
Cinta Monyet Lagi
“Untuk mencintainya, aku tak butuh waktu banyak, cukup dengan sekejap mata. Tapi
Untuk mendapatkan cintanya aku butuh beberapa ratus juta kejapan mata”-@hairul anam.
Perjuanganku yang ingin mendapatkan cinta seorang anak laki-laki menawan,
berkharisma, pendiam, pintar, namun cuek kepada wanita. Itulah idamanku, aku tak pernah
berhenti untuk meruntuhkan dinding dan kokohnya tembok pertahanan hati Geral yang belum
pernah disinggahi wanita manapun. Sikap dingin dan penolakan Geral berkali-kali tak
membuatku menyerah, selama Geral masih sama makan nasi, selama masih berparas manusia
dan selama ia tidak berubah menjadi buaya terbang, aku akan terus mengejarnya.
Geral adalah cinta pertamaku di Sekolah Dasar, senyumnya yang tipis hanya bisa
dihitung dua kali dalam satu tahun. Dia senyum padaku selama dua kali dalam setahun, yaitu di
kelas lima sejak pertama kali aku mendekatinya dan senyum yang ke dua sejak dia aku
pinjamkan dasi untuk dipakai potoan untuk poto ijazah. Segala cara aku lakukan agar dia
tersenyum padaku mulai dari pura-pura minta bantuan mengerjakan tugas matematika, mulai dari
berjalan sangat pelan didepan rumahnya hanya untuk dilihatnya. Namun tak pernah kunjung aku
temui senyum yang ketiga. Kebetulan, Geral adalah anak pindahan dari praya, dikarenakan
bapaknya dipindah tugaskan ke SMP di Kawo, sehingga Geral juga ikut pindah tak lagi sekolah
di Praya.
Sudah satu semester, ternyata Geral sudah pindah di sekolahku, tempatku memang
pondok, namun dibolehkan untuk pulang kerumah. Karena sistemnya tidak terlalu ketat, juga
rumah dan sekolahku tak jauh –jauh amat sehingga boleh untuk tidur dirumah. Dari minggu ini,
aku mendapatkan nomor handphone Geral dari teman akrabnya juga bernama Riko. Aku
menelpon Geral beberapa kali dan mengirim pesan hanya untuk menanyakan kabar dan apa sajayang sedang dilakukannya, namun tidak kunjung di respon oleh Geral. Karena tidak diangkat
oleh Geral kemudian aku menelpon temannya yang bernama Riko yang kebetulan berteman
dekat juga dengan Geral.
“Halo Ger, lagi apa?”
“Bisa bisaca sebentar?”
“Ya Sri, ada apa?”
“Hahaha” gak ada Ger,” Aku tertawa malu.
“Sebentar aku tebak, ucap Geral
“Kau sembunyikan gimanapun pasti aku bakalan tau, kau pasti tidak akan ditanggapi ama Geral”
kata Riko senyum lewat handphone.
“Jujur saja ya, aku kesel juga sama Geral, udah beberapa hari dan beberapa kali ku telpon juga
tidak pernah diangkat olehnya “.
“ Haahaha”Rezeki anda belum beruntung, sabar saja, suatu saat pasti kau akan dapatkan orang
yang lebih baik darinya” ujar Riko sambil tertawa.
Ternyata Riko menyukaiku juga, namun Riko tidak berani mengungkapkan karena sudah pasti
Riko ku tolak karena Riko tahu kriteria cowok idamanku bukanlah dia.
Karena sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi maka aku menutup telpon dan kembali membaca
buku buku novel yang berjejer di teras kamar.
Keesokan harinya sepulang dari sekolah, Geral naik motor, siang-siang ini memang
banyak orang yang berkendara sehingga jalanan ramai, ketika beberapa orang sedang putar balik
dijalan untuk menghindari macet, maka aku mencoba untuk mundur ke belakang dengan pelan-
pelan, menurut perkiraan sekitar satu meter aku mundur, hanya untuk menghindari orang yang
putar balik itu agar motorku tidak kena serepet, namun tidak disangka ketika aku mundur
sedikit, ternyata motorku mengenai motor dibelakang dan tidak sadar ternyata yang ku tabrak
dari belakang adalah motornya Geral. Hatiku mulai berbunga namun bercampur malu karena
menabrak motor laki-laki yang ku sukai, “.“Astaga, malu sekali, dong semakin dia benci setelah aku tabrak motornya”. Aku bergumam
dalam hati.
Dengan sontak aku langsung meminta maaf kepada Geral, namun Geral tidak menjawabnya,
karena yang aku tabrak memang hanya ban, untung tidak terkena goresan yang lain.
