Wanita Malam Melahirkan Anak Seorang Mafia

Wanita Malam Melahirkan Anak Seorang Mafia
Menolak pemberian Gavin.


__ADS_3

"Ya saya tau," jawab Gavin.


"Lantas mengapa Bapak ke sini?" tanya Elsa.


Gavin memberikan beberapa barang di tangan nya.


"Apa ini?" tanya Elsa.


Elsa membuka nya dan sangat syok melihat laptop baru.


"Ini untuk kamu."


"Kenapa?" tanya Elsa. "Bukan kah kamu tidak punya laptop? Anggap saja ini sebagai hadiah untuk mu sudah mengurus Ani dan Ari. Kamu tidak perlu minjam atau pergi ke tempat lain untuk mengerjakan tugas."


Elsa menggeleng kan kepala nya. Dia memberikan kembali laptop nya kepada Gavin.


"Tidak perlu pak, aku masih bisa pergi ke warnet seperti biasa."


"Lagian ini pasti sangat mahal, aku tidak tau caranya mengembalikan uang bapak."


Gavin tidak bisa berkata-kata lagi karena pemberian nya di tolak. "Tapi saya berniat membantu kamu, saya tidak meminta kamu mengganti nya."


"Kamu harus menerima nya, mau kamu pakai atau tidak itu adalah urusan mu," ucap Gavin langsung meninggalkan Rumah Elsa.


Elsa melihat kebingungan kepada Gavin. "Apa dia fikir dengan cara menyogok ku dengan barang-barang seperti ini akan membuat ku luluh?" tanya Elsa.


"Tidak akan pernah," ucap Elsa.


Gavin kembali ke rumah nya. Walaupun sedikit jengkel kepada Elsa, tapi dia tidak bisa melakukan apapun.


Minggu depan kemudian....


Gavin sedang makan siang bersama bunga di luar. "Pak, bukan nya itu Elsa?" ucap Bunga sambil menunjuk ke arah luar restoran.


Gavin menoleh ke arah telunjuk Bunga. Dan ternyata benar itu adalah Elsa bersama Dokter Kimdan.


"Apakah pria itu pacar nya? Mereka sangat akrab sekali."


"Saya tidak tau, kenapa kamu bertanya kepada saya? Lagian tidak ada urusan nya dengan saya."


Bunga menatap Gavin. "Tentu ada urusan nya pak, dia adalah ibu dari anak-anak Bapak."


"Sudah lah jangan bahasa itu, ayo keluar dari sini masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan.


"Tunggu dulu pak," handphone Bunga berdering.


"Halo Bu?"


"Iyah Bu, saya akan menyampaikan nya kepada pak Gavin."


Tidak lama berbicara, sambungan telpon nya pun langsung mati.


"Itu dari Bu Imah Pak, Bu Imah ingin Bapak menemui nya."


"Saya sibuk, saya tidak memiliki waktu untuk ke sana."

__ADS_1


"Tapi Bu Imah sakit Pak, beliau sangat ingin bertemu dengan Bapak. Kalau besok bapak tidak datang mereka akan datang ke sini."


Gavin menghela nafas panjang. Tidak menjawab nya lagi Gavin keluar terlebih dahulu meninggalkan Bunga.


Bunga hanya bisa menghela nafas panjang.


Di sore hari nya selesai bekerja Gavin mampir untuk menemui anaknya, karena sudah sangat merindukan mereka.


"Ari.. Ani.. Papah datang," ucap nya sambil mengetuk pintu.


"Papah...." Ani dan Ari langsung berlari membuka pintu depan.


Mereka memeluk Gavin karena sudah kangen berat.


"Papah ayo masuk dulu," ajak Ari.


"Mamah mana? Apa belum pulang?" tanya Gavin.


"Ada di dalam Pah," jawab Ari lagi. Gavin masuk seperti biasa dia akan membawa banyak makanan untuk anak-anak.


Dia melihat Elsa duduk di meja belajar nya. Untuk kali ini dia sudah pakai Laptop baru, hanya saja laptop itu bukan lah laptop yang dia beli.


"Kebetulan sekali Bapak datang ke sini," ucap Elsa menyadari Gavin berdiri tidak jauh dari nya.


