
Sahabat Baik
Semenjak Geral tidak ada kabar, aku selalu menyibukkan diri dengan beberapa orang
sahabat yang menjadi teman curhat setiap saat. Persahabatan adalah jalinan hubungan antara
beberapa orang yang sudah berteman dengan sangat akrab. Hal ini didapatkan dari kebersamaan
yang sudah terjalin sangat lama sehingga menemukan 'chemistry' yang bisa membuat kami
menjalin persahabatan semakin dekat.
Sahabat dan teman memang memiliki kedekatan yang berbeda. Sahabat bisa dibilang
adalah sosok yang lebih daripada teman, bahkan dianggap seperti keluarga sendiri. Sahabat juga
bisa menjadi motivasiku untuk melakukan sesuatu yang terbaik, selain motivasi yang berasal dari
keluarga. Seru dan banyaknya tingkah jahil ketika nginep di rumah teman atau sahabat ini
ternyata memunculkan beberapa kisah-kisah ketika nginap di rumah sahabat yang kalau diingat-
ingat bisa bikin merasa kangan sama sahabat. Tiga tahun di SMA adalah salah satu periode
paling indah dalam hidup kita. Saat itu kita masih muda, sangat muda. Walau selalu angkuh
untuk percaya bahwa kita sudah begitu dewasa,
“Karena doktrin yang dulu itu bilang SD adalah anak-anak, SMP adalah remaja, dan SMA
adalah dewasa”.
Semangat yang meluap dan berkobar-kobar di masa inipun selalu didukung oleh orang-
orang yang kita sebut teman. Mereka mengenalku luar dalam, dan dia pun demikian, mengenal
mereka layaknya saudara. Kisah pertemanan ini telah melalui banyak momen indah baik suka,
duka, dan kekonyolan khas remaja yang beranjak dewasa.
Hingga saat ini pun hubungan kami masih berjalan dengan baik. Meski terpisah daerah
karena harus ada yang kuliah dan kerja, silaturahim ini tetap terjaga dengan mengumpulkan
mereka dalam gruop alumni di BBM, Line atau whatsApp. Terkadang di sela kesibukan masing-
masing, kita masih saja menyempatkan diri untuk sekadar say hello di chat. Ketawa ketiwi
__ADS_1
dengan bahan yang kadang tidak jelas. Dan, moment mudik dan pulang kampung merupakan hal
yang paling ditunggu-tunggu, karena bisa berkumpul dan menertawakan kisah lucu di masa lalu
yang selalu saja diulang-ulang tiap ngumpul, namun entah mengapa sedikitpun rasa bosan tak
pernah muncul.Terkadang pernah kah kalian berfikir, “Kenapa mereka, teman-teman masa SMA dulu masih
selalu ada di hati hingga saat ini?”
“Mengapa hubungan dengan sahabat-sahabat di masa SMA bisa terus terjaga?”
Untuk itu, ku mencoba menjabarkan, mengulang kisah, dan mungkin akan ku temukan
jawabnya, mengapa para teman-teman SMA, masih saja terpatri dalam hati ini.
Aku pernah mengalami masa indah itu bersama-sama. Mereka tahu segalanya tentangku
baik dan buruk dan begitu juga sebaliknya. Meskipun begitu, mereka pula yang selalu terbuka
untuk selalu menerimaku apa adanya. Saat orang lain menghakimiku dan menganggapku tak
baik, merekalah orang yang tetap merengkuhku apapun situasinya. Saat semua orang menjauhiku
tanpa sebab, mereka pulalah yang selalu dekat ada di sampingku.
masalah cinta misalnya, saat pertama kali merasakan patah hati, mereka teman-teman SMAku
pulalah yang pertama datang menghibur, mereka kerap menghiburku dengan cara mereka
sendiri, apapun itu, yang jelas mereka ingin aku tersenyum kembali. Teman-teman SMA ini lah
yang selalu ada membantu kita melewati masa-masa itu. Mereka tak segan menghiburku dan
memberiku tempat bersandar. Persahabatan yang indah ini berhasil membuatku lupa dengan
sakit dan masalah yang melanda. Mereka selalu bisa membuatku kuat, apapun itu caranya. Tanda
persahabatanku yang dalam adalah, Aku tak hanya sekedar mengetahui mereka, namun juga
hingga ke keluarga mereka. Aku sering menghabiskan waktu bersama bukan, Sering menginap
di rumah, bercerita hingga larut malam. Sejak itu aku sangat sering menghabiskan waktu
bersama mereka, kamu pun jadi mengenal baik keluarga mereka. Kamu dekat dengan ibu dan
ayah mereka, bahkan kakak dan adik mereka. Tak jarang kamu pun masih saling menanyakan
__ADS_1
kabar keluarga dan berbagai berita yang terkini tentang mereka. Memang rasanya teman masa
SMA itu bukan hanya sekedar teman, tapi juga saudara yang memiliki keterikatan batin yang
erat. Bukan sahabat namanya jika tak menyimpan foto-foto alay dan konyol saat sekolah. Karena
kita tak hanya sebatas belajar, waktu kosong pelajaran yang diisi dengan berbagai “kegiatan” ini
acap kali didokumentasikan oleh beberapa teman, tidur mendengkur dikelas, foto alay gaya khas
2000an, serta video-video yang tak bosan-bosannya diputar. Dan beberapa dari temenmu tentuada yang menyimpan file itu hingga saat ini. File yang kelak akan dibuka ketika rindu sudah
menyesakkan dada, file yang kembali mengingatkan bahwa mereka pernah berjaya dimasa itu.
Yana, selalu menjadi anak terfaforit disekolah
“Hey, Yan, sudahkah kau ingat wajah teman-teman SMA dulu?”
“Sudahkah mereka hadir dalam benakmu saat ini?”
“Coba, pejamkan matamu sejenak, mengingat kembali, memutar kembali memori kenangan
yang membawa kita dalam kurun waktu enam hingga Sembilan tahun kebelakang”. Dan
Yanapun memejamkan mata sambil mengingat dan mengucapkan apa yang sudah dilakukannya.
Oh kawan, entah mengapa disela-sela jam kosong kerja aku menulis ini, tak tahan rasanya bila
rindu ini ku pendam sendiri dalam hati, ku harap kelak kau akan membaca tulisanku dan
merasakan hal yang sama kurasakan seperti saat ini.
“ingatkah kalian pada kebodohan yang kita lakukan?”,
“Serta beberapa pelanggaran kecil yang kita jalankan untuk sedikit kesenangan?”
Darah muda memang sedang deras-derasnya mengalir di dalam raga. Kita dipenuhi dengan rasa
ingin tahu dan tak jarang ingin mencoba-coba. Ya, kita lebih senang tak patuh pada aturan. Kita
terkadang benci dengan peraturan, dan melanggarkan merupakan hal boleh dibilang keren.
Memakai kalung, dan asesoris-asesoris tubuh lain yang tentunya dilarang. Dan tidak jarang ada
beberapa dari kita yang harus bermain kucing-kucingan dengan guru karena mengenakan
seragam yang tak sesuai aturan atau karena memiliki rambut kepanjangan dan sepatu tidak
__ADS_1
berwarna hitam.