
Di malam hari nya Gavin sudah ada di depan rumah Elsa.
Dia menekan bel rumah tanpa henti namun tidak ada satu pun orang yang membuka pintu untuk nya.
Namun bukan Gavin namanya kalau tidak melepaskan kehendaknya yaitu menggedor pintu dengan secara kasar.
"Mamah... Kenapa tidak buka saja?" tanya Ari.
"Di luar itu ada Om jahat yang semalam, apa kamu mau Mamah di apa-apain?" tanya Elsa.
Mereka memilih untuk pura-pura tidak mendengar. Karena keributan yang di timbulkan oleh bodyguard/pengawal Gavin tetangga Elsa keluar.
Mereka semua berkerumun di luar. Elsa mengintip melalui jendela dia sangat malu sekali semua orang berdiri di depan rumah nya.
"Bukan pintu nya kalau kamu tidak mau saya mendobrak pintu ini!" ucap Gavin.
Akhirnya Elsa membuka pintu. "Apa yang bapak inginkan?" tanya Elsa.
Gavin langsung masuk ke dalam tampa permisi. Bodyguard nya meminta orang bubar dan berjaga di luar.
"Kamu membuat saya menunggu di luar satu jam lebih, kamu pikir kamu siapa?" tanya Gavin.
Elsa terdiam. "Ada apa Bapak ke sini?" tanya Elsa.
"Seperti tawaran saya sebelumnya, apa kamu sudah memikirkan nya?" tanya Gavin.
Elsa menoleh ke arah Ari dan Ani. "Kalian pergi tidur dulu yah, Mamah ngomong dulu," ucap Elsa mereka juga takut itu sebabnya langsung masuk.
Elsa tiba-tiba mendorong Gavin.
"Saya tidak akan pernah tergiur dengan uang bapak dan saya tidak sudi menjadi wanita simpanan pria seperti Bapak."
Elsa sudah tidak memikirkan lagi kalau Pria itu adalah bos nya, dia tetap mau membela diri nya.
Gavin tertawa. "Berani-beraninya kamu melawan saya," ucap Gavin mencengkram kuat rahang Elsa.
"Begitu banyak perempuan di luar sana, Kenapa harus saya?" tanya Elsa.
"Ini permainan kamu kan? Kamu sudah mengutuk saya untuk tidak bisa bersama wanita lain dan tidak bisa beristirahat dengan tenang karena malam itu?" ucap Gavin.
Elsa terdiam sejenak. "Kalau kamu tidak ingin bermasalah dengan saya, cabut kutukan itu."
"Kutukan apa? Saya tidak melakukan apapun kepada bapak."
Gavin mendorong tubuh Elsa sangat kasar sehingga badan Elsa terbentur ke dinding.
"Kamu siapa berani seperti ini kepada saya?" tanya Gavin.
Elsa menahan sakit. "Tanda tangani surat ini secepatnya!" ucap Gavin melemparkan surat kepada Elsa dan setelah itu pergi.
__ADS_1
Elsa duduk di lantai. "Pria yang tidak memiliki hati," ucap Elsa.
Tiga hari setelah kejadian itu Gavin tidak pernah datang lagi menemui nya.
Elsa merasa tenang, dia sangat lega dan berfikir kalau Gavin sudah tidak akan menggangu nya.
Namun tiba-tiba nomor yang tidak di kenal menelpon nya ketika dia baru saja pulang kuliah.
"Halo? Ini siapa yah?" tanya Elsa.
"Maaf mbak sudah mengganggu waktu nya, saya tetangga Pak David."
"Oohh, kalau boleh tau ada apa yah Pak? Apa ayah saya sakit lagi?" tanya Elsa.
Pria yang berbicara di balik telpon itu menjelaskan apa yang terjadi, Elsa kaget dia sangat syok.
Tidak menunggu lama dia langsung menghubungi kedua teman nya untuk menemani anak nya karena dia akan pulang.
Beberapa jam di dalam bus akhirnya dia sampai di rumah Ayah nya.
Dia melihat rumah Ayah nya sudah di palang. Elsa memeriksa keadaan Ayah nya terlebih dahulu.
"Pemilik tanah itu sudah menjual tanah itu kepada pengusaha kaya dari kota nak, Ayah sudah tidak bisa tinggal di sana."