"Aku tidak membutuhkan laptop Bapak, aku belum membuka nya, bapak tidak perlu takut ini rusak," ucap Elsa sambil memberikan laptop itu.


"Kamu sudah beli laptop baru? Apa kau menipu pria lain di luar sana?" tanya Gavin.


"Bapak tidak perlu tau."


"Apakah ini dari dokter Kimdan?" tanya Gavin.


"Jadi benar kalau kamu memiliki hubungan dengan dokter itu?" tanya Gavin.


"Urusan nya sama Bapak apa?" tanya Elsa.


"Bapak bisa membawa ini pergi," ucap Elsa menyodorkan laptop itu.


Gavin tidak bisa berkata-kata. Dia tidak mengambil nya, dari pada marah dia lebih memilih untuk bermain dengan anak-anak nya.


"Kenapa aku sangat marah ketika dia lebih memilih barang dari dokter itu dari pada dari ku?" batin Gavin.


Gavin jadi lebih banyak diam. Namun saat sedang menemani anak-anak tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah.


Elsa membuka nya. "Kakak... Aku mohon bantu aku, Ibu.. Ibu kecelakaan dan sekarang di rumah sakit," Citra datang dan menangis kepada kakak nya itu.


"Kenapa bisa? Ya Allah," ucap Elsa.


"Dokter tidak mau menangani nya kalau belum di bayar," ucap Citra.


Elsa kebingungan, dia sama sekali tidak memiliki uang untuk di berikan kepada adiknya.


"Ambillah ini," Gavin datang memberikan uang.


Elsa kaget. "Jangan Pak," ucap Elsa.

__ADS_1


"Biaya selanjutnya saya akan datang ke rumah sakit, segera di tangani," ucap Gavin.


"Terimakasih banyak Pak," Gavin minta supir nya mengantarkan Citra ke rumah sakit bersama Elsa.


"Siapa yang sakit Pah?" tanya Ari.


"Nenek kalian."


"Kita gak punya Nenek," ucap Ani.


Gavin lupa kalau Nenek nya tidak menganggap Ari dan Ani.


"Sudah lah lupakan saja, ayo lanjut main."


Sampai di rumah sakit, ternyata keadaan ibunya tidak terlalu parah sehingga tidak perlu di rawat inap.


"Bagaimana bisa ibu kecelakaan?" tanya Elsa.


"Tadi nya Ibu mau ke rumah Kakak," ucap Citra.


"Kenapa gak bilang Bu? Aku bisa jemput,"


"Bagaimana menjemput, kamu sudah tidak memberikan uang belanja hampir satu bulan."


"Aku tidak memiliki uang Bu, anak-anak ku sekarang sudah besar banyak biaya nya," ucap Elsa.


"Jangan membuat alasan deh! Kamu memberikan uang kamu untuk Ayah kamu yang sakit-sakitan itu kan?" ucap mamah nya.


"Aku benar-benar tidak memiliki uang Bu, kalau aku memiliki uang aku akan memberikan nya kepada Ibu."


"Sudah lah, tidak ada gunanya memiliki anak seperti mu, berikan ibu uang dan pergi dari sini," ucap ibu nya.


Elsa memberikan berapa yang ada di dompet nya.


"Pergi lah data sini, ibu muak melihat kamu."


Elsa mengangguk, walaupun sangat sedih dia harus pergi dari pada banyak kata-kata yang menyakiti hati nya.


Saat berjalan ke jalan lebih besar mobil berhenti di depan nya.


"Pak Gavin meminta saya menjemput Ibu, silahkan masuk ke dalam mobil," ucap supir Gavin.


Elsa masuk. Dengan wajah yang sangat sedih dia hanya diam saja di dalam mobil.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. "Kenapa kamu sangat cepat pulang?" tanya Gavin.


"Bagaimana keadaan Ibu mu?" tanya Gavin.


Elsa menggeleng kan kepala nya. "Semua nya baik-baik saja."


Melihat Elsa sangat lesu membuat Gavin tidak banyak bertanya.


Elsa mengambil air putih menenangkan pikiran nya. Dia melihat Gavin yang masih menemani Ari dan Ani.


"Dia sudah banyak membantu ku, apa aku sangat tidak tau diri sehingga terus membenci nya?" batin Elsa.

__ADS_1


__ADS_2