
Selepas dari rumah sakit Gavin membawa Ari, Ani untuk makan di restoran yang di pilih oleh Ani.
"Bapak bisa pergi dengan mereka, aku harus pulang," ucap Elsa.
Gavin menahan tangan Elsa. "Apa-apaan kamu? Setelah sudah di depan restoran kamu mau pergi? lihat anak-anak sudah masuk ke dalam."
"Apapun itu masalah kita berdua lupakan sejenak, ayo masuk," ajak Gavin menarik tangan nya Elsa.
"Wahh itu pak Gavin kan? Wanita cantik itu siapa?"
"Seperti nya itu adalah istri nya, lihat mereka gandengan tangan," gosip para costumer yang ada di sana.
Elsa melepaskan tangan Gavin dari nya. "Aku bisa jalan sendiri."
Di malam hari nya Elsa bekerja seperti biasanya..
"Elsa!" panggil kedua teman nya.
"Nadira, Diana, kenapa kalian bisa di sini?" tanya Elsa.
"Kita sengaja datang untuk bertemu dengan mu, akhir-akhir ini kita sudah jarang nongkrong bersama."
"Aku minta maaf yah, tapi aku sangat sibuk."
"Iyah gak apa-apa kok."
Elsa duduk bersama mereka sebentar. "Elsa, seseorang meminta kamu menemui nya," ucap salah satu teman nya.
Elsa langsung permisi dan menemui orang yang mencari nya.
Dia melihat menejer dan juga satu pria yang tidak asing.
"Saya ingin Bapak ganti rugi! Saya merasa di tipu oleh anggota bapak."
Tampa bertanya Elsa sudah tau alasan pria itu marah.
"Saya minta maaf pak, saya akan menangani ini," ucap Elsa kepada menejer nya.
Menejer nya memilih pergi dan membiarkan Elsa menyelesaikan masalah itu.
Pria itu merasa di tipu, dia minta ganti rugi dua kali lipat dengan bayaran yang dia berikan kepada Elsa sebelumnya.
"Saya tidak memiliki uang sebanyak itu pak, saya minta maaf."
"Tidak cukup hanya maaf saja, kamu harus membayar nya, kalau tidak kamu harus memberikan tubuhmu kepada saya."
Elsa tidak tau cara membayar nya bagaimana, mau tidak mau dia harus memberikan tubuhnya.
"Baiklah pak, saya akan melakukan nya," ucap Elsa agar semua nya cepat selesai dan dia tidak bermasalah lagi.
"Tapi kita melakukan nya di luar bukan di sini," pria itu tampak terlihat sangat trauma di bohongi oleh Elsa.
Elsa tidak menolak dia mengikuti pria itu keluar dari club.
Gavin baru saja pulang bekerja, dia berniat mampir sebentar untuk mengambil beberapa persediaan minuman di rumah nya.
__ADS_1
Namun dia melihat Elsa keluar bersama pria. Dia sangat penasaran itu sebabnya dia langsung mengikuti Elsa.
Gavin melihat mereka masuk ke dalam Hotel.
"Humm, sudah ku duga dia pasti menafkahi anak-anak ku dengan hasil seperti ini," ucap Gavin.
Namun dia masih penasaran dia mengikuti terus ke dalam.
Elsa dan Pria itu sudah di dalam. "Saya tidak akan tertipu lagi Elsa.. Saya sudah tidak sabar menikmati tubuh mu yang seksi ini."
Pria itu mendorong Elsa sangat kasar sehingga pinggang nya terbentur ke meja kecil yang ada di samping tempat tidur.
"Ini adalah hukuman untuk mu yang sudah berani mempermainkan saya! Kamu pikir wanita murahan seperti mu bisa membohongi saya?"
"Ampun Pak, saya tidak bermaksud menipu bapak."
Pria itu tertawa. "Saya tidak akan membiarkan mu lepas kali ini."
Walaupun pakaian yang di gunakan oleh Elsa mahal, sekali tarik dress yang dia pakai nya sekarang sudah terbagi dia.
"Pantesan saja selama ini kamu menjaga tubuh mu, ternyata sangat cantik dan seksi."
