
"Huff kalau boleh menolak tidak ikut, aku tidak ingin ikut," batin Elsa.
"Melihat wajah nya saja sudah membuat ku muak," batin Elsa.
Mereka masuk ke dalam mobil Gavin. Gavin tampak sangat bersemangat sekali sangat berbeda dengan ibu dari anak-anak nya.
Elsa duduk di belakang bersama Ari, sementara Ani memilih duduk di samping Gavin.
"Sudah siap? Ayo kita berangkat," ucap Gavin.
"Siap/siap!" mereka bersorak bersama.
Perjalanan cukup panjang, Elsa memilih diam saja selama perjalanan. Tiga jam di perjalanan sudah sangat membosankan bagi Elsa.
Dia tidak tau kemana Gavin membawa mereka.
Mereka berhenti sebentar membeli beberapa peralatan, Elsa tidak tau Gavin membeli apa dari dalam toko itu.
Dan total empat jam perjalanan akhirnya sampai juga di sebuah danau yang begitu luas sekali.
"Wahhh...." Ari dan Ani sangat kagum melihat pemandangan yang begitu sangat bagus.
"Lihat lah ini," ucap Gavin sambil menunjuk ke arah kamera yang di bawa nya.
Dia meminta anak nya berpose. Elsa bertanya kepada Staf yang mendampingi mereka.
"Maaf kalau boleh tau, vila yang sudah di sewa oke Pak Gavin yang mana yah?" tanya Elsa.
"Mari Mbak saya antar," ucap Staf Vila itu.
Elsa masuk ke Vila yang benar-benar sangat bagus mewah dan VIP.
"Mimpi apa aku menginap di tempat seperti ini?" ucap Elsa.
Setelah Staf memberikan kartu, mereka juga menjelaskan beberapa peraturan di sana setelah itu mereka keluar.
"Tidak salah kalau orang menjuluki nya Pria kaya," batin Elsa.
"Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, mumpung mereka masih di luar aku harus menikmati fasilitas yang ada di sini."
Dia membuka gorden yang sangat besar, dia penasaran apa di balik gorden itu.
Dan ternyata di balik itu adalah kolam berenang yang bisa memandang pemandangan keindahan danau itu dari sana.
Tidak berfikir lama, dia langsung masuk ke dalam. "Ternyata kolam berenang ini sangat berbeda dengan kolam renang biasanya," ucap nya.
Sementara Ari dan Ani melupakan Elsa karena menikmati pemandangan.
Hidangan yang sudah di pesan akhirnya sudah datang.
"Loh Mamah gak di ajak makan?" tanya Ani.
__ADS_1
Gavin tersenyum. "Pasti sudah ada di antar ke kamar," ucap Gavin.
Gavin mengambil momen saat bersama anak nya.
Ari dan Ani kenyang. Karena hari semakin sore mereka masuk ke Vila.
Saat mereka masuk ke dalam ternyata Elsa baru saja selesai makan.
"Kamu lanjut saja makan," ucap Gavin.
Setelah beberapa lama akhirnya selesai makan.
Dia memilih pakaian untuk anak-anak nya yang baru saja selesai mandi.
"Malam ini Ari akan tidur bersama saya, sementara kamu tidur dengan Ani. Kebetulan di villa itu ada dua kamar."
"Tidak bisa, mereka akan tidur bersama ku," ucap Elsa.
Gavin menghela nafas panjang. "Kalau begitu Ani dengan saya."
"Tidak bisa!" ucap Elsa.
"Bapak yang berharap banyak, masih lebih baik aku membawa mereka ikut ke sini," ucap Elsa.
Terjadi perdebatan sedikit, untung saja anak-anak nya belum keluar dari kamar mandi.
"Untuk apa lagi Bapak di sini, silahkan keluar!"
Dia masuk ke dalam kamar nya. Sebelum tidur dia merendam tubuh nya di bathtub dengan air hangat.
"Hari ini benar-benar sangat berbeda dengan hari-hari ku yang biasanya. Ini seperti impian ku menghabis kan waktu bersama anak-anak ku," ucap Gavin sambil tersenyum.