__ADS_1
“Ger, maaf, aku gak liat”. Dengan penuh pengharapan.
Sakin malunya, aku terdiam dan tertunduk malu. Karena tak dijawab kata maafku. Sesampai
dirumah, aku langsung menelpon Geral berharap ingin meminta maaf dan dimaafkan olehnya.
Namun pada saat yang sama Geral sedang ditelpon oleh ibuknya untuk minta dijemput, ibunya
adalah guru disalah satu SMP di Praya. Beda dengan bapaknya yang dipindah.
Kebetulan aku menpadati handphonenya Geral sedang menunggu, betapa sakit hatiku
melihat pemberitahuan di Handphone sedang menunggu. Aku kan tidak tahu kalau teman
nelponnya adalah ibunya sendiri. Sedih campur malu membuatku mulai menghindari Geral
perlahan. Hari demi hari aku mulai jarang memperhatikan Geral namun sesekali memantau
perkembangannya.
Karena Geral mungkin sudah merasa ada yang kurang pada dirinya karena sudah
beberapa hari ini dia tidak diperhatikan olehku, maka Geral berfikir mungkin ada yang salah
denganku. Kemudian Geral berniat meminta maaf kepadaku dan menanyakan kenapa akhir-akhir
ini aku terlihat murung tidak seperti biasanya, seperti ceria, selalu menggodanya, selalu
mengejeknya. Namun sekarang aku cuek dan tidak mau berbicara dengannya. Aku selalu
menghindarinya.
“sudah tahu kan rasanya didiamkan” pikirku kesal.
Geral mencoba untuk meminta bantuan Riko agar dipertemukan denganku, Karena Riko merasa
tidak enak dengan permintaan sahabatnya itu maka dipanggillah aku.
Hey, Sri?”.
“ Ada apa Riko?” dengan nada keras,
“Itu Geral manggil kamu, disuruh kesana sebentar,““Buat apa aku harus kesana,?”.
“Aku nyerah ko,” dengan mata berkaca-kaca sambil menundukkan kepala. Kemudian Geral
menghampiriku yang saat itu aku masih sedang berbicara dengan Riko.
“Kamu kenapa Sri,?”
“Gak ada apa-apa,”.
“Gak ada”. Aku tidak suka sama kamu”.
Oo begitu?,
“Ya, Buat apa aku selalu ngejar-ngejar orang yang enggak pernah istirahat untuk dikejar?”
“Sebentar aku amu kebelakang,”. berlinang air mataku yang mengalir tidak karuan itu menjadi
membuatku makin terharu. Entah dari mana datangnya air mata itu datang. Karena aku agak
lama tidak terlihat, maka Geral menghampiriku, karena melihatku menangis, Pertahanan Geral
seketika itu runtuh karena melihat air mata mengalir deras. Disisi lain Riko membalikkan
tubuhnya dan perlahan meninggalkan kami berdua, Geral memelukku dengan kuat, entah apa
yang membuatnya memelukku. Aku merasa nyaman, dengan air mata yang menetes, tak sanggup
ku bendung lagi.
“Aku enggak pernah nyuruh kamu buat ngejar-ngejar aku”,
“Aku juga enggak mau kamu capek” ujar Geral sambil mengelus kepalaku.
Hati ku bergetar sangat kencang bagai genderang mau perang.
Pertemuan kami berdua ini dibawah pohon mangga yang panas namun terasa adem serasa
dinaungi awan tebal seolah-olah akan terjadi rintik-rintik hujan romantic. Sejak saat itulah
hubungan kami menjadi semakin dekat.Beberapa bulan kemudian, tepat bulan November dimana musim hujan mulai turun,
hujan lebat membasahi pakaianku, aku tidak membawa jas hujan , atau payung. Maka dari itu
aku harus pulang basah-basahan. Aku menunnggu Geral keluar dari kelas, tampak jauh Geral
keluar dari ruangan dan aku langsung menghampirinya, saat sedang memperbaiki tas yang masih
terbuka. Dia kaget, entah karena apa, mungkin saja karena aku.
Mungkin hatinya berkata”kok Tiba tiba seorang gadis cantik hampiriku datang sambil tertawa
manis”.
“Kamu kenapa seperti orang kaget?” tanyaku senyum.
“Ia, tumben kamu kesini, aku kagetlah”.jawab Geral senyum juga.
