
Malam semakin larut, Indah merasakan selimut yang menutupi tubuhnya dinaikkan hingga menutupi lehernya.
”Eghh”Indah sedikit melenguh merasakan tangan Ersen menarik tubuhnya.
Ersen yang masih terjaga melirik Indah yang terganggu tidurnya, satu tangannya Ia gunakan untuk menepuk pelan rambut Indah.Sedangkan tangan yang satunya masih setia dengan leptop.Pria itu kini sangat sibuk mengingat dirinya akan menetap di Indonesia dan mengurus perusahaan Darendra yang berada di Indonesia.
Kini dirinya juga merindukan dua keponakan nakalnya.Hendry dan Jinora, tanpa kedua keponakannya yang rusuh,berat juga rasanya, rencananya Ia akan mengunjungi mereka saat kandungan Indah sudah memasuki trimester kedua.
”Kenapa belum tidur By?udah larut banget loh ini”Ucap Indah saat melihat Ersen yang masih terjaga padahal ini hampir pagi.
"Masih sibuk In, kamu tidur aja.Maaf aku ganggu ”Ersen memeluk Indah dengan satu tangannya.
Indah bangkit dari tidurnya.Ia menyenderkan kepalanya di ranjang seperti Ersen.Diliriknya leptop sang suami.
__ADS_1
”Sini biar aku yang kerjakan, Kamu tidur dulu ya”Ucap Indah seraya mengangkat leptop dari tangan Ersen,pria itu sempat tidak setuju mengingat Indah butuh istirahat yang cukup.
Ersen tertidur dengan memeluk perut Indah dengan tidak memberikan terlalu banyak tekanan"Aku tidur sebentar”Ucap Ersen sebelum benar-benar menutup matanya.
Indah mengangguk, tangannya dengan cekatan mengetik.Pekerjaan sang suami, sepertinya nampak mudah bagi orang awam seperti Indah.
Selesai dengan pekerjaannya, perempuan itu menutup leptop hingga sebuah pesan dari nama yang tidak asing baginya membuat Indah mengurungkan niatnya.
”Kenapa Elang tiba-tiba kirim Vidio?”Gumam Indah saat melihat nama yang tertera di Gmail sang suami.
”Jadi mereka berdua join Vidio kayak gini?”Indah tidak terkejut.Dia bisa mengerti kebutuhan biologis sang suami, yang jadi pertanyaan adalah kenapa Elang mengirim Vidio yang bersifat 21+ itu sedangkan dia kan punya istri??
”Panas banget sih!”Gumam Indah, dia mengambil remote AC lalu menambahkannya hingga sekarang suasana kamar Indah menjadi sangat dingin membuat Ersen yang tertidur terusik.
__ADS_1
Ersen membuka sedikit matanya mencoba menyesuaikan Cahaya yang masuk kedalam retina.Ia langsung bangun begitu saja saat mata dan pendengarannya menangkap hal yang sangat memalukan.
”Mau nonton bareng?”Celetuk Ersen tiba-tiba membuat Indah reflek menendang Ersen hingga membuat tubuh berharga Ersen terjungkal ke lantai.Posisi Ersen yang berada dipinggir ranjang membuat tubuhnya langsung terjungkal begitu saja.Tragis!!
”Aduh-Aduh maaf by, nggak sengaja”Ucap Indah antara malu dan kasian melihat sang suami yang terjatuh dengan posisi kepala di lantai dan kaki bertumpu pada ranjang.
”Nggak sakit kok cuma rada nyeri”Ungkap Ersen, lalu membenarkan posisi nya yang cukup abstrud.
”Nggak usah malu, mau aku temani nonton?”Tanya Ersen yang tidak mengetahui kalau sebenarnya Vidio itu miliknya, Ia mengira Indah mencarinya di situs.
Buakh..
Sebuah bantal melayang ke wajah tampan Ersen”Ihh nggak gitu ya”Ucap Indah seraya menyerahkan leptopnya ke Ersen.
__ADS_1
Ersen membulatkam matanya saat melihat adegan yang berada dileptopnya, sialan memang Elang mengirim Vidio itu pagi-pagi begini.Memang tidak ada kerjaan sekretarisnya itu.Lihat saja besok, Ia pastikan Elang tidak akan ada waktu istirahat.
Badan Ersen langsung panas,dia menyambar bibir sang istri yang tengah menatapnya horor..