Elsa menahan Pria itu saat mau membuka semua pakaian nya.
Namun tiba-tiba pria itu menahan tangan Elsa, Elsa tidak ingin melakukan nya dia berontak sehingga tangan kasar pria itu menampar wajah nya.
"Brak!!!" tiba-tiba pintu terbuka membuat yang ada di ruangan itu terkejut.
"Pak Gavin!" ucap Elsa.
"Ada apa Bapak ke sini mengganggu kami?"
"Apa yang kau lakukan kepada wanita itu?"
"Dia adalah wanita yang sudah menipu saya, dan dia harus ganti ganti rugi, bapak sebaiknya keluar dari sini."
"Lepaskan dia, saya akan membayar uang anda yang sudah di tipu oleh nya."
Gavin memberikan kertas Cek kepada pria itu.
"Tulis saja di sana dan keluar sekarang!"
"Kali ini kamu lepas Elsa, kalau kamu melakukan nya lagi saya tidak akan diam," ancam nya kepada Elsa yang sudah meringkuk ketakutan.
Gavin menatap Elsa. "Apa yang kamu lakukan di sana? Apa kamu masih menunggu Pria itu untuk memperkosa mu?" tanya Gavin.
Elsa menggeleng kan kepala nya. Gavin melihat pakaian Elsa sudah robek di lantai.
Dia menelpon seseorang dan mengantar kan baju kepada Elsa.
Tidak banyak berbicara, setelah Elsa keluar dari kamar mandi dia tidak melihat Gavin.
Gavin sudah kembali ke rumah nya.
"Perempuan yang sangat bodoh," ucap Gavin.
__ADS_1
"Kenapa aku sangat marah ketika orang lain menyentuh nya? Seharusnya aku tidak perlu perduli kepada nya, walaupun dia adalah ibu dari anak-anak ku."
"Permisi Pak, ini air hangat nya," Pengawal nya mengantar kan air hangat.
Gavin minum obat seperti biasa nya karena kepala dan dada nya tiba-tiba sakit.
"Huff sial! Karena dia aku tidak mendapatkan minuman ku," ucap Gavin.
Keesokan paginya..
Dia baru saja selesai siap-siap ke kantor, seperti biasa dia akan membuat roti bakar untuk sarapan sebelum ke kantor.
"Huff Minggu ini aku sudah memakai semua jatah ku untuk bertemu Ari dan Ani," batin Gavin.
Tidak beberapa lama Bunga datang.
"Selamat pagi pak," sapa Bunga.
"Pagi."
"Ini laptop yang bapak minta," ucap Bunga.
Gavin melihatnya. "Terimakasih."
"Ini untuk apa yah Pak? Bukan nya laptop bapak masih baru?"
"Kamu tidak perlu tau, hari ini apa saja jadwal saya?"
Bunga membaca nya. "Bagaimana dengan sore hari?" tanya Gavin.
"Tidak ada pak, kosong."
"Bagus kalau begitu, kamu ikut saya ke mall membeli beberapa barang-barang untuk anak saya."
Bunga mengangguk.
Di rumah sakit tempat Dokter Kimdan bekerja.
"Ekhem-ekhem... Lagi balas pesan siapa tuh?" tanya teman nya.
Kimdan hanya bisa tersenyum malu karena di goda oleh teman-temannya.
"Oh iya dokter, Elsa itu sudah mempunyai anak dua, kenapa dokter tidak mencari yang masih gadis?" tanya teman nya.
"Tidak apa-apa," ucap nya.
Di sore hari nya...
Saat sedang berjalan-jalan di mall Gavin tidak sengaja melihat Kimdan masuk ke dalam toko laptop.
Dia cuek saja, karena masih ada yang harus di cari oleh nya.
Setelah pulang dari sana Gavin mau mampir sebentar ke rumah Elsa memberikan laptop dan juga barang-barang yang dia beli untuk anak-anak nya itu bisa menjadi alasan untuk bertemu lebih kepada anaknya.
"Kenapa Bapak ke sini?" tanya Elsa saat membuka pintu.
__ADS_1
"Apa bapak lupa, minggu ini sudah tidak ada kartu untuk bertemu anak?" tanya Elsa.