, lalu Anggi meninggalkan Alexa. Sedangkan Alexa memulai pekerjaan barunya untuk mengasuh anak kecil yang ada di gendongannya saat ini.


*****


Hari demi hari pun telah berlalu, tak terasa Alexa sudah bekerja selama satu minggu, dia pun mulai terbiasa dan merasa nyaman dengan pekerjaannya saat ini. Apalagi selama ini nona kecil yang dia asuh selama ini begitu dekat dengan dirinya.


"Ba ba ba... Aburrrr... "


Alya menyemburkan makanan yang ada di mulutnya, sehingga terkena wajah Alexa.


"Alya pintar.. Makannya gak boleh disembur-sembur...! " Kata Alexa dengan lembut seraya mengelap mulut Alya menggunakan tisu.


"Abuurrrrr.... " Alya tidak mendengarkan perkataan Alexa, lagi-lagi dia menyemburkan makanan yang ada di mulutnya, sehingga kotoran makanan di wajah Alexa bertambah.


Alexa pun menghela nafas sejenak akan kelakuan bocah tersebut, lalu tiba-tiba dia terpikirkan ide jahil.


"Eheee... Eheeee... Alya gak sayang sama aku lagi. "


Alexa berpura-pura menangis untuk mengerjai bocah kecil yang ada di hadapannya tersebut.


"Huhuhu.... Huhuhu... Alya gak mau disuapin sama Alexa lagi. " Alexa kembali melanjutkan kejahilannya, dan tak lupa dia mengintip bocah kecil itu. Alya pun berhenti menyemburkan makanan yang ada di mulutnya, lalu tiba-tiba di wajah kecilnya terlihat sedih dan seketika menangis keras.


Alexa yang tadinya menjahili nona kecil tersebut, jadi kebingungan saat Alya menangis juga. Akhirnya dia meletakkan mangkok berisi makanan Alya, dan dia langsung menggendongnya.

__ADS_1


"Shut.... Shut... Cep.... Cep.... Cep.... "


Alexa menimang-nimang agar Alya berhenti menangis. Dan ternyata Anggi mendengar tangisan Alya, lalu menghampiri mereka.


"Kenapa Alexa? "


"Ini Anggi, tadi aku lagi bercanda sama nona kecil dengan pura-pura nangis, tapi ternyata nona kecil nangis beneran. " Alexa menjelaskan sembari menimang-nimang Alya.


"Loh kok bisa? Biasanya nona kecil gak akan tiba-tiba menangis kalo gak ada sebab. " Ucap Anggi kepada Alexa dengan nada heran.


"Ya mungkin, karena gak betah duduk di kereta juga kali tadi! " Ujar Alexa lagi dengan enteng.


"Itu muka kamu kenapa Alexa? " Tanya Anggi sambil tertawa kecil.


"Ya biasalah... Ulah nona kecil ini! "


"Sini, sini... Aku bantu bersihin. "


"Eng-- enggak usah, Gi.... "


"Udah diam, nanti kalo tuan Andre atau tuan besar melihat, kamu bisa kena omelan loh... "


"Em... Ya udah, makasih ya, Gi. "


"Iya, sama-sama... "


Anggi pun membersihkan wajah Alexa dengan pelan. Sedangkan Alexa menepuk-nepuk bokong nona kecil, sehingga Alya sudah berhenti menangis, dan Alya memainkan kalung yang dikenakan oleh Alexa.


"Nona kecil sepertinya senang sekali memainkan kalung mu ya, Le?! "


"Heem, dia memang senang sekali memainkan kalung ini. "


Alexa berkata dengan nada lembut, dan senyuman manis merekah dibibirnya, lalu dia mengusap-ngusap pipi lembut Alya dengan penuh kasih sayang.


******


"Apa maksud dari semua data ini? " Suara bariton pria terdengar sangat dingin sambil melemparkan setumpuk kertas.


"Maaf, tuan besar Alex. Saya seharusnya mencari tahu terlebih dahulu tentang identitas gadis tersebut sebelum memutuskan untuk dia mengasuh nona kecil. " Andre dengan wajah tertunduk mengakui kesalahannya kepada sang atasan.


Pria yang dipanggil tuan besar itu pun memutar kursinya, dan menatap Andre dengan tajam.


"Jika kau tau seperti itu, kenapa tidak kau lakukan? " Bentak Alex dengan kesal.


"Sejak kapan kau bisa bodoh dan seceroboh ini, Andre? "


"Kau membuat ku sangat kecewa.... "


"Segera usir gadis itu, dan cari pengasuh yang terbaik untuk putri ku. "


Perintah Alex dengan nada tinggi, dia begitu emosi ketika mengetahui identitas Alexa, yang bermasalah dengan pekerjaannya dahulu, apalagi dengan adanya disebutkan jika Alexa adalah seorang wanita pelakor.


"Baik, tuan. Saya akan mencari pengasuh terbaik untuk menggantikan Alexa. "


"Cepat pergi... " Alex mengusir Andre dengan nada datar yang diselimuti kekesalan.


