
Dia Terlihat Menawan
Dan sejak masuk sekolah tingkat pertama kakek dan nenekkupun sudah meninggal dan
hal itu yang membuatku menjadi sangat frustasi dan tidak tahu harus minta perlindungan kepada
siapa. Namun aku sadar bahwa tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya sehingga aku
memaafkan keadaan orang tuaku itu dan memilih untuk tetap tinggal bersamanya sampai
sekarang. Aku adalah anak yang dikenal pemarah, namun sekarang dikenal pendiam oleh teman-
temanku, tidak tahu penyebabnya apa mungkin karena factor orang tuaku, namun hal itu tidak
menyurutkan perjuanganku untuk melanjutkan sekolah. Di hari pertama sekolah, di kelasku
masuk seorang murid baru, perempuan pula, bernama julianti. Penampilan Julianti lumayan
tertata rapi namun suka membuli, berbeda denganku yang urakan yang selalu jadi ejekan teman-
teman karena tidak pantas masuk disekolah itu untuk ukuran keluargaku. Lalu di waktu istirahat,
anak-anak berkumpul untuk lomba lari, aku ingin bergabung. Suatu hal yang tak pernah
dilakukan anak perempuan sebelumnya, selama ini, lomba lari waktu jam istirahat itu adalah
milik anak laki-laki. Dan ternyata, aku berhasil mengalahkan semua anak laki-laki itu, melihat
hal seperti itu Julianti sangat membenciku karena merasa disaingi sebagai wanita. Dengan niat
jahat Julianti, ia terus menggoda, mengejek dan menghinaku. Kemudian aku bertemu dengan
seorang laki-laki, laki-laki itu sebut saja namanya Geral yang membantuku agar tidak diganggu
oleh Julianti. laki-laki ini menawan, cerdas, juga jago bermain futsal, semakin hari aku semakin
dekat dengan Geral.
Aku mulai beranjak dewasa dengan umur yang masuk tsanawiyah sederajat dengan
Sekolah Menengah Pertama (SMP). Aku dihadapkan pada masa pubertas masa dimana menyukai
lawan jenis. Tidak jarang laki-laki banyak yang menggodaku untuk dijadikan sebagai wanita
istimewa dalam hidup para laki-laki itu, aku memang mulai suka dengan lawan jenis sejak SMP
namun belum memikirkan mengenai hubungan yang serius ke jalur pacaran. aku mulai mengenal
laki-lai pertama dalam hidup pada waktu di pondok setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA),
pada waktu SMA, aku mulai menjalin hubungan dengan laki-laki yang dianggap bisa
memberikan kenyamanan dan memberikan banyak senyum tawa dalam hidupku yang membuat
tidurku nyenyak dan makan jadi tambah enak.“Cinta pertama sulit dilupakan” itulah yang selalu dilontarkan ketika berbincang bincang dengan
__ADS_1
salah satu teman akrab di salah satu organisasi yang diberi nama 3L (Literasi Lumbung
Lombok), organisasi ini yang menangani dalam hal menumbuh kembangkan minat baca.
Karena aku ini adalah anak Aliyah setingkat SMA atau anak pondok, tidak jarang anak
yang mondok juga memiliki nafsu yag sama yang perlu dikelola dengan baik, karena niat ingin
mencintai dengan sangat, untuk menyukai lawan jenis sudah mulai tumbuh dalam dada ku,
sehinngga aku sering kali berkomunikasi menggunakan sekertas surat lusuh yang diberi parfum
agar kertas itu wangi kemudian dilempar di balik tembok belakang asrama, karena pondok laki-
laki dan perempuan hanya dibatasi oleh sekat tembok setinggi lima meter dengan mudah
melakukan komunikasi lewat surat.
Pertemuan pertamaku dengan laki-laki pujaan terjadi ketika aku berumur delapan belas
tahun dan laki-laki itu berumur Sembilan belas tahun mereka telah bertemu sebanyak dua ratus
lima puluh dua kali di padang rumput di belakang sekolah melalui do’a sepertiga malam.