"Tapi tunggu dulu, aku tidak boleh terlalu senang karena aku tidak tau sampai kapan bisa seperti ini, aku harus berusaha merayu Elsa agar tidak mencoba-coba memisahkan kami."
Sudah cukup di dalam kamar mandi akhirnya dia memilih untuk keluar. Namun dia sangat kaget ketika melihat Elsa sudah duduk di ujung kasur nya.
Dia mengikat jubah nya sambil menatap Elsa.
"Aku tidak ingin berhutang apapun kepada Bapak, maka aku membayar nya," ucap Elsa.
"Apa yang kamu bicarakan?" Tanya nya.
"Tidak perlu berpura-pura bodoh, dengan fasilitas dan semua ini pasti menggunakan uang Bapak."
"Aku tidak ingin berhutang apapun, aku melakukan ini demi anak-anak ku."
"Garis bawahi, mereka bukan hanya anak kamu, mereka juga anak saya, mereka juga sangat mirip kepala saya dan saya saja yang memiliki keturunan kembar."
"95% Mereka sangat cocok dengan saya."
"Terserah Bapak saja," ucap Elsa.
__ADS_1
Gavin mendekati Elsa. "Kamu tau? Seharusnya kamu tidak perlu melakukan ini, tapi ini tidak bisa saya tolak karena sudah cukup lama saya tidak melakukan nya."
Elsa sangat muak mendengar nya, tapi tidak ada gunanya meladeni nya.
Gavin mau mencium bibir Elsa namun di tahan oleh Elsa.
"Tidak ada ciuman bibir, Bapak lakukan saja yang seharusnya Bapak lakukan."
Gavin tersenyum. Seperti biasa Gavin akan mengambil kesempatan itu.
Seperti biasa ketika tidur dengan Gavin Elsa tidak akan merasakan kenikmatan sama sekali, hanya ada rasa sakit dan sedih.
Melihat wajah Elsa pasrah dan tidak rela Gavin belum sempat melakukan nya dia langsung beranjak dari atas Elsa dia kembali memakai jubah nya.
"Hari ini adalah hari liburan bersama anak-anak, jangan menganggap ini seperti di Club. Jangan terlalu murahan jadi perempuan!"
Elsa tidak mengatakan apapun, dia merasa tidak ada gunanya dia di sana akhirnya dia memakai kembali pakaian nya dan keluar dari sana.
Keesokan paginya...
"Good morning anak-anak papah..." sapa Gavin ketika melihat anak-anak nya sudah bangun dan berlari ke arah nya.
"Ari... Ani... makan dulu," teriak Elsa.
"Kenapa kamu pagi-pagi sudah memarahi mereka?" tanya Gavin.
"Dari kemarin mereka belum ada makan nasi, di suruh makan sangat susah," ucap Elsa.
"Ayo kita makan panggang di luar Pah, ayo kita beli jajanan," ajak Ani.
"Kalian harus makan dulu, bagaimana kalau kalian sakit?" tanya Elsa.
"Gak mau," ucap Ani. Ari juga ikut-ikutan.
"Kalau mereka tidak perlu di paksa," ucap Gavin.
Elsa merasa sangat kesal setelah dekat dengan Gavin, mereka jadi sangat pelawan dan banyak mau nya.
Dia meninggal kan mereka dan pergi dengan wajah marah.
Gavin melihat Elsa marah membuang makanan ke tempat sampah.
"Pahh ayo kita lihat pemandangan, aku sudah membawa buku untuk melukis," ucap Ari.
Mereka memaksa Gavin. Gavin tidak bisa menolak.
Elsa melihat anak-anak nya pergi dengan Gavin. Awalnya dia bahagia sampai di sana, namun sekarang tidak.
Sudah setengah hari dia menghabiskan waktu duduk melihat pemandangan dari balkon Vila itu.
Dia juga bisa melihat Ani sangat asik bermain dengan Gavin, sementara Ari seperti biasa akan melukis pemandangan itu.
__ADS_1
"Mereka masih bersama ku saja, aku sudah merasa kesepian, bagaimana kalau nanti mereka lebih memilih bersama Gavin?" batin Vila.