Andre pun segera pergi dari hadapan tuan besarnya dan menjalani tugasnya.


BRAKKK...


"Bisa-bisanya putri ku diasuh oleh wanita yang tidak bermoral. " Geram Alex dalam kemarahannya sembari memukul meja.


******

__ADS_1


"APAAA.....? "


Anggi begitu terkejut ketika mendengar perkataan Andre yang akan memecat Alexa. Alexa yang baru keluar dari kamar Alya setelah menidurkan nona kecil itu pun merasa heran saat melihat Anggi yang terkejut dan menatap dirinya dengan penuh kasihan.


"Ada apa ini? "


"Gi, kamu kenapa liatin saya begitu? " Alexa mengerutkan keningnya menatap Anggi, tetapi dia tidak berani menatap Andre yang saat ini ada dihadapannya juga.


"Al-- "


"Alexa, hari ini dan saat ini juga, tuan besar meminta saya untuk memecat anda! " Andre berkata dengan nada datar serta tegas, sehingga Anggi tidak sempat mengatakan sesuatu kepada Alexa.


Alexa tidak begitu terkejut dengan perkataan Andre yang begitu tiba-tiba memecat dirinya, seakan dia sudah bisa menebak bahwa situasi ini pasti akan terjadi.


"Jika itu keputusan dari tuan besar, saya bisa menerimanya dengan lapang dada, tuan Andre. "


Andre dan Anggi merasa bingung serta heran, akan sikap Alexa yang begitu tenang saat tau dirinya dipecat. Andai saja jika mereka tahu, bahwa jauh di lubuk hatinya, dia merasa sangat sedih. Apalagi saat ini dia sudah begitu dekat dan sayang kepada anak asuhnya itu.


"Alexa... Kenapa kamu sangat tenang seperti itu...? " Anggi mengguncang tubuh Alexa.


"Apa kau tidak merasa kasihan dengan nona kecil? Dia sudah begitu akrab dengan mu. Bagaimana jika nona kecil merasa kehilangan nanti...? " Anggi merasa cemas akan Alya dan juga Alexa.


"Kau tenang saja Anggi. Nona kecil tidak akan merasa kehilangan, karena Alexa baru bekerja satu minggu untuk nona kecil. " Andre menyangkal perkataan Anggi dengan nada dingin, sehingga Anggi terlihat mendengus kesal.


"Dan Alexa.. Apa anda tahu, kenapa tuan besar meminta saya untuk memecat anda? "


"Alasannya pasti karena kertas yang anda pegang itu bukan, tuan Andre? " Kata Alexa dengan nada tegar sembari menatap kertas yang sedang dipegang Andre ditangan kirinya.


"Rupanya anda mengakuinya, Alexa. " Ujar Andre sambil tersenyum sinis.


Hati Alexa tiba-tiba merasa sakit saat lagi-lagi mengetahui senyuman sinis dari Andre, senyuman yang menunjukkan bahwa dirinya patut dihina karena telah dicap buruk.


Anggi yang tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh mereka berdua, menatap mereka secara bergantian dengan penuh tanda tanya.


"I-ini ada apa sebenarnya? Alexa, tuan Andre. Apa yang sebenarnya yang kalian bicarakan? "


"Anggi, terima kasih atas perhatian mu selama saya bekerja disini. "


"Tuan Andre, terima kasih karena sudah memilih saya untuk mengurus nona kecil. Walaupun hanya untuk beberapa hari saya sangat senang bekerja untuk tuan besar dalam mengasuh anaknya. "


Alexa membungkukkan badannya kepada Andre. Andre hanya bersikap dingin serta acuh tak acuh, sedangkan Anggi yang masih tidak mengerti alasan Alexa di pecat, merasa tidak terima.


"Saya pergi, tuan Andre, Anggi. "


Alexa kembali membungkukkan badan dihadapan mereka, lalu melangkah untuk pergi dari rumah itu dengan berat hati.


"Lexa... "


"Tuan Andre, apa sebenarnya alasan di balik pemecatan Alexa? "


"Bukankah selama ini Alexa selalu mengurus nona kecil Alya dengan baik? "


"Apa yang sebenarnya membuat tuan besar semarah itu? "


Anggi benar-benar tidak bisa menerima Alexa dipecat begitu saja tanpa alasan yang jelas.


"Karena tuan besar tidak ingin nona kecil diasuh oleh wanita tidak bermoral. " Andre menjawab dengan begitu datar dan di dalam nada bicaranya tersirat menghina Alexa.


"A-apa maksudnya? " Anggi masih tidak mengerti.


"Lihat ini, data dari gadis itu! "


Anggi pun segera meraih data Alexa yang disodorkan oleh Andre. Anggi membalik lembar demi lembaran, dan dia begitu terkejut saat membaca lembaran terakhir.

__ADS_1


"A-a-apa...? "


"Jadi... Alexa adalah...?! "


__ADS_2