Namanya juga anak pondok tidak boleh bertemu pandang apalagi berdua duaan, maka yang bisa
dilakukan hanyalah beroda sepertiga malam, itu pertemuan yang indah. Cinta pertama sulit
dilupakan, tak jarang semua kekaguman tertuju pada laki-laki itu seorang, maklum anak pondok
tapi tidak seketat zaman dulu yang dimana tidak boleh keluar pondok, harus tetap didalam
memantau keadaan kekasih pujaanku itu, apalagi ketika laki-laki yang aku sukai itu sangat jago
dalam bermain futsal, lihai dalam memainkan bola bundar sehingga tak jarang mendapat juara
dalam setiap pertandingannya, jadi aku tidak mau ketinggalan untuk ikut menonton aksi laganya,
bahkan sering mengikuti jadwal-jadwal pertandingan club futsal, setiap momen aku abadikan
dimemori otak, momen yang paling sulit dilupakan saat pertandingan adalah ketika Geral itu
memasukkan bola ke gawang lawan dan melambai kearahku. Lambaian tangannya itu melambai-
lambai seperti daunt alas ditiup angin, ,
Saat itu adalah hari dimana semua manusia distadiun itu semuanya lihat seperti rumput
yang bergoyang seakan dunia milik berdua. Senyuman laki-laki itu seakan mengalihkan duniaku,
matanya seperti lampu sorot yang hanya menyinari dirinya seorang dikegelapan malam.Selama tiga tahun aku menjalani kisah cinta itu, aku menjalani dengan penuh canda tawa senang
dan tangis, bahagia, sedih, semua rasa bercampur menjadi satu wadah yang ditampung dengan
segelas harapan bersatu dalam bahtera cinta suci, dengan janji sehidup semati. saling mendoakan
__ADS_1
bertemu di sepertiga malam namun tak pernah saling menatap adalah hal yang sangat
menyakitkan untuk sepasang anak Adam yang sedang dilanda asmara.
Karena beberapa hal itu yang membuat hubunganku menjadi renggang dan saling
menuduh ada perselingkuhan diantara kami. Tidak tau pasti siapa yang salah siapa yang mendua
dalam hubungan itu, yang jelas aku tidak menduakan dia. Namun yang jelas selama tiga tahun
terakhir hubunganku berjalan tidak harmonis apalagi Geral juga disibukkan dengan tugas
sekolah dan berbagai hal lainnya yang sedang ia kerjakan pada waktu itu. Dan pada akhirnya
hubungan kami bubar tanpa tahu kejelasannya. Ini mungkin yang dinamakan cinta monyet, cinta
yang sesaat dan tanpa ada kata perpisahan yang dibicarakan secara baik-baik. Itulah cinta
monyet, yang mencintai tanpa arah dan tidak jelas kemana akan di bawa.
Antara melupakan dan mengingat seringkali kita dihadapkan dengan cara yang hampir
sama, belajar melupakan namun masih mengingat apa yang harus dilupakan itu adalah hal yang
sama seperti kelap kelip kunang-kunang dimalam yang gelap, dan padamnya itu adalah bagian
dari perubahan waktu, artinya setiap kejadian pasti akan berubah dan dilupakan seiring waktu.
Namun ketika kita mencoba belajar untuk melupakan, maka kita akan semakin sulit untuk
melupakan, ia akan terus mengembara dan menyempurnakan kesunyian.
Inginku bakar diriku sendiri agar semua yang tersisa hanya lupa dan yang muncul adalah
harapan baru. Dengan cara itu melupakan adalah hal yang terbaik untuk menyempurnakan cinta.
Hari kelulusan telah tiba, aku melanjutkn ke STIKES YARSI dan Geral melanjutkan kuliahnya
disalah satu Perguruan Tinggi di Jogja. Selama itu hubungan kami sudah tidak ada kejelasan,
kami tidak pernah berkomunikasi lagi. Kami anggap hubungan itu berakhir. Namun tak jarang
aku selalu mengingatnya. Jarak bagiku adalah mahluk tuhan yang paling kejam. Bertebarannya
orang-orang yang aku cinta, yang membawa jantung hatiku dan menukarnya dengan sekelumit
kenangan manis yang tak pernah habis untukku kecap, orang-orang terkasih yang terselip sana-
sini, yang membuatku tak henti-hentinya memyalahkan jarak sebagai pencipta ruang dan sekat.
Kadang aku berfikir, alangkah bahagianya jika dunia hanya selebar lapangan bola di Kawo,
hingga tentu saja semua orang penghuni tetap nuraniku bisa lengkap tercakup didalamnya.Dengan demikian relung hatiku ini tak pernah lagi merasakan denting perih yang dinamakan
rindu. Jarak semakin kejam. Maha besar Allah pembuat bunga cinta yang tak mengharuskan
__ADS_1
cinta tumbuh dari mata-sebab tanpa mempertemukan mataku dengannya, siapa yang ikhlas
memupuk subur dan memberi getar indah yang tak mampu kuberi nama.