Wanita Ku Bukan Pelakor

Wanita Ku Bukan Pelakor
Alex sangat marah


__ADS_3

"Kau sudah merasa lebih baik, Alexa? "


Alexa tidak menjawab pertanyaan Anggi, dia pun bangun dan duduk dengan benar.


"Jika Anggi ada disini, berarti aku ada di kediaman Alexander?! " Alexa bergumam dengan penuh tanda tanya.


"Anggi, ini kamar siapa? Kenapa aku bisa ada di kamar sebagus ini? " Tanya Alexa kepada Anggi.


"Ini kamar baru mu Alexa. Karena kau sudah kembali bekerja disini, kau akan berada di kamar ini. "


Anggi menjawab dengan mulus sambil menunjukkan senyum diwajahnya, tetapi entah kenapa Alexa bisa melihat bahwa jawaban Anggi berbohong.


"Kau tidak sedang bohong kan, Anggi? "


"Engg--"


"Anggi... "


Alex tiba-tiba masuk sambil menggendong Alya, Anggi pun langsung berdiri dan memberikan hormat kepada Alex.


"Apa kau bisa siapkan sarapan? "


"Baiklah, tuan besar.. "


Anggi menganggukkan kepalanya, lalu dia langsung pergi dari kamar tersebut.


"Mami... "


Alya begitu ingin sekali berada di gendongan Alexa. Alex pun tidak banyak berpikir dan komentar, dia langsung memberikan Alya kepada Alexa.


"Nona kecil ku tersayang, bibi sudah mengatakan jangan panggil bibi seperti itu. " Alexa berkata lembut kepada Alya, tetapi Alya memperlihatkan raut wajah sedih.


"Berani sekali kau melarang putri ku... "


Alex berkata dengan nada dingin kepada Alexa setelah melihat ekspresi putrinya. Alexa tidak berani membantah perkataan Alex, karena dia ingat jika Alex tidak ingin menerima bantahan. Tetapi Alexa tidak sadar, justru tanpa bantahannya itu, Alex terlihat heran.


'Tumben sekali....? Biasanya dia suka membantah walaupun hanya satu kata? ' Alex bergumam dalam hati.


Alex yang merasa heran itu pun mendekati Alexa, tetapi Alexa beringsut ketakutan kepada Alex. Alex yang melihat Alexa ketakutan tidak jadi mendekati dia, dan dirinya pun pergi dari kamar itu.


Alexa yang melihat Alex meniggalkan kamar tersebut merasa tenang, dan setelah itu dia bermain bersama Alya.


**


Hari ini Alex tidak ke kantor, dia masuk ke ruang kerjanya setelah pergi dari kamar Alexa. Dia pun membuka email yang dikirim oleh Andre kemarin sore tentang Alexa.


Dia membaca keseluruhan isinya dengan teliti dan serius, namun berapa lama kemudian wajahnya terlihat garang dan jari-jarinya mengepal erat karena menahan rasa amarah. Dia pun masih men-scroll layar komputernya, karena masih sangat penasaran dengan keseluruhan isinya.


Namun tak lama kemudian, Alex sudah tidak bisa membendung lagi amarahnya saat membaca keseluruhan email dari Andre.


"Nona Albert... Anda benar-benar membuat ku marah. "


Alex berkata dengan sangat marah, lalu entah kenapa beberapa detik kemudian dia seperti orang linglung.


'Apa yang terjadi kepada ku? Kenapa aku sangat marah tentang apa yang nona Albert perbuat kepada Alexa? ' Alex bertanya kepada dirinya sendiri dengan rasa bingung, karena dia sendiri tidak sadar untuk apa dirinya marah.


"Argghhh... Kenapa aku berpikir aneh-aneh...? Tentu saja aku akan marah jika anak buah ku di usik oleh orang lain. "


Alex berpikir netral seperti biasanya, dia membuang pemikiran berlebihannya tentang rasa kesal yang tidak jelas.

__ADS_1


*****


Saat sedang bermain dengan Alya di taman, entah kenapa tiba-tiba Alexa menitikkan air mata, Alexa sendiri juga merasa heran kenapa dirinya bisa meneteskan air mata.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa menitikkan air mata? " Gumam Alexa.


"Ma-mi.... "


Alya menepuk-nepuk lengan Alexa, sehingga Alexa tidak sempat berpikir kembali hal barusan, dia pun kembali bermain dengan Alya.


****


Sedangkan di restoran milik Claude. Alex terlihat sedang berhadapan dengan wajah marah dan dingin saat menatap orang yang ada dihadapannya, sehingga orang yang sedang bersamanya saat ini merinding ketakutan.


"Tuan besar Alex, bolehkah saya bertanya, tentang tujuan anda yang ingin berbicara dengan saya? "


"Alexa... "


"Maaf... Apa yang anda katakan? "


"Apa anda masih ingat gadis yang bernama Alexa Prawitha? "


Raut wajah pria yang ada di hadapannya saat ini berubah menjadi agak tenang. Pria yang ada di hadapan Alex saat ini adalah suami dari nona Albert.


"Saya masih mengingatnya. Tapi untuk apa anda bertanya tentang gadis itu, tuan besar Alex? "


"Kemarin istri anda membuat masalah dengan pengasuh putri ku. "


"Apaa....? " Tuan Albert begitu terkejut mendengar perkataan Alex.


"Bagaimana mereka bisa bertemu? "


"Astaga... Kenapa dia tidak bisa mengerti sama sekali..? Ternyata dia masih salah paham kepada Alexa. "


"Apa maksud anda...? " Alex mengerutkan keningnya sembari bernada ketus.