Dan ternyata benar, dia kaget karena melihatku menghampirinya. Kemudian pada saat itu juga
__ADS_1
Riko keluar dari kelas dan melihat aku bersama Geral terlihat sangat mesra serasa dunia milik
berdua dan Riko hanya benalu dalam mawar berduri. Riko sangat cemburu aku lihat, saat ini
sudah keadaannya kehujanan dan basah kuyup Riko memilih membelakangiku dan Geral.
Aku juga tidak memperhatikan Riko pada saat itu karena memang hanya tertuju pada Geral
pacarku seorang.
“Wuih”, “Sepertinya hujan ini akan lama, mandi hujan ya?” Tanyaku manja.
Mendengar ucapanku, maka Riko semakin cemburu dan melihat tangannya melingkar di
pinggangku.
“Tuhan, segeralah hentikanlah hujan ini, aku tidak sanggup melihatnya” do’a Riko sambil
memandang ke atas langit.
“Ya tuhan,, agar semua orang tidak tahu kalau aku sedang menangis tersedu melihat gadis
pujaanku bersama sahabat karibku, turunkanlah hujan lebatmu”.
Suara adzan terdengar dipagi hari dibelakang rumah dengan merdu, membuat mata ini terbuka
dan tangan mulai mengusap mata. Kemudian bergegas mencuci mata dan langsung berwudhu,
karena rumah dekat dengan masjid, maka tidak ada alasan untuk tidak ikut berjamaah sholat
subuh“ya Allah ya Rabbku, jika suatu saat nanti aku jatuh cinta, maka biarkan aku menerangi orang
yang ku cintai itu, dan jangan biarkanku untuk lalai menyembah kepadamu. Sekiranya nanti aku
jatuh cinta, maka jatuhkanlah hati ini pada orang yang mencintaimu agar kekuatanku lebih
mencintai dirimu” doa itu yang selalu aku ucapkan ketika sehabis sholat, doa ini aku panjatkan
ketika saya mendengar ceramah salah satu ustadz yang membahas tentang jodoh. Aku mulai
berfikir untuk mencintai seseorang yang mencintaiku bukan karena syarat, tetapi ia harus
mencintaiku karena menegakkan syariat.
Karena hari ini minggu pagi, kegiatan rutin yang aku lakukan adalah lari pagi karena aku
memang mengutamakan kesehatan, aku bercita-cita menjadi seorang perawat, yang nanti bisa
merawat suami,dan anak menjadi ladang syurga.
Tak sampai hubunganku satu bulan, Geral menghianatiku, ia ku pergok jalan dengan
wanita lain ditaman sangkareang malam minggu. Disaat aku kesepian ingin ditemaninya,
ternyata dia bersama kupu-kupu lain. Alasannya mau main futsal ternyata dia main hati dengan
wanita lain. Sungguh aku malu melihat diriku ini.
“Hey Ger,” sudah selesai main futsal ya?.
“Kok jalan sama cewek?.”
“Katanya mau main futsal.?” Tanyaku dengan sedikit senyum.
Dia terlihat garuk-garuk kepala, ciri orang yang bodoh, jika dia tidak bisa melakukan sesuatu hal
maka pasti orang-orang seperti ini akan garuk kepalanya. Ternyata benar, Geral tidak bisa
berkata apa-apa, hanya garuk kepala, Geral memang anak pintar disekolah, namun bodoh dalam
percintaan.
Kita kenalan ya?. Tanyaku kepada wanita itu,
Ya, Mbak, jawab wanita itu.
“Namaku Sri, aku pacarnya Geral, alasannya tadi mau main futsal ternyata dia jalan sama
kamu”.Bajingan memang dia”. Ucapku sambil tersenyum sedikit. Padahal hatiku marah, geram ingin
sekali mencekek lehernya Geral.
Wanita itu belum sempat menyebut namanya dan langsung pergi meninggalkan kami.
Dan akupun pergi, ternyata Geral tidak mengejarkau, yang dia kejar adalah wanita itu. Ternyata
aku sudah kalah telak, aku tidak dipilih oleh Geral. Dia lebih memilih mengejar wanita itu,
cantik sih orangnya, aku juga tidak sebahenol dia.
“Atau mungkin Geral takut aku tampar kali ya kalau dia mengejarku”. Soalnya aku kalau marah,
sampai banting orang.
Setelah kejadian itu, Akupun mengajak Yana pulang, saat itu aku jalan bersama Yana dan Ria
karena hanya dia yang bisa ku ajak pergi-pergi
”Semakin Kita Tidak Ada Hubungan Dengan Orang Lain, Maka Akan Semakin Mudah Kita
Melupakan Orang Lain Itu”
__ADS_1