"Ayah itu kan rumah kita, kenapa rumah kita juga di ambil?"
"Iyah nak, Ayah memiliki utang kepada pemilik tanah untuk beli obat."
"Ayah tidak bisa berbuat apa-apa nak."
Elsa sangat sedih melihat rumah Ayah nya, tempat dia di besar kan itu harus di gusur.
Saat melihat spanduk dia sangat kaget melihat nama Gavin Menzies di sana.
"Gavin?" ucap nya heran.
Tiba-tiba pak RT, pak RW datang."
"Akhirnya kamu datang juga Elsa, kasian sekali Ayah mu harus tinggal di rumah warga karena rumah nya mau di gusur," ucap pak RT.
"Saya minta maaf sudah merepotkan bapak, kalau boleh tau tanah ini kenapa di jual yah pak?" tanya Elsa.
"Kami juga tidak tau alasan nya, pemilik tanah akan memberikan uang lebih kepada pak David."
"Sebelum resmi di jual, saya ingin tau siapa pembeli tanah ini," ucap Elsa.
Pak RT memberikan indentitas pembeli tanah. Ternyata itu adalah Gavin.
"Pak, saya mohon jangan di tandatangani terlebih dahulu, tunggu satu hari besok. Saya minta tolong."
__ADS_1
"Tidak bisa Elsa, tempat ini akan di bangun menjadi PT."
"Satu hari saja Pak," ucap Elsa.
Mereka semua kasian kepada Elsa dan Ayah nya, akhirnya mereka membantu berbicara kepada orang suruhan Gavin.
Keesokan harinya..
Untuk pertama kalinya Elsa mencari Gavin. Dia mendapatkan alamat dari pak Rudy.
Elsa terpaksa libur kuliah.
"Selamat pagi Pak, seseorang mencari bapak di luar," ucap pelayan.
Gavin sedang enak duduk santai di balkon rumah nya.
"Siapa yang berani mengganggu pagi ku?" batin Gavin.
Cukup lama Gavin baru turun ke bawah. Dari kejauhan dia melihat Elsa duduk sendiri.
"Saya tidak pernah berfikir kalau wanita sombong, sok jual mahal dan keras kepala seperti mu akan datang mencari saya ke sini," ucap Gavin.
Elsa melihat Gavin dia berdiri namun Gavin langsung meminta nya duduk, dia juga meminta pelayan membuat kan minum dan juga cemilan.
"Bagaimana, apa kamu sudah setuju?" tanya Gavin mengenai surat persetujuan untuk menjadi wanita nya.
"Apa maksud bapak memaksa membeli tanah warga di kampung saya sampai mau menggusur rumah ayah saya?" tanya Elsa.
Gavin terdiam sejenak. "Saya tau ini ulah Bapak."
"Saya sudah membeli tanah itu cukup lama."
"Begitu banyak lahan kosong kenapa harus rumah Ayah saya?"
Gavin tersenyum. "Kalau kamu tidak ingin rumah Ayah kamu di gusur tanda tangani surat perjanjian itu."
Elsa tiba-tiba berdiri. Gavin ikut berdiri dan mendekati Elsa.
"Kalau kamu tidak menandatangani surat itu, hari ini rumah Ayah kamu resmi di gusur."
Elsa menatap Gavin dengan tatapan tajam dia menggenggam kedua tangan nya. Dia menarik kerah baju Gavin dengan sekuat tenaga.
"Kesalahan apa yang aku lakukan kepada Bapak sehingga bapak tidak berhenti mengganggu kehidupan ku?"
"Apa Bapak tidak memiliki hati nurani? Setelah bapak merebut masa depan ku, menghancurkan semua nya sekarang bapak ingin menghancurkan rumah ayah ku."
Suara yang gemetar cukup menunjukkan kalau dia benar-benar membenci Ayah dari anak-anak nya itu.
Dia melihat mata, hidup dan seluruh wajah Gavin sangat mirip dengan Ari membuat nya langsung melepaskan nya.
__ADS_1
"Surat ini kan? aku akan menandatangani nya."
Dengan keadaan terpaksa Elsa menandatangani nya dan melemparkannya kepada Gavin.