"Maaf tuan besar, tetapi apakah saya pantas menceritakan ini kepada anda?!! "


"Selama itu menyangkut tentang pengasuh putri ku maka tidak masalah. "


"Baiklah, tuan besar. "


Tuan Albert seketika menghela nafas sebelum menceritakan semuanya kepada Alex, dan setelah siap akhirnya dia pun menceritakannya.


"Empat tahun yang lalu Alexa memang pernah bekerja dengan keluarga saya. Saat kami memperkerjakannya, dia masih berumur lima belas tahun, saat itu istri saya sedang hamil satu bulan, namun dua hari setelah kedatangan Alexa istri saya mengalami keguguran. "


"Apa keguguran istri anda hubungannya dengan Alexa? "


"Tidak. Dokter bilang karena dia sering sekali minum alkohol dan makan nanas. "


"Istri saya tidak bisa menerima hal tersebut, dan dia menyalahkan Alexa atas kesalahan yang dia perbuat itu, "


"Awalnya saya memakluminya karena saya pikir dia masih terguncang atas kegugurannya. Alexa pun menerima dengan sabar perlakuan dari istri saya, namun beberapa bulan kemudian dia masih menyalahkan Alexa atas hal tersebut, saya yang merasa kasihan kepada Alexa langsung membela gadis tersebut. "


"Empat bulan sudah Alexa bekerja dengan kami, saya pun sudah menganggap Alexa seperti anak saya sendiri, saya selalu memenuhi kebutuhannya, bahkan saya juga pernah berencana untuk mengangkat dia menjadi putri kami. "


"Lalu bagaimana tanggapan istri anda? "


"Saya belum pernah memberitahu rencana tersebut kepada istri saya. "

__ADS_1


"Lalu bagaimana...? "


"Awalnya saya tidak menyangka kalau kedekatan dan kasih sayang kepada Alexa disalahartikan oleh istri saya. Waktu itu saya pergi ke luar kota selama dua minggu, setelah saya pulang saya mengecek CCTV rumah dan saya terkejut ketika melihat apa yang dilakukan oleh istri saya kepada Alexa selama saya tidak ada. "


"Apa yang istri anda lakukan? "


Alex mulai memasang wajah marah, dan jari jemarinya sudah terkepal erat.


"Karena kedekatan saya kepada Alexa, istri saya mengira bahwa Alexa telah menggoda saya, dia menghajar Alexa habis-habisan serta menyebut gadis malang itu dengan sebutan ja*ang dan juga pelakor. Dan yang lebih mengejutkan serta membuat saya marah, dia bahkan melemparkan panci panas ke wajah Alexa, dan untunglah yang terkena punggungnya--"


"Untung kata anda.... "


Alex tiba-tiba memotong perkataan tuan Albert dengan nada tinggi karena emosi, sehingga nona Claude yang sedang mengelap meja kasir jadi melihat ke arah dirinya.


"Tuan besar... " Andre yang dari tadi ada di sebelah Alex bergumam dalam keterkejutannya.


"Apa kau tau karena perlakuan istri mu, Alexa terkena gangguan mental...? " Alex berkata lagi dengan nada tinggi.


"Saya tahu, tuan besar... "


Jawaban tuan Albert yang begitu enteng sambil menundukkan wajahnya membuat Alex semakin geram.


"Kau--"


"Oleh karenanya setelah kejadian itu saya memulangkan Alexa ke yayasan tersebut. "


"Dasar kurang ajar... " Ucap Alex sambil memukul meja.


"Sebenarnya setelah Alexa kembali ke yayasan tersebut, saya sering mengunjunginya, tetapi saya merasa heran kenapa dia begitu sangat ketakutan saat melihat saya. "


"Itu karena setelah anda mengembalikan dia, istri anda beserta ketua yayasan tersebut masih menindas dirinya. " Andre tiba-tiba berbicara.


Alex pun menatap anak buahnya itu dengan tanda tanya, sedangkan tuan Albert merasa terkejut dengan apa yang barusan Andre katakan.


"Maafkan saya, tuan besar, " Andre menundukkan kepalanya, "saya juga baru mengetahuinya pagi ini saat saya memaksa nona Britch pagi tadi. "


"Tuan besar Alex... Saya benar-benar tidak tahu akan hal itu, saya tidak tahu kalau istri saya masih menindas Alexa saat dia sudah dipulangkan. "


"Tuan Albert tindakan istri anda benar-benar tidak bisa dimaafkan... " Alex sangat marah sekali.


"Maafkan saya tuan besar, karena saya tidak bisa mendidik istri saya dengan baik. "


Tuan Albert menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah serta sangat malu akan perbuatan istrinya.


"Tangani istri anda dengan segera, jika dia masih membuat masalah lagi dengan orang ku, maka anda terkena imbasnya juga, tuan Albert. "


Alex memberi peringatan, tetapi perkataan itu terdengar seperti ancaman di telinga orang yang mendengarnya.


"Baiklah, tuan besar... " Ucap tuan Albert lagi.


"Sekarang pergilah dari hadapan ku. "


Alex mengusir tuan Albert untuk segera pergi dari hadapannya, tuan Albert pun segera pergi, namun sebelum dia pergi dia membungkuk hormat kepada Alex.


Setelah kepergian tuan Albert, Claude langsung menghampiri Alex bermaksud untuk mempertanyakan pandangan Alex tentang Alexa.


"Bagaimana, tuan besar? Apa anda masih berpikir bahwa Alexa adalah wanita pelakor? " Claude menatap Alex sambil menaikkan sebelah alisnya.


Alex merasa agak sebal dengan pertanyaan Claude kali ini, tetapi dia tidak ingin menunjukkan perasaan kesal itu kepada Claude.

__ADS_1


__ADS_2